Jurnal Enterpreneur

Contoh Perhitungan Pajak Penghasilan Badan Usaha

Bagaimana cara menghitung pajak penghasilan atau PPh Terutang Badan? Berapa tarif pajak penghasilan (PPh) badan? Artikel blog Jurnal By Mekari ini akan menjawab pertanyaan Anda tentang cara menghitung PPh Terutang dan perhitungan PPh badan.

Pajak Badan adalah Pajak yang dikenakan atas penghasilan suatu perusahaan di mana penghasilan yang dimaksud adalah setiap penambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh oleh Wajib Pajak Badan, baik dari dalam maupun luar negeri, dengan keperluan apapun termasuk misalnya menambah kekayaan, konsumsi, investasi, dan lain sebagainya.

Untuk cara menghitung pajak terutang atau cara menghitung pph terutang, paling tidak Anda harus paham tarif pajak yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pasalnya, dasar perhitungan untuk menentukan besarnya pajak penghasilan yang terutang adalah ketepatan membayar pajak dalam perusahaan.

Untuk perusahaan yang rajin membayar pajak, berarti memiliki kredibilitas yang baik.

Hal ini akan memudahkan perusahaan lain untuk bekerja sama.

Pelajari bagaimana fitur aplikasi pajak Jurnal dapat membantu pengelolaan pajak. Jurnal by Mekari bisa memudahkan Anda mengelola keuangan perusahaan secara lebih praktis dan akurat. Buktikan dengan coba gratis aplikasi Jurnal dengan klik tombol atau pada banner di bawah ini.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Subjek dan Objek Pajak Penghasilan (PPh) Badan

Subjek maupun objek yang termasuk dalam pajak penghasilan badan telah diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang akan dijelaskan sebagai berikut:

Subjek Pajak Penghasilan (PPh) Badan

Merupakan setiap badan usaha yang diberikan kewajiban untuk melakukan pembayaran pajak yang akan disetor ke kas negara, baik itu untuk periode bulanan ataupun tahunan.

Jenis badan usaha apa saja yang dikenakan sebagai subjek pajak?

  • Perseroan Terbatas (PT)
  • Perseroan Lainnya
  • Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
  • Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
  • Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
  • Firma
  • Kongsi
  • Koperasi
  • dll.

Objek Pajak Penghasilan (PPh) Badan

Yang termasuk dalam objek pajak penghasilan badan adalah pendapatan yang diterima oleh bahan usaha tersebut.

Penghasilan yang sebagai objek PPh Badan sebagaimana tercantum dalam Pasal 4 Ayat (1) Undang-Undang PPh ini meliputi:

  1. Hadiah dari kegiatan dan penghargaan
  2. Laba usaha
  3. Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta (selain tanah dan bangunan)
  4. Penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya
  5. Bunga, termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian utang
  6. Dividen
  7. Royalti atau imbalan atas penggunaan hak
  8. dll.

Jenis Pajak Penghasilan (PPh) yang dikenakan pada Badan Usaha

Ada beberapa jenis pajak penghasilan yang harus dibayar dan dilaporkan oleh perusahaan atau Wajib Pajak Badan yaitu adalah:

  • Pajak Penghasilan Pasal 21, mengatur tentang pemotongan dari hasil pekerjaan jasa atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dan harus dibayarkan setiap bulannya.
  • Pajak Penghasilan Pasal 22, mengatur atas pemungutan pajak dari Wajib Pajak yang dibebankan pada badan usaha tertentu karena melakukan aktivitas perdagangan terkait dengan ekspor, impor, maupun re-impor.
  • Pajak Penghasilan Pasal 23, mengatur atas pemotongan pajak yang dilakukan oleh pemungut pajak dari Wajib Pajak ketika terjadi transaksi yang merujuk pada transaksi dividen atau pembagian keuntungan saham, royalti, bunga, hadiah dan penghargaan, sewa, dan penghasilan lain yang berkaitan dengan penggunaan aset selain tanah dan transfer bangunan atau jasa.
  • Pajak Penghasilan Pasal 25,  mengatur atas angsuran pajak yang berasal dari jumlah pajak penghasilan terutang menurut SPT PPh dikurangi PPh yang telah dipungut serta PPh yang dibayar atau terutang di Luar Negeri dan boleh dikreditkan.
  • Pajak Penghasilan Pasal 26, mengatur pajak yang dikenakan atas penghasilan yang bersumber dari Indonesia dan diterima Wajib Pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap (BUT) di Indonesia.
  • Pajak Penghasilan Pasal 29,  mengatur atas jumlah pajak terutang suatu perusahaan dalam satu tahun pajak lebih besar dari jumlah kredit pajak yang telah dipotong oleh pihak lain, serta telah disetorkan.
  • Pajak Penghasilan Pasal 15,  mengatur atas laporan pajak yang berhubungan dengan Norma Perhitungan Khusus untuk golongan Wajib Pajak tertentu, termasuk Wajib Pajak Badan yang bergerak pada: Sektor pelayaran atau penerbangan internasional Perusahaan asuransi luar negeri, Pengeboran minyak, gas dan geothermal
  • Pajak Penghasilan Pasal 4 Ayat (2), berkaitan dengan pajak yang dipungut dari penghasilan yang dipotong dari bunga deposito, obligasi, simpanan, dll.

Mekanisme Perhitungan Pajak Badan Usaha, Cara Menghitung Pajak Penghasilan PPh Badan Terutang Dan Tarif Pph Badan

Sebagai berikut penjelasannya.

Penghasilan Kena Pajak

Sebelum Anda melakukan perhitungan Pajak Penghasilan Badan Usaha, Anda harus terlebih dulu mengetahui nominal penghasilan kena pajak badan.

Bagaimana caranya? Anda bisa mengurangi penghasilan neto fiskal dengan kompensasi kerugian fiskal.

Di mana penghasilan neto fiskal merupakan penghasilan neto yang diterima oleh wajib pajak dalam negeri, baik dari kegiatan usaha maupun bukan, setelah melewati penyesuaian fiskal yang berdasarkan ketentuan perpajakan.

Sedangkan kompensasi neto fiskal adalah kerugian yang dialami badan.

Apabila menggunakan pembukuan, kerugian tersebut dapat dikompensasi selama lima tahun secara berturut-turut.

Cara Menghitung PPh Terutang

Untuk mendapatkan nominal ini, Anda dapat mengalikan Penghasilan Kena Pajak dengan tarif pajak yang berlaku.

Berdasarkan Pasal 17 ayat (1) bagian b UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, tarif pajak yang dikenakan kepada badan adalah 25%. Besar tarif ini berlaku sejak tahun pajak 2010.

Tarif lebih rendah dapat dikenakan kepada wajib pajak badan dalam negeri dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Berbentuk perseroan terbuka.
  2. Memiliki sedikitnya 40% jumlah keseluruhan saham yang disetor dan diperdagangkan di bursa efek Indonesia.
  3. Tarif yang dikenakan sebesar 5% lebih rendah daripada tarif normal.

Berdasarkan ketentuan tersebut, maka rumus pajak terutang atau cara menghitung tarif PPh badan terutang adalah sebagai berikut:

Perusahaan Maju Bersama memiliki jumlah Penghasilan Kena Pajak senilai Rp.2.000.000.000, maka tarif pajak penghasilan atau PPh badan yang harus dibayarkan adalah:

25% x Rp2.000.000.000 = Rp500.000.000.

Dan perlu Anda ketahui, penghasilan yang dipotong dengan Pajak Penghasilan yang bersifat final, tidak termasuk dalam ketentuan ini.

Tarif pajak final diatur dalam aturan tersendiri berdasarkan Peraturan Pemerintah.

Baca juga : Ketahui Tentang Klaim Biaya Perjalanan Bisnis untuk Pengurangan Pajak Bisnis

Ketentuan Lain Tentang Pajak PPh Badan Usaha

Selain mekanisme di atas. ada juga hal lain yang harus Anda pahami, yaitu peredaran bruto dan kepentingannya dalam penghitungan tarif pajak penghasilan (PPh) Badan.

Peredaran bruto adalah seluruh penghasilan yang diterima, baik orang pribadi maupun badan.

Jika wajib pajak memilih untuk tidak melakukan pembukuan, PKP akan dihitung berdasarkan Norma Penghitungan Penghasilan Neto.

Sebaliknya, jika wajib pajak melakukan pembukuan yang benar, penghitungan PKP dilakukan berdasarkan catatan yang tertulis di pembukuan. Anda dapat melihat contoh perhitungan pph badan.

Norma Penghitungan Penghasilan Neto yang dimaksud dapat Anda lihat pada pasal 14 UU No. 36 Tahun 2008 tentang PPh.

Berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku, Norma Penghitungan Penghasilan Neto dibagi dalam 2 jenis berdasarkan jumlah peredaran bruto, yaitu:

Peredaran Bruto hingga Rp50 Miliar

 

Penghasilan Kotor (Bruto) (Rp) Tarif Pajak
Kurang dari Rp4,8 Miliar 50% x 25% x Penghasilan Kena Pajak
Lebih dari Rp4.8 Miliar s/d Rp50 Miliar [(50%x25%) x Penghasilan Kena Pajak yang Memperoleh Fasilitas] + (25% x Penghasilan Kena Pajak Tidak Memperoleh Fasilitas

Baca Juga : 3 Hal Penting Dalam Memulai Bisnis Bagi Pengusaha Pemula

Peredaran Bruto di atas Rp50 miliar

PPh badan terutang dengan peredaran bruto di atas Rp50 miliar akan dihitung berdasarkan ketentuan umum atau tanpa fasilitas pengurangan tarif.

Jadi dapat disimpulkan bahwa besar PPh badan tetap adalah 25% x penghasilan kena pajak.

 

Penghasilan Kotor (Bruto)

Tarif Pajak

Kurang dari Rp4.8 Miliar

1% x Penghasilan Kotor

(Peredaran Bruto)

Lebih dari Rp4.8 Miliar s/d Rp50 Miliar

{0.25 – (0.6 Miliar/Penghasilan Kotor)} x PKP

Lebih dari Rp50 Miliar

25% x PKP

Baca Juga : Ketahui Pajak dan Tarif PPh Buat Kamu Pelaku UMKM!

Cara Menghitung Tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan Terutang

tarif pph badan

Pada tahun 2019, PT Maju Bersama memperoleh penghasilan kotor sebesar Rp2 Miliar. Maka besar pajak penghasilan PT Maju Bersama adalah berikut:

Caraa menghitung pajak PPh terutang yang harus dibayar adalah

50% x 25% x Rp5 Miliar = Rp625 juta.

Namun, perlu dibuat catatan bahwa selama periode tahun 2018, PT Maju Bersama telah menyetor pajak penghasilan karyawan ke kas negara sebesar Rp100 juta dan pajak PPh Pasal 23 sebesar Rp200 juta.

Maka, pajak penghasilan terutang PT Maju Bersama adalah

Rp625 juta – Rp100 juta – Rp200 juta = Rp325 juta.

Rp325 Juta adalah angka yang bisa dicicil oleh PT Maju Bersama ke kas negara atas penghasilan Badan Usaha di tahun 2018.

Inilah sisa pajak yang dibayar PT Maju Bersama ke Kas Negara atas pajak penghasilan badan usaha di tahun 2018.

Pajak ini bisa dicicil dengan meminta persetujuan dari kantor pajak setempat.

Dalam bentuk tabel, berikut adalah ringkasan dari perhitungan pajak penghasilan PT. Maju Bersama.

 

No Keterangan Jumlah
1 Penghasilan Kotor 2.000.000.000
2 Kredit Pajak PPh 21 100.000.000
3 Kredit Pajak PPh 23 200.000.000
4 Pajak Penghasilan Badan (50% x 25% Rp2 Miliar) 625.000.000
5 Pajak Penghasilan Terutang ((4)-(2)-(3)) 325.000.000

 

Contoh penghitungan pajak penghasilan perusahaan di atas merupakan ilustrasi perhitungan pajak yang sudah disederhanakan.

Pada kenyataannya, proses penghitungan pajak penghasilan dalam perusahaan tidaklah sesederhana itu dan memerlukan laporan dari berbagai akun keuangan.

Akun keuangan yang sebelumnya telah dibukukan dan dikumpulkan dalam laporan keuangan akan membantu mempermudah proses perhitungan pajak badan usaha Anda.

Anda dapat menggunakan bantuan aplikasi sistem akuntansi untuk mempermudah perhitungan pajak penghasilan badan usaha.

Begitulah penjelasan tentang cara menghitung pajak penghasilan terutang, cara menghitung PPh Badan, tarif PPh Badan lengkap dengan perhitungan PPh Badan.

Baca juga : Tips Efektif Mengelola Pengeluaran dan Biaya Pajak dalam Berbisnis

Oleh karena itu, pengelolaan akuntansi merupakan hal penting agar perusahaan Anda tidak mengalami kesulitan dalam menghitung pajak.

Jika perusahaan Anda ingin memperoleh kemudahan dan akurasi dalam penghitungan pajak, maka Anda bisa menggunakan software akuntansi online Jurnal by Mekari.

Melalui fitur pelaporan pajak online dari Jurnal, Anda bisa dapat dengan mudah membuat estimasi atau perencanaan pembayaran pajak. Jurnal juga menyediakan berbagai fitur lain yang memudahkan dalam pengelolaan keuangan bisnis. Contohnya saja sebagai software laporan keuangan perusahaan.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Lalu untuk memahami dasar perhitungan pajak penghasilan badan usaha secara lebih komprehensif, Anda dapat mengikuti kursus online yang tersedia di Mekari University secara gratis.

Mekari University merupakan platform penyedia layanan edukasi berbasis teknologi untuk membantu para pemilik bisnis dan profesional meningkatkan kemampuannya.

Kategori : Keuangan

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo