Dampak Kesalahan Pencatatan Akuntansi Persediaan Terhadap Laporan Keuangan

Akuntansi persediaan berperan penting terhadap kewajaran laporan keuangan. Kesalahan dalam akuntansi pembelian, penjualan, dan persediaan akhir akan mempunyai dampak atas laporan posisi keuangan (neraca) atau perhitungan laba rugi. Beberapa alasan yang sering menimbulkan kesalahan terhadap pencatatan persediaan adalah sebagai berikut.

a. Kesalahan menghitung persediaan fisik yang ada di tangan.

b. Kesalahan pengalokasian biaya‐biaya persediaan.

c. Kesalahan memasukkan jumlah persediaan yang ada di pengiriman.

d. Pencatatan persediaan konsinyasi yang tidak benar.

Untuk menimbulkan sikap hati-hati dan mengurangi dampak kerugian dalam melakukan pencatatan akuntansi persediaan, di bawah ini akan kita bahas mengenai dampak kesalahan pencatatan persediaan terhadap laporan keuangan bisnis.

Dampak Pencatatan Kesalahan Persediaan Akhir Terlalu Rendah

Bila terjadi kesalahan persediaan akhir dihitung terlalu rendah, akan berdampak dalam laporan posisi keuangan (neraca) yaitu jumlah persediaan, aset lancar, total aset, saldo laba akan menjadi dinyatakan terlalu rendah, dan modal kerja bersih serta saldo lancar akan menjadi lebih rendah pula dari seharusnya. Dalam laporan laba-rugi hasil perhitungan harga pokok penjualan, laba kotor, dan laba bersih bisnis menjadi dinyatakan terlalu tinggi.

 

Laporan Neraca

Laporan laba-rugi

Persediaan akhir

rendah

HPP

tinggi

Aset lancar

rendah

Laba kotor

tinggi

Total aset

rendah

Laba bersih usaha

tinggi

Saldo laba

rendah

Presentase laba

tinggi

Modal kerja bersih

rendah

Rasio lancar

rendah

Kesalahan Perhitungan Persediaan Akhir Terlalu Tinggi

Laporan Neraca

Laporan laba rugi

Persediaan akhir

tinggi

HPP

rendah

Aset lancar

tinggi

Laba kotor

rendah

Total aset

tinggi

Laba bersih

rendah

Saldo laba

tinggi

Presentase laba

rendah

Modal kerja bersih

tinggi

Rasio lancar

tinggi

Karena persediaan awal suatu periode akan terbawa menjadi persediaan akhir pada periode berikutnya, maka kesalahan perhitungan persediaan akhir juga akan berdampak pada periode berikutnya. Untuk menghindari kesalahan tersebut, maka perlu langkah langkah mengantisipasinya seperti.

a. Jadilah tenaga profesional dengan selalu teliti dalam menghitung persediaan.

b. Tentukan mana sistem persediaan yang cocok digunakan dalam perusahaan. Ada dua sistem yakni perpetual dan periodik. Tentukan juga metode HPP seperti FIFO, LIFO, dan Average.

c. Buatlah proyeksi persediaan. Dengan adanya proyeksi ini kita bisa mengestimasikan jumlah minimum stok di gudang menjadi tolok ukur saat yang tepat untuk memesan barang.

d. Gunakan software yang mengakomodasi semua kebutuhan pengendalian persediaan baik dari proyeksi, manajemen persediaan, penghitungan HPP, sampai dengan kontrol stok dalam bentuk laporan dan grafik analisis.

Jurnal software akuntansi online, menyediakan semua kebutuhan untuk menghindari kesalahan pencatatan  persediaan. Dengan fitur stok yang dimilikinya, Jurnal akan membantu pencatatan persediaan di gudang maupun toko dan melakukan kontrol stok secara otomatis. Jurnal juga menyediakan pelaporan akuntansi keuangan persediaan, penghitungan HPP, hingga menyediakan grafik analisis untuk memudahkan perusahaan Anda mengetahui kesalahan pencatatan akuntansi persediaan sedini mungkin. Butuh bantuan pembukuan? Jurnal juga memilikinya.

Dapatkan semua informasi penting tentang Jurnal di sini.

Kategori : Uncategorized @id

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo