Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
9 min read

Anjak Piutang: Contoh, Jenis, dan Perbandingan dengan Metode Pembiayaan Lainnya

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Angela Amanda
Mekari Jurnal Insight

  • Anjak piutang adalah transaksi pembelian atau pengalihan piutang dagang agar bisnis menerima dana tunai lebih cepat tanpa menunggu piutang jatuh tempo.
  • Contoh perhitungannya mencakup advance rate, discount charge, dan service fee, lengkap dengan jurnal akuntansinya.
  • Mekari Jurnal membantu bisnis mengelola invoice dan penagihan piutang secara otomatis agar ketergantungan pada anjak piutang bisa ditekan.

Anjak piutang atau factoring adalah transaksi pembelian atau pengalihan piutang dagang kepada perusahaan pembiayaan agar bisnis memperoleh dana tunai lebih cepat, tanpa perlu menunggu debitur melunasi sesuai jatuh tempo. 

Solusi ini banyak dipakai saat penjualan kredit tinggi namun kas operasional menipis. Artikel ini membahas jenis, dasar hukum, dan contoh perhitungan lengkapnya beserta jurnal akuntansinya.

Apa Itu Anjak Piutang?

Anjak piutang adalah pembiayaan melalui pembelian piutang atau pengalihan piutang kepada pihak ketiga, untuk mendapatkan dana lebih cepat.

Sederhananya, anjak piutang adalah cara untuk mendapatkan cash dari tagihan pelanggan yang belum dibayar, dengan “menjual” tagihan itu ke perusahaan pembiayaan. Sehingga, perusahaan tetap punya dana sebelum pelanggan melunasi sesuai jatuh tempo.

Istilah internasional untuk anjak piutang adalah factoring. Ada tiga pihak yang terlibat dalam transaksi ini:

  • Klien: perusahaan yang menjual piutangnya untuk mendapatkan dana tunai.
  • Perusahaan anjak piutang (factor): perusahaan pembiayaan yang membeli piutang dan mengurus penagihannya.
  • Debitur: pelanggan yang memiliki kewajiban membayar piutang ke klien.

Berbeda dari pinjaman bank yang membutuhkan agunan tambahan, anjak piutang menjadikan piutang itu sendiri sebagai objek transaksi. 

Bagi pebisnis yang sedang mencari pinjaman, anjak piutang dapat menjadi alternatif di luar kredit bank karena penilaiannya lebih fokus ke kualitas tagihan Anda, bukan ke agunan atau riwayat kredit perusahaan.

Kapan sebaiknya bisnis menggunakan anjak piutang?

Anjak piutang paling disarankan pada beberapa kondisi berikut.

  • Piutang bertenor panjang dari klien besar: Bisnis B2B yang menjual ke korporasi dengan termin pembayaran 30-90 hari, sering kesulitan menutup biaya operasional selagi menunggu pembayaran; sehingga pencairan dana lebih awal sangat membantu.
  • Kebutuhan modal kerja mendadak: Ketika peluang bisnis atau kewajiban mendesak muncul, seperti pembelian bahan baku dalam jumlah besar atau pembayaran gaji, sementara kas belum cukup karena piutang belum jatuh tempo.
  • Bisnis musiman dengan arus kas tidak merata: Sektor seperti ritel menjelang hari raya atau agribisnis saat musim panen sering membutuhkan dana cepat di periode tertentu, sementara piutang baru cair belakangan.
  • Ekspansi usaha yang butuh kas cepat: Bisnis yang sedang bertumbuh dan ingin menambah stok, membuka cabang, atau mengejar pesanan baru bisa memanfaatkan anjak piutang alih-alih menunggu siklus piutang selesai.
  • Belum memenuhi syarat kredit bank konvensional: Anjak piutang bisa jadi alternatif bagi bisnis yang belum punya agunan memadai atau riwayat kredit yang cukup untuk pinjaman bank, karena penilaiannya lebih berfokus pada kualitas piutang dan kredibilitas debitur.

Baca juga: Panduan Lengkap Akuntansi Piutang untuk Bisnis Anda

Penting

Perlu diingat bahwa anjak piutang bukan solusi permanen untuk menutupi kas yang menipis. Karena biaya discount charge dan service fee yang berulang bisa lebih mahal, dibanding memperbaiki manajemen piutang di internal bisnis.

Dasar Hukum Anjak Piutang di Indonesia

Di Indonesia, anjak piutang termasuk salah satu skema Pembiayaan Investasi yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 46 Tahun 2024 tentang Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur, dan Perusahaan Modal Ventura, sebagaimana diubah dengan POJK Nomor 35 Tahun 2025.

Berdasarkan regulasi tersebut, Pembiayaan Investasi wajib dilakukan salah satunya melalui dua skema anjak piutang berikut.

  • Anjak Piutang dengan Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang: perusahaan yang mengajukan tetap menanggung risiko bila debitur gagal membayar.
  • Anjak Piutang tanpa Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang: risiko gagal bayar sepenuhnya dialihkan ke perusahaan anjak piutang.

Jenis-Jenis Anjak Piutang

Anjak piutang dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa skema berikut, temukan jenis anjak piutang yang sesuai dengan kemampuan perusahaan Anda:

Berdasarkan penanggungan risiko

  • Dengan jaminan (with recourse): klien (perusahaan yang mengajukan) tetap bertanggung jawab melunasi jika debitur gagal bayar.
  • Tanpa jaminan (without recourse): perusahaan anjak piutang menanggung penuh risiko gagal bayar debitur.

Berdasarkan cakupan layanan

  • Full service factoring: perusahaan anjak piutang menyediakan jasa pembiayaan sekaligus pengelolaan penagihan penuh.
  • Finance only (discounting): perusahaan anjak piutang hanya menyediakan dana di muka, sementara penagihan tetap dilakukan klien sendiri.
  • Bulk factoring: perusahaan anjak piutang hanya menyediakan pembayaran di muka dan penagihan periodik kepada debitur, tanpa layanan tambahan seperti proteksi risiko kredit macet.
  • Maturity factoring: perusahaan anjak piutang berperan sebagai pengawas, penata administrasi, dan pelindung risiko kredit atas piutang, sementara aktivitas teknis penagihan tetap dilakukan klien sendiri.
  • Agency factoring: penagihan piutang dilakukan atas nama perusahaan anjak piutang, artinya nama factor tercantum pada dokumen penagihan, tetapi proses teknis penagihannya tetap dijalankan oleh klien.

Berdasarkan pemberitahuan kepada debitur

  • Disclosed factoring: debitur diberi tahu bahwa piutangnya telah dialihkan ke perusahaan anjak piutang.
  • Undisclosed factoring: debitur tetap membayar ke klien seperti biasa, tanpa mengetahui adanya pengalihan piutang.

Contoh Perusahaan Anjak Piutang di Indonesia dan Asia Tenggara

Berikut beberapa contoh perusahaan yang menyediakan layanan anjak piutang, baik perusahaan pembiayaan konvensional maupun platform fintech, sebagai gambaran pemain di industri ini.

Contoh Perusahaan pembiayaan konvensional di Indonesia

  • PT IFS Capital Indonesia: perintis layanan anjak piutang di Indonesia sejak 1990, kini menjadi anak usaha IFS Capital Limited asal Singapura dan fokus melayani UKM dengan anjak piutang serta sewa guna usaha.
  • PT Tifa Finance: perusahaan pembiayaan yang berdiri sejak 1989, menyediakan anjak piutang, sewa guna usaha, dan pembiayaan konsumen dengan jaringan kantor di beberapa kota besar.
  • Aditama Finance: perusahaan pembiayaan yang berfokus pada layanan anjak piutang dan sewa guna usaha untuk mendukung pengembangan usaha kliennya.
  • SG Finance: selain pembiayaan konsumen, juga turut melayani anjak piutang untuk sektor alat berat, pertambangan, infrastruktur, dan perkebunan.

Platform fintech dengan layanan invoice financing (bentuk modern anjak piutang)

  • Mekari Capital: solusi dari ekosistem Mekari yang menjadikan faktur pembelian (utang usaha) yang belum dibayar sebagai jaminan pembiayaan, dengan limit hingga Rp2 miliar dan bunga mulai 1,5% per bulan, diajukan langsung dari dasbor Mekari Jurnal.
  • Modalku (Funding Societies): platform digital financing terbesar di Asia Tenggara yang menyediakan invoice financing bagi UMKM di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Contoh perusahaan anjak piutang di Asia Tenggara

  • IFS Capital Limited (Singapura): induk usaha IFS Capital Indonesia, beroperasi di Singapura, Malaysia, Thailand, dan Indonesia melalui jaringan anak perusahaan regional.
  • Validus Capital (Singapura): platform pembiayaan UKM yang turut menyediakan solusi pembiayaan berbasis invoice.

Pastikan selalu memeriksa status izin dan pengawasan perusahaan anjak piutang di situs resmi OJK atau otoritas negara terkait sebelum bekerja sama, karena status suatu perusahaan pembiayaan dapat berubah sewaktu-waktu. 

Perlu dicatat, sebagian platform di atas menjalankan model invoice financing, yaitu tagihan dijadikan jaminan dan tetap tercatat sebagai piutang milik bisnis, sedikit berbeda dari anjak piutang murni yang mengalihkan kepemilikan piutang ke perusahaan anjak piutang. Keduanya sama-sama efektif untuk mempercepat arus kas dari piutang yang belum jatuh tempo.

Metode dan Contoh Kasus Perhitungan Anjak Piutang

Sebelum masuk ke studi kasus, penting memahami bagaimana perusahaan anjak piutang biasanya menarik biaya dari kliennya. Berikut adalah metode perhitungan atau charge yang umum dipakai.

  • Discount charge: Biaya berbasis persentase dari nilai piutang yang diajukan, biasanya dihitung per periode (misalnya per bulan) sampai piutang dilunasi debitur. Semakin lama tenor piutang, semakin besar potensi total discount charge yang dikenakan.
  • Service fee (administration fee): Biaya tetap berupa persentase dari nilai piutang untuk menutup biaya administrasi, penilaian kredit debitur, dan pengelolaan penagihan, biasanya dipotong di awal bersamaan dengan pencairan dana.
  • Interest-based charge: Sebagian perusahaan anjak piutang, terutama yang menyerupai skema pembiayaan modal kerja, mengenakan bunga harian atau bulanan atas dana yang telah dicairkan sampai piutang tersebut lunas.
  • Flat fee per transaksi: Beberapa penyedia jasa mengenakan biaya tetap per transaksi anjak piutang, terlepas dari nilai piutangnya, biasanya untuk piutang dengan nominal kecil atau tenor pendek.

Kombinasi metode ini yang membentuk total biaya anjak piutang, sebagaimana ditunjukkan pada studi kasus berikut.

Contoh Perhitungan Anjak Piutang

PT Sinar Abadi Tekstil memiliki piutang dagang senilai Rp200.000.000 kepada salah satu distributornya, dengan jatuh tempo 60 hari. Karena membutuhkan kas segera untuk membeli bahan baku, perusahaan mengajukan anjak piutang ke sebuah perusahaan pembiayaan dengan ketentuan berikut.

Komponen Nilai
Nilai piutang Rp200.000.000
Advance rate (dana di muka) 80%
Discount charge 2% dari nilai piutang
Service fee 1% dari nilai piutang

Langkah perhitungan:

  1. Dana di muka (advance payment): 80% x Rp200.000.000 = Rp160.000.000
  2. Discount charge: 2% x Rp200.000.000 = Rp4.000.000
  3. Service fee: 1% x Rp200.000.000 = Rp2.000.000
  4. Total biaya anjak piutang: Rp4.000.000 + Rp2.000.000 = Rp6.000.000
  5. Kas bersih diterima di muka: Rp160.000.000 – Rp6.000.000 = Rp154.000.000
  6. Reserve (dana tertahan): Rp200.000.000 – Rp160.000.000 = Rp40.000.000, dicairkan setelah debitur melunasi.

Jadi, begitu piutang diserahkan, PT Sinar Abadi Tekstil langsung menerima kas Rp154.000.000, jauh lebih cepat dibanding menunggu 60 hari. Sisa Rp40.000.000 baru cair setelah debitur melunasi ke perusahaan anjak piutang.

Baca juga: Pengertian Piutang Tak Tertagih, Cara Mengelola dan Menghindarinya

Anjak Piutang vs Pembiayaan Piutang vs Pinjaman Bank

Simak perbedaan dari ketiga opsi pembiayaan. Seluruh opsi sama-sama memanfaatkan piutang untuk mendapatkan dana dengan mekanisme yang berbeda.

perbandingan anjak piutang dengan pembiayaan piutang dan pinjaman bank

Perbedaan paling mendasar terletak pada kepemilikan piutang. Pada anjak piutang, piutang benar-benar berpindah tangan, sementara pada pembiayaan piutang, piutang hanya dijadikan jaminan dan tetap tercatat sebagai aset perusahaan.

Manfaat Anjak Piutang Bagi Bisnis

Anjak piutang memberi beberapa manfaat berikut bagi bisnis yang membutuhkan likuiditas cepat:

  • Mempercepat arus kas: Dana dari piutang bisa dicairkan dalam hitungan hari, bukan menunggu jatuh tempo yang bisa mencapai puluhan hingga ratusan hari.
  • Memindahkan risiko gagal tagih: Pada anjak piutang tanpa jaminan, risiko kredit macet berpindah ke perusahaan anjak piutang. Sehingga perusahaan dapat terus beroperasi jika ada piutang yang belum dibayar.
  • Mengalihkan beban administrasi penagihan: Klien tidak perlu lagi mengurus penagihan ke debitur, karena sudah menjadi tanggung jawab perusahaan anjak piutang.
  • Membuka peluang ekspansi lebih cepat: Kas yang cair lebih awal bisa digunakan untuk menambah stok, membayar operasional, atau mengejar peluang bisnis baru tanpa menunggu piutang jatuh tempo.

Alternatif Cara Mengelola Piutang agar Tidak Bergantung pada Anjak Piutang

Meski menawarkan berbagai manfaat dan kemudahan, tentunya anjak piutang bukan menjadi solusi permanen setiap kali perusahaan memiliki piutang ke kliennya. Karena jasa anjak piutang tetap membutuhkan biaya yang besar, jika dilakukan secara berulang. 

Beberapa langkah berikut membantu bisnis menjaga arus kas tanpa harus selalu mengandalkan anjak piutang:

  • Terbitkan invoice tepat waktu dan konsisten agar proses penagihan tidak tertunda sejak awal.
  • Kirim reminder otomatis sebelum jatuh tempo supaya pelanggan tidak lupa membayar tepat waktu.
  • Pantau umur piutang secara berkala menggunakan laporan aging untuk mengetahui pelanggan mana yang sering terlambat membayar.
  • Gunakan aplikasi invoicing yang terintegrasi dengan akuntansi agar seluruh siklus dari penerbitan invoice hingga penerimaan pembayaran tercatat otomatis dan real-time.

Kelola Invoice & Penagihan Lebih Mudah dengan Mekari Jurnal

Bisnis yang ingin mengurangi ketergantungan pada anjak piutang bisa mulai dari memperbaiki proses invoicing dengan aplikasi invoice dan faktur Mekari Jurnal

Beberapa kapabilitas yang membantu menjaga arus kas tetap sehat:

  • Reminder otomatis: kirim pengingat sebelum invoice jatuh tempo, untuk mencegah keterlambatan pembayaran 
  • Dasbor pemantauan pembayaran: lacak status setiap invoice yang belum dibayar secara real time, untuk memberikan visibilitas tagihan berdasarkan jatuh tempo
  • Rekonsiliasi bank otomatis: cocokan pembayaran yang masuk sesuai invoice secara otomatis, untuk kurangi risiko selisih saat pencatatan.
  • Joint invoice: satukan beberapa tagihan jadi satu dokumen, memudahkan penagihan ke pelanggan dengan banyak transaksi atau layanan berulang.
  • Pro forma dan progress invoice: mendukung penagihan bertahap sesuai termin, kontrak, atau progres proyek. Cocok untuk bisnis jasa dan berbasis proyek.
  • Custom template dan pencatatan otomatis ke pembukuan: format invoice bisa disesuaikan dengan branding perusahaan, dan setiap transaksi otomatis tercatat ke laporan keuangan tanpa input manual berulang.

Dengan kapabilitas ini, risiko piutang menumpuk bisa ditekan sejak awal, sehingga kebutuhan anjak piutang dapat lebih terkontrol dan hanya dipakai saat benar-benar diperlukan.

Mulai kelola invoice dan penagihan lebih tertata dengan Mekari Jurnal!

Referensi

  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK). POJK Nomor 46 Tahun 2024 tentang Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur, dan Perusahaan Modal Ventura.
  • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Standar Akuntansi Keuangan.

FAQ

1. Apa bedanya anjak piutang dengan factoring?

1. Apa bedanya anjak piutang dengan factoring?

Keduanya istilah yang sama. Anjak piutang adalah istilah bahasa Indonesia, sementara factoring adalah istilah bahasa Inggrisnya.

2. Apakah anjak piutang termasuk pinjaman?

2. Apakah anjak piutang termasuk pinjaman?

Tidak sepenuhnya sama. Anjak piutang adalah pembelian atau pengalihan piutang, bukan pinjaman berbunga dengan agunan seperti kredit bank.

3. Berapa biaya umum anjak piutang di Indonesia?

3. Berapa biaya umum anjak piutang di Indonesia?

Biayanya bervariasi tergantung discount charge dan service fee yang disepakati, umumnya berkisar 1-3% dari nilai piutang per periode tergantung risiko debitur dan tenor.

4. Apa perbedaan anjak piutang dengan jaminan dan tanpa jaminan?

4. Apa perbedaan anjak piutang dengan jaminan dan tanpa jaminan?

Pada anjak piutang dengan jaminan, klien tetap menanggung risiko jika debitur gagal bayar. Pada anjak piutang tanpa jaminan, risiko gagal bayar sepenuhnya dialihkan ke perusahaan anjak piutang.

5. Apakah semua jenis piutang bisa diajukan anjak piutang?

5. Apakah semua jenis piutang bisa diajukan anjak piutang?

Umumnya piutang dagang jangka pendek dengan debitur yang kredibel dan dokumentasi jelas yang paling mudah diterima perusahaan anjak piutang.

Kategori : Keuangan Bisnis

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami