Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Aset Tetap vs Aset Tidak Tetap: Pengertian, Contoh, dan Perbedaan untuk Laporan Keuangan yang Akurat

Tayang
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Aset tetap dan aset tidak tetap memiliki karakteristik berbeda dalam akuntansi, terutama dari segi bentuk fisik, tujuan penggunaan, serta metode pengakuan biaya seperti penyusutan dan amortisasi
  • Aset tetap merupakan sumber daya berwujud yang digunakan untuk operasional jangka panjang, seperti tanah, bangunan, mesin, dan kendaraan yang disusutkan selama masa manfaatnya
  • Aset tidak tetap umumnya berbentuk tidak berwujud atau investasi strategis, seperti paten, merek dagang, goodwill, dan investasi jangka panjang yang memberikan nilai ekonomi masa depan bagi perusahaan

Aset merupakan sumber daya milik perusahaan yang diharapkan bisa memberikan manfaat ekonomi yang menguntungkan di masa depan.

Dalam struktur laporan keuangan, aset menjadi indikator penting ketika menilai kesehatan likuiditas dan solvabilitas bisnis.

Setiap aset dikategorisasikan menjadi dua sesuai karakteristik dan tingkat likuiditasnya, yaitu aset tetap dan aset tidak tetap, apa perbedaannya?

Berdasarkan studi dari klien kami menemukan bahwa mengadopsi software akuntansi bisa memangkas waktu pembuatan laporan keuangan sebesar 50%

Di dalam artikel Mekari Jurnal berikut ini akan memaparkan perbedaan antara aset tetap dan aset tidak tetap berdasarkan perspektik akuntansi dan keuangan bisnis.

Apa Itu Aset Tetap?

Aset tetap dikenal juga dengan jenis aktiva tidak lancar, yang dimiliki oleh perusahaan untuk dimanfaatkan pada setiap kegiatan operasional jangka panjang.

Beberapa contoh dari aset tetap yang dimiliki perusahaan adalah tanah, bangunan, mesin, kendaraan, dan peralatan.

Karakteristik utama aset tetap, yaitu:

  • Biasa digunakan/ dimanfaatkan lebih dari satu periode akuntansi (lebih dari 12 bulan)
  • Aset yang tidak untuk diperjualbelikan, namun untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan
  • Memiliki nilai yang dapat menyusut
  • Memiliki nilai perolehan material yang bisa diukur secara andal

Adapula regulasi yang mengaturnya terdapat pada PSAK 216 menggantikan PSAK 16 yang secara lebih efektif dan ketat mengatur pengakuan awal, pengukuran setelah pengakuan, hingga penghentian pengakuan aset tetap.

Hal ini berkaitan dengan metode depresiasi atau penyusutan yang mengalokasikan beban biaya perolehan aset tetap secara sistematis selama masa manfaatnya.

Baca Juga: Jenis Aktiva dalam Akuntansi yang Harus Anda Ketahui

Apa Itu Aset Tidak Tetap?

Aset tidak tetap dikenal juga dengan aset tidak lancar yang tidak memiliki wujud fisik dan mencakup aset keuangan dengan tujuan strategis di luar operasional harian.

Contoh-contoh aset tidak berwujud ini, mulai dari hak cipta, paten, lisensi waralaba, goodwill, dan merek dagang.

Walaupun tidak memiliki bentuk fisik, aset tidak tetap memiliki peran yang cukup vital dalam menentukan nilai pasar sebuah pasaran, terlebih di era ekonomi berbasis pengetahuan saat ini.

Beberapa karakteristik aset tidak tetap:

  • Tidak ada bukti fisik sehingga perlu pembuktian melalui dokumen legal, kontrak, atau sertifikat pendaftaran
  • Aset tersebut dapat dipisahkan dari entitas atau timbul dari hak kontraktual atau hak hukum lainnya
  • Perusahaan memiliki kekuatan untuk memperoleh manfaat ekonomis masa depan dan membatasi akses dari pihak lain
  • Aset tak berwujud dengan umur manfaat terbatas harus diamortisasi selama periode manfaatnya

Investasi jangka panjang melalui kepemilikan saham pada perusahaan lain juga diklasifikasikan sebagai aset tidak tetap karena mendapatkan kenaikan nilai atau pendapatan sewa.

Namun, beberapa jenis aset tidak tetap, seperti goodwill, tidak bisa diamortisasi secara periodik dan hanya bisa diuji penurunan nilainya setiap tahun.

Baca Juga: Jurnal Amortisasi: Pengertian, Cara Mencatat & Contoh Kasus Lengkap

Perbedaan Aset Tetap dan Aset Tidak Tetap

Jika melihat dari pendekatan akuntansi, baik aset tetap dan aset tidak tetap memiliki langkah pencatatan jurnal, pengakuan beban di laporan laba rugi, hingga penyajiannya di neraca yang berbeda.

Jika dirangkum lebih dalam, perbandingan karakteristik antara aset tetap dan aset tidak tetap melalui beberapa aspek akan terlihat pada tabel berikut.

infografis tabel perbandingan perbedaan aset tetap dan aset tidak tetap

Contoh Penerapan dalam Neraca

Penyajian aset tetap dan aset tidak tetap dalam neraca mengikuti prinsip transparansi dan konsistensi, di mana bagian sisi neraca akan terbagi menjadi dua kategori besar: aset lancar dan aset tidak lancar.

Adapun, aset tetap dan tidak tetap akan masuk ke aset tidak lancar karena memiliki karakteristik masa manfaat melebihi satu tahun.

Untuk contohnya, simak ilustrasi tabel neraca perusahaan manufaktur berikut:

Aset Tidak Lancar
Aset Tetap
Tanah 800.000.000
Bangunan 1.500.000.000
Mesin dan Peralatan 2.200.000.000
Kendaraan 450.000.000
Akumulasi Penyusutan (1.200.000.000)
Total Aset Tetap (Neto) 3.750.000.000
Aset Tidak Tetap
Paten dan Hak Cipta 300.000.000
Goodwill 500.000.000
Investasi Jangka Panjang 750.000.000
Total Aset Tidak Tetap 1.550.000.000
Total Aset Tidak Lancar 5.300.000.000

Berdasarkan dari neraca keuangan tersebut, telihat bahwa aset tetap mendominasi porsi aset tidak lancar di mana ini wajar bagi perusahaan manufaktur.

Adapun aset tidak tetap seperti goodwill dan investasi jangka panjang memberikan nilai tambah strategis.

Baca Juga: Laporan Neraca Perusahaan Dagang: Pengertian, Cara Membuat dan Contoh Laporan Lengkap

Tips Praktis Mengelola Aset dalam Bisnis

Untuk mengelola aset dengan baik dalam laporan keuangan, berikut beberapa tips praktis yang bisa langsung diterapkan:

  • Langsung tentukan masa manfaat aset sejak awal, jika lebih dari 12 bulan maka masukkan ke aset tetap
  • Pisahkan aset dari beban dalam sistem pencatatan dengan tepat, tetapkan ambang batas nilai untuk menentukan yang dicatat sebagai aset
  • Dokumentasikan setiap aset dengan detail dan aman untuk memudahkan proses audit dan penyusutan
  • Lakukan review secara berkala untuk mengidentifikasi aset yang tidak produktif atau perlu dihapusbukukan dari neraca
  • Manfaatkan fitur-fitur di dalam software akuntansi terintegrasi untuk efisiensi operasional dan meminimalisir risiko human error

Kesimpulan

Aset tetap dan aset tidak tetap merupakan dua kategori dalam neraca perusahaan yang penting untuk dicatat secara akurat, karena berpengaruh terhadap nilai dari perusahaan.

Ingin kelola aset tetap dan aset lainnya secara profesional dan otomatis? Dengan Mekari Jurnal, software akuntansi berbasis cloud bagian dari ekosistem software terintegrasi Mekari, membantu mencatat aset lebih rapi dan menyusun laporan keuangan selalu akurat.

Mekari Jurnal dapat membantu dalam menyimpan dokumen digital, menyediakan dasbor aset real-time, penyusutan otomatis, serta integrasi dengan perpajakan.

Coba GRATIS sekarang juga!

Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

Kamus PSAK Balancio, “PSAK 216 — Aset Tetap”.

Investopedia, “Current Assets vs. Fixed Assets: What’s the Difference?”.

Accounting Coach, “What is the difference between fixed assets and noncurrent assets?”.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami