Secara sederhana, konversi merupakan tujuan situs website, yaitu tindakan yang Anda inginkan untuk dilakukan para pengunjung saat mereka ada di sana. Membeli produk, membagikan artikel, mengarahkan ke halaman tertentu, adalah sasaran konversi website. Konversi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu konversi makro dan konversi mikro.

Konversi makro adalah apa yang sebenarnya Anda cari untuk tujuan website. Sedangkan konversi mikro adalah hal-hal kecil yang dapat dilakukan oleh para pelanggan yang mengarahkan mereka menuju konversi makro. Seperti form pendaftaran newsletter, yang memberi peluang bagi Anda untuk meyakinkan para pelanggan di kemudian hari melalui email.

Baca juga: Pentingnya Mengelola Inventaris untuk Kelangsungan Bisnis

 

Strategi Mengoptimalkan Konversi

Berikut ini adalah 6 strategi untuk mengoptimalkan konversi website maupun landing page bisnis Anda.

  1. Menghilangkan gangguan dari website dan landing page, yang bertujuan untuk membuat pengunjung fokus pada Call to Action (CTA) yang Anda inginkan.
  2. Menggunakan teknik gum trampoline, yaitu mengurangi bounce rate yang tinggi dengan membuat orang tetap ke website Anda dengan menambahkan “karet” pada hal tersebut. Bounce rate adalah prosentase kunjungan pada suatu page website atau landing page yang kemudian pergi dari halaman tersebut. Untuk mengurangi bounce rate, Anda dapat mengedit penargetan iklan, menggunakan kata kunci yang panjang untuk konten dan berhenti menggunakan website lain yang mengarahkan nilai rendah dan traffic yang tidak relevan ke website Anda.
  3. Selanjutnya menggunakan taktik scarcity, misalnya dengan cara mengkombinasikan dengan kepercayaan.
  4. Membuat konten yang tepat, yang harus tertuju langsung dengan problem customer Anda dan mengedukasi mereka tentang cara untuk mencapai tujuan bisnis atau keinginan mereka. Untuk membuat konten yang akan menghasilkan konversi website, Anda harus memahami siapa target audience Anda. Kemudian Anda dapat membangun content marketing Anda sehingga dapat menarik perhatian.
  5. Melakukan split tes, yang tidak hanya digunakan saat tingkat konversi website rendah, tetapi juga harus digunakan di seluruh bisnis online Anda. Untuk mengetahui apa saja yang harus dites, Anda perlu membuat hipotesis.
  6. Teknik copywriting. Saat menulis teks untuk homepage atau landing page, Anda hanya memiliki beberapa detik untuk menyinggung ketertarikan pengunjung, dengan cara membuat daftar poin-poin kunci dalam yang mudah dipahami oleh pembaca. Selain poin-poin kunci yang tadi, unsur lain dari copywriting yang mudah dipahami adalah judul atau headline.

 

Mencuri Perhatian Konsumen untuk Meningkatkan Konversi

Berikut ini ada 4 strategi untuk mencuri perhatian konsumen  yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan konversi website Anda.

1. Berpikir seperti konsumen

Ketika menjual sesuatu, David Ogilvy yang banyak disebut sebagai father of advertising, selalu berfokus pada bahasa konsumennya. Untuk membujuk orang membeli sesuatu, tidak hanya fokus pada produk saja. Namun untuk menangkap perhatian konsumen, Anda harus memiliki wawasan yang cukup kuat pada bahasa target audience Anda.

Karena yang berperan utama pada sebuah produk adalah konsumen. Tanpa mereka, Anda tidak dapat menarik audience dan menghasilkan konversi pada website. Oleh karena itu, berilah jarak antara Anda dengan produk Anda, kemudian berikan seluruh ruang kepada konsumen Anda. Untuk menghasilkan cinta yang sama di mata masyarakat, maka mulailah untuk memikirkan produk Anda dari perspektif pembeli.

2. Memikirkan kelebihan produk

Mengapa seseorang harus berinvestasi atau membeli produk Anda? Hanya produk yang bagus dan unik yang dapat bertahan dari pasar yang kompetitif dan terus membuat konversi website Anda meningkat. Maka, sebelum meluncurkan produk atau layanan, Anda harus memperhatikan proposisi penjualan yang unik. Proposisi penjualan unik adalah faktor atau pertimbangan yang disajikan oleh penjual sebagai alasan suatu produk atau layanan berbeda dan lebih baik dari produk lain. Itulah yang membedakan bisnis Anda dari produk yang lainnya.

3. Membuat persona konsumen ideal

Untuk meraih perhatian, penting bagi Anda untuk menyadari apa saja yang audiens Anda katakan tentang produk Anda. sebenarnya tidak sulit untuk menciptakan persona konsumen ketika Anda telah mengumpulkan informasi dari pelanggan Anda dengan bantuan survei. Termasuk kelompok usia konsumen Anda, demografi, ambisi, tanggung jawab dan banyak hal lainnya.

Pengetahuan yang mendalam tentang konsumen dan produk yang Anda kembangkan, akan membantu Anda dengan pembuatan konten, follow up penjualan , akuisisi pelanggan dan retensi. Anda dapat melakukan riset atau survei menggunakan Google Analytic untuk mencari tahu informasi tentang konsumen Anda.

4. Membuat video untuk produk

Di dalam dunia informasi yang berlebihan, video marketing  menjadi hal yang cukup penting untuk menangkap perhatian konsumen. Video produk memiliki dampak yang lebih baik terhadap para konsumen daripada teks dan gambar. Karena video dapat mempromosikan produk Anda dengan cara yang elegan.

Baca juga: Peluang Besar Bisnis Minimarket yang Perlu Dicoba

 

Setelah mengetahui beberapa uraian di atas, kini Anda pasti sudah mengetahui proses apa yang perlu Anda ikuti untuk mengoptimalkan konversi website atau landing page yang tidak bekerja maksimal. Jika konversi web sudah berhasil Anda lakukan, maka penjualan produk juga akan meningkat. Dan keuntungan bisnis Anda juga akan bertambah banyak.

Kelola keuangan bisnis Anda dengan cara yang mudah, aman, dan akurat dengan menggunakan aplikasi khusus. Jurnal hadir sebagai software akuntansi online yang sangat praktis digunakan dan sangat cocok untuk bisnis jenis apapun. Daftarkan bisnis Anda sekarang juga!