Jurnal Enterpreneur

Crowdsourcing: Ide Bisnis Urun Daya yang Kian Populer

Istilah crowdsourcing sepertinya masih terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Padahal, sejatinya praktik crowdsourcing sudah melekat dan ada di tengah-tengah kita. Sebenarnya apa itu konsep bisnis crowdsourcing?

Apa itu Crowdsourcing?

Menurut Wikipedia, Crowdsourcing memiliki arti dalam bahasa Indonesia yang berarti urun daya. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, urun sendiri memiliki arti sebagai penyokong, dan daya adalah kemampuan. Jadi bisa dikatakan crowdsourcing adalah kemampuan yang bersumber dari sokongan. Hm, namun masih kurang jelas ya. Baik, bagaimana jika kita artikan dari bahasa inggris? Crowd sendiri artinya adalah kerumunan dan source adalah sumber, kekuatan, atau daya.

Baik singkatnya seperti ini, bisnis crowdsourcing adalah bisnis yang mengandalkan banyak orang. Dimana sumber produksi bukan hanya dibuat oleh satu orang saja namun juga dari masyarakat sekitar. Bisnis yang memiliki nama lokal sebagai urun daya ini bisa dikatakan Konsumen juga merupakan produsen.

Berdasarkan pengertiannya, bisnis urun daya ini sebenarnya sangat lekat dengan bisnis sosial atau sociopreneur. Dimana peran bisnis tidak hanya menguntungkan pribadi, namun juga berperan dalam memberdayakan masyarakat.

Istilah crowdsourcing pertama kali muncul pada tahun 2006 oleh Jeff Howe melalui WIRED dimana ia memberi contoh salah satunya pada National Health Museum di Washington dimana pihak pengelola membuat event foto amatir yang diikuti oleh masyarakat luas tanpa batasan umur, latar pendidikan atau kelas sosial.

Jeff Howe sendiri mengartikan bisnis urun daya sebagai suatu aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan dengan mengambil salah satu fungsi pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh karyawan kemudian disebarluaskan secara bebas dan terbuka untuk orang banyak yang saling terhubung dengan internet.

Namun sejatinya, di tahun 2000 produsen kaos grafik, Threadless sebenarnya sudah memulai praktik bisnis crowdsourcing terlebih dahulu. Dimana Threadless memberdayakan orang-orang dengan membuat desain kaos yang dibuat oleh mereka sendiri yang kemudian diseleksi oleh Threadless dan dijual setiap hari senin. Hingga sampai saat ini pun Threadless masih menggunakan konsep bisnis yang sama.

Baca juga: Selain Crowdsourcing, Ini Model Bisnis Lainnya yang Bisa Anda Terapkan!

Konsep Bisnis Crowdsourcing

Bisnis urun daya sendiri memiliki dua konsep yaitu umum dan khusus. Secara umum konsep bisnis ini bertujuan untuk melibatkan banyak orang secara tidak terbatas tanpa memandang kelas sosial, pendidikan, ekonomi, agama, dan lain-lain. Hal yang dibutuhkan adalah konsistensi dan juga keinginan untuk berkontribusi dari orang tersebut.

Secara khusus, bisnis urun daya menggambarkan keinginan perusahaan untuk memberikan solusi atas permasalahan dalam bertransaksi terutama terkait birokrasi misalnya saja rekrutmen karyawan. Artinya semua orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan hasil.

Bidang Bisnis Crowdsourcing

Bidang bisnis yang telah menerapkan urun daya yang pertama adalah di bidang riset. Salah satu contohnya apa yang dilakukan InnoCentive. Dimana perusahaan tersebut mengajak ribuan problem solver untuk memecahkan masalah-masalah strategis perusahaan. Melalui website InnoCentive, perusahaan pengguna jasa juga bisa menaruh masalah yang terjadi pada website tersebut yang kemudian secara otomatis akan terhubung dengan problem solver-nya.

crowdsourcing memungkinkan semua orang mendapatkan penghasilan secara terbuka tanpa syarat apapun

Di industri digital, Anda mengenal Shutterstock dan Envato sebagai model bisnis urun daya dalam bidang visual asset sourcing. Dimana ada jutaan pengunggah foto dan desainer grafis yang dikerjakan secara profesional dimana pendapatan berasal dari setiap foto atau desain mereka yang diunduh oleh pengguna.

Di industri ilmu pengetahuan ada Wikipedia, website ensiklopedia yang dibuka secara umum dimana masyarakat bisa menulis, mengedit, dan juga menghapus materi yang disajikan oleh Wikipedia.

Contoh yang paling terbaru adalah pada moda transportasi online, yaitu ojek online. Dimana perusahaan memberdayakan masyarakat untuk menjadi mitra ojek.

Melalui contoh di atas, bahwa dapat ditarik kesimpulan sekaligus mempertegas pernyataan Jeff Howe bahwa model bisnis urun daya sangat erat juga kaitannya dengan teknologi. Alasannya adalah sebagai wadah arus informasi yang cepat dengan jangkauan crowd yang luas.

Kekuatan dan Kelemahan

Seperti yang disebutkan sebelumnya, konsep bisnis urun daya berusaha untuk meraih seluruh masyarakat tanpa harus melalui proses birokrasi. Melalui model bisnis ini, akan terbentuk satu komunitas baru yang dapat menghasilkan pasar dan profesi baru.

Masalah dan risiko yang terjadi karena crowdsourcing atau urun daya adalah terkait hak cipta. Karena hak cipta tidak jelas, karya dari kontributor bisa  saja disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Note: Membangun bisnis, Anda juga perlu memiliki sesuatu yang dapat menjadi keunggulan. Pahami selengkapnya di: Mengenal Keunggulan Kompetitif pada Bisnis

Tren di Masa Depan

Di masa depan, aktivitas dan pertukaran arus informasi selayaknya membalikkan tangan. Tidak ada lagi sekat dan juga tidak ada lagi yang namanya persaingan ketat, namun bisnis kolaboratif sehingga bukan tidak mungkin di masa depan bisnis crowdsourcing menjadi model yang nantinya banyak diterapkan.

Itulah sekilas tentang bisnis crowdsourcing atau urun daya yang dapat menjadi inspirasi Anda untuk memulai bisnis.

Sebelum memulai bisnis ada baiknya Anda mempersiapkan tools pendukung mulai dari marketing tools hingga operational tools seperti akuntansi. Untuk urusan tools akuntansi, Jurnal bisa menjadi solusi bagi Anda. Mulai dari pelaporan keuangan hingga rekonsiliasi dengan bank. Pelajari selengkapnya Jurnal disini dan dapatkan free trial selama 14 hari dengan mengisi formulir berikut.

 

Kategori : Bisnis

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo