Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI): Pengertian, Tujuan, Peran dan Manfaat untuk Profesi Akuntan

Tayang
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Mekari Jurnal Highlights
  • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) merupakan organisasi profesi yang berperan dalam mengembangkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan mengawasi para anggotanya dalam menerapkan Kode Etik Akuntan Indonesia
  • IAI menjadi organisasi yang menjalankan sertifikasi Chartered Accountant (CA) yang diakui secara internasional sebagai indikator kompetensi profesional berskala global
  • IAI berkontribusi dalam harmonisasi standar akuntansi lintas negara, memperkuat kredibilitas laporan keuangan Indonesia dan mendukung iklim investasi asing

Indonesia kini menjadi salah satu negara dengan tingkat perekonomian yang maju, modern, dan bertumbuh.

Di tengah dinamika tersebut, banyak tantangan yang muncul dan silih berganti, meningkatkan kompleksitas operasional keuangan dan tuntutan akuntabilitas yang tinggi.

Untuk menghadapi perubahan yang signifikan ini, perusahaan beradaptasi dengan menemukan sumber daya yang dapat mengelola keuangan tetap stabil dalam kondisi ini, yang salah satunya adalah memiliki seorang akuntan yang kompeten dan relevan.

Dari sisi akuntan, mereka juga merasa kesulitan untuk beradaptasi dengan perkembangan ini, sehingga dibutuhkan sebuah entitas yang mampu membina dan memandu profesi akuntan agar tetap relevan.

Ikatan Akuntansi Indonesia atau secara internasional dikenal dengan the Institute of Indonesia Chartered Accountants, menjadi satu-satunya organisasi yang mampu menjawab tantangan ini dengan menjaga kompetensi profesi akuntan tetap relevan dengan kondisi terkini.

Untuk memahami lebih dalam mengenai Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), peran, dan manfaatnya untuk profesi akuntan di Indonesia, simak selengkapnya dalam artikel Mekari Jurnal berikut ini.

Mengenal Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

Ikatan Akuntan Indonesia adalah organisasi profesi yang menaungi seluruh akuntan di Indonesia.

Spektrum keanggotannya sangat luas, mencakup akuntan yang bergerak pada sektor publik, korporat, manajemen, pajak hingga akuntansi forensik.

Melalui statusnya sebagai organisasi tunggal yang mewadahi akuntan Indonesia, IAI mengatur ekosistem akuntansi mulai dari mengatur tingkat pendidikan calon akuntan, merumuskan standarisasi praktik akuntansi, hingga pengawasan terhadap kepatuhan etika para anggotanya.

Profesional akuntan di Indonesia sendiri juga melekat erat dengan kualifikasi Chartered Accountant (CA), yang diterbitkan oleh IAI yang menunjukkan pemegangnya telah melewati standar ujian yang ketat dan tervalidasi sesuai International Federation of Accountants (IFAC).

Sertifikasi CA semakin kuat setelah IAI diakui sebagai anggota Chartered Accountants Worldwide (CAW) dan membawa profesi akuntan lokal mendapatkan pengakuan internasional di kancah global.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dalam Tentang AICPA dan Perannya Dalam Dunia Akuntansi!

Sejarah Ikatan Akuntan Indonesia

Sertifikasi CA semakin kuat setelah IAI diakui sebagai anggota Chartered Accountants Worldwide (CAW)

Sejarah awal pembentukan Ikatan Akuntan Indonesia dimulai ketika para tokoh penting mengadakan pertemuan yang diselenggarakan di aula UI.

Tokoh-tokoh terdiri dari Prof. Soemardjo Tjitrosidojo, yang merupakan lulusan akuntan dari Belanda pada tahun 1956, serta empat lulusan pertama dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), yaitu Drs. Basuki T. Siddharta, Drs. Hendra Darmawan (Oey Kwie Tek), Drs. Tan Tong Joe, dan Drs. Go Tie Siem.

Dari pertemuan pada tanggal 17 Oktober 1957 ini, terbentuk lah Panitia Pendirian Perkumpulan Akuntan Indonesia yang menjadi cikal bakal Ikatan Akuntan Indonesia yang dideklarasikan pada 23 Desember 1957.

Baca Juga: Memahami Chartered Institute of Management Accountants (CIMA) dan CMIA dalam Akuntansi

Semenjak itu, IAI berkembang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus kompetensi para praktisi akuntan Indonesia.

Beberapa capaian kunci dalam perjalanan IAI, mulai dari:

Periode Evolusi Fokus Utama Perkembangan Pencapaian Kunci
Era Formatif (1954 – 1970) Peletakan dasar hukum dan organisasi Terbitnya UU No. 34 Tahun 1954 tentang pemakaian gelar akuntan
Era Pembelajaran (1971 – 1980) Pengembangan standar profesional pertama Penyusunan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) dan Norma Pemeriksaan Akuntan (NPA) pada 1973
Era Ekspansi (1981 – 2002) Penguatan institusi dan pembagian spesialisasi Pembentukan sistem kompartemen (Pendidik, Manajemen, Publik, Sektor Publik)
Era Transformasi (2003 – 2011) Konvergensi internasional dan kemandirian asosiasi Perubahan status kompartemen menjadi institut mandiri (IAPI dan IAMI)
Era Modern (2012 – Sekarang) Globalisasi dan peluncuran kualifikasi CA IAI menjadi anggota penuh Chartered Accountants Worldwide (CAW)

Tujuan dan Fungsi IAI

Sejak pendirian IAI, tujuan utama dari organisasi ini adalah membimbing perkembangan akuntansi di Indonesia khususnya mutu pendidikan dan pekerjaan akuntan.

Tujuan ini diturunkan ke dalam beberapa aktivitas, yang salah satunya adalah penyusunan Standar Akuntansi Keuangan (SAK).

Melalui penyusunan SAK, IAI memastikan setiap pedoman yang seragam dan dapat  diperbandingan agar informasi tersampaikan secara objektif para pemangku kepentingan, namun tetap selaras dengan prinsip-prinsip internasional yang selaras dengan konteks lokal.

Selain itu, beberapa fungsi dari IAI mencakup:

    • Sebagai regulator yang menetapkan standar akuntansi keuangan yang diterapkan oleh praktisi akuntan, mulai dari SAK Umum, SAK Entitas Privat, SAK EMKM, dan SAK Syariah
    • Menyelenggarakan ujian kualifikasi Chartered Accountant (CA) dan menjaga kompetensi melalui Penyelenggaraan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL)
    • Menjadi pengawas resmi kepada setiap anggota dalam menjalankan profesinya sesuai Kode Etik Akuntan Indonesia
  • Menjalankan reviu mutu kepada praktisi dan Kantor Jasa Akuntansi (KAJ) untuk memastikan layanan sesuai standar profesional

Baca Juga: Memahami Chartered Institute of Management Accountants (CIMA) dan CMIA dalam Akuntansi

Peran IAI dalam Lanskap Internasional dan Regional

Posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Indonesia mendorong IAI menjadi entitas yang kuat tingkat global.

Peran IAI dimulai dengan menjadi keanggotaan aktif dalam International Federation of Accountants (IFAC) sehingga IAI berkomitmen untuk menerapkan standar internasional dalam praktik di Indonesia, mulai dari standar pelaporan keuangan, standar audit, standar pendidikan, dan standar etika.

Keterlibatan internasional kian berlanjut di tingkat regional. IAI menjadi salah satu pendiri ASEAN Federation of Accountants (AFA) pada 1977 dan saat ini tengah menjabat sebagai Sekretariat Permanen AFA di Jakarta.

Melalui keikutsertakan IAI di kancah internasional, memberikan dampak nyata bagi dunia bisnis di Indonesia yang lebih mudah menarik investasi asing karena laporan keuangan mereka yang mudah diterima secara global.

Manfaat Menjadi Bagian dari Ikatan Akuntan Indonesia

Menjadi anggota IAI memberikan beragam manfaat khususnya dalam aspek legal, profesional, dan pengembangan karier.

Pertama, anggota IAI mendapat hak ekslusif untuk mengakses sumber daya organisasi yang biasanya memiliki akses yang terbatas oleh kalangan umum.

Dengan mendapatkan informasi dari tangan pertama, akuntan tersebut dapat meningkatkan keunggulan kompetitif yang besar.

Kedua, Anda juga mendapatkan peluang terbuka untuk membangun relasi dan branding profesional yang luas.

IAI menjadi tempat bagi ribuan profesional bidang akuntansi yang bisa Anda lakukan pendekatan untuk membangun koneksi dan meningkatkan karier.

Tantangan dan Tren Profesi Akuntan di Indonesia Saat Ini

Sebagai organisasi yang proaktif dalam mengembangkan kompetensi profesi akuntan profesional, IAI harus peka terhadap tantangan dan tren yang ditemukan dalam konteks bisnis yang nyata.

Saat ini, dinamika bisnis berjalan ke arah transformasi digital yang cepat dan masif, mulai dari AI, machine learning, hingga Big Data yang menjadi alat produksi utama dalam fundamental cara kerja akuntan.

Akuntan harus mampu beradaptasi pada perubahan signifikan ini, agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar bisnis modern.

Kompetensi harus ditingkatkan dengan sistem akuntansi modern sebagai alat produktivitas vital dan mendasar yang baru.

Selain tantangan untuk beradaptasi dengan cara kerja yang baru, IAI juga selalu mengingatkan untuk tidak melupakan etika profesi yang perlu dikelola secara hati-hati.

Seorang akuntan harus berpegang teguh terhadap moral dan profesional atas laporan keuangan yang bisa dipertanggung jawabkan.

Kode Etik Akuntan Indonesia kini diperkuat untuk memastikan bahwa akuntan tetap memegang kendali atas pertimbangan moral dalam setiap keputusan bisnis, meskipun dibantu oleh teknologi canggih.

Baca Juga: Perkembangan Teknologi AI Dalam Dunia Akuntansi

Kesimpulan

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) memiliki peran untuk menjaga standar, etika, dan kualitas akuntan guna memastikan setiap informasi yang beredar di pasar memiliki kredibilitas tinggi.

Bagi akuntan pemula dan menengah, perjalanan menuju profesionalisme sejati dimulai dengan menjadi bagian keanggotan aktif IAI dan mendapatkan sertifikasi CA.

Selain bergabung menjadi anggota IAI, praktisi juga dapat meningkatkan kapabilitas dan efisiensi operasional dengan memanfaatkan software akuntansi.

Mekari jurnal merupakan software akuntansi dan operasional bagian dari ekosistem software terintegrasi Mekari yang menyediakan dukungan pencatatan transaksi, pembukuan, penyusunan laporan keuangan, hingga manajemen rantai pasokan dan perpajakan.

Ini terbukti melalui real case di lapangan oleh klien kami yang memanfaatkan Mekari Jurnal mampu meningkatkan akurasi laporan dan stok aktual hingga 100%!

Terimakasih dan semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

 

 

 

Referensi:

Ikatan Akuntansi Indonesia, “Tentang IAI”.

PPA FEB UI, “Chartered Accountant (CA) Review”.

Binus University, “Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Organisasi Akuntansi Profesional di Indonesia”.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami