Kondisi sebuah perusahaan akan selalu terkait erat dengan faktor keuangan yang dimilikinya. Karena keuangan ini begitu penting, maka setiap individu yang berperan dalam perusahaan harus memahami tentang konsepnya. Di bawah ini kita akan membahas urutan 6 (enam) konsep keuangan yang disusun Mary Beth Storjohann seorang pakar perencana keuangan terkenal di San Diego.

Nilai Pendapatan Bersih

 

Pendapatan bersih merupakan ukuran bagi kesehatan keuangan sebuah perusahaan. Cara menghitungnya adalah dengan mengurangi total aset dengan jumlah total utang. Jika hasil tidak menunjukkan angka minus, berarti perusahaan berada dalam kondisi aman. Jika tidak, berarti  perusahaan berada dalam  kondisi rawan dan mungkin butuh strategi untuk memperbesar pemasukan.

 

Inflasi

 

Menurut  Barro dan Robert J dalam bukunya Macroeconomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, hingga termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.

 

Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara terus-menerus. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus, serta saling memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.

 

Likuiditas

 

Pengertian Likuiditas menurut Kamus Keuangan adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pengertian lain adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk memenuhi kewajiban atau utang yang segera harus dibayar dengan harta (aktiva) lancarnya.

 

Bear Market

 

Bear market sering digunakan untuk menyebut periode penurunan harga surat berharga sebesar 20% atau lebih. Bear market pada saham dipicu ketika investor menjual saham, umumnya untuk mengantisipasi memburuknya kondisi ekonomi dan penurunan keuntungan perusahaan.

Toleransi Risiko

 

Toleransi risiko adalah ukuran dari tingkat ketidakpastian yang bersedia diterima oleh seorang investor atau pengusaha sehubungan perubahan negatif terhadap bisnis atau aset. Seberapa tingginya toleransi risiko tergantung pada seberapa agresif seorang investor atau pengusaha  dalam berinvestasi. Toleransi risiko tidak hanya bergantung pada kondisi  emosional seseorang, tetapi juga dari perkiraan seberapa banyak waktu, potensi penghasilan dan aset yang akan bisa  dimiliki di masa depan.

 

Alokasi Aset dan Diversifikasi

 

Alokasi aset bisa diartikan sebagai tempat di mana Anda akan menyimpan uang, tergantung pada kebutuhan individu maupun perusahaan. Bisa dengan membeli rumah, tanah, atau apapun. Alokasi aset berhubungan erat dengan diversifikasi di mana risiko kesalahan mengalokasikan aset tersebut  bisa berkurang dengan mendiversifikasi investasi di dalam satu kelas aset maupun di berbagai jenis kelas aset yang berbeda.

 

Keenam konsep keuangan di atas merupakan bagian terpenting dari sebuah situasi keuangan yang dapat terjadi dalam sebuah perusahaan. Untuk menghindari situasi keuangan yang buruk, Anda bisa mulai mengelola keuangan dengan membuat laporan keuangan. Jurnal merupakan penyedia jasa software akuntansi online yang dapat membantu Anda mengelola keuangan dengan tepat. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Jurnal bisa Anda dapatkan di sini.

Author