Kriteria Sukses Go-Live dalam Industri Manufaktur: Panduan Lengkap Highlights Keberhasilan go-live sistem tidak dapat dinilai dari hari H implementasi semata, namun terdapat rangkaian indikator yang menjadi tolak ukur penilaian keberhasilannya Indikator penilaian ini terbagi menjadi 7 aspek utama yang semuanya diperlukan untuk mempertahankan operasi dan mencapai efisiensi Untuk memudahkan persiapan dan pengukuran, terdapat daftar chechlist yang mendukung proses dokumentasi persiapan yang terbagi tiga fase, yaitu Pra-Go-Live, Hari Cutover, dan Masa Hypercare Go-live menjadi momen krusial dalam transformasi digital perusahaan manufaktur, hal ini dikarenakan menjadi titik di mana sistem baru resmi diimplementasi ke dalam aktivitas operasional bisnis.Sistem ini dapat bervariasi, baik sistem MES, WMS, maupun ERP. Momen ini pada dasarnya tidak bisa diukur hanya dari pergantian sistem di hari H.Namun, bisa dinilai berdasarkan kemampuan sistem dan organisasi dalam mempertahankan operasi, mencapai efisiensi, dan meminimalisir berbagai gangguan bisnis.Lalu, bagaimana cara dan solusi praktis dalam merencanakan go-live dengan percaya diri?Simak panduan lengkapnya dalam artikel dari Mekari Jurnal berikut ini. Mengapa “Kriteria Sukses Go-live Manufaktur” penting?Sederhana, go-live yang gagal tentu dapat menyebabkan beberapa potensi masalah yang terjadi akan benar-benar terjadi, misalnya: Adanya gangguan produksi Terjadinya keterlambatan pengiriman Peningkatan kebingungan staf Kerugian finansial yang meningkat signifikan Sebaliknya, go-live yang sukses dapat mensukseskan aspek-aspek yang disebutkan di atas menjadi hal yang positif dan mempercepat realisasi manfaat investasi.Kemampuan perusahaan dalam menjalankan bisnis meningkat pesat, melalui peningkatan visibilitas produksi yang lebih baik, pengendalian biaya, akurasi stok, dan kemampuan untuk mengambil keputusan operasional yang cepat.Baca Juga: Memahami dan Mengoptimalkan Last-Mile Visibility dalam Logistik Kriteria Go-live dalam Manufaktur yang SuksesUntuk menilai apakah go-live berhasil tidak bisa dilakukan pada hari H implementasi.Diperlukan penarikan data dari rentang waktu yang ditentukan, serta kombinasi kriteria teknis, operasional, dan bisnis.Hal ini dapat terbagi menjadi beberapa aspek atau kriteria utamma yang wajib dimonitor dan diukur.Berikut adalah daftar aspek yang perlu diukur atau what to measure:1. Kesiapan Sistem atau System ReadinessPantau semua modul inti yang dimiliki sistem (misalnya produksi, persediaan, atau keuangan) atau integrasi data telah berfungsi sesuai spesifikasi dan testing nyata telah lulus uji.2. Kesiapan Pengguna atau User ReadinessAnalisis bagaimana pengguna telah menyelesaikan pelatihan teori dan teknis.Manajemen dapat mengukur berdasarkan Hasil User Acceptance Test (UAT) yang telah disetujui.3. Data Migrasi dan Akurasi atau Data IntegrityAspek ini melihat berdasarkan data master operasional, seperti barang, BOM, routing, supplier, dan pelanggan telah tervalidasi dan tidak ada selisih dari ambang toleransi bisnis (misalnya 1-2%).4. Proses Operasional Berjalan atau Operational ContinuityPengukuran ini berlangsung selama siklus produksi berjalan dengan melihat apakah proses sesuai dengan jadwal dan terhindar dari risiko downtime di luar batas yang dapat diterima.Baca Juga: Strategi Efektif Pengurangan Downtime dalam Manufaktur5. Layanan DukunganMenilai berdasarkan kesiapan tim support internal maupun pihak vendor selama proses go-live berlangsung.6. Keamanan dan KepatuhanKomponen dalam faktor ini mencakup kontrol akses, audit trail, dan backup di mana sudah aktif dan teruji, baik pada saat cutover maupun hypercare.7. Indikator Bisnis melalui KPIKriteria ini mencakup pengukuran pasca go-live dengan mencatatkan performa beberapa indikator yang dibutuhkan bisnis, seperti: Persentase on-time delivery Tingkat scrap/rework Akurasi perencanaan material (MRP) Varians biaya produksi Langkah-Langkah Persiapan untuk Go-LivePersiapan untuk mencapai kriteria sukses go-live software manufaktur yang telah disebutkan di atas juga harus terstruktur dan terdokumentasi dengan baik.Untuk lebih mudah untuk mendokumentasikannya, berikut terdapat daftar checklist yang bisa dijadikan panduan ketika mengimplemetasikan sistem baru.Daftar Checklist Persiapan Go-live Sistem ERP Manufaktur1. Pra-Go-Live (6–8 minggu sebelum) Kick-off cutover plan: definisikan tanggal cutover, jam henti yang diperlukan, dan tanggung jawab. Finalisasi konfigurasi: freeze konfigurasi, catat semua outstanding changes Data migration dress rehearsal: lakukan minimal 2 simulasi migrasi penuh untuk cek konsistensi. UAT akhir & sign-off: pemilik proses menandatangani hasil UAT Persiapan rollback plan: skenario rollback yang jelas jika terjadi kegagalan kritis Komunikasi: rilis notifikasi ke seluruh organisasi dan supplier/customers yang terdampak 2. Hari Cutover Cutover checklist step-by-step: eksekusi daftar tugas terurut (stop sistem lama, migrasi data terakhir, konfigurasi akhir, verifikasi) Tim cutover on-site & remote: pastikan tim inti berada di lokasi dan tim vendor siap Validasi cepat: jalankan sanity check pada transaksi kritis (penerimaan bahan, mulai work order, keluaran produksi) Status updates: komunikasi berkala (mis. setiap 2 jam) ke manajemen dan tim 3. Masa Hypercare (2–6 minggu setelah) Tim support terdedikasi: fokus pada stabilisasi operasi Daily standup & escalation log: dokumentasikan issue, penyebab, tindakan, dan status Training on the job: pendampingan pengguna pada shift produksi Evaluasi KPI mingguan: bandingkan hasil dengan baseline pra-go-live Baca Juga: Langkah Evaluasi Bisnis: Tahapan, Cara, dan Permasalahan yang Harus DihindariAtau Anda juga bisa menggunakan checklist teknis dan operasional ringkas berikut ini yang bisa digunakan dalam 48 jam menjelang go-live.Daftar Checklist RIngkasan Cepat Go-live Sistem ERP Manufaktur UAT signed-off oleh semua pemangku kepentingan Migrasi data final telah dilakukan dan diverifikasi Tim support & vendor on-call tersedia Backup data dan rollback plan diuji Alat bantu operasional (label, scanner) terkonfigurasi Pelatihan dan quick guides tersedia di lantai produksi KPI baseline ditetapkan untuk monitoring pasca-go-live Komunikasi eksternal (supplier/customer) telah diinformasikan bila diperlukan Tantangan Umum dan Solusi PraktisTidak lupa, terdapat juga beberapa tantangan yang perlu Anda ketahui serta solusi praktis untuk mengatasinya.Beberapa di antaranya, antara lain: Tantangan Solusi Perbedaan proses nyata vs konfigurasi sistem Lakukan process walk dan mapping ulang sebelum konfigurasi final, sertakan juga operator lini produksi pada sesi UAT Data master tidak bersih Jalankan data cleansing intensif dan gunakan incremental migration (migrasi bertahap) serta verifikasi binomial stok Pelatihan tidak mencukupi Terapkan “training in the workflow” dengan pendampingan langsung oleh super users selama hypercare Integrasi perangkat keras (barcode, PLC) gagal stabil Lakukan integrasi dan tes pada environment yang mereplikasi kondisi pabrik (network, latency, volume transaksi) Kurangnya dukungan vendor saat cutover Pastikan kontrak mencakup support on-site untuk cutover dan hypercare, serta SLA yang terukur Baca Juga: Biaya Implementasi Manufacturing Execution System (MES): Apa yang Perlu Anda KetahuiKesimpulanKriteria sukses go-live dalam manufaktur dapat diukur berdasarkan kesiapan sistem dan penggunanya itu sendiri.Melalui beberapa pengukuran indikator seperti kualitas data, kontinuitas operasional, dan pencapaian KPI bisnis, manajemen dapat mengurangi risiko dan mempercepat realisasi manfaat sistem baru.Jika Anda sedang mencari sistem operasional yang mendukung seluruh operasional bisnis, baik akuntansi, supply chain, dan perpajakan, maka Mekari Jurnal ERP solusinya.Apabila Anda tertarik, dapat berkonsultasi secara gratis melalui tombol di bawah ini.Konsultasi Gratis dengan Mekari Jurnal Sekarang!Dapatkan uji coba gratis selama 7 hari dan nikmati beragam fitur unggulan yang disediakan oleh Mekari Jurnal! Referensi:Microsoft, “Use the go-live checklist to make sure your solution is ready for go-live”.Techtarget, “go-live (go live)”.