Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
10 min read

Mengenal Perbedaan Organisasi Profit dan Non Profit

Diperbarui
Di tulis oleh: Mekari Jurnal Aldean Moch Rafli

Highlights
  • Keduanya merupakan bagian dari organisasi bisnis, namun organisasi profit lebih berorientasi pada laba, sedangkan organisasi non-profit berorientasi pada misi sosial dan kemanusiaan
  • Pengelolaan dan sumber dana untuk aktivitas operasional juga berbeda, di mana organisasi profit fokus pada pendapatan dari penjualan produk atau jasa, sementara organisasi non-profit bergantung pada donasi, bantuan, atau dana CSR untuk menjalankan kegiatannya
  • Baik organisasi profit maupun non-profit membutuhkan sistem keuangan yang transparan dan efisien untuk memastikan keberlanjutan operasional serta akuntabilitas kepada pemangku kepentingan

Organisasi profit dan non profit adalah bagian dari organisasi. Nah, berbicara tentang organisasi, pasti Anda sudah tidak asing dengan istilah itu, bukan?

Membicarakan soal organisasi profit dan non profit, pasti ada kaitannya dengan bisnis, sehingga keduanya merupakan bagian dari organisasi bisnis.

Sebenarnya, organisasi bisnis bisa dikelompokkan dari jenis usaha yang digeluti, bentuk izin usaha, modal yang dimiliki, dan sebagainya.

Untuk organisasi profit dan non profit, keduanya merupakan penggolongan organisasi bisnis berdasarkan keuntungan yang akan didapatkan oleh setiap anggotanya.

Lantas, apa perbedaan antara organisasi profit dan non profit? Berikut ini akan kami paparkan ulasan selengkapnya mengenai konsep dari organisasi bisnis termasuk halnya organisasi profit dan non profit.

Apa itu Organisasi?

Secara umum, organisasi adalah suatu wadah yang digunakan sekumpulan orang untuk dapat bekerja sama secara rasional serta sistematis, di mana dalam organisasi, akan ada seorang yang memimpin atau sistemnya terkendali untuk dapat mencapai tujuan tertentu, memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya.

Dalam dunia bisnis, organisasi adalah sekelompok orang yang berkolaborasi, bekerja sama untuk mencapai tujuan secara komersial dengan budaya pekerjaan yang khusus dan struktur yang jelas.

Kemudian, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, organisasi bisnis adalah suatu organisasi yang bergerak di bidang ekonomi dengan tujuan yaitu dapat memperoleh keuntungan ataupun profit sebanyak-banyaknya dan semaksimal mungkin.

Sehingga organisasi bisnis ini dikatakan masuk dalam kategori organisasi komersial atau sering menghasilkan profit, bisa juga disebut sebagai macam-macam badan usaha, organisasi laba, organisasi niaga, dan sebagainya. Terlepas dari nama-nama lain yang ada, yang penting profit dan komersial.

Berbicara mengenai organisasi bisnis, Anda pasti tahu soal organisasi profit dan non profit, bukan?

Baca Juga: Penerapan Sistem Akuntansi Untuk Yayasan Pendidikan Mudahkan Pengelolaan Keuangan

Ciri-Ciri dan Tujuan Organisasi

Ciri-ciri secara umum memiliki sekurang-kurangnya dua orang atau lebih anggota untuk dapat menjalankan organisasi tersebut dan setiap anggotanya harus saling bekerja sama, memiliki tujuan yang akan dicapai bersama sehingga jelas pula kegiatan yang akan dilakukan, memiliki peraturan kepentingan setiap anggota dalam organisasi, serta adanya pembagian tugas yang sinergis dan sesuai kebutuhan pekerjaan.

Dengan begitu, anggota organisasi dan pemimpinnya, kerja sama, tujuan, lingkungan pendukung, peralatan, dan komunikasi adalah unsur-unsur yang harus ada dalam organisasi.

Jika membicarakan soal perusahaan bisnis, dalam praktiknya, perusahaan bisnis biasanya mengambil satu dari tiga bentuk perusahaan pada umumnya, yakni perorangan, kemitraan, dan koperasi atau perseroan terbatas.

Namun dalam pengoperasiannya, ada beberapa unsur atau komponen yang ‘harus ada’ dalam pembentukan organisasi bisnis, yaitu:

  1. Pasar, di mana ada konsumen sebagai pengguna produk atau jasa perusahaan secara langsung dan ada produsen dari perusahaan. Pasar terbagi ke dalam beberapa bentuk, misalnya persaingan sempurna, monopoli, duopoli, dan oligopoli.
  2. Perusahaan dan komponen yang terkait (manajemen perusahaan level bawah hingga atas, pabrik, divisi fungsional, pemasaran, SDM, keuangan, operasi, dan sebagainya).
  3. Komponen eksternal, yaitu kondisi yang memengaruhi jalannya organisasi namun tidak dapat dikendalikan oleh pasar maupun faktor internal, misalnya dari politik, lingkungan, ekonomi, sosial, dan sebagainya. Bisa datang juga dari kompetitor dengan produk atau jasa serupa yang dianggap lebih baik oleh pasar.
  4. Perubahan, yang harus diterima oleh perusahaan tersebut, bisa dijadikan peluang, bisa juga dijadikan ancaman bagi perusahaan. Intinya perusahaan itu harus siap akan segala perubahan yang ada.

Lalu, dalam pengoperasian perusahaan bisnis, ada dua bentuk bisnis yang bisa dijalankan. Pertama, barang (manufaktur), bisa dilihat secara fisik. Kedua, jasa, bisa dirasakan secara langsung oleh pengguna jasa.

Secara umum, tujuan dari adanya organisasi adalah dapat meningkatkan kemandirian serta kemampuan dari setiap sumber daya yang ada di dalamnya, sebagai wadah pengembangan diri bagi individu, wadah untuk memiliki kekuasaan dan fungsi pengawasan.

Tidak hanya itu membantu setiap individu agar dapat memanfaatkan waktu luangnya secara lebih berdampak dan bermanfaat, wadah yang akan membantu setiap anggota dalam mencari keuntungan secara bersama-sama dengan adanya kerja sama, hingga tercapainya tujuan secara efisien dan efektif sesuai tujuan yang telah ditetapkan bersama-sama dalam suatu organisasi.

Baca Juga: Contoh Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba Sederhana: Panduan dan Download Format PDF

Pengertian Organisasi Profit dan Non Profit

Organisasi profit adalah suatu bentuk kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk dapat mencapai tujuan bersama, yaitu untuk menghasilkan laba.

Untuk itu, organisasi profit ini menyediakan atau menghasilkan produk barang ataupun jasa guna memperoleh hasil atau laba sesuai dengan keinginan mereka sebagai pemilik organisasi tersebut. Intinya, organisasi ini bersifat satu kesatuan usaha yang utuh dan berorientasi kepada laba.

Dalam hal orientasinya untuk mendapatkan laba, jangka waktu kegiatan operasional suatu perusahaan akan dapat diketahui melalui anggaran dasar yang telah dibuat oleh perusahaan itu sendiri.

Selain itu, organisasi profit ini dapat dibubarkan/dilikuidasi sewaktu-waktu apabila tidak mampu memperoleh keuntungan lagi dan terus-menerus menderita kerugian sehingga modal yang didapatkan menjadi sangat berkurang.

Contoh organisasi profit ini adalah lebih ke perusahaan manufaktur makanan dan minuman. Misalnya PT Indofood Sukses Makmur Tbk, di mana perusahaan ini dimiliki oleh Sudono Salim dan didirikan sejak tahun 1972, dengan sumber dana dari investor.

Berbagai produk yang dihasilkan Indofood pun juga tak asing lagi di berbagai pasar di Indonesia, seperti minuman, snack, indomie, kecap, bumbu masakan, minyak goreng, dan sebagainya.

Tujuan pendirian Indofood ini jelas, yaitu untuk menghasilkan laba dan memenuhi kebutuhan masyarakat pada umumnya.

Sementara itu, organisasi non profit adalah suatu organisasi yang bertujuan pokok untuk mendukung suatu perihal atau isu dalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersil, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal apapun terkait laba atau untung atau yang bersifat moneter.

Berbeda dengan organisasi profit, tujuan utama dari organisasi non profit bukanlah semata-mata mencari laba saja, tetapi untuk mewujudkan perubahan baik pada individu maupun komunitas.

Organisasi non profit menjadikan sumber daya manusia sebagai aset paling berharga karena seluruh aktivitas dijalankan dari, oleh, dan untuk manusia. Tidak ada kepemilikan khusus seperti halnya organisasi profit, sehingga tidak dapat dijual, ditebus, atau dialihkan, dan tidak dapat dibubarkan secara mudah.

Contoh organisasi profit di sini adalah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), yang didirikan oleh perorangan atau sekelompok orang yang memberikan pelayanan kepada masyarakat secara sukarela tanpa bertujuan untuk meraih keuntungan apapun.

Kegiatan hanya dilakukan berorientasi kepada masyarakat umum saja. Misalnya saja, LSM Wisata, di bidang pariwisata yang mendorong pelestarian berbagai objek wisata alam, seni kebudayaan tradisional, kebudayaan nenek moyang yang potensial, dan sebagainya, dengan harapan dapat meningkatkan keingintahuan para turis mancanegara untuk datang ke Indonesia.

Baca Juga: Memahami Akuntansi Entitas Non Laba: Definisi, Contoh, dan Format Laporan

Perbedaan Organisasi Profit dan Non Profit

Lalu, apa perbedaan dari organisasi profit dan non profit?

Perbedaan pertama, bisa dilihat dari tujuan operasi. Organisasi profit jelas memproduksi barang dan jasa untuk keuntungan mereka sendiri dan kelangsungan bisnis mereka ke depannya.

Sedangkan organisasi non profit memiliki bentuk kegiatan produksi barang dan jasa yang lebih ditujukan untuk pembiayaan kegiatan serta misi, bukan untuk keinginan pribadi semata.

Pada perbedaan yang kedua, bisa dilihat dari komponen pembiayaan. Organisasi profit menyandarkan biaya kegiatannya dengan komoditas atau jasa yang dijual, dan biasanya perusahaan-perusahaan tersebut berdiri dengan adanya pembiayaan dari saham dan sebagainya.

Sedangkan organisasi non profit tidak hanya menyandarkan biaya kegiatannya dengan menjual komoditas atau jasa yang dimilikinya, melainkan ada jalur pembiayaan lain seperti dari yayasan tertentu, donasi online atau crowdfunding, dan bantuan dari pemerintah.

Sering kali organisasi non profit yang ada merupakan bagian dari yayasan yang didirikan oleh organisasi profit sebagai bentuk responsibilitas terhadap komunitas sosial, dengan pendanaan utama dari dana CSR perusahaan tersebut, misalnya Tanoto Foundation dan Djarum Foundation.

Kemudian, perbedaan ketiga, bisa dilihat dari staf. Organisasi profit cenderung akan merekrut karyawan sebagai tenaga kerja yang akan digaji.

Sehingga, karyawan dituntut untuk memiliki kreativitas dan produktivitas yang tinggi sedemikian rupa sehingga mampu meningkatkan pendapatan perusahaan, dan mereka yang berhasil mencapai level tinggi di manajemen tidak jarang ditawari sebagai bagian dari kepemilikan saham perusahaan.

Sementara itu, organisasi non profit sangat mengandalkan relawan (ada kalanya dibayar, dan ada kalanya tidak alias benar-benar sukarela), dan relawan ini lebih didorong untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, bukan sekadar menunjukkan kreativitas dan produktivitas tinggi.

Lalu, untuk perbedaan yang keempat, bisa dilihat dari proses rekrutmen karyawan dari organisasi tersebut. Organisasi profit cenderung merekrut tenaga kerja melalui job fair, online vacancies, dan sebagainya.

Sementara organisasi non profit merekrut tenaga kerja dengan cara yang demikian, ditambah dengan cara-cara lain melalui akun-akun khusus kerelawanan seperti Indorelawan, volunteering, dan sebagainya.

Selanjutnya, pada perbedaannya yang kelima, Anda bisa lihat sendiri dari segi keragaman pelanggan. Organisasi profit biasanya sudah mendefinisikan karakteristik pangsa pasar mereka sendiri demi membentuk komunikasi yang baik antara perusahaan dengan calon pelanggan.

Organisasi non profit tidak menargetkan pangsa pasar tertentu, melainkan hanyalah masyarakat luas yang bersedia membantu mereka dalam menjalani misi-misi mereka.

Kemudian, untuk perbedaan yang keenam, Anda bisa lihat dari budaya organisasinya. Tolok ukur keberhasilan kinerja yang dapat diukur di organisasi profit adalah melalui KPI (Key Performance Indicator), apakah mereka bisa setara atau melebihi target yang ditetapkan di KPI.

Sementara itu, organisasi non profit juga memiliki target dan KPI, tetapi umumnya lebih menekankan pada dampak yang diterima oleh lingkungan dan masyarakat karena adanya misi yang mereka lakukan untuk menuntaskan masalah yang ada.

Terakhir, atau perbedaan ketujuh, Anda bisa lihat dari proses pembayaran pajak. Organisasi profit harus membayar pajak atau jika tidak, perusahaan maupun karyawannya dapat dikenai denda atau sanksi hukum.

Sementara itu, organisasi non profit tidak perlu membayar pajak, dan dana perusahaan yang digunakan untuk kegiatan CSR tidak terhitung sebagai komponen pajak.

Untuk memahami perbedaan keduanya dengan lebih ringkas dan praktis, berikut terdapat ringkasannya dalam bentuk tabel perbandingan organisasi profit dan non-profit.

No Aspek Perbedaan Organisasi Profit Organisasi Non-Profit
1 Tujuan Operasi Berorientasi untuk menghasilkan keuntungan (laba) dan menjaga kelangsungan bisnis rorientasi pada misi sosial, kemanusiaan, atau lingkungan tanpa fokus pada laba pribadi
2 Sumber Pembiayaan Bersumber dari hasil penjualan barang/jasa, saham, dan modal investor Bersumber dari donasi, yayasan, bantuan pemerintah, crowdfunding, atau dana CSR
3 Staf/ Tenaga Kerja Menggunakan karyawan tetap yang digaji dan berorientasi pada produktivitas serta profitabilitas Mengandalkan relawan (sukarela atau berbayar ringan) dengan orientasi pada dampak sosial dan lingkungan
4 Proses Rekrutmen Melalui job fair, lowongan daring (online vacancies), dan proses profesional HR Selain rekrutmen umum, juga melalui platform relawan seperti Indorelawan, Volunteering, dan sejenisnya
5 Pelanggan/ Penerima Manfaat Menargetkan pangsa pasar tertentu untuk menciptakan loyalitas dan keuntungan Tidak menargetkan pasar tertentu; fokus pada masyarakat luas yang ingin berpartisipasi dalam misi sosial
6 Budaya Organisasi dan Tolok Ukur Kinerja Keberhasilan diukur melalui Key Performance Indicator (KPI) yang berfokus pada target laba dan efisiensi bisnis Keberhasilan diukur berdasarkan dampak sosial, lingkungan, dan ketercapaian misi organisasi
7 Pajak dan Regulasi Wajib membayar pajak sesuai ketentuan; pelanggaran dapat dikenai denda atau sanksi hukum Umumnya tidak wajib membayar pajak serta dana CSR dan donasi tidak termasuk komponen pajak

Baca Juga: Contoh dan Template Excel Laporan Keuangan Yayasan Pendidikan

Kesimpulan

Nah, setelah menyimak pembahasan selengkapnya mengenai organisasi profit dan non profit yang bisa dijadikan tempat berbisnis dari Anda sendiri.

Anda harus mengetahui bahwa setiap bisnis yang ada (organisasi profit dan non profit) membutuhkan laporan keuangan.

Untuk mendukung hal tersebut, Mekari Jurnal ERP hadir sebagai solusi terpadu yang dapat digunakan oleh kedua jenis organisasi.

Melalui fitur-fitur unggulannya seperti pencatatan transaksi otomatis, pembuatan laporan keuangan real-time, manajemen anggaran, serta pengelolaan aset dan inventori, Mekari Jurnal ERP membantu organisasi menjaga akurasi data keuangan dan efisiensi operasional.

Dengan sistem yang andal dan mudah digunakan, Mekari Jurnal ERP menjadi mitra terpercaya bagi organisasi profit untuk mengoptimalkan keuntungan, sekaligus bagi organisasi non-profit untuk memastikan setiap dana dan donasi dikelola secara transparan dan akuntabel.

Jika tertarik, Anda dapat menghubungi tim kami melalui WA dengan klik tombol di bawah ini.

Konsultasi Gratis dengan Mekari Jurnal Sekarang!

Dapatkan penawaran menarik serta uji coba gratis selama 7 hari secara langsung!

Cari tahu juga mengenai Software Akuntansi untuk Yayasan terbaik yang bisa Anda gunakan!

Kategori : Other

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami