Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
7 min read

Financial Engineering: Contoh dan Risikonya

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Adelia Vita. A
Highlights
  • Financial engineering mencakup desain dan pengembangan instrumen serta proses keuangan inovatif untuk kebutuhan tertentu.
  • Instrumen seperti structured product, forward, dan swap memiliki ketentuan khusus, termasuk pencatatan sesuai PSAK 71.
  • Financial engineering dapat digunakan untuk hedging guna mengurangi risiko maupun spekulasi yang meningkatkan risiko, tergantung tujuan penggunaannya.

Financial engineering sering dijelaskan secara kabur, seolah hanya berarti “menghitung produk keuangan dengan matematika yang rumit”.

Padahal istilah ini punya definisi akademik yang jelas sejak pertama kali dirumuskan pada 1988, dan hasil nyatanya, yaitu structured product, bahkan diatur secara spesifik oleh regulator di Indonesia. 

Memahami financial engineering secara tepat berarti memahami definisi aslinya, contoh konkretnya di Indonesia, dan bagaimana instrumen hasil rekayasa keuangan ini akhirnya tercatat dalam pembukuan bisnis yang menggunakannya.

Artikel ini akan membahas apa itu financial engineering, cakupan aktivitasnya, contoh nyata yang diatur di Indonesia, hingga cara mencatatnya dalam akuntansi.

Apa itu Financial Engineering?

Financial engineering adalah proses merancang dan mengembangkan instrumen, transaksi, atau solusi keuangan untuk menyelesaikan kebutuhan dan masalah keuangan tertentu. Penerapannya dapat melibatkan konsep keuangan, matematika, statistik, hingga teknologi untuk menghasilkan solusi yang lebih efektif.

Istilah ini pertama kali dirumuskan secara formal oleh John D. Finnerty dalam artikel Financial Engineering in Corporate Finance: An Overview yang diterbitkan di Financial Management pada 1988. 

Finnerty menjelaskan financial engineering sebagai kegiatan yang mencakup desain, pengembangan, dan penerapan instrumen serta proses keuangan yang inovatif untuk menghasilkan solusi atas masalah keuangan.

Dalam praktiknya, financial engineering dapat digunakan oleh bank investasi, perusahaan sekuritas, maupun divisi treasury untuk merancang solusi sesuai kebutuhan, seperti mengelola risiko nilai tukar atau memperoleh pendanaan dengan struktur yang lebih efisien.

Penggunaan Financial Engineering

Financial engineering digunakan untuk merancang solusi keuangan yang membantu perusahaan maupun lembaga keuangan mengelola risiko, mengoptimalkan investasi, dan memperoleh pendanaan yang lebih efisien. Berikut beberapa penerapannya.

1. Derivatives (Instrumen Derivatif)

Financial engineering digunakan untuk merancang dan mengembangkan instrumen derivatif, seperti opsi (options), kontrak berjangka (futures), forward, dan swap. Instrumen ini membantu perusahaan mengelola risiko perubahan harga komoditas, suku bunga, maupun nilai tukar.

2. Risk Control (Manajemen Risiko)

Financial engineering membantu mengukur, menganalisis, dan mengurangi potensi risiko keuangan. Perusahaan maupun lembaga keuangan dapat menggunakan berbagai model analisis untuk mengendalikan risiko pasar, risiko kredit, hingga risiko likuiditas agar kerugian dapat diminimalkan.

3. Portfolio Design (Perancangan Portofolio)

Financial engineering juga dimanfaatkan untuk menyusun portofolio investasi yang optimal. Dengan mempertimbangkan tingkat risiko, potensi imbal hasil, dan tujuan investasi, dana dapat dialokasikan ke berbagai instrumen sehingga portofolio menjadi lebih seimbang dan efisien.

Baca Juga: Memahami Financial Accounting untuk Bisnis dengan Rumus dan Contoh

Structured Product: Hasil Financial Engineering yang Diatur di Indonesia

Salah satu penerapan financial engineering adalah structured product, yaitu produk keuangan yang menggabungkan instrumen dasar, seperti deposito, dengan instrumen derivatif untuk menghasilkan profil risiko dan imbal hasil tertentu.

Di Indonesia, kegiatan structured product bagi bank umum diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui ketentuan yang mengedepankan prinsip kehati-hatian. Salah satunya mengatur bahwa transaksi structured product yang mengkombinasikan instrumen derivatif dengan derivatif mewajibkan nasabah menyediakan agunan berupa kas paling sedikit 10% dari nilai nosional transaksi, dengan pengecualian tertentu, termasuk transaksi untuk tujuan lindung nilai (hedging) yang memenuhi persyaratan.

Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa penerapan structured product perlu mempertimbangkan tujuan transaksi, risiko, dan kemampuan nasabah dalam memenuhi kewajibannya.

Baca Juga: Financial Leverage: Komponen, Rumus, Contoh Perhitungan

Financial Engineering dan Akuntansi: Bagaimana Instrumen Derivatif Dicatat?

Instrumen derivatif seperti forward, opsi, dan swap tidak hanya digunakan untuk mengelola risiko, tetapi juga perlu dicatat sesuai standar akuntansi yang berlaku. Dalam praktiknya, perlakuan akuntansi instrumen tersebut dapat mempengaruhi nilai aset, liabilitas, serta laba rugi perusahaan.

Berdasarkan PSAK 71 tentang Instrumen Keuangan, instrumen derivatif pada umumnya diakui pada nilai wajar dan perubahan nilainya diakui dalam laba rugi, kecuali memenuhi persyaratan untuk menerapkan akuntansi lindung nilai (hedge accounting).

Akuntansi lindung nilai memungkinkan perusahaan menerapkan perlakuan akuntansi tertentu atas perubahan nilai instrumen derivatif yang digunakan untuk melindungi risiko. 

Hal ini membantu laporan keuangan mencerminkan hubungan ekonomi antara instrumen lindung nilai dan risiko yang dilindunginya dengan lebih tepat.

Baca Juga: Financial Modelling: Definisi, Tujuan, Jenis, dan Cara Implementasi

Contoh Sederhana: Mencatat Kontrak Forward sebagai Instrumen Lindung Nilai

Sebagai ilustrasi, PT Ekspor Jaya akan menerima pembayaran ekspor sebesar USD100.000 dalam tiga bulan. Untuk mengurangi risiko penurunan nilai dolar terhadap rupiah, perusahaan menggunakan kontrak forward dengan kurs yang disepakati sebesar Rp15.900 per USD.

Tiga bulan kemudian, kurs spot turun menjadi Rp15.700 per USD. Tanpa kontrak forward, pembayaran yang diterima perusahaan hanya sebesar:

USD100.000 × Rp15.700 = Rp1.570.000.000

Namun, karena kurs telah dikunci melalui kontrak forward, nilai pembayaran berdasarkan kurs yang disepakati menjadi:

USD100.000 × Rp15.900 = Rp1.590.000.000

Dengan demikian, kontrak forward membantu melindungi perusahaan dari potensi kerugian sebesar Rp20.000.000 akibat perubahan nilai tukar.

Dalam akuntansi, perlakuan terhadap keuntungan dari kontrak forward bergantung pada apakah instrumen tersebut memenuhi persyaratan akuntansi lindung nilai (hedge accounting) berdasarkan PSAK 71. 

Jika memenuhi kriteria, pencatatannya dapat diselaraskan dengan transaksi yang dilindungi sehingga dampak perubahan nilai tukar pada laba rugi menjadi lebih mencerminkan tujuan ekonomi dari aktivitas lindung nilai.

Risiko Financial Engineering yang Perlu Diwaspadai

Financial engineering dapat membantu bisnis mengelola risiko, tetapi instrumen yang kompleks juga memiliki risiko jika tidak dipahami dan digunakan dengan tepat. Salah satunya adalah ketika instrumen yang dirancang untuk lindung nilai justru digunakan untuk spekulasi.

Kompleksitas produk keuangan juga dapat membuat risiko di dalamnya lebih sulit dipahami dan diukur. Karena itu, OJK menerapkan prinsip kehati-hatian dalam transaksi structured product, termasuk mempertimbangkan profil risiko nasabah dan kesesuaiannya dengan tingkat risiko produk yang ditawarkan.

Bagi perusahaan, penting untuk memahami karakteristik dan tujuan setiap instrumen sebelum menggunakannya. Pastikan instrumen tersebut benar-benar membantu mengelola risiko bisnis, bukan justru menambah eksposur risiko baru.

Baca Juga: Peran Teknologi Finansial Serta Regulasinya di Indonesia

Kesalahan Saat Memahami Financial Engineering

Financial engineering memiliki cakupan yang luas, mulai dari perancangan instrumen hingga pengelolaan risiko. Berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari saat memahaminya.

1. Menganggap financial engineering hanya untuk spekulasi

Financial engineering tidak hanya bertujuan memperoleh keuntungan dari perubahan harga pasar. Penerapannya juga dapat digunakan untuk merancang instrumen dan struktur transaksi yang membantu bisnis mengelola risiko.

2. Menganggap financial engineering hanya berkaitan dengan matematika

Financial engineering memang menggunakan konsep matematika, statistik, dan teori keuangan, tetapi penerapannya juga mencakup perancangan instrumen, struktur transaksi, serta solusi keuangan sesuai kebutuhan tertentu.

3. Menganggap semua derivatif memiliki perlakuan akuntansi yang sama

PSAK 71 mengatur perlakuan akuntansi instrumen derivatif berdasarkan karakteristik dan tujuan penggunaannya. Derivatif yang memenuhi persyaratan akuntansi lindung nilai dapat memperoleh perlakuan berbeda dari derivatif yang digunakan untuk tujuan perdagangan.

4. Menganggap financial engineering hanya relevan bagi institusi keuangan

Perusahaan non-keuangan juga dapat memanfaatkannya untuk mengelola risiko bisnis, seperti risiko nilai tukar atau suku bunga melalui instrumen seperti kontrak forward.

Baca Juga: Perbedaan Financial Statement dan Financial Report

Catat Instrumen Keuangan Bisnis Anda dengan Mekari Jurnal

Mencatat instrumen keuangan hasil financial engineering, seperti kontrak forward untuk lindung nilai transaksi ekspor-impor, membutuhkan ketelitian tinggi agar dampaknya terhadap laba rugi tercermin secara akurat.

Mekari Jurnal sebagai software akuntansi membantu bisnis mencatat setiap transaksi secara otomatis dan konsisten, termasuk transaksi yang melibatkan instrumen keuangan dan penyesuaian nilai tukar.

Dengan fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat:

  • Mencatat transaksi secara otomatis dan terintegrasi ke laporan keuangan, sehingga transaksi instrumen keuangan dan penyesuaian kurs langsung tercermin dalam laporan laba rugi dan neraca.
  • Menyusun bagan akun (chart of accounts) yang konsisten, termasuk memisahkan akun instrumen lindung nilai dari transaksi operasional biasa.
  • Menghasilkan lebih dari 55 jenis laporan keuangan, manajemen, dan operasional, mendukung pemantauan dampak instrumen keuangan terhadap kinerja bisnis Anda secara akurat.
  • Menjaga akurasi data keuangan melalui integrasi bank, sehingga pencairan dan penyelesaian transaksi instrumen keuangan tetap sinkron dengan rekening bisnis Anda.

Kelola pencatatan instrumen keuangan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal!

Coba Gratis Sekarang!

Referensi

Finnerty, J.D. (1988). “Financial Engineering in Corporate Finance: An Overview.” Financial Management, 17(4), 14-33.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), “Peraturan tentang Prinsip Kehati-hatian dalam Melaksanakan Kegiatan Structured Product bagi Bank Umum.”

PwC Indonesia, “PSAK 71: Financial Instruments Understanding the Basics.”

FAQ

1. Apa perbedaan financial engineering dengan financial engineer sebagai profesi?

1. Apa perbedaan financial engineering dengan financial engineer sebagai profesi?

Financial engineering adalah disiplin ilmu dan aktivitasnya, mencakup desain dan implementasi instrumen keuangan inovatif. Financial engineer adalah sebutan bagi profesional yang menjalankan aktivitas tersebut, biasanya bekerja di bank investasi, perusahaan sekuritas, atau divisi treasury korporasi.

2. Apakah financial engineering sama dengan spekulasi?

2. Apakah financial engineering sama dengan spekulasi?

Tidak selalu. Financial engineering mencakup aktivitas yang lebih luas, termasuk inovasi sekuritas dan structuring transaksi yang bertujuan mengelola risiko atau efisiensi pendanaan. Instrumen hasilnya bisa digunakan untuk lindung nilai yang mengurangi risiko, maupun spekulasi yang menambah risiko, tergantung tujuan penggunaanya.

3. Apa itu structured product dan bagaimana pengaturannya di Indonesia?

3. Apa itu structured product dan bagaimana pengaturannya di Indonesia?

Structured product adalah produk keuangan yang menggabungkan instrumen dasar dengan instrumen derivatif untuk menghasilkan profil risiko dan imbal hasil tertentu. Di Indonesia, kegiatan ini diatur secara khusus oleh OJK bagi bank umum, termasuk ketentuan kehati-hatian seperti kewajiban agunan kas untuk transaksi tertentu.

4. Bagaimana instrumen derivatif hasil financial engineering dicatat dalam akuntansi?

4. Bagaimana instrumen derivatif hasil financial engineering dicatat dalam akuntansi?

Berdasarkan PSAK 71, instrumen derivatif diakui pada nilai wajar. Untuk instrumen yang digunakan sebagai lindung nilai dan memenuhi kriteria tertentu, berlaku ketentuan khusus akuntansi lindung nilai yang membuat dampaknya terhadap laba rugi lebih mencerminkan tujuan ekonomi lindung nilai tersebut.

5. Apa perbedaan lindung nilai (hedging) dengan spekulasi menggunakan derivatif?

5. Apa perbedaan lindung nilai (hedging) dengan spekulasi menggunakan derivatif?

Lindung nilai bertujuan mengurangi risiko yang sudah dimiliki perusahaan, misalnya risiko nilai tukar dari piutang ekspor. Spekulasi menggunakan instrumen yang sama justru bertujuan mencari keuntungan dari pergerakan harga, tanpa didasari eksposur risiko riil yang sedang dilindungi.

Mekari Jurnal

Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus.

Pelajari lebih lanjut

Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, 
Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti :

  • Semua
  • Platform
  • Akuntansi & keuangan
  • Customer
  • People
  • Services
  • Operasional & digitalisasi
Kategori : Keuangan

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami