Cara Mengelola Keuangan Klinik Melalui Pencatatan yang Akurat Mekari Jurnal Highlights Sejak 1 Januari 2025, klinik yang memenuhi kriteria entitas privat menggunakan SAK EP sebagai pengganti SAK ETAP, sedangkan PSAK 118 berlaku efektif mulai 1 Januari 2027. Jasa pelayanan kesehatan medis dibebaskan dari PPN sesuai ketentuan yang berlaku, tetapi penyerahan obat untuk pasien rawat jalan perlu diperhatikan karena perlakuan PPN-nya dapat berbeda. Mekari Jurnal dapat mencatat dan kelompokkan pendapatan dengan akurat berdasarkan penjamin, poli, atau cabang untuk memudahkan pemantauan kinerja layanan serta penyusunan laporan keuangan. Penyusunan laporan keuangan klinik memiliki tantangan karena sumber pendapatannya beragam, mulai dari pembayaran pasien umum, klaim asuransi, hingga kapitasi BPJS Kesehatan. Setiap sumber memiliki mekanisme pembayaran dan waktu pencairan yang berbeda.Artikel ini membahas jenis laporan keuangan klinik, standar akuntansi, contoh perhitungan, perlakuan pajak, hingga cara penyusunannya. Apa Itu Laporan Keuangan Klinik?Laporan keuangan klinik adalah penyajian terstruktur atas transaksi keuangan fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari penerimaan pembayaran pasien hingga biaya obat, jasa dokter, dan alat medis. Dengan basis akrual, pendapatan dan beban diakui saat transaksi terjadi, bukan hanya ketika kas diterima atau dibayarkan.Laporan ini digunakan oleh pemilik untuk mengevaluasi kinerja klinik, bank untuk menilai pengajuan kredit, serta investor dan mitra asuransi untuk mempertimbangkan kerja sama atau ekspansi.Pencatatannya perlu memperhatikan jenis transaksi karena satu kunjungan pasien dapat mencakup jasa medis dan penyerahan obat yang memiliki perlakuan perpajakan berbeda.5 Jenis Laporan Keuangan KlinikJenis laporan keuangan yang disusun klinik bergantung pada standar akuntansi yang digunakan. Berikut komponen laporan keuangan yang perlu dipahami:1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)Menyajikan aset, liabilitas, dan ekuitas klinik pada tanggal tertentu, termasuk persediaan obat, piutang klaim BPJS atau asuransi, serta alat medis.2. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif LainMenunjukkan pendapatan dan beban selama periode tertentu untuk mengevaluasi kinerja keuangan klinik.3. Laporan Perubahan EkuitasMenjelaskan perubahan modal akibat setoran pemilik, laba atau rugi, serta distribusi kepada pemilik jika ada.4. Laporan Arus KasMerangkum penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Laporan ini membantu klinik memantau ketersediaan kas ketika pembayaran klaim belum diterima.5. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)Menjelaskan kebijakan akuntansi dan rincian yang membantu pembaca memahami angka dalam laporan, seperti penilaian persediaan obat, penyusutan alat medis, dan piutang per penjamin.Klinik yang memenuhi kriteria penggunaan SAK EMKM dapat menyusun laporan sesuai standar tersebut, yang mencakup laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan.Standar Akuntansi yang Berlaku untuk KlinikKlinik perlu memilih standar akuntansi berdasarkan karakteristik entitas dan persyaratan yang berlaku. Di Indonesia, standar yang dapat menjadi acuan meliputi SAK Indonesia, SAK Entitas Privat (SAK EP), dan SAK Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM).StandarPenerapan secara umumKomponen laporan keuanganSAK IndonesiaEntitas dengan akuntabilitas publik yang memenuhi kriteria penerapan standar iniMengikuti ketentuan SAK Indonesia yang berlakuSAK Entitas Privat (SAK EP)Entitas tanpa akuntabilitas publik yang memenuhi kriteria SAK EPMengikuti ketentuan SAK EPSAK EMKMEntitas yang memenuhi kriteria usaha mikro, kecil, dan menengah serta ketentuan penerapan standarLaporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuanganSAK EP berlaku efektif sejak 1 Januari 2025 dan menggantikan SAK ETAP. Karena itu, klinik yang sebelumnya menggunakan SAK ETAP perlu mengevaluasi penerapan SAK EP sesuai ketentuan transisi yang berlaku. Baca juga: Mengenal SAK EP dan Bedanya dengan SAK ETAP Pemilihan standar tidak cukup didasarkan pada ukuran klinik atau bentuk badan usahanya saja. Klinik perlu memastikan bahwa karakteristik dan kondisi entitasnya memenuhi kriteria standar yang dipilih.Karakteristik Transaksi Klinik yang Memengaruhi LaporanTransaksi klinik memiliki karakteristik khusus yang perlu diperhatikan agar pendapatan, biaya, aset, dan piutang tercatat dengan tepat. Pendapatan dari berbagai penjamin: Pembayaran pasien umum, klaim asuransi, dan tagihan kepada perusahaan mitra perlu dicatat sesuai sumbernya agar pendapatan dan piutang setiap penjamin mudah dipantau. Kapitasi dan non-kapitasi BPJS: Kapitasi dibayarkan berdasarkan jumlah peserta terdaftar, sedangkan non-kapitasi berkaitan dengan layanan yang diklaim. Keduanya perlu dicatat sesuai ketentuan pengakuan pendapatan dan status pembayarannya. Persediaan obat dan BMHP: Obat dan bahan medis habis pakai perlu dipantau melalui pencatatan stok dan stock opname, termasuk untuk mengidentifikasi barang kedaluwarsa atau rusak. Jasa medis dokter: Pembayaran dokter mitra dapat menggunakan skema bagi hasil atau tarif per tindakan. Biaya tersebut perlu dicatat sesuai perjanjian dan diklasifikasikan secara konsisten dalam laporan keuangan. Alat medis bernilai besar: Peralatan seperti USG, dental unit, dan autoclave dapat diakui sebagai aset tetap jika memenuhi kriteria pengakuan, kemudian disusutkan selama masa manfaatnya. Contoh Laporan Keuangan KlinikBerikut simulasi laporan laba rugi bulanan klinik pratama rawat jalan berbentuk PT untuk Juni 2026. Angka yang digunakan bersifat ilustratif.Studi kasus: Klinik Pratama Sehat Sentosa memiliki 4.000 peserta BPJS terdaftar dengan asumsi tarif kapitasi Rp10.000 per peserta per bulan. Selama Juni 2026, klinik memperoleh pendapatan dari pasien umum, BPJS, asuransi, dan penjualan obat.KomponenJumlah (Rp)PendapatanPendapatan jasa medis pasien umum85.000.000Pendapatan kapitasi BPJS (4.000 × Rp10.000)40.000.000Pendapatan non-kapitasi BPJS yang memenuhi kriteria pengakuan12.000.000Pendapatan pasien asuransi dan perusahaan mitra28.000.000Penjualan obat45.000.000Total pendapatan210.000.000Beban pokok pelayananBeban pokok obat dan BMHP(30.000.000)Jasa medis dokter (bagi hasil)(52.000.000)Laba kotor128.000.000Beban operasionalGaji perawat, apoteker, dan staf administrasi(38.000.000)Sewa gedung(15.000.000)Listrik, air, dan internet(6.000.000)Penyusutan alat medis(5.000.000)Pengolahan limbah medis(2.000.000)Pemasaran dan administrasi umum(4.000.000)Total beban operasional(70.000.000)Laba operasional58.000.000Beban bunga pinjaman alat medis(2.000.000)Laba sebelum pajak56.000.000Berdasarkan simulasi tersebut, margin laba kotor klinik mencapai 61,0%, yaitu Rp128.000.000 dibagi Rp210.000.000. Sementara itu, margin laba operasional sebesar 27,6%, yaitu Rp58.000.000 dibagi Rp210.000.000.Angka tersebut menunjukkan proporsi pendapatan yang tersisa setelah dikurangi beban pokok pelayanan dan beban operasional. Beban pajak penghasilan belum diperhitungkan dan perlu ditentukan secara terpisah sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku bagi klinik.Pencatatan Pendapatan Kapitasi dan Klaim BPJS Pendapatan kapitasi BPJS diakui sesuai periode layanan yang menjadi hak klinik. Sementara itu, pendapatan klaim non-kapitasi diakui ketika layanan diberikan dan kriteria pengakuan pendapatan terpenuhi. Jika pembayaran belum diterima, klinik mencatat piutang klaim BPJS.Berikut contoh pencatatannya dengan asumsi dana kapitasi diterima pada Juni 2026 dan klaim non-kapitasi sebesar Rp12.000.000 telah memenuhi kriteria pengakuan pendapatan.TanggalAkunDebit (Rp)Kredit (Rp)Juni 2026Kas/Bank40.000.000—Pendapatan Kapitasi BPJS—40.000.000Juni 2026Piutang Klaim BPJS Kesehatan12.000.000—Pendapatan Non-Kapitasi BPJS—12.000.000Juli 2026Kas/Bank11.500.000—Pengurang Pendapatan Non-Kapitasi BPJS500.000—Piutang Klaim BPJS Kesehatan—12.000.000Pada Juli 2026, klinik menerima pembayaran klaim sebesar Rp11.500.000 setelah koreksi verifikasi sebesar Rp500.000. Dalam contoh ini, koreksi dicatat sebagai pengurang pendapatan karena berkaitan dengan klaim yang sebelumnya telah diakui.Jika koreksi klaim sering terjadi, klinik perlu mengevaluasi penyebabnya dan memperkirakan potensi koreksi berdasarkan data historis serta informasi yang tersedia. Langkah ini membantu mengurangi risiko pendapatan dan piutang tersaji terlalu tinggi.7 Cara Menyusun Laporan Keuangan KlinikPenyusunan laporan keuangan klinik mengikuti siklus akuntansi pada umumnya. Namun, pencatatannya perlu memperhatikan karakteristik transaksi klinik, seperti klaim BPJS, pendapatan dari berbagai penjamin, persediaan obat, dan jasa medis.1. Susun Bagan Akun Khusus KlinikPisahkan akun pendapatan berdasarkan penjamin dan jenis layanan, seperti pasien umum, asuransi, kapitasi, non-kapitasi, jasa medis, dan penjualan obat. Siapkan juga akun piutang per penjamin serta persediaan obat dan BMHP.2. Catat Transaksi Berdasarkan Bukti yang SahCatat setiap transaksi berdasarkan dokumen pendukung, seperti kuitansi pasien, faktur pembelian obat, bukti penerimaan kapitasi, dan perhitungan jasa dokter. Pastikan transaksi masuk ke akun dan periode yang tepat.3. Rekonsiliasi Kasir dan Rekening BankCocokkan penerimaan kasir dengan mutasi bank, termasuk pembayaran melalui transfer, QRIS, dan EDC. Telusuri setiap selisih agar kesalahan pencatatan dapat segera diperbaiki.4. Rekonsiliasi Klaim BPJS dan AsuransiBandingkan klaim yang diajukan dengan nilai yang disetujui dan dibayarkan. Catat koreksi klaim sesuai penyebabnya, serta pantau piutang hingga pembayaran diterima atau status klaim dipastikan.5. Lakukan Stock Opname Obat dan BMHPCocokkan jumlah fisik persediaan dengan catatan stok. Identifikasi selisih, barang rusak, dan obat kedaluwarsa untuk ditindaklanjuti serta disesuaikan dalam pencatatan.6. Buat Jurnal PenyesuaianCatat transaksi yang belum dibukukan dan alokasikan biaya sesuai periode atau masa manfaatnya. Contohnya penyusutan alat medis, jasa dokter yang masih terutang, serta beban listrik dan air yang belum ditagih.7. Susun Neraca Saldo dan Laporan KeuanganPeriksa keseimbangan debit dan kredit melalui neraca saldo, lalu susun laporan keuangan sesuai standar yang diterapkan. Komponennya mencakup laporan posisi keuangan, laba rugi, perubahan ekuitas, arus kas, dan CaLK sesuai ketentuan yang berlaku.Perlakuan Pajak yang Memengaruhi Laporan Keuangan KlinikKlinik perlu memperhatikan perlakuan pajak atas jasa medis, penjualan obat, laba usaha, dan pembayaran tenaga kerja agar pencatatan serta pelaporan pajaknya sesuai ketentuan.PPN atas Jasa Medis dan ObatJasa pelayanan kesehatan medis dibebaskan dari PPN berdasarkan PP Nomor 49 Tahun 2022. Sementara itu, penyerahan obat kepada pasien rawat jalan dapat dikenai PPN sesuai ketentuan yang berlaku. Pajak masukan terkait penyerahan yang dibebaskan dari PPN pada prinsipnya tidak dapat dikreditkan.PPh Badan atas Laba KlinikPerhitungan PPh badan didasarkan pada penghasilan kena pajak dan ketentuan yang berlaku sesuai bentuk serta kondisi wajib pajak. Karena itu, klinik perlu memastikan laporan laba rugi dan pencatatan biaya lengkap agar perhitungan pajaknya tepat.PPh 21 atas Gaji dan Jasa DokterGaji perawat dan staf serta pembayaran kepada dokter mitra perlu dipotong dan dilaporkan sesuai status penerima penghasilan dan ketentuan PPh 21 yang berlaku.Rasio untuk Membaca Laporan Keuangan KlinikLaporan keuangan membantu klinik mengevaluasi kinerja usaha dan kondisi keuangannya. Analisis rasio berikut dapat digunakan untuk menilai profitabilitas, likuiditas, pengelolaan persediaan, serta efektivitas penagihan klaim.RasioRumusFungsiMargin laba kotorLaba kotor ÷ total pendapatan × 100%Menilai kemampuan pendapatan menutup biaya pokok pelayanan, seperti obat dan jasa dokter.Margin laba operasionalLaba operasional ÷ total pendapatan × 100%Mengukur efisiensi biaya operasional klinik.Rasio lancarAset lancar ÷ liabilitas jangka pendekMenilai kemampuan membayar kewajiban jangka pendek, seperti utang supplier dan gaji.Perputaran persediaan obatBeban pokok obat ÷ rata-rata persediaan obatMengevaluasi perputaran stok dan risiko penumpukan obat.Umur rata-rata piutang klaimRata-rata piutang klaim ÷ pendapatan klaim kredit × jumlah hari periodeMemperkirakan lamanya penagihan klaim BPJS dan asuransi.Pendapatan per kunjunganPendapatan pelayanan ÷ jumlah kunjunganMembandingkan pendapatan rata-rata per kunjungan antarpoli atau antarcabang.Rasio sebaiknya dibandingkan antarperiode atau antarcabang agar perubahan kinerja lebih mudah terlihat. Untuk hasil yang lebih akurat, gunakan definisi akun dan periode pengukuran yang konsisten.Susun Laporan Keuangan Klinik dengan Cepat dan Akurat Bersama Mekari JurnalPencatatan yang konsisten membantu klinik menjaga akurasi laporan keuangan. Namun, ketika jumlah pasien, penjamin, dan cabang bertambah, rekap manual berisiko menimbulkan selisih serta menyulitkan pemantauan kinerja.Mekari Jurnal sebagai software akuntansi untuk perusahaan jasa membantu klinik mengelola transaksi dan memantau kondisi keuangan melalui fitur berikut: Invoice berulang: Membantu menjadwalkan tagihan rutin kepada perusahaan mitra atau pihak lain yang menerima tagihan berkala. Tagging transaksi: Mengelompokkan pendapatan dan biaya berdasarkan kategori yang ditentukan, seperti poli atau cabang, untuk memudahkan analisis kinerja. Pengelolaan biaya dan anggaran: Membantu memantau pengeluaran serta mendukung proses persetujuan transaksi sesuai kebutuhan bisnis. Manajemen inventori: Membantu memantau pergerakan stok obat dan barang lainnya agar pencatatan persediaan lebih teratur. Laporan keuangan dan bisnis: Menyediakan laporan untuk memantau pendapatan, biaya, dan kondisi keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan. Mekari Jurnal adalah sotware akuntansi berbasi AI yang membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola laporan keuangan, pembukuan, hingga operasional bisnis; untuk mempercepat pertumbuhan bisnis. Mekari Jurnal juga bagian dari ekosistem terpadu Mekari yang terintegrasi dengan Mekari POS, Mekari Desty, Mekari Klikpajak, Mekari Expense dan berbagai software lainnya. Integrasi dengan Mekari POS dapat mengotomasi laporan keuangan dari transaksi kasir. Ditambah dengan integrasi Mekari Desty yang dapat menyinkronkan stok dan penjualan marketplace langsung ke laporan keuangan Referensi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Perubahan Penomoran PSAK dan ISAK dalam SAK Indonesia, berlaku 1 Januari 2024. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). DSAK Terkini Volume 7/2025: Pengesahan PSAK 118. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). SAK Indonesia untuk Entitas Privat (SAK EP). PwC Indonesia. PSAK Pocket Guide 2024. Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. Intermediate Accounting: IFRS Edition. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan. Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2022 tentang PPN Dibebaskan dan PPN atau PPnBM Tidak Dipungut atas Impor dan/atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu dan/atau Penyerahan Jasa Kena Pajak Tertentu. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun FAQ 1. Apa itu laporan keuangan klinik? 1. Apa itu laporan keuangan klinik? Laporan keuangan klinik adalah laporan yang menyajikan posisi keuangan, kinerja, dan arus kas klinik dalam satu periode, disusun dari seluruh transaksi pelayanan, obat, dan operasional. 2. Apa saja jenis laporan keuangan klinik? 2. Apa saja jenis laporan keuangan klinik? Laporan lengkap terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan CaLK. Klinik yang memakai SAK EMKM cukup menyusun laporan posisi keuangan, laba rugi, dan CaLK. 3. Standar akuntansi apa yang dipakai klinik? 3. Standar akuntansi apa yang dipakai klinik? Klinik berbadan usaha tanpa akuntabilitas publik umumnya memakai SAK EP, yang berlaku sejak 1 Januari 2025 menggantikan SAK ETAP. Klinik skala kecil dapat memakai SAK EMKM, sedangkan klinik dengan akuntabilitas publik memakai SAK Indonesia. 4. Bagaimana cara mencatat pendapatan kapitasi BPJS? 4. Bagaimana cara mencatat pendapatan kapitasi BPJS? Kapitasi dicatat sebagai pendapatan pada bulan cakupan layanannya, dengan mendebit kas atau bank dan mengkredit pendapatan kapitasi. Klaim non-kapitasi dicatat sebagai piutang saat layanan diberikan sampai klaim dibayar. 5. Apakah jasa klinik dikenakan PPN? 5. Apakah jasa klinik dikenakan PPN? Jasa pelayanan kesehatan medis di klinik dibebaskan dari PPN berdasarkan PP 49/2022. Namun, obat yang diserahkan pada rawat jalan tetap terutang PPN, dan jasa klinik kecantikan juga dikenai PPN. 6. Apakah klinik berbentuk PT masih bisa memakai PPh Final 0,5%? 6. Apakah klinik berbentuk PT masih bisa memakai PPh Final 0,5%? Sejak PP 20/2026, PT umum dan CV yang baru terdaftar tidak bisa lagi memakai PPh Final 0,5% dan wajib memakai tarif umum. Fasilitas ini kini hanya untuk orang pribadi, PT perorangan, dan koperasi dengan omzet maksimal Rp4,8 miliar setahun. 7. Seberapa sering klinik perlu menyusun laporan keuangan? 7. Seberapa sering klinik perlu menyusun laporan keuangan? Laporan internal idealnya disusun setiap bulan untuk memantau margin, piutang klaim, dan stok obat. Laporan tahunan dibutuhkan untuk SPT Tahunan dan pihak eksternal seperti bank atau investor. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Cara Mengelola Keuangan Klinik Melalui Pencatatan yang Akurat Mekari Jurnal Highlights Sejak 1 Januari 2025, klinik yang memenuhi kriteria entitas privat menggunakan SAK EP sebagai pengganti SAK ETAP, sedangkan PSAK 118 berlaku efektif mulai 1 Januari 2027. Jasa pelayanan kesehatan medis dibebaskan dari PPN sesuai ketentuan yang berlaku, tetapi penyerahan obat untuk pasien rawat jalan perlu diperhatikan karena perlakuan PPN-nya dapat berbeda. Mekari Jurnal dapat mencatat dan kelompokkan pendapatan dengan akurat berdasarkan penjamin, poli, atau cabang untuk memudahkan pemantauan kinerja layanan serta penyusunan laporan keuangan. Penyusunan laporan keuangan klinik memiliki tantangan karena sumber pendapatannya beragam, mulai dari pembayaran pasien umum, klaim asuransi, hingga kapitasi BPJS Kesehatan. Setiap sumber memiliki mekanisme pembayaran dan waktu pencairan yang berbeda.Artikel ini membahas jenis laporan keuangan klinik, standar akuntansi, contoh perhitungan, perlakuan pajak, hingga cara penyusunannya. Apa Itu Laporan Keuangan Klinik?Laporan keuangan klinik adalah penyajian terstruktur atas transaksi keuangan fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari penerimaan pembayaran pasien hingga biaya obat, jasa dokter, dan alat medis. Dengan basis akrual, pendapatan dan beban diakui saat transaksi terjadi, bukan hanya ketika kas diterima atau dibayarkan.Laporan ini digunakan oleh pemilik untuk mengevaluasi kinerja klinik, bank untuk menilai pengajuan kredit, serta investor dan mitra asuransi untuk mempertimbangkan kerja sama atau ekspansi.Pencatatannya perlu memperhatikan jenis transaksi karena satu kunjungan pasien dapat mencakup jasa medis dan penyerahan obat yang memiliki perlakuan perpajakan berbeda.5 Jenis Laporan Keuangan KlinikJenis laporan keuangan yang disusun klinik bergantung pada standar akuntansi yang digunakan. Berikut komponen laporan keuangan yang perlu dipahami:1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)Menyajikan aset, liabilitas, dan ekuitas klinik pada tanggal tertentu, termasuk persediaan obat, piutang klaim BPJS atau asuransi, serta alat medis.2. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif LainMenunjukkan pendapatan dan beban selama periode tertentu untuk mengevaluasi kinerja keuangan klinik.3. Laporan Perubahan EkuitasMenjelaskan perubahan modal akibat setoran pemilik, laba atau rugi, serta distribusi kepada pemilik jika ada.4. Laporan Arus KasMerangkum penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Laporan ini membantu klinik memantau ketersediaan kas ketika pembayaran klaim belum diterima.5. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)Menjelaskan kebijakan akuntansi dan rincian yang membantu pembaca memahami angka dalam laporan, seperti penilaian persediaan obat, penyusutan alat medis, dan piutang per penjamin.Klinik yang memenuhi kriteria penggunaan SAK EMKM dapat menyusun laporan sesuai standar tersebut, yang mencakup laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan.Standar Akuntansi yang Berlaku untuk KlinikKlinik perlu memilih standar akuntansi berdasarkan karakteristik entitas dan persyaratan yang berlaku. Di Indonesia, standar yang dapat menjadi acuan meliputi SAK Indonesia, SAK Entitas Privat (SAK EP), dan SAK Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM).StandarPenerapan secara umumKomponen laporan keuanganSAK IndonesiaEntitas dengan akuntabilitas publik yang memenuhi kriteria penerapan standar iniMengikuti ketentuan SAK Indonesia yang berlakuSAK Entitas Privat (SAK EP)Entitas tanpa akuntabilitas publik yang memenuhi kriteria SAK EPMengikuti ketentuan SAK EPSAK EMKMEntitas yang memenuhi kriteria usaha mikro, kecil, dan menengah serta ketentuan penerapan standarLaporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuanganSAK EP berlaku efektif sejak 1 Januari 2025 dan menggantikan SAK ETAP. Karena itu, klinik yang sebelumnya menggunakan SAK ETAP perlu mengevaluasi penerapan SAK EP sesuai ketentuan transisi yang berlaku. Baca juga: Mengenal SAK EP dan Bedanya dengan SAK ETAP Pemilihan standar tidak cukup didasarkan pada ukuran klinik atau bentuk badan usahanya saja. Klinik perlu memastikan bahwa karakteristik dan kondisi entitasnya memenuhi kriteria standar yang dipilih.Karakteristik Transaksi Klinik yang Memengaruhi LaporanTransaksi klinik memiliki karakteristik khusus yang perlu diperhatikan agar pendapatan, biaya, aset, dan piutang tercatat dengan tepat. Pendapatan dari berbagai penjamin: Pembayaran pasien umum, klaim asuransi, dan tagihan kepada perusahaan mitra perlu dicatat sesuai sumbernya agar pendapatan dan piutang setiap penjamin mudah dipantau. Kapitasi dan non-kapitasi BPJS: Kapitasi dibayarkan berdasarkan jumlah peserta terdaftar, sedangkan non-kapitasi berkaitan dengan layanan yang diklaim. Keduanya perlu dicatat sesuai ketentuan pengakuan pendapatan dan status pembayarannya. Persediaan obat dan BMHP: Obat dan bahan medis habis pakai perlu dipantau melalui pencatatan stok dan stock opname, termasuk untuk mengidentifikasi barang kedaluwarsa atau rusak. Jasa medis dokter: Pembayaran dokter mitra dapat menggunakan skema bagi hasil atau tarif per tindakan. Biaya tersebut perlu dicatat sesuai perjanjian dan diklasifikasikan secara konsisten dalam laporan keuangan. Alat medis bernilai besar: Peralatan seperti USG, dental unit, dan autoclave dapat diakui sebagai aset tetap jika memenuhi kriteria pengakuan, kemudian disusutkan selama masa manfaatnya. Contoh Laporan Keuangan KlinikBerikut simulasi laporan laba rugi bulanan klinik pratama rawat jalan berbentuk PT untuk Juni 2026. Angka yang digunakan bersifat ilustratif.Studi kasus: Klinik Pratama Sehat Sentosa memiliki 4.000 peserta BPJS terdaftar dengan asumsi tarif kapitasi Rp10.000 per peserta per bulan. Selama Juni 2026, klinik memperoleh pendapatan dari pasien umum, BPJS, asuransi, dan penjualan obat.KomponenJumlah (Rp)PendapatanPendapatan jasa medis pasien umum85.000.000Pendapatan kapitasi BPJS (4.000 × Rp10.000)40.000.000Pendapatan non-kapitasi BPJS yang memenuhi kriteria pengakuan12.000.000Pendapatan pasien asuransi dan perusahaan mitra28.000.000Penjualan obat45.000.000Total pendapatan210.000.000Beban pokok pelayananBeban pokok obat dan BMHP(30.000.000)Jasa medis dokter (bagi hasil)(52.000.000)Laba kotor128.000.000Beban operasionalGaji perawat, apoteker, dan staf administrasi(38.000.000)Sewa gedung(15.000.000)Listrik, air, dan internet(6.000.000)Penyusutan alat medis(5.000.000)Pengolahan limbah medis(2.000.000)Pemasaran dan administrasi umum(4.000.000)Total beban operasional(70.000.000)Laba operasional58.000.000Beban bunga pinjaman alat medis(2.000.000)Laba sebelum pajak56.000.000Berdasarkan simulasi tersebut, margin laba kotor klinik mencapai 61,0%, yaitu Rp128.000.000 dibagi Rp210.000.000. Sementara itu, margin laba operasional sebesar 27,6%, yaitu Rp58.000.000 dibagi Rp210.000.000.Angka tersebut menunjukkan proporsi pendapatan yang tersisa setelah dikurangi beban pokok pelayanan dan beban operasional. Beban pajak penghasilan belum diperhitungkan dan perlu ditentukan secara terpisah sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku bagi klinik.Pencatatan Pendapatan Kapitasi dan Klaim BPJS Pendapatan kapitasi BPJS diakui sesuai periode layanan yang menjadi hak klinik. Sementara itu, pendapatan klaim non-kapitasi diakui ketika layanan diberikan dan kriteria pengakuan pendapatan terpenuhi. Jika pembayaran belum diterima, klinik mencatat piutang klaim BPJS.Berikut contoh pencatatannya dengan asumsi dana kapitasi diterima pada Juni 2026 dan klaim non-kapitasi sebesar Rp12.000.000 telah memenuhi kriteria pengakuan pendapatan.TanggalAkunDebit (Rp)Kredit (Rp)Juni 2026Kas/Bank40.000.000—Pendapatan Kapitasi BPJS—40.000.000Juni 2026Piutang Klaim BPJS Kesehatan12.000.000—Pendapatan Non-Kapitasi BPJS—12.000.000Juli 2026Kas/Bank11.500.000—Pengurang Pendapatan Non-Kapitasi BPJS500.000—Piutang Klaim BPJS Kesehatan—12.000.000Pada Juli 2026, klinik menerima pembayaran klaim sebesar Rp11.500.000 setelah koreksi verifikasi sebesar Rp500.000. Dalam contoh ini, koreksi dicatat sebagai pengurang pendapatan karena berkaitan dengan klaim yang sebelumnya telah diakui.Jika koreksi klaim sering terjadi, klinik perlu mengevaluasi penyebabnya dan memperkirakan potensi koreksi berdasarkan data historis serta informasi yang tersedia. Langkah ini membantu mengurangi risiko pendapatan dan piutang tersaji terlalu tinggi.7 Cara Menyusun Laporan Keuangan KlinikPenyusunan laporan keuangan klinik mengikuti siklus akuntansi pada umumnya. Namun, pencatatannya perlu memperhatikan karakteristik transaksi klinik, seperti klaim BPJS, pendapatan dari berbagai penjamin, persediaan obat, dan jasa medis.1. Susun Bagan Akun Khusus KlinikPisahkan akun pendapatan berdasarkan penjamin dan jenis layanan, seperti pasien umum, asuransi, kapitasi, non-kapitasi, jasa medis, dan penjualan obat. Siapkan juga akun piutang per penjamin serta persediaan obat dan BMHP.2. Catat Transaksi Berdasarkan Bukti yang SahCatat setiap transaksi berdasarkan dokumen pendukung, seperti kuitansi pasien, faktur pembelian obat, bukti penerimaan kapitasi, dan perhitungan jasa dokter. Pastikan transaksi masuk ke akun dan periode yang tepat.3. Rekonsiliasi Kasir dan Rekening BankCocokkan penerimaan kasir dengan mutasi bank, termasuk pembayaran melalui transfer, QRIS, dan EDC. Telusuri setiap selisih agar kesalahan pencatatan dapat segera diperbaiki.4. Rekonsiliasi Klaim BPJS dan AsuransiBandingkan klaim yang diajukan dengan nilai yang disetujui dan dibayarkan. Catat koreksi klaim sesuai penyebabnya, serta pantau piutang hingga pembayaran diterima atau status klaim dipastikan.5. Lakukan Stock Opname Obat dan BMHPCocokkan jumlah fisik persediaan dengan catatan stok. Identifikasi selisih, barang rusak, dan obat kedaluwarsa untuk ditindaklanjuti serta disesuaikan dalam pencatatan.6. Buat Jurnal PenyesuaianCatat transaksi yang belum dibukukan dan alokasikan biaya sesuai periode atau masa manfaatnya. Contohnya penyusutan alat medis, jasa dokter yang masih terutang, serta beban listrik dan air yang belum ditagih.7. Susun Neraca Saldo dan Laporan KeuanganPeriksa keseimbangan debit dan kredit melalui neraca saldo, lalu susun laporan keuangan sesuai standar yang diterapkan. Komponennya mencakup laporan posisi keuangan, laba rugi, perubahan ekuitas, arus kas, dan CaLK sesuai ketentuan yang berlaku.Perlakuan Pajak yang Memengaruhi Laporan Keuangan KlinikKlinik perlu memperhatikan perlakuan pajak atas jasa medis, penjualan obat, laba usaha, dan pembayaran tenaga kerja agar pencatatan serta pelaporan pajaknya sesuai ketentuan.PPN atas Jasa Medis dan ObatJasa pelayanan kesehatan medis dibebaskan dari PPN berdasarkan PP Nomor 49 Tahun 2022. Sementara itu, penyerahan obat kepada pasien rawat jalan dapat dikenai PPN sesuai ketentuan yang berlaku. Pajak masukan terkait penyerahan yang dibebaskan dari PPN pada prinsipnya tidak dapat dikreditkan.PPh Badan atas Laba KlinikPerhitungan PPh badan didasarkan pada penghasilan kena pajak dan ketentuan yang berlaku sesuai bentuk serta kondisi wajib pajak. Karena itu, klinik perlu memastikan laporan laba rugi dan pencatatan biaya lengkap agar perhitungan pajaknya tepat.PPh 21 atas Gaji dan Jasa DokterGaji perawat dan staf serta pembayaran kepada dokter mitra perlu dipotong dan dilaporkan sesuai status penerima penghasilan dan ketentuan PPh 21 yang berlaku.Rasio untuk Membaca Laporan Keuangan KlinikLaporan keuangan membantu klinik mengevaluasi kinerja usaha dan kondisi keuangannya. Analisis rasio berikut dapat digunakan untuk menilai profitabilitas, likuiditas, pengelolaan persediaan, serta efektivitas penagihan klaim.RasioRumusFungsiMargin laba kotorLaba kotor ÷ total pendapatan × 100%Menilai kemampuan pendapatan menutup biaya pokok pelayanan, seperti obat dan jasa dokter.Margin laba operasionalLaba operasional ÷ total pendapatan × 100%Mengukur efisiensi biaya operasional klinik.Rasio lancarAset lancar ÷ liabilitas jangka pendekMenilai kemampuan membayar kewajiban jangka pendek, seperti utang supplier dan gaji.Perputaran persediaan obatBeban pokok obat ÷ rata-rata persediaan obatMengevaluasi perputaran stok dan risiko penumpukan obat.Umur rata-rata piutang klaimRata-rata piutang klaim ÷ pendapatan klaim kredit × jumlah hari periodeMemperkirakan lamanya penagihan klaim BPJS dan asuransi.Pendapatan per kunjunganPendapatan pelayanan ÷ jumlah kunjunganMembandingkan pendapatan rata-rata per kunjungan antarpoli atau antarcabang.Rasio sebaiknya dibandingkan antarperiode atau antarcabang agar perubahan kinerja lebih mudah terlihat. Untuk hasil yang lebih akurat, gunakan definisi akun dan periode pengukuran yang konsisten.Susun Laporan Keuangan Klinik dengan Cepat dan Akurat Bersama Mekari JurnalPencatatan yang konsisten membantu klinik menjaga akurasi laporan keuangan. Namun, ketika jumlah pasien, penjamin, dan cabang bertambah, rekap manual berisiko menimbulkan selisih serta menyulitkan pemantauan kinerja.Mekari Jurnal sebagai software akuntansi untuk perusahaan jasa membantu klinik mengelola transaksi dan memantau kondisi keuangan melalui fitur berikut: Invoice berulang: Membantu menjadwalkan tagihan rutin kepada perusahaan mitra atau pihak lain yang menerima tagihan berkala. Tagging transaksi: Mengelompokkan pendapatan dan biaya berdasarkan kategori yang ditentukan, seperti poli atau cabang, untuk memudahkan analisis kinerja. Pengelolaan biaya dan anggaran: Membantu memantau pengeluaran serta mendukung proses persetujuan transaksi sesuai kebutuhan bisnis. Manajemen inventori: Membantu memantau pergerakan stok obat dan barang lainnya agar pencatatan persediaan lebih teratur. Laporan keuangan dan bisnis: Menyediakan laporan untuk memantau pendapatan, biaya, dan kondisi keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan. Mekari Jurnal adalah sotware akuntansi berbasi AI yang membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola laporan keuangan, pembukuan, hingga operasional bisnis; untuk mempercepat pertumbuhan bisnis. Mekari Jurnal juga bagian dari ekosistem terpadu Mekari yang terintegrasi dengan Mekari POS, Mekari Desty, Mekari Klikpajak, Mekari Expense dan berbagai software lainnya. Integrasi dengan Mekari POS dapat mengotomasi laporan keuangan dari transaksi kasir. Ditambah dengan integrasi Mekari Desty yang dapat menyinkronkan stok dan penjualan marketplace langsung ke laporan keuangan Referensi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Perubahan Penomoran PSAK dan ISAK dalam SAK Indonesia, berlaku 1 Januari 2024. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). DSAK Terkini Volume 7/2025: Pengesahan PSAK 118. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). SAK Indonesia untuk Entitas Privat (SAK EP). PwC Indonesia. PSAK Pocket Guide 2024. Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. Intermediate Accounting: IFRS Edition. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan. Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2022 tentang PPN Dibebaskan dan PPN atau PPnBM Tidak Dipungut atas Impor dan/atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu dan/atau Penyerahan Jasa Kena Pajak Tertentu. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun FAQ 1. Apa itu laporan keuangan klinik? 1. Apa itu laporan keuangan klinik? Laporan keuangan klinik adalah laporan yang menyajikan posisi keuangan, kinerja, dan arus kas klinik dalam satu periode, disusun dari seluruh transaksi pelayanan, obat, dan operasional. 2. Apa saja jenis laporan keuangan klinik? 2. Apa saja jenis laporan keuangan klinik? Laporan lengkap terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan CaLK. Klinik yang memakai SAK EMKM cukup menyusun laporan posisi keuangan, laba rugi, dan CaLK. 3. Standar akuntansi apa yang dipakai klinik? 3. Standar akuntansi apa yang dipakai klinik? Klinik berbadan usaha tanpa akuntabilitas publik umumnya memakai SAK EP, yang berlaku sejak 1 Januari 2025 menggantikan SAK ETAP. Klinik skala kecil dapat memakai SAK EMKM, sedangkan klinik dengan akuntabilitas publik memakai SAK Indonesia. 4. Bagaimana cara mencatat pendapatan kapitasi BPJS? 4. Bagaimana cara mencatat pendapatan kapitasi BPJS? Kapitasi dicatat sebagai pendapatan pada bulan cakupan layanannya, dengan mendebit kas atau bank dan mengkredit pendapatan kapitasi. Klaim non-kapitasi dicatat sebagai piutang saat layanan diberikan sampai klaim dibayar. 5. Apakah jasa klinik dikenakan PPN? 5. Apakah jasa klinik dikenakan PPN? Jasa pelayanan kesehatan medis di klinik dibebaskan dari PPN berdasarkan PP 49/2022. Namun, obat yang diserahkan pada rawat jalan tetap terutang PPN, dan jasa klinik kecantikan juga dikenai PPN. 6. Apakah klinik berbentuk PT masih bisa memakai PPh Final 0,5%? 6. Apakah klinik berbentuk PT masih bisa memakai PPh Final 0,5%? Sejak PP 20/2026, PT umum dan CV yang baru terdaftar tidak bisa lagi memakai PPh Final 0,5% dan wajib memakai tarif umum. Fasilitas ini kini hanya untuk orang pribadi, PT perorangan, dan koperasi dengan omzet maksimal Rp4,8 miliar setahun. 7. Seberapa sering klinik perlu menyusun laporan keuangan? 7. Seberapa sering klinik perlu menyusun laporan keuangan? Laporan internal idealnya disusun setiap bulan untuk memantau margin, piutang klaim, dan stok obat. Laporan tahunan dibutuhkan untuk SPT Tahunan dan pihak eksternal seperti bank atau investor. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini.