Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
11 min read

Analisis Arus Kas: Cara Analisis, Contoh Lengkap, dan Cara Membacanya untuk Bisnis

Tayang
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Analisis arus kas membantu bisnis memahami aliran kas riil, sehingga mampu menilai likuiditas dan kesehatan keuangan secara lebih akurat dibandingkan sekadar laba akrual
  • Evaluasi kualitas arus kas operasi, rekonsiliasi dengan laba bersih, serta analisis tren multi-periode penting untuk mendeteksi potensi risiko finansial sejak dini
  • Pemanfaatan free cash flow dan software akuntansi berbasis AI, seperti Mekari Jurnal, memungkinkan bisnis mengambil keputusan strategis yang lebih cepat, presisi, dan berbasis data

Analisis arus kas muncul sebagai instrumen yang krusial dalam mengelola keuangan banyak entitas bisnis, mulai dari UMKM hingga korporat besar, dalam menilai kualitas kondisi keuangan secara nyata.

Berbeda dengan laporan laba rugi yang mencatat pendapatan saat transaksi terjadi meskipun belum diterima, analisis arus kas berfokus pada aliran dana yang benar-benar sudah terealisasi.

Ini penting karena terdapat beberapa kasus, di mana laporan laba rugi menunjukkan angka positif, namun rekening perusahaan berbanding terbalik dengan angka tersebut.

Banyak faktor yang bisa memengaruhinya, seperti tagihan operasional menumpuk atau gaji karyawan hampir terlambat, padahal ini disebabkan ketika laba akrual dan arus kas aktual tidak berjalan beriringan.

Oleh karena itu, laporan arus kas penting untuk melihat bagaimana kas benar-benar dihasilkan dan digunakan, serta analisis mendalam penting untuk menilai likuiditas, kemampuan operasional, dan kualitas kondisi keuangan bisnis secara lebih nyata.

Untuk melihat bagaimana caranya, simak artikel berikut ini mengenai cara analisis arus kas untuk bisnis Anda!

Apa Itu Analisis Arus Kas?

Analisis arus kas adalah sebuah proses membaca dan mengevaluasi laporan arus kas agar memahami dari mana kas perusahaan berasal serta kemana kas tersebut mengalir.

Analisis ini penting untuk menilai kualitas sumber kas, kemampuan perusahaan membiayai operasionalnya sendiri, dan seberapa besar ketergantungannya pada pendanaan eksternal.

Jika melihat dari aspek stabilitas bisnis, analisis arus kas berfungsi sebagai alat untuk menilai apakah kas bisnis cukup sehat untuk menopang seluruh aktivitas inti sehari-hari dan mendeteksi tekanan likuiditas sebelum berkembang menjadi krisis.

Asas terkait laporan arus kas, mulai dari penyajian dan analisisnya, juga telah diatur melalui IAS 7 yang kemudian diadopsi dalam standar akuntansi Indonesia melalui PSAK 207 yang menggantikan PSAK 2.

Komponen Utama dalam Analisis Arus Kas

Komponen Utama dalam Analisis Arus Kas

Penting untuk memahami tiga komponen yang menjadi informasi utama yang tersaji dalam laporan arus kas.

Ketiganya menyampaikan aspek yang berbeda namun membacanya secara keseluruhan akan membuka analisis tajam untuk strategi keuangan dan kesehatan operasional perusahaan jangka panjang.

1. Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Komponen utama berfokus pada arus kas dari kegiatan bisnis inti perusahaan, yang mencakup penerimaan pembayaran pelanggan, pembayaran kepada pemasok, pembayaran gaji, hingga beban operasional lainnya.

Ini merupakan indikator yang paling utama ketika ingin melihat kemampuan bisnis dalam menghasilkan kas dari aktivitasnya sendiri.

Cara analisisnya dilakukan dengan melihat konsistensi nilai positifnya, jika semakin konsisten maka fondasi operasional bisnis semakin sehat.

Baca Juga: Pentingnya Arus Kas Operasional untuk Kesuksesan Bisnis

2. Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Selanjutnya terdapat arus kas yang terbentuk dari pergerakan kas yang berkaitan dengan aset jangka panjang.

Aset jangka panjang perusahaan umumnya relevan dengan pembelian mesin, kendaraan operasional, properti, atau akuisisi entitas lain.

Ketika menilai arus kas dari komponen ini, nilai negatif tidak serta-merta berarti buruk, namun dalam kebanyakan kasus justru angka negatif menandakan perusahaan sedang berinvestasi untuk pertumbuhan masa depan.

3. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Komponen utama yang terakhir berkaitan dengan arus kas dari aktivitas pendanaan yang didapatkan dari penyedia modal.

Dalam ini, misalkan perusahaan mendapatkan sumber dana yang berasal dari pihak eksternal, seperti penerimaan pinjaman bank, pelunasan utang, penerbitan saham baru, atau pembayaran dividen.

Adanya komponen ini memberi gambaran tentang struktur modal dan bagaimana perusahaan mendanai kegiatan maupun ekspansinya.

Setelah menganalisis ketiga komponen utama dalam laporan arus kas di atas, maka terdapat perubahan bersih kas dan setara kas sebagai hasil akhir dari ketiga komponen di atas.

Angka ini menunjukkan apakah saldo kas perusahaan bertambah atau berkurang dalam satu periode, dan menjadi titik awal untuk membandingkan posisi kas antar periode.

Cara Analisis Arus Kas yang Benar

Sebelum membaca artikel ini, mungkin Anda dan sebagian orang masih merasa bahwa analisis arus kas cukup dilakukan dengan membaca angka kenaikan atau penurunan saldo kas akhir.

Padahal, analisis yang baik justru jauh lebih dalam dan berlapis daripada hanya membaca sekadar angka saldo kas akhir semata.

Langkah 1: Identifikasi Total Perubahan Kas Bersih

Pada tahap ini, mulailah dengan melihat dan mengidentifikasi total kas bersih periode berjalan.

Jadikan dua pertanyaan berikut: “Apakah saldo kas bertambah atau berkurang?” dan “Berapa besar perubahannya dibandingkan periode sebelumnya?” untuk memberi gambaran awal sebelum masuk ke analisis yang lebih dalam.

Langkah 2: Pemisahan Berdasarkan Kategori Aktivitas

Selanjutnya, jangan hanya berfokus pada total saldo akhir namun pisahkan arus kas operasi, investasi, dan pendanaan untuk melihat angka yang jauh lebih dalam dan detail.

Temukan jawaban atas berapa kontribusi masing-masing terhadap perubahan kas serta mana arus kas yang lebih dominan dari ketiga komponen utama.

Langkah 3: Evaluasi Kualitas Arus Kas Operasi

Kehidupan perusahaan terletak pada aktivitas inti bisnis, sehingga seorang analisis harus menilai kualitas arus kas operasi secara konsisten.

Bila arus kas ini konsisten positif dari tahun ke tahun, menandakan bahwa bisnis mampu menghidupi dirinya sendiri.

Sedangkan jika arus kas operasi terus-menerus lebih rendah dari laba bersih, bisa menjadi tanda bahwa perusahaan mengalami masalah dalam menagih piutang atau memiliki manajemen inventaris yang buruk.

Baca Juga: Cara Membaca Laporan Arus Kas Secara Tepat

Langkah 4: Sinkronisasi Laba Bersih dengan Arus Kas

Langkah ini juga dikenal dengan rekonsiliasi, di mana analis mengungkap kualitas laba dengan membandingkan laba bersih di laporan laba rugi dengan kas bersih dari aktivitas operasi di laporan arus kas.

Jika laba bersih tinggi namun arus kas operasi rendah atau negatif, kemungkinan besar terdapat masalah pada konversi pendapatan menjadi kas.

Langkah 5: Investigasi Sumber Pertambahan Kas

Periksa apakah kas bertambah karena operasi atau karena pinjaman. Kas yang bertambah akibat lonjakan aktivitas pendanaan itu tidak bisa disamakan dengan kas yang tumbuh dari operasi.

Keduanya sama-sama menaikkan saldo kas, tetapi implikasinya sangat berbeda dari sisi risiko dan keberlanjutan bisnis.

Langkah 6: Analisis Tren Multi-Periode

Analisis tren beberapa periode, bukan satu periode saja karena tidak cukup untuk menarik kesimpulan yang valid.

Bandingkan minimal tiga periode berturut-turut dan temukan apakah arus kas operasi menunjukkan tren meningkat, stagnan, atau justru merosot.

Hasil ini penting karena bisa memberi konteks lebih akurat untuk pengambilan keputusan.

Langkah 7: Perhitungan Free Cash Flow (FCF)

FCF dihitung dengan cara mengurangi arus kas operasi dengan belanja modal (capital expenditure) untuk menunjukkan jumlah kas yang benar-benar tersedia bagi perusahaan setelah mendanai seluruh investasi yang diperlukan untuk kebutuhan operasional.

Biasanya rumus untuk menghitung free cash flow yang digunakan adalah sebagai berikut:

FCF = Arus Kas Operasi – Pengeluaran Modal (CapEx)

Nilai FCF yang positif menunjukkan fleksibilitas keuangan yang sehat untuk melakukan akuisisi atau riset pengembangan tanpa tekanan utang.

Langkah 8: Integrasi dengan Rasio Likuiditas Pendukung

Terakhir, hasil analisis dihubungkan dengan likuiditas dan kebutuhan operasional, biasanya dengan melihat current ratio dan quick ratio untuk mendapatkan gambaran utuh tentang kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Arus kas operasi yang kuat, dikombinasikan dengan rasio likuiditas yang sehat akan menjadi kombinasi terbaik yang bisa diharapkan oleh tim keuangan manapun.

Baca Juga: Cara Menghitung Rasio Likuiditas, Pahami Rumus Ini!

Indikator yang Perlu Diperhatikan saat Analisis Arus Kas

Dalam praktik analisis arus kas, terdapat beberapa indikator yang bisa diperhatikan untuk menilai kesehatan keuangan bisnis secara menyeluruh.

Beberapa indikator ini, yaitu:

  • Konsistensi arus kas operasi: Ini menandakan perusahaan yang ideal dan menunjukkan model bisnis perusahaan menghasilkan kas secara organik
  • Ketergantungan pada aktivitas pendanaan: Jika kas perusahaan mayoritas berasal dari pinjaman atau penerbitan saham baru, sementara arus kas operasinya lemah, maka pertumbuhan kas tersebut rapuh
  • Belanja investasi: Arus kas investasi negatif dan cukup besar bisa jadi tanda positif. Namun jika belanja investasi terus besar sementara arus kas operasi tidak tumbuh sepadan, terdapat risiko overinvestment
  • Free cash flow: Banyak digunakan oleh investor dan analis untuk menandakan perusahaan memiliki ruang gerak finansial yang cukup tanpa perlu mengandalkan pendanaan eksternal
  • Rasio likuiditas pendukung: Rasio seperti current ratio dan quick ratio melengkapi gambar yang diberikan oleh laporan arus kas

Contoh Lengkap Analisis Arus Kas

Untuk melihat bagaimana analisis arus kas dijalankan, simak proses pembedahan komponen arus kas dari sebuah perusahaan berikut ini.

Komponen Arus Kas Nilai (Rp) Arti Interpretasi
Arus Kas Operasi +180.000.000 Kas dari kegiatan bisnis inti Positif dan signifikan yang berarti bisnis inti menghasilkan kas secara mandiri
Arus Kas Investasi -90.000.000 Kas keluar untuk aset jangka panjang Negatif, ada kemungkinan perusahaan sedang ekspansi atau memperbarui aset
Arus Kas Pendanaan +40.000.000 Kas masuk dari utang atau modal baru Positif kecil, ada tambahan dana dari eksternal, perlu dicek sumbernya
Kenaikan Kas Bersih +130.000.000 Total perubahan saldo kas Kas bertambah, namun kualitas pertumbuhan perlu ditelaah lebih lanjut

Cara Membaca Hasil Analisis Arus Kas

Setelah angka-angka terkumpul, pertanyaan selanjutnya adalah: apa artinya semua ini bagi bisnis?

Berikut adalah panduan praktis membaca hasil analisis arus kas.

Dari data di atas, PT ABC mencatatkan kenaikan kas bersih sebesar Rp130.000.000.

Jika ditelusuri lebih dalam, arus kas operasi PT ABC sebesar Rp180.000.000 adalah sinyal yang sangat positif. Ini berarti bisnis inti perusahaan mampu menghasilkan kas yang cukup besar tanpa bergantung pada sumber luar.

Arus kas investasi yang negatif sebesar Rp90.000.000 perlu dipahami secara lebih dalam. Jika pengeluaran ini untuk pembelian mesin produksi atau pengembangan sistem, maka angka negatif ini justru merupakan investasi yang sehat.

Maka dari itu, yang perlu diperiksa adalah apakah belanja investasi ini seimbang dengan kapasitas arus kas operasi yang ada, di mana dalam perusahaan ini arus kas operasi yang Rp180 juta cukup besar untuk menanggung beban investasi Rp90 juta.

Lalu, selanjutnya terdapat arus kas pendanaan yang positif Rp40.000.000 menunjukkan ada tambahan dana dari luar, bisa berupa pinjaman bank atau tambahan modal.

Karena memiliki nilai lebih kecil daripada arus kas operasi, terbilang cukup aman. Namun, perlu dicek apakah untuk ekspansi produktif, atau sekadar menutup kebutuhan operasional yang seharusnya bisa dipenuhi oleh kas operasi?

Kesimpulan analisis:

PT ABC berada dalam kondisi kas yang cukup sehat. Sumber utama kenaikan kas berasal dari operasi, bukan pinjaman yang menandakan kualitas kas yang baik.

Tantangan ke depan yang perlu dilalui adalah memastikan belanja investasi menghasilkan return yang memadai sehingga arus kas operasi terus tumbuh di periode berikutnya.

Kesalahan Umum saat Melakukan Analisis Arus Kas

Terdapat beberapa kesalahan yang perlu Anda ketahui ketika hendak menganalisis arus kas, di antaranya:

  • Analisis hanya dilihat berdasarkan saldo kas akhir, yang mungkin bisa menjadi salah tafsir dan berdampak buruk pada pengambilan keputusan
  • Tidak memisahkan ketiga komponen arus kas yang berdampak pada analisis yang tidak mendalam
  • Tidak membandingkan arus kas dengan laba bersih, yang padahal cara ini merupakan yang paling efektif dalam menilai kualitas laba dan mendeteksi potensi masalah akuntansi
  • Tidak melihat tren beberapa periode membuat analisis rentan terhadap bias satu momen
  • Mengabaikan free cash flow yang berarti kehilangan gambaran tentang berapa kas yang benar-benar tersedia setelah kebutuhan investasi terpenuhi

Baca Juga: 5 Cara Mengukur Arus Kas yang Menentukan Keberhasilan Bisnis Anda

Tips Analisis Arus Kas agar Lebih Akurat

Selain menerapkan langkah yang tepat dan terstruktur ketika melakukan analisis arus kas, akurasi dan kualitas data juga memiliki peran yang penting.

Untuk mencapai hal ini, Anda bisa mulai dengan menerapkan tips praktis berikut:

1. Gunakan Standar PSAK 207 Secara Ketat

Gunakan laporan arus kas yang tersusun rapi dan terstandarisasi sesuai PSAK 207 atau IAS 7 karena laporan yang tidak konsisten strukturnya akan mengganggu perbandingan antar periode.

2. Lakukan Analisis Secara Berkala

Lakukan analisis secara berkala dan terjadwal bukan hanya ketika ada masalah, seperti bulanan atau kuartalan agar lebih efektif ketika merespon krisis.

Analisis arus kas juga akan semakin baik ketika laporan arus kas dibandingkan dengan dengan neraca dan laporan laba rugi untuk mengonfirmasi satu sama lain.

3. Pilih Metode Arus Kas Sesuai Kebutuhan

Ada dua metode yang digunakan dalam membuat laporan arus kas, yaitu metode langsung atau tidak langsung.

Metode langsung menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas secara eksplisit sehingga lebih mudah dibaca, sedangkan metode tidak langsung memulai dari laba bersih lalu menyesuaikannya dengan item non-kas, memberikan rekonsiliasi yang berguna antara laba akrual dan kas riil.

Baca Juga: Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung & Tidak Langsung

4. Mengadopsi Software Akuntansi Terintegrasi

Tips ini merupakan salah satu cara yang paling efektif khususnya di era operasional bisnis berbasis modern dan digital.

Dengan memanfaatkan software akuntansi, Anda bisa memastikan data arus kas selalu tersedia secara real-time dan konsisten.

Mekari Jurnal adalah software akuntansi terintegrasi yang menghubungkan seluruh pengelolaan akuntansi dalam satu platform berbasis cloud.

Selain itu, Anda juga bisa menganalisis laporan arus kas melalui teknologi AI yaitu Airene untuk mendapatkan insight bisnis mulai dari pola, tren, hingga anomali secara mendalam dan instan.

Rasakan bagaimana Mekari Jurnal meningkatkan efektivitas dan akurasi analisis arus kas Anda!

Coba gratis sekarang juga!

Konsultasi dengan Mekari Jurnal Sekarang!

Kesimpulan

Analisis arus kas merupakan proses yang lebih dari sekadar memeriksa apakah saldo kas bertambah atau berkurang, tapi melihat lebih dalam dari angka-angka tersebut mengenai kemampuan bisnis dalam mengelola kasnya dengan tepat.

Terdapat interpretasi yang dilakukan, seperti mengapa angka ini terjadi, apa implikasinya, dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya.

Dengan memahami cara analisis arus kas yang benar, tim keuangan dan pemilik bisnis dapat membuat keputusan operasional, investasi, dan pendanaan yang jauh lebih solid dan berbasis data.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk bisnis Anda!

 

 

 

Referensi:

IAI, “Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 207”.

Iowa State University, “Understanding Cash Flow Analysis”.

Allianz, “Cash Flow Analysis: Definition and Tips for Tracking”.

ACCA, “Analysing a Statement of Cash Flows”.

Scribd, “Analisis Arus Kas Perusahaan”.

FAQ Tentang Analisis Arus Kas dan Cara Membacanya untuk Bisnis

Apa itu analisis arus kas dan mengapa penting bagi bisnis?

Apa itu analisis arus kas dan mengapa penting bagi bisnis?

Analisis arus kas adalah proses mengevaluasi laporan arus kas untuk mengetahui dari mana kas berasal dan bagaimana penggunaannya. Ini penting karena menunjukkan kondisi likuiditas nyata, bukan sekadar laba akrual.

Apa perbedaan analisis arus kas dengan laporan laba rugi?

Apa perbedaan analisis arus kas dengan laporan laba rugi?

Laporan laba rugi mencatat pendapatan dan beban secara akrual, sedangkan analisis arus kas berfokus pada kas yang benar-benar masuk dan keluar, sehingga lebih mencerminkan kondisi keuangan riil.

Mengapa arus kas operasi menjadi indikator paling penting?

Mengapa arus kas operasi menjadi indikator paling penting?

Arus kas operasi menunjukkan kemampuan bisnis menghasilkan kas dari aktivitas inti. Jika konsisten positif, artinya bisnis mampu bertahan tanpa bergantung pada pendanaan eksternal.

Apakah arus kas investasi yang negatif selalu buruk?

Apakah arus kas investasi yang negatif selalu buruk?

Tidak. Arus kas investasi negatif sering kali menunjukkan perusahaan sedang melakukan ekspansi atau investasi jangka panjang yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan.

Bagaimana cara menilai kualitas arus kas perusahaan?

Bagaimana cara menilai kualitas arus kas perusahaan?

Kualitas arus kas dinilai dari konsistensi arus kas operasi, kesesuaian dengan laba bersih, serta sumber pertumbuhan kas apakah berasal dari operasi atau pendanaan eksternal.

Apa itu free cash flow (FCF) dan mengapa penting?

Apa itu free cash flow (FCF) dan mengapa penting?

Free cash flow adalah kas yang tersisa setelah dikurangi belanja modal (CapEx). FCF penting karena menunjukkan kemampuan perusahaan membiayai ekspansi, membayar utang, atau membagikan dividen.

Mengapa analisis arus kas perlu dilakukan secara berkala?

Mengapa analisis arus kas perlu dilakukan secara berkala?

Analisis berkala membantu mendeteksi masalah likuiditas lebih awal, memantau tren keuangan, dan mendukung pengambilan keputusan strategis yang lebih akurat.

Apa kesalahan umum dalam analisis arus kas?

Apa kesalahan umum dalam analisis arus kas?

Kesalahan umum meliputi hanya melihat saldo kas akhir, tidak memisahkan komponen arus kas, mengabaikan perbandingan dengan laba bersih, dan tidak menganalisis tren multi-periode.

Bagaimana hubungan arus kas dengan rasio likuiditas?

Bagaimana hubungan arus kas dengan rasio likuiditas?

Arus kas melengkapi rasio likuiditas seperti current ratio dan quick ratio untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek.

Apakah software akuntansi membantu analisis arus kas?

Apakah software akuntansi membantu analisis arus kas?

Ya, software akuntansi seperti Mekari Jurnal memungkinkan pemantauan arus kas secara real-time, meningkatkan akurasi data, serta memberikan insight berbasis AI untuk analisis yang lebih cepat dan mendalam.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami