Di dalam dunia perindustrian dan bisnis, Anda pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah Merger dan Akuisisi. Baik Merger dan Akuisisi adalah strategi yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan kapabilitas dan daya saing perusahaan. Terkadang orang-orang masih keliru dalam mengartikan dan membedakan istilah Merger dan Akuisisi. Berikut adalah penjelasan mengenai definisi dan perbedaan dari kedua istilah tersebut:

Definisi Merger

Merger mengacu pada konsolidasi mutualisme antara dua atau lebih entitas untuk membentuk perusahaan baru dengan nama baru. Dalam merger, beberapa perusahaan dengan ukuran yang sama setuju untuk mengintegrasikan dan menggabungkan aktivitas operasional mereka ke dalam satu entitas tunggal. Yang di mana di dalam entitas baru tersebut terdapat kepemilikan, kontrol, dan keuntungan bersama.  Contoh sederhananya, PT Maju dan PT Jalan sepakat untuk melakukan Merger dan membentuk perusahaan baru dengan nama PT Visioner.

Alasan utama suatu entitas melakukan Merger adalah untuk menyatukan sumber daya, kekuatan, dan kelemahan perusahaan sehingga diharapkan perusahaan baru akan beroperasi lebih baik. Alasan lainnya juga untuk mengurangi persaingan dan mendapatkan kerja sama yang bisa menguntungkan kedua belah pihak yang melakukan merger. Hal ini juga berdampak kepada para pemegang saham perusahaan-perusahaan yang melakukan Merger. Para pemegang saham perusahaan lama di kedua belah pihak akan menjadi pemegang saham perusahaan baru.

Definisi Akuisisi

Pembelian atau pengambilalihan suatu perusahaan oleh perusahaan lain dikenal sebagai Akuisisi. Akuisisi dapat dilakukan dengan membeli aset perusahaan atau dengan memperoleh kepemilikan saham suatu perusahaan lebih dari 51%. Contoh sederhananya, PT Angka membeli 52% saham PT Nominal. Ini berarti PT Angka memiliki kendali atas aktivitas bisnis PT Nominal. Namun, PT Nominal tetap memiliki eksistensinya dan tetap menjalankan aktivitas bisnisnya.

Dalam istilah Akuisisi, perusahaan yang mengakuisisi perusahaan lain dikenal sebagai perusahaan pengakuisisi (Acquiring Company). Sedangkan perusahaan yang diakuisisi dikenal sebagai perusahaan target (Target Company). Perusahaan pengakuisisi cenderung lebih memiliki kekuatan dalam hal ukuran, struktur, dan kegiatan operasional bisnis.

Tujuan dari melakukan strategi akuisisi sebenarnya hampir sama dengan strategi merger. Sebagian besar perusahaan menggunakan strategi akuisisi untuk mendapatkan pertumbuhan secara instan, daya saing yang kuat, dan ekspansi bisnis. Sehingga diharapkan perusahaan pengakuisisi bisa mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas, meningkatkan profitabilitas, dan lainnya.

Perbedaan Utama Merger & Akuisisi

Poin-poin yang dibuat di bawah ini akan menjelaskan perbedaan mendasar antara merger dan akuisisi secara terperinci:

Merger Akuisisi
Dua perusahaan bergabung untuk membentuk perusahaan baru. Satu perusahaan membeli perusahaan lain dan mendapatkan kendali atasnya.
Kedua perusahaan “membubarkan diri” dan membentuk perusahaan baru. Kedua perusahaan tidak kehilangan eksistensinya.
Cenderung dilakukan oleh dua perusahaan dengan jenis dan ukuran yang sama, Ada kecenderungan perusahaan besar mengendalikan perusahaan yang lebih kecil
Jumlah minimum perusahaan yang melakukan Merger adalah tiga. Jumlah minimum perusahaan yang terlibat dalam strategi pengakuisisian adalah dua.
Lebih banyak persyaratan dan formalitas hukum yang harus diselesaikan. Sedikit persyaratan dan formalitas hukum yang harus diselesaikan.

Kesimpulan

Saat ini, sudah sedikit perusahaan yang mau menjalankan strategi merger. Namun hal ini berbanding terbalik dengan strategi akuisisi. Strategi akuisisi semakin populer dilakukan karena persaingan bisnis yang terbilang ekstrem. Alasan lainnya adalah akuisisi cenderung lebih mudah dilakukan karena tidak perlu melalui berbagai persyaratan dan formalitas hukum seperti pada strategi merger. Namun, kedua strategi tersebut memiliki tujan yang hampir sama. Kedua strategi tersebut dilakukan untuk tujuan mendapatkan keuntungan dari hal-hal terkait perpajakan, sinergi, manfaat finansial, peningkatan daya saing dan masih banyak lagi. Namun terdapat juga kelemahan dari kedua strategi tersebut.

Kelemahan tersebut seperti peningkatan pergantian karyawan, konflik dalam perbedaan budaya entitas, dan lainnya, walaupun hal ini jarang terjadi. Rata-rata perusahaan yang menjalankan strategi Merger dan Akuisisi adalah perusahaan-perusahaan yang Go-Public. Dan tentunya perusahaan Go-Public wajib mempunyai Laporan Keuangan yang andal dan komprehensif. Hal ini diperlukan untuk tujuan mengkomunikasikan aktivitas operasional perusahaan kepada para pemegang saham. Untuk itu, Anda memerlukan Software Akuntansi yang bisa mencatat dan melaporkan segala transaksi bisnis Anda secara cepat dan efektif. Adalah Jurnal, Software Akuntansi Online yang akan membantu Anda dalam pencatatan transaksi bisnis dan pembuatan Laporan Keuangan. Di dalam Jurnal juga terdapat fitur Add-Ons yang bernama Jurnal Consolidation. Dengan fitur ini, pembuatan Laporan Keuangan gabungan khusus perusahaan yang melakukan merger, akuisisi, ataupun konsolidasi bisa dilakukan dengan mudah.​