Syarat dan Cara Mendapatkan Bantuan UMKM Pemerintah: Wajib Anda Ketahui!

Bagaimana cara mendapatkan bantuan UMKM mungkin satu hal yang kini tengah dicari oleh para pelaku usaha khususnya UMKM di tengah pandemi sekarang ini. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi covid-19 berdampak pada banyak sektor, terlebih lagi pada sektor ekonomi.

Bila perusahaan besar masih mungkin bisa bertahan dengan pengurangan karyawan atau merumahkannya hingga pemotongan gaji, namun lain halnya dengan sektor UMKM. Kita tentu bisa melihatnya di sekitar kita, berapa banyak usaha kerabat, tetangga atau bahkan Anda sendiri yang mati suri bahkan gulung tikar.

Dengan turunnya daya beli masyarakat dan berbagai kebijakan yang membatasi kegiatan usaha semakin memperparah kondisi UMKM. Namun di tengah situasi seperti ini, pemerintah juga mempunyai banyak program bantuan baik untuk masyarakat umum yang terdampak maupun pelaku usaha.

Hal ini seolah menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM untuk mendapatkan suntikan dana bagi usahanya. Bila Anda seorang pengusaha mikro, kecil dan menengah tentu saja mempunyai kesempatan untuk mendapatkan bantuan ini.

Akan tetapi ada beberapa persyaratan dan prosedur yang harus Anda lakukan sebelum mendapatkan bantuan UMKM dari pemerintah. Lantas apa saja persyaratan dan cara mendapatkan bantuan UMKM? Serta berapa besaran bantuan yang diberikan? Mari kita simak ulasan berikut lebih lanjut.

cara mendapatkan bantuan umkm

Apa itu Bantuan Subsidi UMKM?

Sebelum membahas cara mendapatkan bantuan UMKM, sebaiknya kita tahu lebih dulu apa itu bantuan subsidi atau BLT UMKM. Bantuan subsidi atau bantuan langsung tunai untuk UMKM merupakan sebuah program bantuan dari pemerintah yang dikhususkan untuk mereka para pelaku usaha di sektor UMKM.

Bantuan ini diberikan dalam bentuk permodalan usaha sebesar 1,2 juta rupiah untuk setiap orang yang mempunyai usaha mikro, kecil dan menengah. Program bantuan ini juga sering disebut juga dengan BPUM atau Bantuan Produktif Usaha Mikro dimana cara mendapatkan bantuan UMKM ini cukup mudah.

Program bantuan ini memang ditujukan untuk para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah agar tetap bisa bertahan selama masa pandemi. Dan salah satu kabar baiknya hingga kini bantuan tersebut masih berlangsung, bila Anda memang layak untuk mendapatkannya jangan sampai terlewatkan.

Rencananya sekitar 12,8 juta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang menjadi target sasaran program bantuan ini. Pemerintah telah menggelontorkan anggaran total mencapai 15,36 triliun rupiah untuk program ini dan diharapkan bisa diserap secara maksimal.

Manfaat yang Diberikan UMKM

Hingga kini program bantuan tersebut telah memberikan manfaat untuk para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah maupun masyarakat pada umumnya. Dari sisi para pelaku usaha dengan adanya bantuan ini setidaknya bisa membuat mereka tetap bertahan selama pandemi dan ditengah diberlakukannya PPKM.

Dengan mendapatkan tambahan suntikan modal membuat UMKM mulai menunjukkan peningkatan di berbagai sektor. Sebagai contohnya adalah dengan menambah sumber daya manusia atau karyawan di dalamnya. Tentunya ini menjadi kabar baik bagi mereka yang tengah membutuhkan pekerjaan.

Hal ini sejalan dengan pendapat yang dilontarkan Iwan Faidi selaku Asisten Deputi Koperasi dan UMKM yang tergabung dalam Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Ia menyebutkan dengan adanya program bantuan ini memberikan dampak yang cukup signifikan. Hal tersebut dibuktikan berdasarkan data yang diambil dari BPS atau Badan Pusat Statistik.

Berdasarkan data tersebut menunjukkan adanya tambahan sekitar 760 ribu pelaku usaha dan pegawai tidak formal sekitar 4,5 juta. Dari beberapa pembahasan di atas, lantas bagaimana cara mendapatkan bantuan UMKM tersebut?

cara mendapatkan bantuan umkm

Syarat dan Cara Mendapatkan UMKM Pemerintah

Sebelum mengetahui prosedur atau cara mendapatkan bantuan UMKM ada beberapa persyaratan yang harus Anda penuhi lebih dulu.

Memenuhi persyaratan ini menjadi tahap pertama yang harus dilakukan agar nantinya mendapatkan bantuan UMKM bisa berjalan lancar. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa tahapan mulai dari persyaratan hingga proses pencairan bantuan :

1. Persyaratan yang ditetapkan dan harus dipenuhi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan bantuan yang satu ini.

Namun Anda tidak perlu khawatir, sebab persyaratan yang dibutuhkan tergolong tidak sulit untuk dipenuhi. Bila syarat terpenuhi tentunya cara mendapatkan bantuan UMKM ini akan semakin mudah, untuk persyaratannya sendiri adalah sebagai berikut :

  • Pelaku UMKM merupakan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan kepemilikan e-KTP adalah syarat pertama agar mendapatkan bantuan UMKM berjalan lancar.
  • Mempunyai usaha baik mikro, kecil dan menengah yang dibuktikan dengan surat BPUM beserta lampirannya. Syarat ini bisa Anda dapatkan dengan mengurusnya melalui kantor desa atau kelurahan masing-masing.
  • Pelaku usaha tidak terdaftar sebagai Aparatur Sipil Negara, anggota TNI maupun polri serta pegawai BUMN atau BUMD.
  • Pelaku usaha juga tidak sedang menerima bantuan KUR atau Kredit Usaha Rakyat dari koperasi merupakan syarat terakhir sebagai cara mendapatkan bantuan UMKM.

2. Daftarkan usaha dan rutinlah melakukan pengecekan

Setelah mempunyai semua persyaratan, daftarkan usaha Anda yang bisa dilakukan secara online maupun langsung ke dinas koperasi di daerah masing-masing. Pendaftaran secara online bisa dengan mengunjungi situs resmi Badan Koordinasi Penanaman Modal di https://oss.go.id dan ikuti alur pendaftaran yang telah ditetapkan.

Setelah melakukan pendaftaran maka cara mendapatkan bantuan UMKM selanjutnya adalah dengan menunggu dan rutin melakukan pengecekan. Hal ini penting untuk mengetahui apakah status usaha Anda telah terdaftar atau belum.

Ada dua bank yang menjadi penyalur bantuan UMKM yaitu bank BRI dan BNI, untuk melakukan pengecekan melalui bank BRI adalah sebagai berikut :

  • Kunjungi laman https://eform.bri.co.id/bpum yang merupakan situs resminya, lalu kemudian Anda diminta memasukan NIK dan kode verifikasi.
  • Klik tombol menu ‘proses inquiry’ untuk melakukan pengecekan apakah usaha Anda telah terdaftar atau belum.
  • Bila sudah terdaftar maka secara otomatis Anda menjadi penerima bantuan subsidi UMKM.

Sedangkan pada bank BNI untuk melakukan pengecekannya adalah sebagai berikut :

  • Kunjungi situs resminya di https://banpresbpum.id
  • Lalu Anda akan diminta untuk menginputkan NIK Anda.
  • Kemudian klik ‘cari’ untuk mengetahui status Anda dalam program bantuan tersebut sudah terdaftar atau belum.
  • Bila sudah ada dan terdaftar maka Anda bisa segera mencairkannya.

Meskipun cara mendapatkan bantuan UMKM tergolong mudah, namun bukan bukan tidak mungkin usaha kita tidak muncul ketika melakukan pengecekan. Bila hal ini terjadi pada Anda bukan berarti cara mendapatkan bantuan UMKM yang dilakukan salah. Jangan ragu untuk melaporkannya kepada pihak penyelenggara. Umumnya ada 2 faktor yang menyebabkannya, yaitu :

  • Data Anda masih diverifikasi atau diproses

Bila faktor ini yang menjadi penyebabnya maka Anda tidak perlu khawatir, sebab Anda hanya perlu menunggunya saja hingga proses selesai.

  • Usaha Anda tidak memenuhi beberapa atau bahkan semua persyaratan

Untuk faktor yang satu ini memang ada persyaratan yang tidak Anda penuhi. Karenanya Anda perlu melakukan pendaftaran ulang untuk memenuhi syarat yang ditetapkan.

3. Lakukan pencairan bantuan

Bila persyaratan dan cara mendapatkan bantuan UMKM yang Anda lakukan sudah benar dan terdaftar, maka selanjutnya adalah melakukan proses pencairan. Umumnya akan ada pesan teks dari PT. Pos Indonesia maupun bank penyelenggara ke Anda yang berisi informasi pencairan dana bantuan.

Setelah usaha Anda terdaftar maka untuk mencairkannya bisa mendatangi bank penyalur bantuan yang dipilih. Bawalah persyaratan yang digunakan ketika mendaftar seperti SKU atau NIB, e-KTP hingga kartu keluarga.

Ketika di bank sampaikan maksud Anda dan kemudian petugas akan memandu. Disini Anda diminta menandatangani lembar pertanggungjawaban yang menjadi bukti bahwa Anda akan menjadi salah satu penerima program bantuan BLT UMKM dari pemerintah.

Tunggulah selama beberapa saat untuk petugas memverifikasi semua data dan persyaratan Anda. Setelah proses verifikasi selesai maka bantuan uang tunai sebesar 1,2 juta rupiah bisa segera Anda terima secara cash, cukup mudah bukan cara mendapatkan bantuan UMKM dan mencairkannya.

Untuk informasi resmi dari pelaksanaan program bantuan subsidi UMKM ini bisa Anda pantau melalui berbagai media online. Setidaknya ada 3 sumber media yang bisa Anda akses untuk memperoleh informasi seputar program bantuan ini yaitu :

  • Melalui laman www.kemenkopukm.go.id yang merupakan website resmi Kemenkop UKM.
  • Mendatangi langsung kantor dinas yang berhubungan dengan UKM dan Koperasi di daerah masing-masing untuk mendapatkan informasi.
  • Memantau sosial media resmi Kemenkop UKM baik itu facebook, instagram maupun twitter-nya. Kebetulan memang ketiga sosial media Kemenkop UKM mempunyai nama atau username yang sama yakni @KemenKopUKM.

Itulah beberapa informasi seputar cara mendapatkan bantuan UMKM mulai dari persyaratan, jumlah subsidi yang diberikan, pendaftaran, pengecekan hingga pencairannya.

Dengan cara mendapatkan bantuan UMKM yang mudah tersebut diharapkan bantuan bisa tepat sasaran dan digunakan untuk sebagaimana mestinya.

cara mendapatkan bantuan umkm

Tips Pengelolaan Keuangan Untuk UMKM

Setelah Anda tahu bagaimana cara mendapatkan bantuan UMKM, tentu yang tidak kalah penting adalah bagaimana cara mengelola modal yang dimiliki agar tidak habis begitu saja. Di setiap usaha maupun bisnis, pengelolaan keuangan merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan.

Sebab bila tidak dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin modal yang ada akan habis dengan sia-sia. Terlebih lagi untuk sektor usaha mikro, kecil dan menengah, pengelolaan keuangan tidak boleh disepelekan. Untuk itu bila Anda seorang pelaku UMKM, berikut tips mengelola keuangan untuk usaha agar efektif dan efisien :

1. Rencanakan keuangan dengan jelas dan detail

Setiap bisnis atau usaha tentulah mempunyai target dan perencanaannya tersendiri. Perencanaan yang jelas dan detail akan membuat sebuah usaha bisa terus bertahan bahkan berkembang. Disamping memang tidak ada sebuah kepastian dalam menjalankan bisnis, namun setidaknya dengan perencanaan yang matang kita akan mempunyai arah dan tujuan.

Perencanaan keuangan yang jelas juga bisa menjadi patokan seorang pengusaha dalam memanfaatkan modal yang dimilikinya. Sebagai contohnya kita bisa membagi pendapatan dengan pembagian yang jelas dalam persentase seperti :

  • Untuk pengeluaran seperti gaji karyawan dan pembelian persediaan : 50%
  • Untuk membangun bisnis seperti keperluan promosi, pelayanan konsumen, dll : 30%
  • Untuk pengembangan produk maupun layanan baru : 20%

2. Pisahkan antara keuangan pribadi dan bisnis

Dalam bisnis UMKM mungkin masih banyak pelakunya yang masih mencampur keuangan pribadi dan usahanya. Padahal memisahkan keuangan untuk kedua hal tersebut adalah hal mendasar yang harus Anda lakukan. Meskipun tidak menggabungkan secara keseluruhan, namun keuangan pribadi dan bisnis tetap harus dipisahkan.

Tujuannya adalah agar keuangan bisa lebih aman baik untuk bisnis maupun pribadi, jangan sampai ada modal yang dipakai untuk masalah pribadi maupun sebaliknya. Mungkin bila bisnis berjalan lancar dan tidak ada masalah dalam pemasukan, mencampurkan keduanya tidaklah begitu mengapa.

Namun akan sangat terasa bila terjadi masalah finansial baik pada bisnis maupun pribadi. Karenanya sebaiknya buatlah rekening tersendiri untuk keuangan pribadi dan bisnis atau usaha Anda. Dengan begitu kita akan lebih mudah melakukan pencatatan keuangan usaha mulai dari pemasukan, pengeluaran, kas, dll.

Selain itu kita bisa menetapkan anggaran baik untuk bisnis maupun pribadi dan berkomitmenlah untuk mematuhinya. Sudah banyak sektor UMKM yang berantakan maupun gulung tikar karena pelakunya tidak dapat mengelola keuangan usaha dan pribadinya.

Jangan sampai jika mendapatkan bantuan UMKM yang cukup lama, setelah bisa dicairkan namun tambahan modal tersebut digunakan tidak sebagaimana mestinya.

3. Lakukan riset untuk memilih supplier terbaik

Melakukan riset pada supplier yang menyediakan bahan baku untuk produk bisnis atau usaha Anda merupakan hal penting yang harus dilakukan. Tidak hanya soal harganya saja, pastikan kita juga mengetahui bagaimana cara mereka bekerja untuk melayani konsumennya.

Sebab cara kerja supplier juga bisa mempengaruhi bisnis atau usaha yang Anda jalankan. Disamping itu lakukan pula negosiasi harga untuk mendapatkan harga terbaik sehingga keuntungan yang Anda peroleh bisa lebih maksimal.

Selain untuk mendapatkan kesepakatan harga, negosiasi juga diperlukan untuk memeriksa persyaratan pembelian, masa tenggang hingga denda apabila ada keterlambatan pembayaran. Bukan tidak mungkin dengan negosiasi yang baik Anda akan mendapatkan potongan harga khusus maupun penawaran menarik lainnya yang akan diberikan.

4. Jangan tunda pembayaran tagihan atau kredit

Faktor seperti tagihan dan kredit pastilah akan sangat berpengaruh pada keuangan bisnis atau usaha Anda di akhir periode nantinya. Jangan sampai keterlambatan dalam pembayaran justru menimbulkan denda yang pastinya akan merugikan Anda.

Jangan senang menyepelekan pembayaran tagihan secara tepat waktu, meskipun Anda punya hubungan baik dengan lembaga pemberi pinjaman namun itu bukanlah alasan. Denda yang akan dibebankan ketika terjadi keterlambatan dalam pembayaran tagihan akan memberatkan keuangan usaha Anda.

Hal yang sama juga berlaku untuk pembayaran pajak, keterlambatan pembayaran pajak juga bisa menimbulkan denda dan masalah serius pada usaha Anda.

5. Susun pembukuan dan pengecekan aset dengan rapi

Hal penting lainnya yang harus diperhatikan adalah adanya pembukuan yang jelas untuk semua urusan keuangan bisnis. Dengan begitu kita bisa mengetahui pemasukan, pengeluaran, tagihan maupun pinjaman dengan mudah. Dijaman sekarang ini juga telah tersedia berbagai macam sistem untuk mebantu bisnis seperti aplikasi pembukuan toko serta online invoice dari Mekari Jurnal untuk UMKM yang bisa Anda gunakan.

Selain pembukuan, hal penting yang harus dilakukan adalah mengecek aset yang dimiliki baik jumlah maupun kondisinya. Pastikan tidak ada aset yang hilang agar tidak membebani keuangan bisnis untuk membeli aset yang baru. Begitu juga untuk aset yang rusak agar bisa diketahui secepat mungkin agar bisa segera dilakukan perbaikan.

6. Bersikap realistis

Tentu kita boleh-boleh saja merencanakan segala sesuatu untuk bisnis atau usaha kita, namun jangan sampai kita tidak mempertimbangkan kondisi dan situasi yang ada.

Mempunyai ambisi yang kuat juga harus dibarengi dengan kemampuan untuk membuat keputusan yang rasional dari kondisi yang ada. Buatlah target yang realistis untuk bisnis yang Anda jalankan, berkembanglah sesuai dengan kemampuan yang Anda miliki.

Kategori : Dunia UKM

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo