Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
5 min read

Financial Reset Awal Tahun 2026 untuk Profesional Akuntansi dan Keuangan

Diperbarui
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Memasuki awal tahun 2026, profesional akuntansi dan keuangan di Indonesia berada pada momentum penting untuk melakukan financial reset.

Lingkungan bisnis yang semakin dinamis, tekanan efisiensi, serta tuntutan pengambilan keputusan berbasis data menjadikan awal tahun sebagai fase krusial untuk menata ulang strategi keuangan perusahaan.

Financial reset adalah proses sistematis untuk mengevaluasi kinerja keuangan tahun sebelumnya, menyusun rencana keuangan yang lebih presisi, melakukan prediksi berbasis data, serta mempersiapkan kepatuhan pajak sejak dini.

Pendekatan ini membantu perusahaan memulai tahun dengan fondasi keuangan yang lebih kuat, terukur, dan kredibel di mata manajemen maupun pemangku kepentingan.

Mengapa Financial Reset Semakin Relevan di 2026

Banyak perusahaan menutup tahun buku dengan satu pola yang sama: laporan selesai, pajak diselesaikan, lalu langsung beralih ke operasional tanpa evaluasi mendalam.

Akibatnya, masalah struktural seperti pembengkakan biaya, lemahnya arus kas, atau ketidakefisienan anggaran kembali terulang di tahun berikutnya.

Di sisi lain, manajemen kini menuntut fungsi keuangan untuk berperan lebih strategis. Akuntan tidak lagi hanya diminta menyusun laporan, tetapi juga memberikan insight, proyeksi, dan rekomendasi bisnis.

Financial reset menjawab kebutuhan ini dengan pendekatan yang terstruktur dan berbasis data historis.

Tantangan Umum yang Dihadapi Tim Keuangan di Awal Tahun

Sebelum masuk ke solusi, penting memahami tantangan nyata yang sering dihadapi profesional keuangan, antara lain:

  1. Evaluasi keuangan yang memakan waktu karena data tersebar di banyak file dan sistem
  2. Penyusunan anggaran kurang realistis, sering kali hanya menyalin angka tahun sebelumnya
  3. Minimnya forecasting dan skenario, sehingga keputusan bersifat reaktif
  4. Pajak dikerjakan mendekati tenggat, meningkatkan risiko kesalahan dan sanksi
  5. Keterbatasan insight real-time untuk mendukung diskusi strategis dengan manajemen

Baca Juga: Masalah Akuntansi Umum & Solusi Praktis untuk Bisnis

Bagaimana Financial Reset Dilakukan Secara Sistematis

Financial reset bukan sekadar menutup laporan dan membuat anggaran baru, melainkan proses terstruktur untuk menilai kembali kesehatan keuangan, memperbaiki asumsi bisnis, dan memastikan setiap keputusan finansial diambil dengan dasar yang kuat.

Banyak tekanan yang nyata dihadapi, mulai dari biaya operasional yang terus naik, tuntutan efisiensi dari manajemen, perubahan regulasi, serta ekspektasi agar fungsi keuangan mampu memberikan insight strategis berbasis data.

Untuk itu, financial reset dilakukan melalui empat pendekatan, yang dikenal dengan Reflect, Plan, Predict, dan Prepare.

1. Reflect: Evaluasi Kinerja Keuangan Tahun Sebelumnya

Tahap pertama adalah reflect, yaitu menganalisis kinerja keuangan tahun sebelumnya secara menyeluruh. Fokus utamanya adalah memahami kondisi nyata yang terjadi di lapangan bisnis, bukan sekadar memastikan laporan selesai tepat waktu.

Langkah-langkah utama untuk menerapkan pendekatan ini bisa dimulai dengan:

  • Tinjau laporan laba rugi untuk melihat tren pendapatan, margin, dan beban
  • Analisis arus kas guna memastikan likuiditas dan pola kas operasional
  • Evaluasi rasio keuangan kunci seperti gross margin, current ratio, dan debt-to-equity
  • Bandingkan realisasi vs anggaran untuk mengidentifikasi deviasi signifikan

Hasil dari tahap ini bisa didokumentasi dengan baik, mencakup area yang efisien, titik pemborosan, serta peluang perbaikan.

Peran Mekari Jurnal:

Dalam aspek ini, Mekari Jurnal membantu mengoptimalkan penyusunan laporan keuangan dengan lebih dari 40 template laporan keuangan dari berbagai jenis yang bisa disusun secara otomatis dan real-time.

Selain itu, juga terdapat fitur AI Airene yang mampu menganalisis laporan laba rugi dan arus kas untuk menyajikan ringkasan insight, mendeteksi tren, serta menandai anomali yang sering luput dari analisis manual.

Melalui kedua fitur unggulan dari Mekari Jurnal ini, bisnis dapat menjalankan proses refleksi menjadi lebih cepat, objektif, dan mudah dikomunikasikan ke manajemen.

2. Plan: Menyusun Anggaran Realistis dan Sistem Monitoring

Setelah evaluasi selesai, tahap berikutnya adalah plan, yaitu menyusun anggaran tahun berjalan yang realistis dan dapat dikendalikan.

Prinsip utama penyusunan anggaran, didasarkan dari:

  • Menggunakan data historis sebagai dasar pengambilan keputusan
  • Mempertimbangkan faktor eksternal seperti inflasi, regulasi, dan strategi bisnis
  • Menyusun anggaran per kategori dan per departemen
  • Menyerahkan buffer untuk risiko tak terduga

Anggaran yang baik tidak berhenti pada dokumen, tetapi harus disertai mekanisme monitoring berkala.

Peran Mekari Jurnal:

Modul Manajemen Anggaran di Mekari Jurnal memungkinkan penyusunan RAB secara terstruktur, lengkap dengan pembagian per periode dan unit kerja.

Sistem secara otomatis akan membandingkan anggaran dengan realisasi transaksi, sehingga tim keuangan dapat memantau deviasi secara real-time tanpa harus melakukan rekonsiliasi manual.

Baca Juga: Panduan Lengkap Menyusun Anggaran Komprehensif untuk Perusahaan dan UMKM

3. Predict: Forecasting dan Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Tahap predict mengubah fungsi keuangan dari administratif menjadi strategis. Fokusnya adalah memproyeksikan kinerja keuangan dan menyiapkan skenario untuk berbagai kondisi bisnis.

Langkah-langkah utama untuk mencapai pendekatan yang tepat adalah:

  • Membuat forecast penjualan berdasarkan data historis dan tren pasar yang sudah dikumpulkan
  • Proyeksikan laba rugi dan arus kas untuk menjaga keseimbangan likuiditas
  • Susun skenario secara optimis, moderat, dan pesimis untuk analisis risiko yang lebih akurat
  • Gunakan hasil forecast sebagai dasar keputusan operasional dan investasi untuk jangka panjang

Peran Mekari Jurnal:

Dengan data terpusat dan analisis berbasis AI, Airene membantu menyajikan insight tren, rekomendasi efisiensi, dan potensi risiko.

Dashboard interaktif yang tersedia di Mekari Jurnal juga memudahkan manajemen memahami implikasi finansial dari setiap skenario secara cepat dan berbasis data aktual.

4. Prepare: Persiapan Pajak Sejak Awal Tahun

Tahap terakhir adalah prepare, yaitu memastikan kepatuhan pajak disiapkan sejak awal agar tidak menjadi beban di akhir periode.

Langkah-langkah penting yang dilakukan:

  • Rekonsiliasi data pajak tahun sebelumnya
  • Susun kalender pajak tahunan
  • Sisihkan anggaran pajak sesuai proyeksi laba
  • Perbarui pemahaman atas regulasi terbaru

Peran Mekari Jurnal dan Mekari Klikpajak:

Integrasi Mekari Jurnal dengan Mekari Klikpajak memungkinkan pengelolaan pajak yang terotomasi dan terhubung langsung dengan DJP. Data transaksi mengalir otomatis ke modul pajak, pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT menjadi lebih cepat, akurat, dan sesuai regulasi. Mekari Klikpajak sebagai mitra resmi DJP memastikan keamanan dan kepatuhan sistem.

Mekari Jurnal sebagai Enabler Financial Reset

Financial reset di awal tahun adalah praktik profesional yang mencerminkan kedewasaan fungsi keuangan. Dengan pendekatan Reflect–Plan–Predict–Prepare, perusahaan dapat memulai 2026 dengan strategi keuangan yang lebih terarah, terukur, dan kredibel.

Didukung oleh solusi digital seperti Mekari Jurnal, proses ini tidak lagi rumit dan memakan waktu. Profesional akuntansi dan keuangan dapat fokus pada analisis dan pengambilan keputusan bernilai tambah, bukan sekadar administrasi.

Awal tahun adalah momentum terbaik untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan. Dengan kombinasi keahlian profesional dan teknologi yang tepat, financial reset dapat menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tahun 2026.

Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang!

Kategori : Other

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami