Biaya Overhead Pabrik (BOP) merupakan salah satu dari tiga komponen utama yang membentuk biaya produksi selain biaya material langsung dan biaya tenaga kerja langsung. BOP menjadi komponen yang tidak kalah penting dibandingkan dengan dua komponen pembentuk biaya produksi lainnya. Kenapa? Bisa dibilang, BOP adalah biaya yang sifatnya tidak terduga dan sulit untuk dihitung dan ditelusuri dibandingkan biaya rimateal langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Ada kalanya dalam suatu kondisi, pos BOP menjadi bengkak dan tentunya sangat memengaruhi biaya produksi dan berakhir menjadi tidak efisien dalam proses produksi. Maka dari itu, penting untuk menganggarkan BOP agar setidaknya manajer tahu batasan pengeluaran-pengeluaran yang timbul dalam pos BOP.

 

BOP sendiri diklasifikasikan menjadi tiga jenis klasifikasi, yaitu klasifikasi BOP menurut sifatnya, hubungannya dengan perubahan volume produksi, dan hubungannya dengan departemen pabrik. Tiga unsur utama yang terkandung dalam BOP adalah Biaya Material Tidak Langsung, Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung, dan Biaya Overhead Pabrik Lainnya. Pos BOP biasanya dimiliki oleh tiap-tiap departemen dalam suatu perusahaan manufaktur yang kemudian diakumulasikan menjadi satu akun dan dialokasikan ke dalam lima jenis dasar pembagi BOP yang dianggarkan agar bisa mendapatkan nilai tarif BOP. Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai klasifikasi dan perhitungan BOP, bisa dibaca pada artikel ini.

 

Ada satu istilah menarik terkait BOP, yaitu Kontrol Overhead Pabrik (Manufacturing Overhead Control). Bisa dibilang, Kontrol Overhead Pabrik merupakan sisi lain dari BOP yang tidak kalah pentingnya bagi manajer departemen dan manajemen puncak (Top Management). Berikut ulasan lebih lanjut mengenai Kontrol Overhead Pabrik.

 

Mengenal Kontrol Overhead Pabrik (Manufacturing Overhead Control)

Ketiga unsur BOP yang disebutkan sebelumnya biasanya terakumulasi dalam akun yang bernama Kontrol Overhead Pabrik. Apa itu Kontrol Overhead Pabrik? Akun ini biasa dijadikan pegangan bagi manajemen puncak untuk mengevaluasi seberapa baik manajer tiap departemen dalam  mengendalikan BOP. Sehingga manajer tiap departemen dapat dimintai pertanggungjawaban atas BOP yang terjadi di tiap departemen melalui akun Kontrol Overhead Pabrik.

Fungsi Kontrol Overhead Pabrik dan Hubungannya dengan BOP

Untuk mengatasi permasalahan sulitnya menghitung BOP, pengalokasian biaya biasanya dilakukan dengan memindahkan dari akun-akun terkait seperti persediaan material, utang gaji, dan akun-akun terkait lainnya ke akun kontrol overhead pabrik.

a. Hubungan Kontrol Overhead Pabrik dengan Biaya Material Tidak Langsung

Sebagai contoh, perusahaan Maju Jaya pada bulan September mentransfer Biaya Material Tidak Langsung senilai Rp5.000.000 dari persediaan material ke akun Kontrol Overhead Pabrik. Kegiatan ini dimaksudkan agar pengendalian BOP diharapkan bisa lebih efisien karena biaya material terlalu sulit atau terlalu mahal jika dibebankan secara langsung dengan membeli langsung dari supplier, misal kepada suatu proyek pabrik yang bersifat khusus. Contoh barang yang biasa masuk ke akun Biaya Material Tidak Langsung seperti oli, baut, plastik, dan bahan-bahan serupa lainnya. Maka jurnal yang tepat untuk mencatat kegiatan tersebut adalah:

 

Kontrol Overhead Pabrik

5.000.000

 

Persediaan Material

 

5.000.000

 

b. Hubungan Kontrol Overhead Pabrik dengan Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung

Dalam kasus Biaya Tenaga Kerja Tidak langsung, kegiatan transfer biaya terjadi antara akun Utang Gaji dan Kontrol Overhead Pabrik. Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung memang timbul di dalam proses produksi pabrik, namun tidak secara langsung terbebani pada suatu proyek pabrik yang bersifat khusus. Sebagai contoh, perusahaan Maju Jaya mencatat pembebanan biaya upah supervisor proyek pabrik khusus sebesar Rp6.700.000,-. Berikut jurnalnya:

 

Kontrol Overhead Pabrik

6.700.000

 

Utang Gaji

 

6.700.000

 

c. Hubungan Kontrol Overhead Pabrik dengan Biaya Overhead Pabrik Lainnya

Sama seperti dalam kasus Biaya Material Tidak Langsung dan Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung, Biaya Overhead Lainnya juga mengkredit akun-akun terkait dan mendebit akun Kontrol Overhead Pabrik. Sebagai contoh, perusahaan Maju Jaya mencatat depresiasi mesin pada suatu proyek pabrik khusus sebesar Rp8.300.000,-. Berikut jurnalnya:

 

Kontrol Overhead Pabrik

8.300.000

 

Depresiasi Akumulasi

 

8.300.000

Untungnya, Jurnal menyediakan software akuntansi online yang memudahkan Anda mencatat biaya-biaya, salah satunya adalah biaya produksi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Jurnal, bisa Anda dapatkan di sini.

Author