Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Laporan Keuangan Sederhana UMKM: Cara Membuat dan Contoh yang Mudah Dipahami

Tayang
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Mekari Jurnal Highlights
  • Laporan keuangan sederhana bisa menjadi instrumen penting dalam menilai kesehatan dan kesiapan finansial dalam mendukung operasional bisnis di masa depan
  • Pengelolaan laporan keuangan untuk UMKM sendiri telah diatur dalam SAK EMKM, di mana sebuah entitas bisnis minimal perlu menyusun laporan laba rugi, neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan.
  • Namun, bisnis UMKM juga dapat menyusun laporan arus kas untuk mendapatkan gambaran kondisi keuangan yang lebih menyeluruh dan transparan
  • Mengadopsi software akuntansi yang mendukung kebutuhan UMKM bisa menjadi solusi efektif dan mencegah risiko human error melalui dukungan otomatisasi dan cloud

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi pilar utama perekonomian nasional dengan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61,07% atau sekitar Rp8.573 triliun.

Besarnya lanskap ekonomi di sektor UMKM ini juga menunjukkan tingginya daya saing antar pengelola bisnis kecil dalam mencapai tujuan utamanya.

Berbagai metode operasional bisnis-pun diterapkan untuk beradaptasi dengan kondisi ini, termasuk transformasi digital dan pengelolaan laporan keuangan.

Berdasarkan data di lapangan dari klien kami, memanfaatkan software akuntansi UMKM berhasil menghemat hingga 20 jam kerja per bulan.

Laporan keuangan tidak hanya menjadi kewajiban administratif semata, melainkan instrumen strategis untuk menentukan langkah bisnis untuk tumbuh hingga ke masa depan.

Namun, bagi entitas bisnis skala kecil masih sering mengabaikan pentingnya laporan keuangan sebagai beban teknis yang hanya relevan bagi korporasi besar.

Hal ini yang pada akhirnya menghambat bisnis untuk tumbuh karena kurangnya perencanaan jangka panjang, seperti terhambatnya akses pembiayaan.

Oleh karena itu, penting bagi entitas bisnis UMKM untuk memahami cara membuat laporan keuangan, walaupun sederhana, namun berdampak besar terhadap pengelolaan bisnis yang lebih terukur dan efektif.

Apa Itu Laporan Keuangan Sederhana UMKM?

Dalam konteks UMKM, laporan keuangan sederhana menyajikan catatan sistematis mengenai kondisi keuangan bisnis dalam periode waktu tertentu.

Laporan keuangan ini bertujuan agar pemilik bisnis dapat bagaimana pengelolaan uang secara terstruktur, serta mengetahui apakah operasional harian memberikan keuntungan atau tidak.

Biasanya, banyak pelaku bisnis yang hanya memahami kondisi keuangan degnan melihat saldo di tangan atau di bank, padahal ini sering kali bersifat semu dan tidak akurat.

Melalui laporan keuangan sederhana, pemilik bisnis UMKM dapat menilai kondisi kesehatan finansial, kapan waktu untuk mengelola stok dan arus kas, serta sebagai modal untuk mendapatkan pembiayaan tambahan dari bank atau investor.

Komponen Utama Laporan Keuangan Sederhana

Penyusunan laporan keuangan untuk UMKM sendiri telah diatur secara rinci dalam SAK EMKM, di mana terdapat tiga komponen minimal yang mencakup laporan laba-rugi, laporan posisi keuangan atau neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).

Namun, entitas kecil juga bisa membuat laporan arus kas agar mendapatkan gambaran yang lebih utuh terhadap keuangan bisnis.

1. Laporan Laba Rugi Sederhana

Laporan laba rugi menjadi instrumen untuk memantau seberapa efektif strategi penjualan dengan merincikan akun pendapatan, beban keuangan, serta beban pajak.

Jika pendapatan lebih besar dari biaya, maka bisnis dikatakan untung karena mencatatkan laba bersih. Sebaliknya, bisnis akan dikatakan rugi jika biaya melampaui pendapatan dan perlu dievaluasi penyebabnya.

Laporan ini baiknya disusun secara berkala, baik per bulan, per kuartal, atau tahunan sesuai kebutuhan bisnis.

Baca Juga: Contoh Siklus Akuntansi untuk Bisnis Menengah, Kecil dan UMKM

2. Laporan Neraca Sederhana UMKM

Neraca atau laporan posisi keuangan dalam UMKM akan memberikan gambaran total aset bisnis, termasuk aset lancar, tidak lancar, dan tidak berwujud.

Laporan ini menitikberatkan pada keseimbangan antara nilai total aset dengan akumulasi dari kewajiban dan ekuitas.

Dua komponen utama dalam neraca adalah aset lancar dan kewajiban, aset lancar berisikan kas, bank, dan persediaan barang untuk menilai kesiapan perusahaan terhadap kebutuhan dana.

Kewajiban mencakup utang kepada pemasok atau pinjaman bank yang perlu dilunasi sesuai jatuh tempo yang berlaku.

Seperti entitas bisnis lainnya, laporan laba rugi UMKM dibuat setiap akhir periode akuntansi.

3. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)

Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) merupakan informasi tambahan yang dicantumkan pada bagian akhir laporan keuangan kepada pembaca.

Bagian ini bertujuan untuk menjelaskan lebih detail dibalik angka-angka yang tercantum di laporan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih baik dan tepat.

Beberapa unsur penting dalam CaLK mencakup penjelasan umum perusahaan, informasi seputar kebijakan akuntansi, fiskal, dan SAK, serta ikhtisar capaian kinerja.

4. Laporan Arus Kas UMKM

Laporan arus kas dalam konteks UMKM menjabarkan seluruh perputaran kas untuk mencerminkan kesehatan keuangan yang transparan.

Cakupannya mulai dari aliran masuk dari penjualan dan penagihan utang, serta aliran keluar untuk pembayaran operasional, cicilan utang, dan pembelian aset tetap.

Laporan arus kas tidak wajib ada dalam ketentuan SAK EMKM, namun bisa menjadi opsi tambahan bagi bisnis kecil yang ingin mendapatkan gambaran kesehatan keuangan yang menyeluruh.

Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana UMKM

Untuk membuat laporan keuangan sederhana UMKM, Anda bisa memulainya dari:

1. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha

Walaupun terkesan sederhana, namun memisahkan dompet pribadi dari dompet bisnis akan berdampak besar dalam pengelolaan uang yang lebih teratur.

Jika tidak dipisahkan dengan baik, uang dapat bercampur dan sulit untuk melacak uang terkait kebutuhan bisnis, dan berisiko dipergunakan untuk urusan pribadi.

2. Catat Semua Transaksi Harian secara Konsisten

Setelah Anda dapat memisahkan uang bisnis dalam rekening khusus usaha, maka Anda dapat mencatat transaksi yang masuk secara konsisten dan rapi.

Catat semua pemasukan dan pengeluaran dengan nominal sekecil apapun dan hindari kebiasaan menunda.

Hal ini karena dapat meningkatkan risiko kehilangan bukti transaksi yang menyebabkan selisih di akhir periode.

3. Buat Buku Kas Harian

Buku kas harian bisa dibuat oleh pemilik bisnis untuk mencatat transaksi harian berdasarkan tanggal.

Nantinya, informasi yang tercantum di dalam buku kas ini akan menjadi acuan data dalam menyusun laporan laba rugi dan arus kas.

Selain buku kas, UMKM juga dapat membuat buku pembantu piutang untuk memantau siapa saja pelanggan yang belum membayar.

4. Susun Laporan Laba Rugi Sederhana

Setelah buku kas maupun buku pembantu piutang telah dicatat dengan rapi, selanjutnya Anda bisa lakukan rekapitulasi di akhir bulan.

Kelompokkan seluruh pendapatan yang tercatat dan kurangi dengan total biaya operasional yang dikeluarkan.

Hasilnya dapat memperlihatkan seberapa efisien bisnis Anda berjalan, jika margin keuntungan menipis, evaluasi apa yang harus dilakukan untuk perencanaan lanjutan.

5. Buat Neraca Sederhana

Pada tahapan ini adalah bagian penyusunan neraca sederhana dengan mengklasifikan semua aset yang dimiliki serta kewajiban yang menggantung.

Adanya selisih antara aset dan kewajiban merupakan modal bersih usaha.

Baca Juga: Contoh Laporan Keuangan Sederhana dengan Ms. Excel

6. Susun Laporan Arus Kas secara Periodik

Tahap terakhir adalah menyusun laporan arus kas untuk memastikan bahwa operasional bisnis yang berjalan didukung oleh sumber daya yang cukup.

Untuk melihat secara lebih transparan, laporan ini akan membaginya menjadi aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan.

Contoh Laporan Keuangan Sederhana UMKM

Bagi Anda sebagai pemilik bisnis UMKM yang sedang mencari contoh laporan keuangan sederhana, berikut adalah beberapa format laporan keuangan sederhana yang bisa dijadikan referensi.

1. Contoh Laporan Laba Rugi Sederhana

contoh laporan laba rugi umkm

Gambar di atas merupakan contoh laporan laba rugi. Untuk contohnya dalam format tabel akan terlihat sebagai berikut:

PT. Maju Bintang

Laporan Laba Rugi

Periode Januari 2026

(Dalam Rupiah)

Pendapatan 2025 2026
Pendapatan Usaha 450.000 500.000
Pendapatan Lain-lain 50.000 70.000
Jumlah Pendapatan 500.000 570.000
Beban
Beban Usaha 100.000 80.000
Beban Lain-lain 100.000 100.000
Jumlah Beban 200.000 180.000
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan 300.000 390.000
Beban Pajak Penghasilan 10.000 15.000
Laba (Rugi) Setelah Pajak Penghasilan 290.000 375.000

Baca Juga: Contoh Laporan Keuangan UMKM Sesuai SAK EMKM

2. Contoh Laporan Neraca Sederhana UMKM

Berikut contoh tabel laporan neraca sederhana untuk UMKM dalam bentuk staffel.

Laporan Neraca

PT. Gula Alam

Periode Februari 2026

AKTIVA (ASET)
Aset Lancar
Kas di Kas/Bank 12.500.000
Piutang Dagang 3.200.000
Persediaan Barang 15.000.000
Total Aset Lancar 30.700.000
Aset Tetap
Peralatan Usaha (setelah penyusutan) 5.000.000
Total Aset Tetap 5.000.000
Total ASET 35.700.000
PASIVA (KEWAJIBAN & EKUITAS)
Kewajiban / Utang
Utang Usaha (pemasok) 4.500.000
Utang Bank (pinjaman usaha) 7.000.000
Total Kewajiban 11.500.000
Ekuitas / Modal Pemilik
Modal Awal 20.000.000
Laba Ditahan per 28 Feb 2026 3.200.000
Total Ekuitas 23.200.000
Total PASIVA (Kewajiban + Ekuitas) 35.700.000

3. Contoh Laporan Arus Kas Sederhana UMKM

Terakhir, bagi pemilik bisnis kecil yang ingin menyusun laporan arus kas sederhana, berikut contoh konkritnya.

Laporan Arus Kas

Toko Sari Makmur

Periode Februari 2026

Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari penjualan tunai 22.000.000
Penerimaan kas dari penjualan piutang 2.000.000
Total Penerimaan Kas Operasi 24.000.000
Pembayaran kas ke pemasok (8.000.000)
Pembayaran biaya operasional (listrik, air, telepon, dll.) (1.500.000)
Pembayaran gaji karyawan (3.500.000)
Total Pengeluaran Kas Operasi (13.000.000)
Arus Kas Bersih dari Operasi 11.000.000
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Pembelian peralatan usaha (2.500.000)
Penjualan aset tetap
Arus Kas Bersih dari Investasi (2.500.000)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Setoran tambahan modal pemilik 3.000.000
Pembayaran cicilan pinjaman usaha (1.000.000)
Arus Kas Bersih dari Pendanaan 2.000.000
Rekonsiliasi Arus Kas
Arus kas bersih periode (I + II + III) 10.500.000
+ Saldo kas awal periode (1 Feb 2026) 5.500.000
Saldo kas akhir periode (28 Feb 2026) 16.000.000

Baca Juga: Cara Membuat Laporan Pencatatan Keuangan Sederhana UKM

Tools dan Tips Membuat Laporan Keuangan Lebih Efisien

Seperti pembahasan di awal artikel, masih banyak entitas UMKM yang masih meremehkan manfaat dari laporan keuangan.

Sebagian besar dari UMKM ini umumnya masih menyusunnya secara manual, baik dalam buku tulis maupun spreadsheet Excel.

Kedua metode ini pada dasarnya cukup berisiko, baik human error atau memakan banyak waktu, walaupun begitu penggunaan spreadsheet cukup fleksibel pada prosesnya.

Oleh karena itu, di era yang semakin digital, software akuntansi hadir sebagai solusi efektif untuk mengatasi kendala ini.

Software akuntansi lokal seperti Mekari Jurnal juga telah menyesuaikan standar agar cocok untuk memenuhi segala kebutuhan bisnis UMKM.

Mekari Jurnal, Solusi UMKM yang Modern

Mekari Jurnal merupakan software akuntansi bagian dari ekosistem software terintegrasi Mekari yang menyediakan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan UMKM.

Dengan berbasis otomatisasi, setiap transaksi yang masuk akan tercatat langsung dan memperbarui informasi yang relevan, seperti update stok, piutang, maupun menyusun laporan keuangan.

Dukungan ini menghemat pemilik usaha dalam mengelola keuangan secara lebih efektif dan lebih fokus ke aktivitas yang lebih strategis.

Beberapa perubahan yang signifikan dalam mengadopsi software akuntansi untuk UMKM, mencakup:

Parameter Sebelum Digitalisasi Setelah Pakai Software (Mekari Jurnal)
Akurasi Data Keuangan 60% – 70% (Manual) Hingga 100%
Waktu Rekonsiliasi Bank Berhari-hari 2x lebih cepat
Akses Laporan Keuangan Menunggu akhir bulan Real-time (Kapan saja)
Biaya Administrasi Tinggi (Banyak SDM) Lebih hemat dan terpusat

Baca Juga: Panduan Mengelola Laporan Keuangan UKM dengan Jurnal

Selain memanfaatkan software akuntansi sebagai alat pendukung dalam membuat laporan keuangan yang lebih efisien.

Pemilik bisnis juga dapat membuat laporan keuangan lebih efektif dengan pengelolaan pembukuan, dengan cara:

  1. Input transaksi bisnis secara konsisten dan tidak lebih dari 24 jam, agar menjaga integritas data
  2. Lakukan review mingguan, cukup 15-30 menit setiap minggu untuk memantau ringkasan arus kas. Ini membantu mendeteksi anomali atau kesalahan pencatatan
  3. Manfaatkan fitur integrasi yang terdapat di dalam software akuntansi, untuk mempercepat rekonsiliasi dengan rekening bank bisnis

Untuk lebih lengkapnya mengenai Mekari Jurnal sebagai solusi akuntansi praktis bagi UMKM, coba gratis sekarang atau tanyakan lebih lanjut ke tim kami dengan klik tombol berikut!

Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!

Kesimpulan

Itulah penjelasan dari pentingnya laporan keuangan sederhana untuk UMKM serta bagaimana cara membuat, contoh, dan tips yang efektif untuk mengelolanya.

Jangan lupa, laporan keuangan tidak hanya menjadi syarat memenuhi kebutuhan administratif semata, namun menjadi alat terukur untuk perencanaan strategis berbasis data.

Agar lebih efektif, manfaatkan Mekari Jurnal sebagai solusi aplikasi laporan keuangan all-in-one dan tingkatkan akurasi, efisiensi, dan produktivitas bisnis Anda!

Terima kasih dan semoga artikel ini bermanfaat!

 

 

 

Referensi:

IAI, Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah”.

Scribd, “Laporan Keuangan Umkm”.

CBI, “The Importance of Having a Business Report for MSMEs”.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami