Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Laporan Perubahan Aset Neto: Pengertian, Komponen, Format, dan Contohnya

Tayang
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Laporan perubahan aset neto menunjukkan pergerakan kekayaan bersih organisasi nirlaba secara transparan dan terstruktur
  • Pemisahan aset neto terbatas dan tidak terbatas membantu meningkatkan akuntabilitas penggunaan dana donor
  • Proses penyusunan meliputi saldo awal, surplus/defisit, dana masuk, pelepasan pembatasan, hingga saldo akhir
  • Implementasi sesuai ISAK 35 memastikan laporan keuangan nirlaba relevan, kredibel, dan mudah diaudit

Selain perusahaan yang memfokuskan aktivitas sehari-hari untuk menghasilkan laba yang sebesar-besarnya. Terdapat juga entitas organisasi yang menjalankan aktivitas tidak untuk memaksimalkan keuntungan pemilik saham, namun demi mencapai misi sosial yang lebih besar.

Yayasan pendidikan, lembaga sosial, organisasi keagamaan, rumah sakit nirlaba, hingga asosiasi profesi merupakan entitas merupakan entitas non-profit yang tidak menyajikan laporan perubahan ekuitas karena tidak ada pemilik saham, dividen, maupun laba yang dibagikan.

Entitas-entitas ini lebih mengenal istilah aset neto, yaitu selisih antara total aset dan total kewajiban organisasi yang bergerak naik atau turun setiap periode bergantung pada bagaimana dana diperoleh dan digunakan.

Penyusunan dan penyajian laporan perubahan aset neto merupakan aspek yang vital karena berkaitan dengan penggunaan dana. Hal ini juga berkaitan dengan banyaknya kasus sengketa tata kelola keuangan di yayasan dan organisasi nirlaba yang dipicu oleh pelaporan keuangan yang tidak transparan.

Untuk mengetahui peran, fungsi, serta bagaimana cara membuat laporan perubahan aset neto, simah selengkapnya dalam artikel Mekari Jurnal berikut.

Pengertian Laporan Perubahan Aset Neto

Laporan perubahan aset neto adalah laporan yang menyajikan perubahan nilai kekayaan bersih sebuah organisasi selama periode waktu tertentu.

Ukuran kekayaan bersih yang dimiliki oleh sebuah organisasi terlihat dari selisih antara total aset organisasi dikurangi total kewajibannya.

Inti dari laporan ini adalah menunjukkan saldo awal aset, mutasi selama periode berjalan (baik surplus atau defisit), hingga mencapai saldo akhir serta menjawab satu pertanyaan penting yakni “Apa yang terjadi dengan kekayaan bersih organisasi kita selama satu tahun ini, dan mengapa berubah?“.

Baca Juga: Penerapan Sistem Akuntansi Untuk Yayasan Pendidikan Mudahkan Pengelolaan Keuangan

Fungsi Laporan Perubahan Aset Neto

Terdapat beberapa fungsi mengapa entitas organisasi membutuhkan laporan perubahan aset neto, yaitu:

  • Menunjukkan Perubahan Kekayaan Bersih: Memberikan gambaran finansial melalui aset organisasi yang mengalami peningkatan atau penurunan
  • Mengukur Surplus atau Defisit: Merangkum hasil aktivitas operasional periode berjalan yang tercermin dalam selisih antara pendapatan dan beban
  • Menilai Penggunaan Dana dari Donor: Memastikan bahwa dana yang diberikan oleh donor dikelola sesuai amanah dan batasan yang ada
  • Meningkatkan Transparansi Keuangan: Memudahkan auditor dan pihak eksternal untuk melacak alur dana secara detail, sehingga meminimalisir risiko penyalahgunaan
  • Melihat Saldo Akhir Aset: Memberikan kepastian mengenai posisi dana yang tersedia untuk digunakan pada periode mendatang setelah memperhitungkan seluruh aktivitas berjalan

Komponen Laporan Perubahan Aset Neto

Sumber: China Daily

Untuk membentuk laporan perubahan aset neto yang ideal, diperlukan komponen-komponen yang melengkapi informasi yang dibutuhkan pengguna laporan dalam satu format pelaporan.

Komponen-komponen utama laporan ini, mencakup:

1. Aset Neto Tanpa Pembatasan

Aset neto tanpa pembatasan atau unrestricted net assets merupakan bagian kekayaan bersih yang organisasi gunakan secara bebas sesuai kebijakan dari pihak pengurus.

Dana berasal dari iuran anggota, pendapatan jasa yang tidak terikat syarat tertentu, atau dana yang pembatasannya sudah berakhir karena tujuan penggunaannya telah terpenuhi.

2. Aset Neto Dengan Pembatasan

Selain aset neto tanpa pembatasan, terdapat juga aset neto dengan pembatasan atau restricted net assets yang penggunaannya dibatasi oleh donor atau pembeli hibah.

Ini umumnya berkaitan dengan dana abadi yang pokoknya tidak boleh disentuh dan hanya bunganya yang boleh digunakan, atau bersifat temporer seperti dana yang bisa digunakan begitu syarat tertentu terpenuhi.

Baca Juga: Software Akuntansi untuk Yayasan: Solusi Modern untuk Pengelolaan Keuangan yang Transparan

3. Surplus atau Defisit Periode Berjalan

Adanya selisih bersih antara total pendapatan dan total beban organisasi merupakan komponen yang menjadi informasi penting yang dialirkan dari laporan laba rugi padanan non-profit.

Jika nilai surplus artinya organisasi menambah aset neto, sedangkan defisit mengindikasikan aset  neto yang berkurang.

4. Penghasilan Komprehensif Lain

Komponen ini muncul jika ada keuntungan atau kerugian aktuarial dari program yang dijalankan oleh organisasi di periode yang sama.

Misalnya program pensiun karyawan atau adanya selisih kurs atas aset dalam mata uang asing. Komponen ini memang wajib dilaporkan secara terpisah bila memang memengaruhi posisi keuangan organisasi.

Format Laporan Perubahan Aset Neto

Format laporan perubahan aset neto mengikuti struktur yang logis dan konsisten: dimulai dari saldo awal, kemudian menunjukkan semua perubahan yang terjadi, dan diakhiri dengan saldo akhir.

Laporan disajikan dengan memisahkan kolom antara aset neto tanpa pembatasan dan aset neto dengan pembatasan, serta kolom total gabungan.

Penyusunan laporan keuangan untuk entitas non-laba telah diatur secara spesifik dalam ISAK 35, termasuk di dalamnya terdapat cara penyajian laporan perubahan aset neto yang relevan dengan karakteristik organisasi non-laba di Indonesia.

Struktur umum dari penyajiannya secara berurutan akan seperti berikut:

Saldo Awal Aset Neto → ditambah atau dikurangi Surplus/Defisit → ditambah Penerimaan Dana Baru → dikurangi Penggunaan Dana → ditambah Pelepasan Pembatasan (dana yang sebelumnya terbatas kini menjadi bebas) → sama dengan Saldo Akhir Aset Neto.

Format dari laporan perubahan aset neto secara mendasar bisa mengacu pada contoh format yang dipublikasikan di OJK, sebagai berikut:

Format Laporan Perubahan Aset Neto
Sumber: OJK

Cara Membuat Laporan Perubahan Aset Neto

Proses penyusunan laporan perubahan aset neto dilakukan melalui lima langkah utama, muli dari:

1. Tentukan Saldo Awal Aset Neto

Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah tentukan saldo awal periode berjalan yang selaras dengan saldo akhir pada periode sebelumnya.

Angka ini diambil dari laporan posisi keuangan (neraca) periode lalu, dengan memisahkan berapa yang tanpa pembatasan dan berapa yang dengan pembatasan.

2. Hitung Surplus atau Defisit Periode Berjalan

Menghitung hasil surplus dan defisit periode berjalan dapat terlihat dari laporan aktivitas atau laporan kegiatan usaha, yaitu laporan yang merangkum seluruh pendapatan dan beban selama satu periode.

Surplus atau defisit ini juga perlu dipisahkan berdasarkan kategori pembatasan dana karena aktivitas yang menggunakan dana terbatas menghasilkan perubahan di kolom yang berbeda.

Baca Juga: Contoh dan Template Excel Laporan Keuangan Yayasan Pendidikan

3. Identifikasi Dana Baru yang Diterima Beserta Klasifikasinya

Semua penerimaan dana baru selama periode berjalan harus dikategorikan apakah masuk ke aset neto tanpa pembatasan atau dengan pembatasan.

Klasifikasi ini ditentukan oleh perjanjian atau surat pernyataan donor, bukan oleh kebijakan organisasi secara sepihak.

4. Hitung dan Catat Pelepasan Pembatasan

Ketika dana yang sebelumnya terbatas digunakan untuk tujuan yang telah ditetapkan, pembatasan tersebut “dilepas.”

Ini dicatat sebagai pengurangan di kolom aset neto dengan pembatasan dan penambahan di kolom tanpa pembatasan.

Perlu dicatat bahwa jumlah totalnya nol karena hanya merupakan reklasifikasi, bukan penambahan atau pengurangan kekayaan bersih secara keseluruhan.

5. Hitung Saldo Akhir Aset Neto

Langkah terakhir yang perlu Anda lakukan adalah menghitung saldo akhir aset neto yang diperoleh dengan menjumlahkan saldo awal dengan semua perubahan yang telah diidentifikasi.

Saldo akhir ini harus sama persis dengan nilai aset neto yang tercantum dalam laporan posisi keuangan di akhir periode yang sama dan merupakan salah satu cara untuk memverifikasi konsistensi antar laporan.

Baca Juga: Contoh Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba Sederhana: Panduan dan Download Format PDF

Contoh Laporan Perubahan Aset Neto

Untuk melihat contoh laporan perubahan aset neto, berikut skenario yang dibuat secara fiktif berdasarkan aktivitas operasional sebuah yayasan di Indonesia.

Studi Kasus: Yayasan Sejahtera Pendidikan adalah organisasi nirlaba yang mengelola program beasiswa dan pengembangan pendidikan dan saat ini sedang menyusun laporan keuangan. Dalam prosesnya, organisasi memisahkan aset neto menjadi dua kategori, yaitu:

  • Aset neto tanpa pembatasan
  • Aset neto dengan pembatasan dari pemberi dana (donor)

Kondisi Awal (2025)

Pada awal tahun 2025, yayasan memiliki total aset neto sebesar Rp2.000.000.000, dengan rincian:

  • Rp1.200.000.000 aset neto tanpa pembatasan (digunakan untuk operasional)
  • Rp800.000.000 aset neto dengan pembatasan (khusus program beasiswa & hibah tertentu)

Selain itu, terdapat penghasilan komprehensif lain sebesar Rp50.000.000.

Aktivitas Selama Tahun 2025

Selama tahun berjalan, yayasan mengalami beberapa aktivitas keuangan utama:

1. Surplus Tahun Berjalan

Yayasan mencatat surplus dari kegiatan operasional dan non-operasional, yaitu:

Rp250.000.000 untuk aset neto tanpa pembatasan
Rp150.000.000 untuk aset neto dengan pembatasan

Surplus ini berasal dari kombinasi donasi, hasil investasi, dan efisiensi pengelolaan biaya.

2. Pembebasan Aset Neto dari Pembatasan

Yayasan menggunakan dana donor sesuai peruntukannya (misalnya untuk beasiswa), sehingga:

Rp100.000.000 dana dengan pembatasan dibebaskan
Dana tersebut kemudian berpindah menjadi aset neto tanpa pembatasan

Ini adalah mekanisme penting dalam laporan yayasan karena mencerminkan realisasi program.

3. Penghasilan Komprehensif Lain

Yayasan juga memperoleh:

Penghasilan komprehensif lain sebesar Rp20.000.000, misalnya dari revaluasi investasi

Hasil Akhir Tahun 2025

Berdasarkan seluruh aktivitas tersebut, posisi aset neto yayasan menjadi:

  • Aset Neto Tanpa Pembatasan
    • Saldo awal: Rp1.200.000.000
    • Surplus: Rp250.000.000
    • Pembebasan dari pembatasan: Rp100.000.000
    • Saldo akhir: Rp1.550.000.000
  • Penghasilan Komprehensif Lain
    • Saldo awal: Rp50.000.000
    • Tambahan: Rp20.000.000
    • Saldo akhir: Rp70.000.000
  • Aset Neto Dengan Pembatasan
    • Saldo awal: Rp800.000.000
    • Surplus: Rp150.000.000
    • Dikurangi pembebasan dana: Rp100.000.000
    • Saldo akhir: Rp850.000.000

Dengan demikian, total aset neto yayasan meningkat dari: Rp2.000.000.000 → Rp2.470.000.000

Untuk format laporannya, akan terlihat sebagai berikut:

Uraian 2025 2024
ASET NETO TANPA PEMBATASAN DARI PEMBERI SUMBER DAYA
Saldo awal 1.200.000.000 1.000.000.000
Surplus tahun berjalan 250.000.000 200.000.000
Aset neto yang dibebaskan dari pembatasan 100.000.000 80.000.000
Saldo akhir 1.550.000.000 1.280.000.000
Penghasilan Komprehensif Lain
Saldo awal 50.000.000 40.000.000
Penghasilan komprehensif tahun berjalan 20.000.000 10.000.000
Saldo akhir 70.000.000 50.000.000
Total 1.620.000.000 1.330.000.000
ASET NETO DENGAN PEMBATASAN DARI PEMBERI SUMBER DAYA
Saldo awal 800.000.000 700.000.000
Surplus tahun berjalan 150.000.000 120.000.000
Aset neto yang dibebaskan dari pembatasan (100.000.000) (80.000.000)
Saldo akhir 850.000.000 740.000.000
TOTAL ASET NETO 2.470.000.000 2.070.000.000

Dari skenario ini, terlihat bahwa:

  • Yayasan berhasil meningkatkan aset neto melalui surplus dan pengelolaan dana yang baik
  • Penggunaan dana donor tercermin dalam mekanisme pembebasan aset neto dari pembatasan
  • Pemisahan antara dana terbatas dan tidak terbatas membantu transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan

Baca Juga: Memahami Akuntansi Entitas Non Laba: Definisi, Contoh, dan Format Laporan

Perbedaan Laporan Perubahan Aset Neto dan Laporan Perubahan Ekuitas

Walaupun sekilas terlihat mirip, namun antara laporan perubahan aset neto dengan laporan perubahan ekuitas memiliki perbedaan yang cukup signifikan, yaitu:

Aspek Laporan Perubahan Aset Neto Laporan Perubahan Ekuitas
Pengguna Utama Organisasi Non-profit/Yayasan Perusahaan Bisnis/Komersial
Fokus Utama Pengelolaan dana dan pembatasan donor Kepemilikan saham dan pengembalian modal
Tujuan Penyajian Transparansi dan akuntabilitas sosial Mengukur profitabilitas dan nilai investasi
Klasifikasi Berdasarkan pembatasan (Restricted/Unrestricted) Berdasarkan komponen modal (Saham, Agio, Saldo Laba)

Kesimpulan

Laporan perubahan aset neto adalah dokumen akuntabilitas yang tidak bisa diabaikan oleh setiap entitas non-profit yang serius dengan tata kelola keuangannya.

Laporan ini menunjukkan perubahan kekayaan bersih organisasi sepanjang periode berjalan, memisahkan dana terbatas dari dana bebas, dan membuktikan kepada semua pemangku kepentingan bahwa organisasi mengelola kepercayaan publik dengan integritas.

Penyusunan laporan dimulai dari aset neto tanpa pembatasan, aset neto dengan pembatasan, surplus atau defisit periode berjalan, dan penghasilan komprehensif lain dan perlu diingat bahwa kualitas laporan perubahan aset neto sepenuhnya bergantung pada kualitas sistem pencatatan keuangan yang ada di belakangnya.

Agar penyusunan laporan akurat, organisasi perlu melakukan pencatatan yang rapi dan terstruktur. Mekari Jurnal adalah software akuntansi berbasis cloud yang menyediakan fitur pencatatan dan penyusunan laporan keuangan secara otomatis, akurat, dan real-time.

Coba Mekari Jurnal GRATIS sekarang dan sederhanakan proses penyusunan laporan keuangan non-profit Anda sesuai standar ISAK 35 yang berlaku.

Konsultasi dengan Mekari Jurnal Sekarang!

Semoga artikel ini bermanfaat!

 

 

 

Referensi:

Gustani, “Jenis dan Format Laporan Keuangan Entitas Nonlaba Versi ISAK 35”.

Scribd, “Laporan Perubahan Aset Neto EBNL”.

IAI, “Draf Eskposur ISAK 35”.

OJK, “Laporan Perubahan Aset Neto”.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami