Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
5 min read

SOP Reimbursement Sederhana: Cara Bikin Alur Cepat, Rapi, dan Siap Audit

Tayang
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Dengan kategori biaya yang jelas, platform pengajuan satu pintu, serta bukti wajib yang terstandarisasi, proses reimbursement menjadi lebih cepat diproses, lebih mudah diaudit, dan lebih minim dispute
  • Aturan approval berdasarkan nominal dan jenis biaya, lengkap dengan SLA dan delegasi approver, memastikan kontrol biaya tetap ketat tanpa memperlambat arus penggantian dana karyawan
  • Rekap biaya per kategori dan divisi secara periodik, ditambah automasi validasi data, membantu mendeteksi duplikasi klaim, menjaga konsistensi laporan, dan meningkatkan akurasi pengendalian anggaran

Reimbursement (penggantian biaya) sering dianggap proses kecil. Padahal, tanpa SOP reimbursement yang rapi, dampaknya bisa besar: cash flow berantakan, laporan biaya sulit ditarik, sampai risiko audit meningkat.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu SOP yang panjang dan rumit. SOP reimbursement yang efektif justru biasanya sederhana. Asal aturannya jelas, alurnya tidak bertele-tele, dan datanya konsisten.

Artikel ini membahas cara menyusun SOP reimbursement yang mudah dijalankan: mulai dari aturan dasar, alur approval, audit trail, hingga pelaporan biaya.

Masalah Reimbursement yang Paling Sering Terjadi

Masalah Reimbursement yang Paling Sering Terjadi

Sebelum menyusun SOP, pahami dulu masalah yang paling sering membuat reimbursement “berantakan”. Ada empat hal yang biasanya terjadi.

  1. Bukti tidak lengkap atau sulit dibaca. Foto struk blur, struk hilang, invoice tidak jelas, atau tidak ada bukti pembayaran. Akibatnya Finance harus bolak-balik minta revisi, proses jadi lama, dan karyawan merasa dipersulit
  2. Approval lambat. Pengajuan menumpuk karena hanya satu approver, atau approver bingung harus mengecek apa. Tanpa aturan nominal dan batas waktu, approval mudah menjadi bottleneck
  3. Duplikasi klaim. Klaim yang sama bisa masuk dua kali atau satu transaksi diklaim oleh dua orang (misalnya biaya operasional tim). Kalau pencatatan dan rekap tidak konsisten, kasus seperti ini sulit terdeteksi
  4. Kategori biaya tidak konsisten. Misalnya untuk kategori transportasi, label “Transport”, “Ongkos jalan”, “Travel lokal” dipakai bergantian. Akhirnya, laporan per kategori tidak bisa dibandingkan antarperiode dan kontrol biaya jadi lemah

Untuk mengurangi masalah-masalah ini, SOP harus dimulai dari aturan dasar yang jelas, seperti kategori, bukti wajib, platform pengajuan, dan batas waktu.

Baca Juga: SOP Perusahaan: Manfaat, Fungsi, Cara Membuat & Contohnya!

Aturan Dasar: Kategori, Platform, dan Bukti Wajib

Bagian ini adalah fondasi. Semakin jelas aturannya, semakin cepat prosesnya. Berikut adalah aturan yang bisa Anda jadikan pegangan.

1. Tetapkan Kategori Biaya Standar

Buat kategori yang ringkas, tapi mencakup kebutuhan umum. Contohnya sebagai berikut:

  • Transport lokal (parkir/tol/ojek/taksi)
  • Perjalanan dinas (tiket/hotel)
  • Konsumsi (jika diperbolehkan)
  • ATK & kebutuhan kantor
  • Operasional proyek
  • Lainnya (wajib isi keterangan detail)

Batasi kategori “Lainnya” supaya tidak jadi tempat “lempar” semua biaya.

2. Tentukan Satu Platform Pengajuan

Hindari pengajuan lewat chat yang kemudian dirapikan belakangan. SOP bisa menetapkan hal-hal berikut:

  • Semua pengajuan masuk lewat satu form/aplikasi
  • Bukti wajib diunggah pada platform tersebut
  • Pengajuan via chat/email dianggap tidak valid (kecuali kondisi darurat)

3. Tentukan Bukti Wajib (Minimal)

Agar tidak berdebat, tuliskan bukti wajib yang sederhana, seperti berikut:

  • Foto struk/invoice jelas terbaca
  • Tanggal transaksi
  • Nominal dan detail transaksi, dan
  • Nama merchant/vendor

Untuk transaksi tertentu, boleh tambah bukti pembayaran atau dokumen pendukung (misalnya surat tugas perjalanan).

4. Tentukan Batas Waktu Pengajuan (Deadline)

Contoh yang mudah diterapkan sebagai berikut:

  • Pengajuan maksimal 7–14 hari setelah transaksi
  • Ada cut-off bulanan (misalnya tanggal 25) untuk keperluan closing laporan
  • Pengajuan lewat deadline diproses periode berikutnya atau ditolak (sesuai kebijakan)

Baca Juga: Apa itu SOP Akuntansi & Kepentingannya Terhadap Bisnis Anda?

Approval Bertahap yang Tidak Menjadi Bottleneck

Tujuan approval adalah kontrol biaya, bukan memperlama proses. Kuncinya: buat aturan berbasis nominal/jenis biaya. Berikut penjelasannya.

1. Rule Approval Berdasarkan Nominal

Contoh sederhana:

  • ≤ Rp300.000: atasan langsung
  • Rp300.001–Rp2.000.000: atasan dan Finance
  • Rp2.000.000: atasan dan Head/Owner dan Finance

Anda juga bisa menambahkan rule khusus untuk kategori tertentu (misalnya entertain atau akomodasi) agar tetap terkontrol meski nominal kecil.

2. Delegasi Approver

Jika approver cuti/berhalangan, pengajuan sering berhenti. SOP sebaiknya mengatur hal berikut:

  • Delegasi approver yang ditunjuk resmi
  • Kapan delegasi aktif (misalnya jika approver tidak merespons dalam 1 hari kerja)

3. SLA Approval

Agar ekspektasi jelas, tentukan SLA sebagai berikut:

  • Approval atasan: 1 × 24 jam kerja
  • Verifikasi Finance: 1–2 hari kerja
  • Pembayaran: misalnya 2–5 hari kerja setelah disetujui

Approval yang baik harus punya jejak keputusan yang bisa ditelusuri. Inilah fungsi audit trail

Audit Trail: Apa yang Harus Dicatat?

Audit trail membuat proses siap diaudit dan memudahkan pengecekan jika ada dispute. Minimal, sistem/rekap Anda perlu mencatat:

  • Siapa yang mengajukan (nama, divisi, cost center)
  • Tanggal transaksi dan tanggal pengajuan
  • Nominal, kategori, serta keterangan
  • Lampiran bukti
  • Siapa yang approve/menolak dan kapan
  • Catatan revisi (jika diminta perbaikan)
  • Alasan penolakan (wajib diisi)

Prinsip sederhananya, jika suatu hari ada pertanyaan “kenapa ini dibayar?”, jawabannya ada dalam data, bukan ingatan orang. Jika data dan audit trail rapi, pelaporan biaya jadi jauh lebih cepat.

Baca Juga: Panduan Proses Pembuatan SOP Keuangan Perusahaan

Pelaporan: Rekap Konsisten per Kategori/Divisi

cara membuat SOP Reimbursement sederhana

Agar laporan bisa dipakai untuk kontrol biaya, lakukan tiga hal berikut:

  1. Gunakan kategori yang sama seperti di SOP (jangan ganti-ganti nama kategori)
  2. Tetapkan periodisasi (mingguan/bulanan) dan cut-off yang konsisten
  3. Buat ringkasan minimal: total per kategori, total per divisi/cost center, dan daftar pengajuan terbesar

Untuk tim yang masih banyak mengolah data di spreadsheet, automasi ringan tentunya bisa membantu. Misalnya mendeteksi duplikasi nomor invoice, mengecek kolom wajib yang kosong, atau membuat rekap otomatis per periode.

Kontrol biaya akan lebih rapi jika data pengeluaran dapat direkap dan divalidasi secara konsisten, misalnya untuk mendeteksi duplikasi klaim, memeriksa kelengkapan bukti, serta menyusun ringkasan per kategori dan per divisi.

Untuk kebutuhan automasi pengolahan data secara ringan di luar sistem utama, tim bisa mulai memanfaatkan skrip sederhana menggunakan Python.

Dasar pemrograman seperti ini dapat dipelajari melalui kelas Memulai Pemrograman dengan Python di Dicoding Indonesia, platform pembelajaran teknologi yang menyediakan berbagai kelas pengembangan skill digital.

Kelas tersebut memberikan fondasi untuk membangun skrip sederhana yang membantu proses finance, misalnya membersihkan data, menerapkan aturan validasi dasar, mendeteksi duplikasi, hingga membuat rekap berkala agar pelaporan lebih konsisten dan terkontrol.

Penutup

Kategori biaya harus standar dan dipahami semua tim, pengajuan wajib lewat satu pintu dengan bukti yang jelas, serta deadline pengajuan dan cut-off periode harus ditetapkan.

Approval perlu dibuat berjenjang berdasarkan nominal/jenis biaya dan dilengkapi delegasi, audit trail harus tercatat (approve, revisi, alasan penolakan), serta laporan biaya disusun konsisten per kategori dan per divisi.

Dengan cara ini, proses reimbursement lebih cepat, kontrol biaya lebih rapi, dan pelaporan lebih mudah.

Jika Anda sedang mencari solusi akuntansi dan keuangan modern berbasis cloud untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pelaporan keuangan, maka Mekari Jurnal bisa menjadi solusi yang tepat.

Coba gratis sekarang juga!

Kategori : Other

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami