Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Cara Posting Jurnal Umum ke Buku Besar: Langkah, Penjelasan dan Contoh dalam Akuntansi

Tayang
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Posting jurnal ke buku besar merupakan fondasi utama dalam penyusunan neraca saldo dan laporan keuangan yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan
  • Kesalahan posting paling kerap luput disadari namun berdampak langsung pada ketidakseimbangan neraca saldo
  • Pemilihan bentuk buku besar yang tepat sangat memengaruhi visibilitas saldo, efisiensi pencatatan, dan kemudahan proses audit
  • Penggunaan software akuntansi seperti Mekari Jurnal mampu mengurangi risiko kesalahan posting manual melalui otomatisasi, validasi real-time, dan audit trail yang rapi

Memposting jurnal umum ke buku besar merupakan sebuah proses dalam siklus akuntansi, bertujuan untuk memindahkan catatan transaksi dari jurnal umum ke dalam akun-akun yang relevan di buku besar untuk mengklasifikasikan data keuangan.

Dalam konteks akuntansi, langkah ini menjadi krusial karena menentukan keakuratan neraca saldo dan laporan keuangan akhir yang akan diaudit atau digunakan untuk pelaporan pajak.

Lebih teknis, metode posting akan melibatkan banyak komponen penting, mulai dari tanggal, deskripsi, nilai nominal debet atau kredit, serta referensi silang agar setiap angka dapat ditelusuri kembali ke bukti transaksi aslinya.

Artikel dari Mekari Jurnal berikut ini akan membahas secara sistematis mengenai cara posting jurnal umum ke buku besar secara umum.

Apa Itu Posting Jurnal Umum ke Buku Besar?

Buku besar menjalankan perannya sebagai hasil akhir dari seluruh transaksi harian yang telah tercatat secara kronologis dalam jurnal umum.

Jika melihat dari sisi fungsi, jurnal umum berperan sebagai catatan pintu masuk pertama, sedangkan buku besar sebagai catatan akhir yang menyediakan ringkasan saldo untuk setiap akun.

Oleh karena itu, memposting jurnal umum ke buku besar merupakan proses memindahkan setiap transaksi yang tercatat ke dalam akun-akun terkait agar saldo masing-masing akun diketahui secara akurat.

Dalam siklus akuntansi, proses memposting dilakukan setelah penjurnalan dan sebelum penyusunan neraca saldo.

Langkah-Langkah Cara Posting Jurnal Umum ke Buku Besar

Proses memposting jurnal umum ke buku besar dilakukan dengan langkah yang sistematis agar tidak terjadi kesalahan input yang berdampak besar di pelaporan keuangan nantinya.

Cara posting yang optimal, dimulai dari:

1. Siapkan Buku Besar/ Akun yang Sesuai

Pertama-tama, siapkan lembar buku besar untuk setiap akun sebelum menerima entri transaksi dari jurnal umum.

Baca Juga: Cara Membuat Buku Besar Akuntansi Dengan Studi Kasus

2. Pindahkan Tanggal Transaksi

Ambil tanggal dari setiap ayat transaksi di jurnal umum dan catatkan pada kolom tanggal yang sesuai di buku besar untuk menjaga kronologi dan referensi waktu transaksi.

3. Pindahkan Jumlah Debit dan Kredit

Selanjutnya, masukkan jumlah nominal atau kredit dari jurnal umum ke kolom debit atau kredit di buku besar sesuai akun yang relevan. Pastikan setiap sisi, baik debit dan kredit, terletak benar dan tepat.

4. Catat Kode Akun atau Nomor Halaman

Di bagian format buku besar terdapat Ref atau referensi, manfaatkan bagian ini dengan mengisi kode akun atau nomor halaman jurnal umum rujukan untuk memudahkan pelacakan asal entri dan pemeriksaan audit.

Catatan penting untuk menggunakan nomor akun yang konsisten agar buku besar tersusun rapi dan mudah dilacak.

Baca Juga: Manfaat Chart Of Account dan Metode Pembuatannya

5. Tambahkan Keterangan Singkat

Salin keterangan transaksi dari jurnal umum ke buku besar agar konteks transaksi terlihat jelas.

Misalnya, “Pembayaran utang usaha” atau “Penjualan tunai”. Informasi detail ini penting agar setiap entri lebih informatif ketika ditelaah kembali.

6. Hitung Saldo Akhir Akun

Setelah semua transaksi berhasil diposting dengan sistematis dan detail, selanjutnya periksa ulang dengan menghitung saldo berjalan untuk setiap akun buku besar.

Jumlahkan debit dan kredit yang sudah tercatat dan peroleh saldo akhir untuk periode tersebut untuk digunakan dalam penyusunan neraca saldo.

Jenis Bentuk Buku Besar yang Sering Dipakai

Pemilihan bentuk buku besar sangat bergantung pada skala bisnis dan kebutuhan detail informasi.

Dalam praktik pencatatan transaksi di Indonesia, dikenal empat bentuk yang umum digunakan dalam pembukuan, yaitu:

1. Buku Besar Bentuk T

Buku besar bentuk T merupakan bentuk yang paling sederhana dengan format seperti huruf “T” sehingga cukup mudah dipahami.

Pencatatan dilakukan dengan sebelah kiri menuliskan semua angka debit, sedangkan di sebelah kanan menuliskan angka kredit dari setiap transaksi.

Kelebihan:

  • Mudah dipahami oleh pemula
  • Bagus untuk menjelaskan konsep debit–kredit secara visual

Kekurangan:

  • Tidak otomatis menunjukkan saldo sehingga harus dihitung terpisah

Contoh format buku besar bentuk T sebagai berikut:

Contoh format buku besar bentuk T

2. Buku Besar Bentuk Skontro

Bentuk skontro atau dua kolom muncul jika bentuk T terasa agak kasar karena belum ada kolom keterangan atau referensi, sehingga bentuk skontro hadir sebagai solusi yang lebih rapi.

Bentuk ini menyajikan data secara horizontal dengan membagi halaman menjadi dua bagian: satu untuk debet dan satu untuk kredit di mana keduanya memiliki kolom tanggal, keterangan, referensi, dan nominal.

Walaupun memberikan gambaran yang lebih detail, penggunanya masih harus melakukan penjumlahan manual di akhir periode untuk mengetahui saldo akhir.

Contoh format buku besar bentuk skontro sebagai berikut:

Contoh format buku besar bentuk skontro

Kelebihan:

  • Informasi lebih lengkap daripada bentuk T
  • Memudahkan pelacakan transaksi karena ada kolom referensi dan keterangan

Kekurangan:

  • Belum menampilkan saldo berjalan seperti format staffel

3. Buku Besar Staffel Saldo Tunggal dan Saldo Ganda

Buku besar bentuk ini menjadi jenis yang paling sering digunakan oleh perusahaan menengah dan besar karena menyediakan format bagaimana saldo berubah dari satu entri ke entri berikutnya.

Terdapat tambahan kolom di samping kolom debit dan kredit yang berfungsi sebagai saldo berjalan sehingga tidak perlu menghitung saldo secara manual di luar tabel.

Melalui adanya kolom ini, Anda tidak perlu lagi memantau posisi akun tanpa harus menunggu akhir bulan.

Kemudian terdapat juga format terbarukan yang dikenal dengan bentuk staffel saldo ganda.

Bentuk ini membagi saldo ke dua kolom, yaitu saldo debit dan kredit untuk memberi kejelasan ekstra ketika akun memiliki sifat yang bisa berubah sisi saldonya.

Kelebihan:

  • Menampilkan saldo yang selalu diperbarui
  • Menghemat waktu saat membaca laporan akun
  • Memberikan transparansi lebih tinggi terhadap saldo debit dan kredit (untuk bentuk staffel ganda)
  • Berguna untuk akun-akun yang sering berpindah saldo (untuk bentuk staffel ganda)

Contoh format buku besar staffel sebagai berikut:

Contoh format buku besar staffel

Untuk memudahkan pemahaman perbedaan dari masing-masing bentuk buku besar, bisa dilihat dalam tabel perbandingannya berikut ini:

Karakteristik Bentuk T Bentuk Skontro Bentuk Staffel
Kecepatan Input Sangat Cepat Sedang Lambat (Manual) / Otomatis (Software)
Visibilitas Saldo Rendah (Akhir Periode) Rendah (Akhir Periode) Tinggi (Setiap Transaksi)
Kemudahan Audit Rendah Sedang Sangat Tinggi
Skalabilitas Tidak Cocok untuk Transaksi Banyak Cocok untuk Transaksi Sedang Sangat Cocok untuk Transaksi Besar

Mekari Jurnal membantu mengelola pencatatan jurnal umum dan buku besar secara efektif, dengan 13% megurangi kesalahan entry untuk setiap periode pelaporan dan 17% mengurangi risiko kesalahan input data secara manual!

Kesalahan Umum dan Tips Aman Posting

Proses posting jurnal dari jurnal umum ke buku besar menjadi bagian penting dalam siklus akuntansi, dan seringkali menjadi titik yang paling sering mengalami kesalahan.

Jika tetap dibiarkan dan tidak dikoreksi, dapat berdampak signifikan terhadap kualitas neraca saldo dan laporan keuangan.

Apa saja kesalahan umum yang dapat terjadi?

Jenis Kesalahan Penjelasan Dampak pada Laporan
Posting Ganda Satu transaksi diposting dua kali Saldo akun menjadi terlalu tinggi
Lupa Posting Transaksi tidak dipindahkan ke buku besar Saldo akun menjadi terlalu rendah
Salah Letak Debet diposting ke kredit atau sebaliknya Neraca saldo tidak seimbang, perlu koreksi tambahan
Kesalahan Angka Typo nominal (misal: 15 juta menjadi 150 juta) Laporan laba rugi dan neraca menjadi tidak valid
Salah Akun Transaksi masuk ke kategori yang tidak tepat Klasifikasi beban/ aset menjadi menyesatkan
Tanggal Posting Keliru Tanggal di buku besar tidak sama dengan jurnal umum Transaksi tercatat di periode yang salah, memengaruhi laporan periodik
Reference (Ref) Tidak Lengkap Kolom referensi jurnal/akun tidak diisi atau diisi tidak konsisten Sulit melakukan penelusuran (audit trail) dan rawan double posting

Untuk mencegah atau meminimalisir agar kesalahan-kesalahan ini terjadi, Anda dapat menerapkan beberapa tips berikut ketika memposting jurnal umum ke buku besar:

  • Lakukan rekap dan pastikan jurnal umum sudah lengkap, seimbang, dan jelas
  • Manfaatkan checklist posting yang dapat membantu menandai posting yang sudah diposting benar dan mencegah duplikasi
  • Lakukan verifikasi rutin dengan menghitung saldo setiap akun secara berkala
  • Lakukan review ganda dengan staf kedua atau supervisor untuk mengurangi risiko kesalahan
  • Manfaatkan software akuntansi terintegrasi yang mengautomasikan proses pemetaan akun dan memvalidasi debit = kredit sebelum memungkinkan posting

Baca Juga: Panduan dan Cara Membuat Rekapitulasi Jurnal yang Benar

Kesimpulan

Menguasai cara posting jurnal umum ke buku besar adalah langkah fundamental bagi siapa pun yang ingin memahami kesehatan finansial sebuah perusahaan.

Proses yang dimulai dari identifikasi transaksi, pencatatan di jurnal umum, hingga pemindahbukuan ke akun-akun spesifik memerlukan ketelitian dan pemahaman mendalam.

Walaupun metode manual memberikan pemahaman konsep yang kuat, meningkatnya volume transaksi dan kompleksitas bisnis membuat proses posting manual menjadi semakin berisiko dan tidak efisien.

Di sinilah peran software akuntansi terintegrasi seperti Mekari Jurnal menjadi solusi strategis.

Dengan otomatisasi posting, validasi debit–kredit real-time, audit trail yang rapi, serta pelaporan keuangan instan, Mekari Jurnal membantu tim keuangan bekerja lebih akurat, cepat, dan siap menghadapi kebutuhan audit maupun pelaporan pajak.

 

 

Referensi:

Lumen Learning, “Posting to the General Ledger”.

Scribd, “Cara Posting Jurnal Umum Ke Buku Besar”.

Russell Bedford SBR, “Buku Besar Akuntansi: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contohnya”.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami