Cara Menghitung Saldo Piutang dan Contoh Perhitungannya dalam Akuntansi Usaha Highlights Perusahaan yang memahami cara menghitung saldo piutang yang akurat dapat menjaga arus kas dan stabilitas keuangan dengan lebih baik dan efisien, khususnya pada perusahaan yang memberikan penjualan kredit kepada pelanggan Beberapa komponen penting dalam menghitung saldo piutang adalah saldo awal, penjualan kredit, pembayaran pelanggan, diskon, retur, hingga estimasi piutang tak tertagih Saldo piutang menjadi sebuah indikator keuangan yang bisa digunakan bagi setiap pelaku usaha yang memberikan fasilitas kredit kepada pelanggan. Indikator ini dapat menghitung saldo piutang secara benar serta memastikan laporan keuangan mencerminkan posisi kas yang wajar dan mendukung keputusan yang berkaitan dengan kebijakan kredit dan strategi penagihan. Apa Itu Saldo Piutang? Saldo piutang atau account receivable balance merupakan nilai total tagihan yang masih terutang oleh pelanggan kepada perusahaan pada akhir suatu periode akuntansi. Pada dasarnya, saldo ini memberikan gambaran klaim perusahaan atas jumlah kas yang akan diterima di masa datang akibat penjualan kredit. Dalam laporan keuangan, piutang usaha umumnya tercatat sebagai aset lancar karena biasanya dapat direalisasikan menjadi kas dalam jangka waktu kurang dari setahun. Komponen dalam Perhitungan Saldo Piutang Dalam saldo piutang terdapat beberapa elemen penting yang wajib masuk ke dalam perhitungan. Komponen-komponen ini berkaitan dengan: 1. Saldo Piutang Awal Saldo piutang pada awal periode awal akuntansi, biasanya di awal bulan atau awal tahun, meruoakan nilai yang ditutup pada periode sebelumnya, dan kemudian menjadi dasar perhitungan pada periode yang akan berjalan. 2. Penjualan Kredit Baru selama Periode Komponen ini merupakan total nilai penjualan yang dilakukan secara kredit sepanjang periode yang belum dibayar saat penjualan dicatat dan akan menambah jumlah piutang. 3. Pembayaran yang Diterima dari Pelanggan Semua penerimaan kas atau pelunasan piutang yang masuk selama periode berjalan, ini dapat mengurangi saldo piutang. 4. Diskon, Retur, dan Potongan Lainnya Jika Relevan Komponen ini berkaitan dengan diskon penjualan, retur barang, atau kredit nota yang diberikan ke pelanggan dan dapat menurunkan jumlah piutang yang terutang. Catatan penting yang tidak boleh lupa adalah harus mencatat komponen ini pada periode yang sama ketika pengurangan terjadi. 5. Estimasi Piutang Tak Tertagih Komponen ini bertujuan untuk mendapatkan cerminan nilai nyata dari piutang karena banyak perusahaan yang menyusun cadangan kerugian piutang tak tertagih. Cara menetapkan estimasi dapat berbasis persentase historis, umur piutang, atau analisis pelanggan. Baca Juga: Pencatatan Jurnal Penghapusan Piutang Tidak Tertagih Rumus dan Cara Menghitung Saldo Piutang Untuk mengkalkukasikan saldo piutang dengan mudah, ada rumus yang umum digunakan, yaitu: Saldo Piutang Akhir = Saldo Piutang Awal + Penjualan Kredit Baru − Pembayaran yang Diterima − Diskon/Retur (jika ada) Sederhananya, semua komponen piutang yang muncul dalam periode yang akan dihitung ditambah, kemudian dikurangi dengan seluruh penerimaan kas dan pengurangan piutang lainnya. Apabila perusahaan menggunakan penyisihan piutang tak tertagih, maka langkah selanjutnya adalah menghitung nilai tercatat bersih untuk hasil pelaporan yang lebih konservatif. Contoh Perhitungan Saldo Piutang Selanjutnya, agar lebih mudah memahami cara menghitung saldo piutang, berikut terdapat ilustrasi beserta langkah praktis yang bisa dilakukan. Saldo piutang pada awal periode adalah Rp60.000.000. Selama periode berjalan perusahaan mencatat penjualan kredit baru Rp50.000.000. Pembayaran yang diterima dari pelanggan sebesar Rp30.000.000. Untukmenghitung saldo piutang akhir, gunakan rumus perhitungannya sebagai berikut: Saldo Piutang Akhir = Saldo Piutang Awal + Penjualan Kredit Baru − Pembayaran yang Diterima Saldo Piutang Akhir = Rp60.000.000 + Rp50.000.000 − Rp30.000.000 = Rp80.000.000 Jika Terdapat Diskon dan Retur Jika terdapat komponen diskon dan retur, misal dari saldo yang dihitung ada retur penjualan dengan nilai Rp5.000.000 dan diskon Rp2.000.000. Maka Anda bisa menambahkan: Saldo Piutang Akhir (disesuaikan) = Rp80.000.000 − Rp5.000.000 − Rp2.000.000 = Rp73.000.000. Baca Juga: Memahami Retur Penjualan dan Pembelian dalam Akuntansi Jika Ada Estimasi Piutang Tak Tertagih Jika manajemen memperkirakan 5% dari saldo akhir tidak tertagih, maka penyisihan terjadi sebagai berikut: 5% × Rp73.000.000 = Rp3.650.000. Detail laporan akan terlihat sebagai berikut: Akun Piutang: Rp73.000.000 Penyisihan Piutang Tak Tertagih (kontra-aset): Rp3.650.000 Nilai tercatat bersih piutang: Rp69.350.000 Langkah-langkah jurnal tanpa penyisihan terlebih dahulu: Saat terjadi penjualan kredit: Debit Piutang Usaha Rp50.000.000 / Kredit Pendapatan Penjualan Rp50.000.000 Saat menerima pembayaran Rp30.000.000: Debit Kas Rp30.000.000 / Kredit Piutang Usaha Rp30.000.000 Perubahan Saldo Piutang Selama Periode Saldo piutang akan berfluktuatif setiap periode tergantung pada tiga faktor utama, mencakup: Tingkat penjualan kredit Keberhasilan penagihan Penyesuaian non-kas seperti retur, diskon, atau write-off piutang tak tertagih Perubahan ini nantinya akan tercermin dalam buku besar piutang dan buku pembantu piutang agar rekonsiliasi dengan neraca tetap seimbang dan akurat. Agar pencatatan dilakukan dengan teliti, terdapat beberapa praktik yang bisa dilakukan untuk memantau perubahan, yaitu: Melakukan rekonsiliasi buku besar piutang dengan buku besar pembantu minimal setiap bulan Gunakan aging schedule (umur piutang) untuk melihat komposisi piutang berdasarkan jangka waktu (0–30 hari, 31–60 hari, dan seterusnya) Tentukan kebijakan write-off dan penyisihan yang konsisten dengan pengalaman historis dan kondisi industri Peran dan Manfaat Menghitung Saldo Piutang secara Berkala Menghitung saldo piutang secara akurat memberikan banyak manfaat kepada operasional dan strategis perusahaan, yaitu: 1. Kontrol Arus Kas Mengetahui jumlah piutang yang perlu ditagih akan membantu memproyeksikan arus kas jangka pendek lalu memastikan ketersediaan kas untuk biaya operasional. 2. Mengukur Efektivitas Penagihan Manajemen dapat menilai kinerja tim penagihan dan kebijakan kredit dengan membandingkan saldo piutang antar periode dan rasio perputaran piutang. 3. Dasar Penyusunan Kebijakan Kredit dan Penagihan Perusahaan dapat menetapkan kebijakan kredit dan penetapan diskon untuk percepatan pembayaran. 4. Kepatuhan Pelaporan dan Audit Terakhir, penyajian neraca akan semakin andal dan mempermudah proses audit pajak dan keuangan. Baca Juga: Panduan Lengkap Akuntansi Piutang untuk Bisnis Anda Kesimpulan Saldo piutang menunjukkan jumlah tagihan pelanggan yang harus diterima perusahaan di akhir periode dan menjadi bagian penting dari aset lancar. Oleh karena itu, memahami rumus dan cara menghitung saldo piutang dengan tepat agar dapat mempertahankan arus kas yang stabil dan sehat. Untuk mempermudah proses ini, perusahaan dapat meningkatkan akurasi pencatatan dan pemantauan melalui software akuntansi terintegrasi. Mekari Jurnal hadir dengan menawarkan pengelolaan piutang, pemantauan saldo secara real-time, dan dapat menghasilkan laporan keuangan yang akurat. Coba gratis sekarang juga! Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang! Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Cara Menghitung Saldo Piutang dan Contoh Perhitungannya dalam Akuntansi Usaha Highlights Perusahaan yang memahami cara menghitung saldo piutang yang akurat dapat menjaga arus kas dan stabilitas keuangan dengan lebih baik dan efisien, khususnya pada perusahaan yang memberikan penjualan kredit kepada pelanggan Beberapa komponen penting dalam menghitung saldo piutang adalah saldo awal, penjualan kredit, pembayaran pelanggan, diskon, retur, hingga estimasi piutang tak tertagih Saldo piutang menjadi sebuah indikator keuangan yang bisa digunakan bagi setiap pelaku usaha yang memberikan fasilitas kredit kepada pelanggan. Indikator ini dapat menghitung saldo piutang secara benar serta memastikan laporan keuangan mencerminkan posisi kas yang wajar dan mendukung keputusan yang berkaitan dengan kebijakan kredit dan strategi penagihan. Apa Itu Saldo Piutang? Saldo piutang atau account receivable balance merupakan nilai total tagihan yang masih terutang oleh pelanggan kepada perusahaan pada akhir suatu periode akuntansi. Pada dasarnya, saldo ini memberikan gambaran klaim perusahaan atas jumlah kas yang akan diterima di masa datang akibat penjualan kredit. Dalam laporan keuangan, piutang usaha umumnya tercatat sebagai aset lancar karena biasanya dapat direalisasikan menjadi kas dalam jangka waktu kurang dari setahun. Komponen dalam Perhitungan Saldo Piutang Dalam saldo piutang terdapat beberapa elemen penting yang wajib masuk ke dalam perhitungan. Komponen-komponen ini berkaitan dengan: 1. Saldo Piutang Awal Saldo piutang pada awal periode awal akuntansi, biasanya di awal bulan atau awal tahun, meruoakan nilai yang ditutup pada periode sebelumnya, dan kemudian menjadi dasar perhitungan pada periode yang akan berjalan. 2. Penjualan Kredit Baru selama Periode Komponen ini merupakan total nilai penjualan yang dilakukan secara kredit sepanjang periode yang belum dibayar saat penjualan dicatat dan akan menambah jumlah piutang. 3. Pembayaran yang Diterima dari Pelanggan Semua penerimaan kas atau pelunasan piutang yang masuk selama periode berjalan, ini dapat mengurangi saldo piutang. 4. Diskon, Retur, dan Potongan Lainnya Jika Relevan Komponen ini berkaitan dengan diskon penjualan, retur barang, atau kredit nota yang diberikan ke pelanggan dan dapat menurunkan jumlah piutang yang terutang. Catatan penting yang tidak boleh lupa adalah harus mencatat komponen ini pada periode yang sama ketika pengurangan terjadi. 5. Estimasi Piutang Tak Tertagih Komponen ini bertujuan untuk mendapatkan cerminan nilai nyata dari piutang karena banyak perusahaan yang menyusun cadangan kerugian piutang tak tertagih. Cara menetapkan estimasi dapat berbasis persentase historis, umur piutang, atau analisis pelanggan. Baca Juga: Pencatatan Jurnal Penghapusan Piutang Tidak Tertagih Rumus dan Cara Menghitung Saldo Piutang Untuk mengkalkukasikan saldo piutang dengan mudah, ada rumus yang umum digunakan, yaitu: Saldo Piutang Akhir = Saldo Piutang Awal + Penjualan Kredit Baru − Pembayaran yang Diterima − Diskon/Retur (jika ada) Sederhananya, semua komponen piutang yang muncul dalam periode yang akan dihitung ditambah, kemudian dikurangi dengan seluruh penerimaan kas dan pengurangan piutang lainnya. Apabila perusahaan menggunakan penyisihan piutang tak tertagih, maka langkah selanjutnya adalah menghitung nilai tercatat bersih untuk hasil pelaporan yang lebih konservatif. Contoh Perhitungan Saldo Piutang Selanjutnya, agar lebih mudah memahami cara menghitung saldo piutang, berikut terdapat ilustrasi beserta langkah praktis yang bisa dilakukan. Saldo piutang pada awal periode adalah Rp60.000.000. Selama periode berjalan perusahaan mencatat penjualan kredit baru Rp50.000.000. Pembayaran yang diterima dari pelanggan sebesar Rp30.000.000. Untukmenghitung saldo piutang akhir, gunakan rumus perhitungannya sebagai berikut: Saldo Piutang Akhir = Saldo Piutang Awal + Penjualan Kredit Baru − Pembayaran yang Diterima Saldo Piutang Akhir = Rp60.000.000 + Rp50.000.000 − Rp30.000.000 = Rp80.000.000 Jika Terdapat Diskon dan Retur Jika terdapat komponen diskon dan retur, misal dari saldo yang dihitung ada retur penjualan dengan nilai Rp5.000.000 dan diskon Rp2.000.000. Maka Anda bisa menambahkan: Saldo Piutang Akhir (disesuaikan) = Rp80.000.000 − Rp5.000.000 − Rp2.000.000 = Rp73.000.000. Baca Juga: Memahami Retur Penjualan dan Pembelian dalam Akuntansi Jika Ada Estimasi Piutang Tak Tertagih Jika manajemen memperkirakan 5% dari saldo akhir tidak tertagih, maka penyisihan terjadi sebagai berikut: 5% × Rp73.000.000 = Rp3.650.000. Detail laporan akan terlihat sebagai berikut: Akun Piutang: Rp73.000.000 Penyisihan Piutang Tak Tertagih (kontra-aset): Rp3.650.000 Nilai tercatat bersih piutang: Rp69.350.000 Langkah-langkah jurnal tanpa penyisihan terlebih dahulu: Saat terjadi penjualan kredit: Debit Piutang Usaha Rp50.000.000 / Kredit Pendapatan Penjualan Rp50.000.000 Saat menerima pembayaran Rp30.000.000: Debit Kas Rp30.000.000 / Kredit Piutang Usaha Rp30.000.000 Perubahan Saldo Piutang Selama Periode Saldo piutang akan berfluktuatif setiap periode tergantung pada tiga faktor utama, mencakup: Tingkat penjualan kredit Keberhasilan penagihan Penyesuaian non-kas seperti retur, diskon, atau write-off piutang tak tertagih Perubahan ini nantinya akan tercermin dalam buku besar piutang dan buku pembantu piutang agar rekonsiliasi dengan neraca tetap seimbang dan akurat. Agar pencatatan dilakukan dengan teliti, terdapat beberapa praktik yang bisa dilakukan untuk memantau perubahan, yaitu: Melakukan rekonsiliasi buku besar piutang dengan buku besar pembantu minimal setiap bulan Gunakan aging schedule (umur piutang) untuk melihat komposisi piutang berdasarkan jangka waktu (0–30 hari, 31–60 hari, dan seterusnya) Tentukan kebijakan write-off dan penyisihan yang konsisten dengan pengalaman historis dan kondisi industri Peran dan Manfaat Menghitung Saldo Piutang secara Berkala Menghitung saldo piutang secara akurat memberikan banyak manfaat kepada operasional dan strategis perusahaan, yaitu: 1. Kontrol Arus Kas Mengetahui jumlah piutang yang perlu ditagih akan membantu memproyeksikan arus kas jangka pendek lalu memastikan ketersediaan kas untuk biaya operasional. 2. Mengukur Efektivitas Penagihan Manajemen dapat menilai kinerja tim penagihan dan kebijakan kredit dengan membandingkan saldo piutang antar periode dan rasio perputaran piutang. 3. Dasar Penyusunan Kebijakan Kredit dan Penagihan Perusahaan dapat menetapkan kebijakan kredit dan penetapan diskon untuk percepatan pembayaran. 4. Kepatuhan Pelaporan dan Audit Terakhir, penyajian neraca akan semakin andal dan mempermudah proses audit pajak dan keuangan. Baca Juga: Panduan Lengkap Akuntansi Piutang untuk Bisnis Anda Kesimpulan Saldo piutang menunjukkan jumlah tagihan pelanggan yang harus diterima perusahaan di akhir periode dan menjadi bagian penting dari aset lancar. Oleh karena itu, memahami rumus dan cara menghitung saldo piutang dengan tepat agar dapat mempertahankan arus kas yang stabil dan sehat. Untuk mempermudah proses ini, perusahaan dapat meningkatkan akurasi pencatatan dan pemantauan melalui software akuntansi terintegrasi. Mekari Jurnal hadir dengan menawarkan pengelolaan piutang, pemantauan saldo secara real-time, dan dapat menghasilkan laporan keuangan yang akurat. Coba gratis sekarang juga! Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang!