Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Asset Turnover Ratio dalam Analisis Keuangan Perusahaan

Diperbarui
Summary
  • Asset turnover ratio adalah rasio efisiensi untuk melihat seberapa baik perusahaan memakai asetnya dalam menghasilkan penjualan. Artikel menekankan bahwa rasio ini membantu memberi gambaran luas tentang efektivitas pengelolaan aset perusahaan.
  • Semakin tinggi nilainya, semakin efisien pemanfaatan aset. Sebaliknya, rasio yang rendah dapat menandakan inefisiensi operasional, misalnya aset tetap yang kurang produktif, pengelolaan persediaan yang lemah, atau penagihan piutang yang kurang baik.
  • Rumus utamanya adalah penjualan bersih dibagi rata-rata total aset. Artikel juga menjelaskan rata-rata aset dihitung dari aset awal ditambah aset akhir, lalu dibagi dua. Dalam contoh yang diberikan, penjualan bersih Rp10.800.000 dan rata-rata aset Rp3.998.500 menghasilkan rasio sekitar 2,701.
  • Rasio ini berguna bagi manajemen, investor, dan kreditor untuk membaca tren efisiensi aset dari waktu ke waktu. Namun, interpretasinya tidak bisa berdiri sendiri; perbandingan paling relevan dilakukan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama, karena kebutuhan aset setiap sektor berbeda.
  • Artikel juga membedakan total asset turnover dan fixed asset turnover ratio. Total asset turnover memakai seluruh aset, sedangkan fixed asset turnover hanya menilai efisiensi aset tetap bersih dalam menghasilkan penjualan. Keduanya bisa dipakai bersama untuk membaca efisiensi aset secara lebih lengkap.

Asset turnover ratio dapat menjadi cara terbaik dalam mengukur kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aset dalam menghasilkan penjualan.

Dalam meningkatkan pertumbuhan suatu bisnis atau perusahaan, biasanya operasional akan tergantung dengan modal kerja.

Selain arus kas yang perlu dikendalikan dan dioptimalkan, salah satu komponen yang perlu mendapatkan perhatian khusus yaitu seluruh pemanfaatan aset yang terus berputar untuk menghasilkan pendapatan dan menutupi biaya operasional.

Dengan memahami bagaimana mengukur perputaran aset dan mendapatkan gambaran secara lebih luas, simak penjelasan Mekari Jurnal mengenai asset turnover ratio berikut.

Apa Itu Asset Turnover Ratio?

Asset Turnover Ratio adalah rasio keuangan yang mengukur efisiensi perusahaan dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan atau pendapatan.

Asset turnover ratio atau rasio perputaran aset biasanya mengacu pada suatu pengukuran untuk melihat bagaimana perusahaan dapat menghasilkan suatu pendapatan relatif melalui aset-asetnya.

Hasil dari pengukuran ini dapat menjadi gambaran perusahaan mengenai pengelolaan aset melalui perspektif yang lebih luas.

Ukuran dari hasil pengukuran ini dapat berbeda-beda antara satu bidang industri dengan bidang industri lainnya. Namun, umumnya nilai rasio yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan berhasil memanfaatkan aset dengan efisien.

Sebaliknya, nilai rendah dapat menunjukkan inefisiensi dan perusahaan perlu melakukan evaluasi terhadap kinerjanya untuk memperbaiki hal ini.

Hasil yang rendah biasanya dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti buruknya pengelolaan manajemen, kurangnya maintenance rutin, metode pengumpulan data yang buruk, dan manajemen inventaris yang tidak terkelola dengan baik.

apa itu asset turnover ratio atau rasio perputaran aset?

Tujuan dan Manfaat Menghitung Asset Turnover Ratio

Biasanya, investor dan kreditor akan berusaha untuk mencari perusahaan dengan nilai asset turnover ratio yang cukup tinggi.

Nilai yang tinggi tentunya dapat menunjukkan bahwa perusahaan dapat beroperasi dengan pemanfaatan aset yang optimal, mengindikasikan sedikit utang dan ekuitas yang berjalan, dan tentunya akan menguntungkan dalam jangka waktu yang panjang.

Ini tentunya dapat meningkatkan nilai di mata investor dan kreditor, di mana perusahaan memiliki risiko masalah finansial yang kecil dan peningkatan ROI yang besar.

Menganalisis asset turnover ratio juga memberikan gambaran mengenai tren dari waktu ke waktu sehingga perusahaan mendapatkan data penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset.

Baca Juga: Return on Asset (ROA): Fungsi, Rumus, Contoh Perhitungan

Rumus Menghitung Asset Turnover Ratio

Mengutip dari Investopedia, rumus untuk menghitung asset turnover ratio adalah sebagai berikut:

Asset Turnover Ratio = Penjualan Bersih / Rata-rata Aset

Catatan:

  • Penjualan Bersih : Total pendapatan penjualan bisnis setelah dikurangi biaya operasional, diskon, dan sebagainya dalam satu periode.
  • Rata-rata Aset : Nilai rata-rata total dari seluruh aset yang perusahaan miliki dalam periode waktu tertentu.

Total rata-rata aset dapat Anda hitung nilainya dengan menjumlahkan nilai aset awal dengan aset akhir kemudian membaginya menjadi dua, seperti berikut:

Rata-rata Aset = (Aset Awal + Aset Akhir) / 2

Contoh Perhitungannya

Sebuah perusahaan jasa percetakan sedang ingin menghitung rasio perputaran asetnya dalam satu kuarter periode kerja.

Perusahaan mencatatkan nilai aset di periode awal dengan nilai sebesar Rp 4.547.000 dan pada periode berakhir setelah depresiasi mencatatkan nilai sebesar Rp 3.450.000.

Dalam laporan penjualan toko, perusahaan percetakan sukses meraup keuntungan sebesar Rp 11.250.000 dengan adanya pengembalian penjualan sebesar Rp 450.000.

Berapa rasio perputaran aset dari perusahaan jasa percetakan pada periode tersebut?

Langkah Menjawabnya:

  1. Tentukan penjualan bersihnya terlebih dahulu
  2. Tentukan nilai dari rata-rata aset pada periode tersebut
  3. Hitung rasio perputaran asetnya perusahaan

Penjualan Bersih:

Penjualan Kotor – Sales Return = 11.250.000 – 450.000 = 10.800.000

Rata-rata Aset:

Rata-rata Aset = (Aset Awal + Aset Akhir) / 2 = (4.547.000 + 3.450.000) / 2 = 3.998.500

Asset Turnover Ratio

Penjualan Bersih / Rata-rata Aset = 10.800.000 / 3.998.500 = Rp 2,701

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, dapat kita simpulkan bahwa pendapatan dari setiap nilai Rp 1 dalam aset, perusahaan berhasil menghasilkan pendapatan sebesar Rp 2,701.

Asset turnover ratio atau rasio perputaran aset merupakan suatu pengukuran untuk melihat bagaimana perusahaan dapat menghasilkan suatu pendapatan relatif melalui aset-asetnya.

Perbedaan Asset Turnover dengan Fixed Asset Turnover Ratio

Walaupun terlihat sama, pada dasarnya antara (total) asset turnover ratio dengan fixed asset turnover ratio memiliki beberapa perbedaan.

Total Asset Turnover 

Rasio ini berfungsi untuk mengukur dan mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan berdasarkan investasi dari semua jenis aset, baik itu aset tetap maupun aset lancar.

Melalui pendekatan ini, bisnis dapat mendapat insight atau perspektif yang lebih luas dan mendalam mengenai efisiensi pemanfaatan asetnya.

Rumus perhitungannya yaitu Asset Turnover Ratio = Penjualan Bersih / Rata-rata Aset.

Baca Juga: Analisis Rasio Keuangan: Fungsi, Jenis, dan Metodenya

Fixed Asset Turnover Ratio

Sedangkan pendekatan rasio ini lebih berfokus dalam mengukur kemampuan efisiensi yang terbatas pada aset tetap milik perusahaan saja.

Salah satu ciri-ciri aset tetap yaitu memiliki rentang masa usia panjang, contohnya pabrik dan mesin produksi.

Nilai rasio yang tinggi mengindikasikan bahwa aset tetap mendorong penghasilan pendapatan dengan cukup baik.

Di sisi lain, nilai yang terlalu tinggi dapat mengindikasikan juga bahwa investasi aset tetap yang kurang optimal, hal ini dapat berdampak pada pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Untuk rumus perhitungannya juga sedikit berbeda, yaitu Fixed Asset Turnover Ratio = Penjualan Bersih / Rata-rata Aktiva Tetap Bersih.

Kesimpulan

Berdasarkan ulasan tersebut, Anda juga dapat memetakan perbedaan antara menganalisis rasio perputaran aset antara total asset turnover dan fixed asset turnover ratio.

Kesimpulan dari perbedaan keduanya terletak dari pemanfaatan dan fungsinya. Jika Anda lebih berfokus untuk menghitung efisiensi aset dalam jangka panjang, spesifik, dan mendalam, Anda dapat menghitungnya dengan fixed asset turnover ratio.

Jika Anda ingin menganalisis untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas dari penggunaan efisiensi aset yang perusahaan miliki, gunakan total asset turnover.

Adapun, agar dapat menjalankan pemanfaatan yang ideal dan optimal, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk menggabungkan kedua perhitungan ini ke dalam sebuah konklusi sebagai tolak ukur perusahaan yang lebih terukur dan luas dalam menggambarkan pemanfaat asetnya.

Oleh karena itu, penting bagi Anda sebagai pemilik bisnis maupun staf pengelola operasional untuk dapat mencatat komponen aset dalam setiap periode bisnis.

Agar dapat memudahkan dalam mencatatnya serta menghitungnya, Anda dapat menggunakan aplikasi akuntansi Mekari Jurnal.

Melalui aplikasi akuntansi, Anda dapat melakukan pencatatan, penghitungan, dan pelaporan secara mudah dan akurat langsung dalam satu platform tanpa harus bergonta-ganti aplikasi.

Masih banyak fitur unggulan lainnya yang dapat Anda manfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis Anda.

Selengkapnya dapat coba dengan mendaftarkan perusahaan Anda terlebih dahulu dan dapatkan akses free trial selama 7 hari ke fitur-fitur yang kami miliki.

Baik, Saya Akan Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang

Terima kasih, dan semoga artikel ini bermanfaat!

Referensi:

  1. Corporate Finance Institute. “Asset Turnover Ratio.” Corporate Finance Institute. Diakses 27 April 2026. (Corporate Finance Institute)
  2. Corporate Finance Institute. “Fixed Asset Turnover.” Corporate Finance Institute. Diakses 27 April 2026. (Corporate Finance Institute)
  3. OpenStax. “6.2 Operating Efficiency Ratios.” Principles of Finance. Diakses 27 April 2026. (OpenStax)
  4. OpenStax. “A Financial Statement Analysis.” Principles of Financial Accounting. Diakses 27 April 2026. (OpenStax)
  5. CFA Institute. “Financial Analysis Techniques.” CFA Institute. Diakses 27 April 2026. (CFA Institute)
  6. U.S. Securities and Exchange Commission. “Beginners’ Guide to Financial Statements.” SEC.gov. Diakses 27 April 2026. (SEC)
  7. IFRS Foundation. “IAS 1 Presentation of Financial Statements.” IFRS. Diakses 27 April 2026. (ifrs.org)

FAQ Seputar Asset Turnover Ratio

Apa yang dimaksud dengan asset turnover ratio?

Apa yang dimaksud dengan asset turnover ratio?

Asset turnover ratio adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan pendapatan dalam periode tertentu.

Apa fungsi asset turnover ratio dalam bisnis?

Apa fungsi asset turnover ratio dalam bisnis?

Fungsi utama asset turnover ratio adalah menilai efisiensi penggunaan aset perusahaan dalam menghasilkan penjualan serta membantu analisis kinerja operasional bisnis.

Apa rumus asset turnover ratio?

Apa rumus asset turnover ratio?

Rumus umum asset turnover ratio adalah:

Asset Turnover Ratio = Penjualan Bersih / Rata-rata Total Aset

Apa yang dimaksud dengan total aset dalam perhitungan?

Apa yang dimaksud dengan total aset dalam perhitungan?

Total aset mencakup seluruh kekayaan perusahaan, baik aset lancar seperti kas dan persediaan maupun aset tetap seperti bangunan dan mesin.

Apa arti asset turnover ratio yang tinggi?

Apa arti asset turnover ratio yang tinggi?

Rasio yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan mampu menggunakan asetnya secara efisien untuk menghasilkan pendapatan yang lebih besar.

Apa arti asset turnover ratio yang rendah?

Apa arti asset turnover ratio yang rendah?

Rasio yang rendah menunjukkan bahwa aset perusahaan kurang dimanfaatkan secara optimal dalam menghasilkan penjualan, atau terdapat aset yang tidak produktif.

Apa contoh sederhana perhitungan asset turnover ratio?

Apa contoh sederhana perhitungan asset turnover ratio?

Contoh:

  • Penjualan: Rp500 juta
  • Total aset rata-rata: Rp250 juta

Asset turnover ratio = 500 / 250 = 2 kali

Artinya, setiap Rp1 aset menghasilkan Rp2 pendapatan.

Apa manfaat asset turnover ratio bagi investor?

Apa manfaat asset turnover ratio bagi investor?

Bagi investor, rasio ini membantu menilai efisiensi perusahaan dalam mengelola aset dan membandingkan kinerja antar perusahaan dalam industri yang sama.

Apa perbedaan asset turnover ratio dan return on assets (ROA)?

Apa perbedaan asset turnover ratio dan return on assets (ROA)?

  • Asset turnover ratio: mengukur efisiensi penggunaan aset untuk menghasilkan penjualan
  • Return on Assets (ROA): mengukur kemampuan aset menghasilkan laba

Keduanya saling melengkapi dalam analisis keuangan.

Apa hubungan asset turnover ratio dengan profitabilitas?

Apa hubungan asset turnover ratio dengan profitabilitas?

Semakin tinggi asset turnover ratio, semakin besar potensi perusahaan menghasilkan pendapatan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan profitabilitas jika biaya terkontrol.

Apa saja faktor yang mempengaruhi asset turnover ratio?

Apa saja faktor yang mempengaruhi asset turnover ratio?

Beberapa faktor yang mempengaruhi:

  • Volume penjualan
  • Total aset perusahaan
  • Efisiensi operasional
  • Jenis industri
Apakah nilai asset turnover ratio berbeda di setiap industri?

Apakah nilai asset turnover ratio berbeda di setiap industri?

Ya. Setiap industri memiliki karakteristik aset dan penjualan yang berbeda, sehingga standar rasio yang dianggap “baik” juga berbeda.

Bagaimana cara meningkatkan asset turnover ratio?

Bagaimana cara meningkatkan asset turnover ratio?

Beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • Meningkatkan penjualan
  • Mengoptimalkan penggunaan aset
  • Mengurangi aset tidak produktif
  • Meningkatkan efisiensi operasional
Apa perbedaan total asset turnover dan fixed asset turnover?

Apa perbedaan total asset turnover dan fixed asset turnover?

  • Total asset turnover: menggunakan seluruh aset perusahaan
  • Fixed asset turnover: hanya menggunakan aset tetap

Keduanya digunakan untuk analisis efisiensi dengan fokus yang berbeda.

Mengapa asset turnover ratio penting dalam laporan keuangan?

Mengapa asset turnover ratio penting dalam laporan keuangan?

Rasio ini penting karena memberikan gambaran seberapa efektif perusahaan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk menghasilkan pendapatan dan mendukung pengambilan keputusan bisnis.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami