Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Analisis Horizontal dan Vertikal Laporan Keuangan: Pengertian, Contoh dan Perbedaannya

Tayang
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Analisis horizontal laporan keuangan membandingkan akun yang sama dari dua periode atau lebih untuk mengidentifikasi tren pertumbuhan, penurunan, serta anomali operasional seperti penurunan laba di tengah kenaikan pendapatan
  • Perbedaan kedua analisis ini terletak pada orientasi datanya: horizontal berfokus pada perubahan antar periode (dinamis), sedangkan vertikal menekankan proporsi akun dalam satu periode (statis)
  • Menggabungkan analisis horizontal dan vertikal memberikan wawasan komprehensif tentang tren laporan keuangan sekaligus struktur modal dan efisiensi biaya
  • Transformasi digital dan teknologi yang semakin canggih mendukung proses analisis berbasis AI yang lebih cepat, akurat, dan menghasilkan insight berbasis data, seperti Airene yang dihadirkan oleh Mekari Jurnal

Analisis laporan keuangan membantu decision maker, analis keuangan, maupun pemakai informasi akuntansi untuk menilai kesehatan finansial serta kinerja operasional secara menyeluruh.

Tanpa analisis yang tajam, data yang tercantum di laporan keuangan, seperti neraca dan laba-rugi, tidak memberikan wawasan yang berarti untuk keputusan strategis.

Untuk mendapatkan data informasi yang bernilai tersebut, maka profesional keuangan mengenal dua pendekatan metode, yaitu analisis horizontal dan analisis vertikal.

Studi dari klien kami menunjukkan bahwa memanfaatkan software akuntansi dapat memproses laporan keuangan yang dibuat secara instan dalam hitungan detik dan 100% akurat.

Kedua pendekatan ini memberikan gambaran yang berbeda dalam melihat struktur modal, efisiensi, dan tren pertumbuhan pada laporan keuangan.

Untuk memahami lebih dalam mengenai kedua analisis laporan keuangan ini secara lebih dalam, simak penjelasannya dalam artikel Mekari Jurnal berikut ini.

Pentingnya Analisis Laporan Keuangan dalam Ekosistem Bisnis Modern

Transformasi digital telah mengubah lanskap dan cara pandang pelaku bisnis dalam melihat data keuangan.

Analisis laporan keuangan berperan dalam mengidentifikasi perkembangan perusahaan di masa depan, melalui tren pertumbuhan, potensi risiko likuiditas, dan efisiensi struktur biaya secara proaktif.

Khususnya dalam sektor B2B dan manufaktur, pendekatan ini menjadi bagian penting ketika melakukan mitigasi risiko kredit pelanggan serta mengevaluasi efisiensi rantai pasok.

Banyak studi dan riset yang menunjukkan perusahaan mampu mengambil keputusan strategis secara lebih cepat dan akurat setelah memantau kinerja keuangan secara mendalam.

Strategi ini semakin relevan ketika adopsi teknologi akuntansi yang semakin meningkat, membantu berbagai entitas menginterpretasikan data keuangan dengan lebih efektif.

Setelah Anda mengetahui pentingnya analisis laporan keuangan, kini pahami lebih dalam kedua metodenya, yaitu analisis horizonal dan vertikal laporan keuangan.

Baca Juga: 4 Metode Analisis Laporan Keuangan, Ini Jenisnya!

Pengertian Analisis Horizontal Laporan Keuangan

Analisis horizontal adalah sebuah teknik dalam mengevaluasi kinerja keuangan dengan membandingkan akun yang sama dari dua periode atau lebih.

Fokus dari metode ini untuk melihat pertumbuhan atau menurunnya tren dari waktu ke waktu.

Secara teknis, analisis horizontal membutuhkan sebuah periode sebagai dasar penentuan data (base year) agar bisa mengukur perubahan yang terjadi pada periode-periode lainnya.

Beberapa analisis yang mungkin pernah Anda dengar dan terkait dengan pendekatan ini, seperti year-on-year (YoY) atau quarter-on-quarter (QoQ).

Melalui pendekatan ini, bisnis dapat mengidentifikasi strategi bisnis, menjaga efisiensi operasional, serta mendeteksi fenomena yang tidak wajar terhadap target jangka panjang.

Pengertian Analisis Vertikal Laporan Keuangan

Analisis vertikal merupakan teknik analisis laporan keuangan yang dilakukan dengan cara membedah struktur internal laporan dalam satu periode tertentu.

Proses dimulai dengan menjadikan setiap pos laporan sebagai persentase dari sebuah angka total yang ditetapkan sebagai basis 100 persen.

Pada laporan laba rugi, total penjualan atau pendapatan bersih biasanya digunakan sebagai basis, sedangkan pada neraca, total aset (atau total liabilitas dan ekuitas) menjadi dasar perhitungannya.

Melalui pendekatan ini, bisnis melihat komposisi aset lancar terhadap aset tetap, atau porsi utang jangka pendek dalam struktur modal perusahaan yang memberikan pemahaman mengenai profil likuiditas dan solvabilitas perusahaan.

Baca Juga: Contoh Cara Melakukan Analisis Transaksi Akuntansi Bagi Pemula

Tujuan dan Manfaat Masing-Masing Analisis

analisis horizontal dan vertikal laporan keuangan

Masing-masing analisis memiliki tujuan utamanya tersendiri ketika diimplementasikan.

Tujuan Analisis Horizontal

Tujuan dari analisis horizontal untuk melihat tren, pertumbuhan, dan perubahan dari waktu ke waktu berjangka panjang.

Manfaat yang dirasakan oleh perusahaan karena analisis ini adalah:

  • Memahami pola pertumbuhan pendapatan dan laba untuk kebutuhan penyusunan strategis keuangan
  • Mengidentifikasi anomali operasional, seperti beban atau penurunan pendapatan yang tidak wajar untuk dievaluasi lebih dalam
  • Menilai dan mengukur efektivitas dari kebijakan terbaru terhadap operasional dan biaya secara bertahap

Tujuan Analisis Vertikal

Analisis vertikal diterapkan dengan tujuan untuk melihat struktur proporsional di dalam satu periode tunggal secara lebih dalam ke struktur dan komposisi keuangan.

Hal ini memberikan manfaat signifikan, mulai dari:

  • Membandingkan struktur biaya perusahaan dengan kompetitor atau standar industri yang relevan
  • Mengidentifikasi akun pengeluaran yang mempengaruhi inefisiensi struktural keuangan, yang seringkali tersembunyi
  • Menilai kesehatan struktur pendanaan dengan melihat proporsi ekuitas terhadap total liabilitas untuk penilaian solvabilitas jangka panjang
  • Menyederhanakan laporan keuangan yang rumit menjadi lebih mudah dicerna oleh pemakai informasi akuntansi

Perbedaan Analisis Horizontal dan Vertikal

Meskipun keduanya melakukan proses analisis ke subjek yang sama, profesional keuangan harus memahami perbedaan dari keduanya untuk memilih metode yang paling relevan sesuai kebutuhan perusahaan.

Untuk melihat perbandingannya, simak ulasan perbedaan antara analisis horizontal dan vertikal dalam tabel berikut:

Karakteristik Analisis Horizontal Analisis Vertikal
Fokus Utama Perubahan lintas periode (Dinamis) Proporsi dalam satu periode (Statis)
Output Tren dan persentase pertumbuhan/  penurunan Persentase common size terhadap total
Dasar Perbandingan Tahun Dasar (Base Year) yang dipilih Akun total (Total Penjualan atau Total Aset)
Data yang Dibutuhkan Minimal dua periode laporan atau lebih Dapat dilakukan hanya dengan satu periode
Kegunaan Utama Menilai pertumbuhan dan stabilitas jangka panjang Menilai struktur biaya dan kesehatan neraca
Orientasi Data Perbandingan antar tahun/ bulan/ kuartal Hubungan antar akun dalam satu laporan
Istilah Populer Trend Analysis, Time Series Analysis Common Size Analysis

Dari tabel perbandingan tersebut, bisa kita ambil kesimpulan bahwa analisis horizontal lebih tepat untuk menjawab pertanyaan “ke mana arah perusahaan ini?“, sedangkan analisis vertikal untuk menjawab pertanyaan “bagaimana kondisi struktur perusahaan saat ini?“.

Baca Juga: Analisis DuPont: Pengertian, Rumus, Contoh, dan Komponen

Contoh Perhitungan Analisis Horizontal dan Vertikal

Untuk lebih mudah memahami bagaimana cara analisis horizontal dan vertikal dilakukan untuk laporan keuangan, simak studi kasus berikut ini.

Contoh ini akan menggunakan laporan keuangan yang dipublikasikan oleh PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) untuk tahun fiskal 2024.

Perusahaan ini bergerak dalam sektor retail di Indonesia dengan karakteristik operasional dengan volume transaksi tinggi dengan margin keuntungan yang tipis.

Dari laporan konsolidasi tahun 2024 yang telah diaudit, kita coba analisis melalui perspektif horizontal dan vertikal.

Implementasi Analisis Horizontal

Analisis horizontal diterapkan dengan membandingkan kinerja perusahaan dari tahun 2024 dengan tahun 2023.

Tujuannya adalah untuk melihat tingkat pertumbuhan tahunan (Year-on-Year).

Pos Laba Rugi 2024 (Rp Triliun) 2023 (Rp Triliun) Pertumbuhan (YoY)
Pendapatan Bersih 118,2 106,9 +10,6%
Laba Bruto 25,4 23,1 +10,0%
EBITDA 8,5 8,3 +2,4%
Laba Bersih 3,15 3,40 -8,8%

Berdasarkan analisis yang dilakukan, terdapat beberapa wawasan yang didapatkan.

Salah satunya terdapat anomali di mana walaupun pendapatan tumbuh signifikan sebesar 10,6 persen, laba bersih justru mengalami penurunan sebesar 8,8 persen.

Ini mengindikasikan bahwa perusahaan menghadapi kenaikan beban, baik dalam bentuk beban operasional, bunga, atau pajak, yang melampaui pertumbuhan penjualannya.

Fenomena ini sering terjadi pada perusahaan yang sedang melakukan ekspansi secara masif, di mana biaya awal investasi dan operasional meningkat sebelum menghasilkan profitabilitas yang optimal.

Baca Juga: Cara Menghitung Analisa Z-Score dalam Keuangan Perusahaan

Implementasi Analisis Vertikal

Selanjutnya, analisis dilakukan berdasarkan perspektif vertikal. Analisis ini dimulai dengan menggambarkan struktur biaya AMRT 2024 dengan total pendapatan sebesar Rp118,2 triliun dan total aset sebesar Rp38,8 triliun.

Lalu, analisis vertikal dari laporan laba rugi:

Data ini menunjukkan bahwa model bisnis perusahaan bergantung pada efisiensi skala, di mana setiap Rp100 yang dibelanjakan pelanggan, perusahaan hanya mendapatkan Rp2,6 sebagai laba bersih setelah menutupi seluruh biaya pengadaan barang dan operasional toko.

Selanjutnya, analisis vertikal neraca pada struktur aset:

  • Kas dan Setara Kas: Rp4,8 Triliun (12,4% dari total aset)
  • Persediaan Barang Dagang: Rp11,7 Triliun (30,2% dari total aset)
  • Aset Tetap Netto: Rp9,0 Triliun (23,2% dari total aset)

Analisis vertikal dari neraca mengungkapkan bahwa persediaan menjadi aset terbesar (30,2%) karena ini merupakan karakteristik dasar dari bisnis retail.

Namun, ini juga memproyeksikan risiko penurunan nilai di masa depan jika tidak dikelola dengan sistem inventori yang optimal.

Tips Praktis Menggunakan Analisis ini

Bagi Anda yang hendak ingin menerapkan kedua analisis ini agar berjalan optimal dan tepat, terdapat beberapa tips praktis yang bisa diterapkan ketika menjalankannya.

Beberapa tips yang meningkatkan efektivitas analisis, yaitu:

  • Kombinasikan kedua teknik ketika analisis laporan keuangan dilakukan untuk mendapatkan wawasan keuangan yang lebih laus dan dalam
  • Pastikan menggunakan basis tahun yang relevan dengan operasional normal dan jauh dari anomali besar sebagai perbandingan utama
  • Fokus pada akun bernilai tinggi, misalkan pada sektor manufaktur yang ditemukan pada HPP dan persediaan, dan juga sektor jasa pada beban gaji dan beban operasional umum

Baca Juga: Panduan Lengkap untuk Analisa Laporan Keuangan Menggunakan AI

Kesimpulan

Analisis horizontal dan vertikal laporan keuangan adalah dua teknik yang saling melengkapi dalam teknik analisis laporan keuangan.

Teknik ini semakin efektif ketika perusahaan mengkombinasikan analisis dengan transformasi digital dengan kecepatan akses dan ketepatan navigasi risiko dan peluang bisnis.

Salah satu fitur yang semakin mendukung teknik ini adalah penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang bisa menjadi asisten virtual bagi para profesional keuangan.

Fitur analisis berbasis AI ini turut dihadirkan oleh Mekari Jurnal sebagai software akuntansi dan operasional bisnis bagian dari ekosistem software terintegrasi Mekari.

Fitur ini dikenal dengan Airene yang membantu perusahaan dalam merangkum laporan laba rugi dan arus kas menjadi poin-poin wawasan penting yang mudah dipahami oleh siapapun.

Selain itu, wawasan ini juga bisa menjadi rekomendasi strategis berbasis data untuk perencanaan strategis keuangan dan operasional berdasarkan performa perusahaan.

Coba GRATIS sekarang dan tingkatkan kecerdasan finansial bisnis Anda hari ini!

Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

STIE-IBEK, “Analisis Komparatif Kinerja Keuangan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dan PT Indomarco Prismatama Berdasarkan Analisis Rasio Profitabilitas dan Rasio Solvabilitas Periode 2020–2022”.

Pressbooks, “Horizontal and vertical analysis”.

Indeed, “Horizontal Analysis vs. Vertical Analysis: What’s the Difference?”.

Mercury, “Understanding your startup’s finances through vertical and horizontal analysis”.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami