Mekari Jurnal
Daftar Isi
9 min read

Transformasi Digital bagi UMKM, Bagaimana Memulainya?

Tayang 21 Jun 2023
Diperbarui 12 Oktober 2023

Transformasi digital adalah sebuah proses perubahan penggunaan analog-tradisional ke digital dengan memanfaatkan teknologi.

Mengutip dari Amazon, proses transformasi ini berkaitan dengan organisasi atau perusahaan dalam mengintegrasikan teknologi digital ke semua bidang bisnis.

Mulai dari skala kecil hingga besar, transformasi ini akan mengubah budaya dan nilai pekerjaan menjadi lebih inovatif.

Saat membicarakan transformasi digital dalam era globalisasi ekonomi, tentunya banyak sekali pertanyaan yang muncul khususnya pada pelaku usaha UMKM. Beberapa di antaranya seperti:

  • Bagaimana kondisi era digitalisasi di dunia bisnis?
  • Bagaimana dampak era digitalisasi bagi UMKM?
  • Bagaimana memulai perjalanan transformasi untuk UMKM?
  • Apa kunci utama bagi UMKM untuk membangun dan mempertahankan pertumbuhan di era digital?
  • Apa peran transformasi digital bagi UMKM?

Oleh karena itu, blog by Mekari Jurnal akan mengulas topik ini secara lengkap dan lebih dalam.

Potensi UMKM di Indonesia

Saat ini, sudah banyak pebisnis yang memanfaatkan digitalisasi untuk memasarkan produknya secara online.

Salah satunya adalah kopi online yang 10 tahun lalu hampir bisa dipastikan tidak akan mampu melawan gerai-gerai besar.

Namun, semua anggapan tersebut mampu terpatahkan dengan peran digital dan teknologi.

Sayangnya, di Indonesia sendiri mayoritas pelaku UMKM berasal dari kalangan trader, reseller, dan retailer.

Tidak ada yang salah dengan hal tersebut karena di Indonesia sendiri, ekosistem dan infrastrukturnya juga menantang.

Peran sektor UMKM terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia juga cukup besar, di mana pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp 7.034,1 triliun.

UMKM juga menyumbang 99,9% unit usaha di Indonesia dan menyerap 119,6 juta atau 96,92% tenaga kerja.

Oleh karena itu, pemerintah ikut bekerjasama dalam menopang UMKM dengan memberikan program subsidi BPUM atau Bantuan Produktif Usaha Mikro.

Di era saat ini, UMKM memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat mengembangkan usahanya yang tentu saja memanfaatkan peran teknologi.

Berikut sedikit pembahasan mengenai transformasi digital UMKM pada sebuah sesi dalam Mekari Conference 2019 lalu.

Peran XL dalam Mendukung Transformasi Digital di Dunia UKM?

Peran XL dalam Mendukung Transformasi Digital di Dunia UKM  Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan informasi di Indonesia, XL memiliki misi “We Help You Grow” dengan fokus untuk memenuhi kebutuhan semua pelanggan.

Lalu, bagaimana XL membantu UKM berkembang?

a. Promosi

Para pelaku UKM tentunya membutuhkan dukungan dalam mempromosikan bisnis dan produk mereka.

Dalam rangka mewujudkan hal ini, XL meluncurkan #ASLIJAGO, yaitu sebuah program kompetisi yang ditujukan untuk semua UKM di berbagai industri kreatif di seluruh Indonesia.

Dari kompetisi ini, XL akan mencari satu pelaku UKM yang paling kreatif. Program ini terbilang sangat menarik dan ternyata mendapatkan banyak antusias, di mana lebih dari 100 partisipan yang turut serta.

Salah satu UKM yang berhasil mencuri perhatian adalah Gulaliku, yaitu sebuah brand yang membuat beragam produk fungsional dan collectable dari bahan dasar kayu.

Kayu dipercaya mampu membangun kedekatan emosional antara manusia dengan sebuah produk sekaligus memiliki tekstur yang authentic.

Menjunjung visi 4P (Planet, People, Profit, dan Planet), Gulali menggunakan kayu sebagai salah satu kekayaan alam di Indonesia, lalu menyulapnya menjadi suatu produk yang fungsional.

Menjalankan kampanye One2TreeGrow, Gulaliku mendonasikan dua pohon untuk ditanam kembali untuk setiap satu produk yang terjual demi menciptakan keseimbangan alam di Indonesia.

b. Teknologi Terbaru

Poin selanjutnya adalah menekan budget sebagai salah satu perhatian utama bagi UKM.

XL tidak hanya menyediakan konektivitas, tapi juga alat yang mampu meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya operasional.

Hadir dengan XLBiz, XL Axiata menawarkan paket Biz Plan, termasuk Office 365 yang sangat membantu para pelaku UKM dalam menjalankan bisnisnya.

Pentingnya Peran Digital bagi UKM

Pentingnya Peran Digital bagi UKM

Saat ini, semua hal memang sudah serba digital, termasuk keseharian.

Jika dulu, membuat satu perusahaan kecil menjadi besar membutuhkan berpuluh-puluh tahun, kini dengan adanya digital sering kali membuat yang kecil berubah menjadi besar dalam waktu singkat.

Jika melihat di zaman digital era, semua hal memang serba cepat. Anda harus selalu berpikir luas, apa value creation yang dimiliki, apa yang bisa Anda lakukan untuk menarik minat pasar.

Jadi, pasar yang dipikirkan tidak hanya sebatas di kota saja, tapi perlu juga memikirkan hingga kancah internasional.

Tentunya, market digital yang sangat luas meningkatkan potensi market juga.

Membicarakan digital tidak hanya membicarakan soal iklan saja, melainkan juga perspektif dari bagaimana Anda membangun bisnis.

Be the game changer, di mana Anda harus mulai dari diri sendiri. Mulailah berpikir bagaimana Anda membuat produk mampu terjual hingga ke luar negeri.

Hal ini tentu saja tidak hanya memberi profit, tapi juga memberi kebanggaan tersendiri.

Zaman yang sudah berubah tentunya menuntut kita untuk berpikir modern. Keberadaan digital saat ini akan memudahkan Anda untuk menjual produk hingga ke luar kota.

Selain itu, dari segi iklan atau promosi, di mana Anda bisa menargetkan iklan sesuai dengan target pasar.

Digital membuka peluang besar bahwa apa pun dapat terjadi, di mana UKM underdog bisa menjadi rising star.

Kriteria Sukses Memulai Digital Transformasi

Kriteria Sukses Memulai Digital Transformasi

 

Membicarakan kriteria sukses memulai digital tranformasi sebenarnya tidak ada ilmu yang pasti sebab tantangan terbesar UKM di Indonesia adalah logistik.

Sebenarnya, semua proses yang sudah dilakukan UMKM sudah sangat efisien.

Hal tersebut terjadi dengan adanya peran digitalisasi dan teknologi sehingga segala proses yang terjadi sangat efisien dan optimal.

Salah satu alasan digital transformasi tidak secepat yang kita harapkan adalah awareness atau knowledge.

Pentingnya peran awareness sekaligus penawaran benefit yang jelas tentunya akan membantu para pelaku UKM yang masih skeptis dalam digital transformasi atau mengandalkan cara-cara lama.

Pelaku UKM yang belum menyentuh teknologi perlu dibimbing karena teknologi yang berkembang dengan pesat sering kali menyulitkan mereka untuk mengerti dengan cepat.

Jika kita melihat teknologi sebagai stand alone produk memang seakan memberatkan bagi UKM, tapi sebenarnya keberadaannya seharusnya tidak membuat pelaku UKM takut.

Justru meningkatkan semangat untuk mengadaptasi teknologi agar lebih meningkatkan bisnisnya.

Mungkin sebagian dari Anda mulai tertarik untuk bertransformasi bisnis, tapi belum tahu bagaimana caranya dan kapan harus memulainya.

Dampak Transformasi Digital Pada Perkembangan Bisnis dan Usaha

Kisah sukses transformasi digital dalam meningkatkan omzet bisnis sangat mudah ditemukan.

Seperti halnya kemunculan Gojek, Grab, Tokopedia, Shopee, dll. sebagai start-up teknologi yang membantu mendorong transformasi digital pada dunia bisnis baik untuk korporasi besar maupun UKM.

Kehadiran Gojek/Grab membuat pemesanan moda transportasi roda dua atau empat menjadi lebih mudah.

Hal ini bahkan mendorong BlueBird sebagai perusahaan penyedia jasa taksi terbesar di Indonesia untuk membuat aplikasi pemesanan  tersendiri.

Berikut 2 contoh perkembangan ekonomi dari penerapan transformasi digital pada sektor UMKM

Layanan Pesan-Antar Gofood/Grabfood

Layanan Gofood/GrabFood yang mempermudah pemesanan makanan dan minuman dari berbagai merchant.

Mayoritas merchant tentunya adalah UKM yang sebelumnya beroperasi secara tradisional dan tidak memiliki layanan pesan antar.

Kontribusi ini sesuai dengan hasil survei dari LD-FEB UI pada tahun 2018 yang menunjukkan bahwa 76% UKM tidak memiliki layanan pesan-antar sebelum adanya Gojek, dan 70% dari UKM menjalankan setelah adanya Gojek.

Dalam laporan yang sama, 82% dari seluruh mitra UKM Gojek yang disurvei mengalami peningkatan volume transaksi.

Peningkatan tersebut merupakan dampak dari market coverage UKM yang semakin luas dengan adanya kerjasama layanan pesan-antar dari Gojek.

Permudah Kelola Bisnis dengan Aplikasi Akuntansi Mekari Jurnal yang Cocok Untuk Berbagai Skala Industri!

Online Shop dan Merchant

Perubahan perilaku konsumen yang mengarah ke digital platform dari cara tradisional juga diikuti peningkatan jumlah merchant.

Hal ini terlihat dari peningkatan transaksi pada platform perdagangan ritel seperti Tokopedia dan Shopee juga meningkat.

Tokopedia mencatatkan peningkatan transaksi hingga 3 kali lipat sejak awal pandemi hingga September 2020, sedangkan Shopee sebanyak 1,3 kali lipat pada periode yang sama.

Kemudian terjadi penambahan toko online baru yang cukup masif.

Go-Food mencatat terjadi penambahan jumlah merchant sebanyak lebih dari 250 ribu, sedangkan Tokopedia mencatat sekitar 2 juta merchant baru.

Hal ini menunjukkan tidak hanya konsumen, tetapi juga merchant sudah melihat peluang dari kebutuhan transformasi digital ini.

Tantangan yang Harus Dihadapi

Di samping peluangnya yang besar, mendorong transformasi digital pada sektor UMKM tentunya memiliki tantangan tersendiri yang perlu dihadapi.

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengidentifikasi faktor apa saja yang mempengaruhi transformasi digital pada UKM.

Kurangnya Pengetahuan Dasar

Mayoritas menyebutkan bahwa alasan utama dari sulitnya melakukan penetrasi digital pada UMKM adalah kurangnya pengetahuan dasar terhadap instrumen digital dalam bisnis.

Kurangnya pengetahuan terkait instrumen digital memunculkan banyak kekhawatiran mulai dari keamanan instrumen digital yang digunakan hingga biaya yang dibutuhkan dalam implementasinya.

Enggan Mengadopsi Teknologi

Selain itu, adopsi digital yang lambat juga terkait dengan profil kepemilikan UKM di Indonesia.

Menurut Asia Pacific Foundation of Canada (APFC), mayoritas pemilik UKM di Indonesia adalah penduduk berusia lebih dari 35 tahun dengan tingkat pendidikan terakhir Sekolah Menengah Atas (SMA).

Karakteristik penduduk tersebut cenderung lebih enggan untuk mengadopsi teknologi digital yang perkembangannya sangat cepat.

Infrastruktur Pendukung Digital

Tantangan terakhir yang mempengaruhi tingkat adopsi teknologi digital adalah kesiapan infrastruktur digital pendukung.

Salah satu infrastruktur dasar yang dibutuhkan adalah internet. Penetrasi internet di Indonesia masih mengalami ketimpangan yang cukup signifikan antar wilayah.

Menurut survei dari Asosiasi Penyelenggaraan Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi internet masih terkonsentrasi pada Pulau Jawa dengan rasio terhadap total penduduk mencapai 41,7%.

Sementara itu, penetrasi di daerah lain masih berada di bawah 20% dengan rasio terendah berada di Maluku dan Papua sebesar 2,2%.

Untuk menghadapi tantangan yang ada, pemerintah dan sektor swasta perlu aktif untuk berkolaborasi.

Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) juga sudah merancang peta jalan 25 tahun transformasi digital Indonesia yang dimulai dari 2020 dengan fokus utama dalam lima tahun kedepan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Selain itu, Anggaran infrastruktur yang tercatat sebesar Rp 414 triliun (tertinggi dalam 5 tahun terakhir) akan digunakan untuk pengembangan teknologi informasi dan digital.

Output strategis yang menjadi target Pemerintah salah satunya adalah Base Transceiver Station (BTS) di 5.053 lokasi wilayah terpencil.

Dengan ekosistem digital yang dibangun oleh Pemerintah diharapkan akan menjadi insentif bagi pengusaha terutama UKM untuk melakukan inovasi dan transformasi digital.

Pengusaha harus turut memanfaatkan program-program yang dirancang Pemerintah untuk mengoptimalkan inovasi pada unit bisnis sesuai dengan perkembangan perilaku pasar.

Mekari Jurnal Bantu Sektor UMKM dalam Memulai Transformasi Digital

Mekari hadir untuk membantu memulai transformasi bisnis Anda dan lebih berfokus pada pengembangan bisnis dari teknologi dan serius untuk mendukung Anda menjangkau pasar yang lebih luas.

Produk-produk dari Mekari yang dapat membantu dalam mengembangkan bisnis Anda dalam hal ini Mekari Jurnal (aplikasi akuntansi) yang sudah terhubung dengan Mekari Talenta (software untuk payroll dan HR) dan Mekari Klikpajak (aplikasi pajak).

Melalui Mekari Jurnal, bisnis Anda dapat terpantau selama 24 jam karena data akan terupdate secara realtime. Anda juga dapat mengakses data di mana saja dan kapan saja melalui Mekari Jurnal mobile apps pada ponsel Anda.

Sudah siap untuk bertransformasi bisnis? Semoga artikel ini dapat membantu Anda!

Kategori : Business Management
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal