Ekuitas Pemilik: Rumus, Komponen, dan Contohnya Highlights Ekuitas pemilik adalah hak residual pemilik atas aset suatu entitas setelah dikurangi seluruh liabilitasnya, sesuai definisi PSAK 1. Komponen ekuitas berbeda tergantung bentuk badan usaha, mulai dari modal dan prive pada perusahaan perseorangan, hingga modal saham dan saldo laba pada perseroan terbatas. Laporan perubahan ekuitas adalah salah satu dari lima komponen wajib laporan keuangan lengkap menurut PSAK 1, meski sering luput dari pembahasan tentang ekuitas pemilik. Ekuitas pemilik sering dijelaskan dengan analogi rumah atau kendaraan pribadi. Misalnya, jika nilai rumah Rp500 juta dan sisa cicilannya Rp300 juta, maka ekuitas pemiliknya sebesar Rp200 juta. Analogi ini membantu memahami konsep dasar ekuitas sebagai selisih antara aset dan kewajiban.Namun, dalam dunia bisnis, ekuitas pemilik tidak hanya dihitung dari rumus tersebut. Nilainya dipengaruhi oleh modal yang disetor, laba yang dihasilkan, hingga pengambilan dana oleh pemilik (prive). Selain itu, komponen ekuitas juga dapat berbeda tergantung bentuk badan usaha yang dijalankan.Artikel ini membahas pengertian ekuitas pemilik, rumus perhitungannya, komponen penyusunnya, contoh perhitungan, hingga cara menyajikannya dalam laporan perubahan ekuitas. Apa itu Ekuitas Pemilik?Berdasarkan PSAK 1/PSAK 201 Penyajian Laporan Keuangan, ekuitas adalah hak atas aset yang masih tersisa setelah seluruh liabilitas (utang) dikurangi. Dengan kata lain, ekuitas pemilik menunjukkan nilai yang benar-benar menjadi milik pemilik bisnis setelah semua kewajiban kepada pihak lain telah diperhitungkan.Sederhananya, jika seluruh aset bisnis dijual dan seluruh utang dilunasi, sisa nilai yang masih ada merupakan ekuitas pemilik. Karena itu, semakin besar aset yang dimiliki dan semakin kecil liabilitasnya, semakin besar pula nilai ekuitas bisnis.Rumus Dasar Ekuitas PemilikEkuitas pemilik dihitung dengan rumus berikut:Ekuitas = Aset − LiabilitasRumus ini berasal dari persamaan dasar akuntansi, yaitu Aset = Liabilitas + Ekuitas. Artinya, setelah seluruh liabilitas dikurangi dari total aset, sisanya merupakan nilai ekuitas yang menjadi hak pemilik.Contoh:Sebuah toko memiliki total aset sebesar Rp150.000.000 dan total liabilitas sebesar Rp60.000.000.Ekuitas = Rp150.000.000 − Rp60.000.000 = Rp90.000.000Artinya, nilai yang menjadi hak pemilik atas bisnis tersebut adalah Rp90.000.000.Komponen Ekuitas Berbeda Tergantung Bentuk Badan UsahaKomponen ekuitas tidak selalu sama pada setiap bisnis. Susunannya bergantung pada bentuk badan usaha yang dijalankan.1. Perusahaan perseoranganEkuitas umumnya terdiri dari modal pemilik dan prive, yaitu pengambilan dana atau aset oleh pemilik untuk kepentingan pribadi. Struktur ini paling umum digunakan oleh UMKM dan entitas yang menerapkan SAK EMKM.2. Persekutuan (Firma dan CV)Setiap sekutu memiliki akun modal masing-masing yang mencerminkan kontribusi modal, pembagian laba, dan transaksi lain sesuai perjanjian.3. Perseroan Terbatas (PT)Ekuitas terdiri dari beberapa komponen, seperti modal saham, agio saham (tambahan modal disetor), dan laba ditahan (retained earnings) yang merupakan akumulasi laba yang belum dibagikan sebagai dividen.Laporan Perubahan Ekuitas: Komponen yang Sering TerlewatNilai ekuitas pemilik tidak selalu tetap. Nilainya dapat berubah karena laba atau rugi, tambahan modal dari pemilik, maupun pengambilan dana pribadi (prive) atau pembagian dividen.Berdasarkan PSAK 1/PSAK 201, laporan perubahan ekuitas merupakan salah satu komponen laporan keuangan yang wajib disajikan. Laporan ini menunjukkan penyebab perubahan nilai ekuitas selama satu periode, mulai dari laba rugi hingga transaksi antara perusahaan dan pemilik.Melalui laporan ini, Anda tidak hanya mengetahui berapa besar ekuitas saat ini, tetapi juga apa yang menyebabkan nilainya bertambah atau berkurang dibandingkan periode sebelumnya.Baca Juga: Contoh Laporan Perubahan Modal (Ekuitas) PerusahaanContoh Perhitungan Ekuitas Pemilik dan Laporan Perubahan EkuitasAgar lebih mudah dipahami, berikut contoh laporan perubahan ekuitas pada Toko Makmur Jaya selama tahun 2025.Data yang diketahui: Modal awal (1 Januari 2025): Rp100.000.000 Tambahan setoran modal: Rp10.000.000 Laba bersih tahun berjalan: Rp40.000.000 Prive pemilik: Rp15.000.000 Laporan Perubahan EkuitasToko Makmur Jaya Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 Keterangan Nilai Modal, 1 Januari 2025 Rp100.000.000 Tambahan setoran modal Rp10.000.000 Laba bersih tahun berjalan Rp40.000.000 Prive pemilik (Rp15.000.000) Modal, 31 Desember 2025 Rp135.000.000 Perhitungan modal akhirnya adalah sebagai berikut:Modal Akhir = Modal Awal + Tambahan Modal + Laba Bersih − Prive= Rp100.000.000 + Rp10.000.000 + Rp40.000.000 − Rp15.000.000 = Rp135.000.000Dengan demikian, ekuitas pemilik pada 31 Desember 2025 sebesar Rp135.000.000. Nilai inilah yang kemudian disajikan sebagai bagian dari ekuitas pada laporan posisi keuangan (neraca).Cara Meningkatkan Ekuitas PemilikNilai ekuitas pemilik dapat meningkat seiring perkembangan bisnis. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:1. Meningkatkan laba bersih secara konsistenSemakin besar laba yang dihasilkan dan ditahan dalam bisnis, semakin besar pula nilai ekuitas pemilik.2. Membatasi prive atau pembagian dividenPengambilan dana yang berlebihan dapat mengurangi ekuitas dan menghambat pertumbuhan bisnis.3. Menambah setoran modalTambahan modal dari pemilik akan meningkatkan ekuitas tanpa menambah liabilitas.4. Mengelola liabilitas dengan baikMengurangi utang yang tidak produktif dapat memperbesar porsi ekuitas terhadap total aset.Kesalahan Umum dalam Mencatat Ekuitas PemilikBeberapa kesalahan berikut sering terjadi saat mencatat atau memahami ekuitas pemilik:1. Menyamakan struktur ekuitas semua bentuk badan usahaPadahal komponen ekuitas pada perusahaan perseorangan, persekutuan, dan PT berbeda.2. Mencatat prive sebagai beban usahaPrive merupakan pengurang ekuitas, bukan beban operasional yang mengurangi laba.3. Tidak menyusun laporan perubahan ekuitasAkibatnya, penyebab perubahan saldo modal dari satu periode ke periode berikutnya menjadi sulit ditelusuri.4. Menganggap ekuitas selalu bernilai positifJika liabilitas melebihi aset, ekuitas dapat bernilai negatif dan menjadi tanda bahwa kondisi keuangan perlu segera dievaluasi.Baca Juga: Neraca Aktiva dan Pasiva: Perbedaan dan Cara MenghitungPantau Perubahan Ekuitas Bisnis Anda dengan Mekari JurnalPerubahan ekuitas dipengaruhi oleh berbagai transaksi, mulai dari setoran modal, laba bersih, hingga pengambilan pribadi pemilik (prive). Jika seluruh proses tersebut dicatat secara manual, risiko kesalahan perhitungan dan perubahan saldo modal menjadi lebih besar.Mekari Jurnal membantu bisnis mencatat setiap transaksi secara otomatis dan menyusun laporan keuangan secara real-time, sehingga perubahan ekuitas dapat dipantau dengan lebih akurat dan sesuai standar akuntansi.Melalui fitur Laporan Keuangan Bisnis, Anda dapat: Menyusun laporan keuangan secara otomatis, termasuk laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, arus kas, dan jurnal umum berdasarkan transaksi yang telah dicatat. Mengakses lebih dari 80 laporan siap pakai untuk kebutuhan keuangan, manajemen, dan operasional tanpa harus menyusun laporan secara manual. Memantau perubahan ekuitas secara real-time, sehingga Anda dapat melihat dampak setoran modal, laba bersih, maupun prive terhadap modal bisnis setiap saat. Menghasilkan laporan yang siap diaudit, dengan data yang tersusun rapi, mudah ditelusuri, dan sesuai standar akuntansi. Kelola dan pantau perubahan ekuitas bisnis Anda bersama Mekari Jurnal!Coba Gratis Sekarang! ReferensiIkatan Akuntan Indonesia (IAI), “PSAK 1 (kini PSAK 201): Penyajian Laporan Keuangan.”Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “Tentang SAK EMKM.”Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. “Intermediate Accounting Edisi IFRS edition.” FAQ 1. Apa perbedaan ekuitas pemilik dan modal? 1. Apa perbedaan ekuitas pemilik dan modal? Modal biasanya merujuk pada satu komponen tertentu dalam ekuitas, seperti setoran awal pemilik. Ekuitas pemilik adalah istilah yang lebih luas, mencakup modal ditambah akumulasi laba yang belum dibagikan, dikurangi prive atau dividen yang sudah diambil. 2. Apakah komponen ekuitas sama untuk semua bentuk badan usaha? 2. Apakah komponen ekuitas sama untuk semua bentuk badan usaha? Tidak. Perusahaan perseorangan umumnya hanya memiliki akun modal dan prive, persekutuan memiliki akun modal terpisah untuk setiap sekutu, sedangkan PT memiliki struktur lebih kompleks berupa modal saham, agio saham, dan saldo laba. 3. Apa itu laporan perubahan ekuitas? 3. Apa itu laporan perubahan ekuitas? Laporan perubahan ekuitas adalah salah satu dari lima komponen wajib laporan keuangan lengkap menurut PSAK 1, yang menjelaskan perubahan ekuitas selama suatu periode akibat laba rugi, setoran modal, dan prive atau dividen. 4. Bagaimana prive mempengaruhi ekuitas pemilik? 4. Bagaimana prive mempengaruhi ekuitas pemilik? Prive langsung mengurangi ekuitas pemilik, karena mencerminkan pengambilan aset bisnis untuk kepentingan pribadi pemilik, bukan beban operasional yang mengurangi laba bersih. 5. Apakah ekuitas pemilik bisa bernilai negatif? 5. Apakah ekuitas pemilik bisa bernilai negatif? Bisa. Jika total liabilitas suatu bisnis melebihi total asetnya, maka ekuitas pemilik akan bernilai negatif, yang menandakan kondisi keuangan bisnis perlu segera dievaluasi. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, 
Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti : Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini. Kategori : Financial Management Artikel Sebelumnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Ekuitas Pemilik: Rumus, Komponen, dan Contohnya Highlights Ekuitas pemilik adalah hak residual pemilik atas aset suatu entitas setelah dikurangi seluruh liabilitasnya, sesuai definisi PSAK 1. Komponen ekuitas berbeda tergantung bentuk badan usaha, mulai dari modal dan prive pada perusahaan perseorangan, hingga modal saham dan saldo laba pada perseroan terbatas. Laporan perubahan ekuitas adalah salah satu dari lima komponen wajib laporan keuangan lengkap menurut PSAK 1, meski sering luput dari pembahasan tentang ekuitas pemilik. Ekuitas pemilik sering dijelaskan dengan analogi rumah atau kendaraan pribadi. Misalnya, jika nilai rumah Rp500 juta dan sisa cicilannya Rp300 juta, maka ekuitas pemiliknya sebesar Rp200 juta. Analogi ini membantu memahami konsep dasar ekuitas sebagai selisih antara aset dan kewajiban.Namun, dalam dunia bisnis, ekuitas pemilik tidak hanya dihitung dari rumus tersebut. Nilainya dipengaruhi oleh modal yang disetor, laba yang dihasilkan, hingga pengambilan dana oleh pemilik (prive). Selain itu, komponen ekuitas juga dapat berbeda tergantung bentuk badan usaha yang dijalankan.Artikel ini membahas pengertian ekuitas pemilik, rumus perhitungannya, komponen penyusunnya, contoh perhitungan, hingga cara menyajikannya dalam laporan perubahan ekuitas. Apa itu Ekuitas Pemilik?Berdasarkan PSAK 1/PSAK 201 Penyajian Laporan Keuangan, ekuitas adalah hak atas aset yang masih tersisa setelah seluruh liabilitas (utang) dikurangi. Dengan kata lain, ekuitas pemilik menunjukkan nilai yang benar-benar menjadi milik pemilik bisnis setelah semua kewajiban kepada pihak lain telah diperhitungkan.Sederhananya, jika seluruh aset bisnis dijual dan seluruh utang dilunasi, sisa nilai yang masih ada merupakan ekuitas pemilik. Karena itu, semakin besar aset yang dimiliki dan semakin kecil liabilitasnya, semakin besar pula nilai ekuitas bisnis.Rumus Dasar Ekuitas PemilikEkuitas pemilik dihitung dengan rumus berikut:Ekuitas = Aset − LiabilitasRumus ini berasal dari persamaan dasar akuntansi, yaitu Aset = Liabilitas + Ekuitas. Artinya, setelah seluruh liabilitas dikurangi dari total aset, sisanya merupakan nilai ekuitas yang menjadi hak pemilik.Contoh:Sebuah toko memiliki total aset sebesar Rp150.000.000 dan total liabilitas sebesar Rp60.000.000.Ekuitas = Rp150.000.000 − Rp60.000.000 = Rp90.000.000Artinya, nilai yang menjadi hak pemilik atas bisnis tersebut adalah Rp90.000.000.Komponen Ekuitas Berbeda Tergantung Bentuk Badan UsahaKomponen ekuitas tidak selalu sama pada setiap bisnis. Susunannya bergantung pada bentuk badan usaha yang dijalankan.1. Perusahaan perseoranganEkuitas umumnya terdiri dari modal pemilik dan prive, yaitu pengambilan dana atau aset oleh pemilik untuk kepentingan pribadi. Struktur ini paling umum digunakan oleh UMKM dan entitas yang menerapkan SAK EMKM.2. Persekutuan (Firma dan CV)Setiap sekutu memiliki akun modal masing-masing yang mencerminkan kontribusi modal, pembagian laba, dan transaksi lain sesuai perjanjian.3. Perseroan Terbatas (PT)Ekuitas terdiri dari beberapa komponen, seperti modal saham, agio saham (tambahan modal disetor), dan laba ditahan (retained earnings) yang merupakan akumulasi laba yang belum dibagikan sebagai dividen.Laporan Perubahan Ekuitas: Komponen yang Sering TerlewatNilai ekuitas pemilik tidak selalu tetap. Nilainya dapat berubah karena laba atau rugi, tambahan modal dari pemilik, maupun pengambilan dana pribadi (prive) atau pembagian dividen.Berdasarkan PSAK 1/PSAK 201, laporan perubahan ekuitas merupakan salah satu komponen laporan keuangan yang wajib disajikan. Laporan ini menunjukkan penyebab perubahan nilai ekuitas selama satu periode, mulai dari laba rugi hingga transaksi antara perusahaan dan pemilik.Melalui laporan ini, Anda tidak hanya mengetahui berapa besar ekuitas saat ini, tetapi juga apa yang menyebabkan nilainya bertambah atau berkurang dibandingkan periode sebelumnya.Baca Juga: Contoh Laporan Perubahan Modal (Ekuitas) PerusahaanContoh Perhitungan Ekuitas Pemilik dan Laporan Perubahan EkuitasAgar lebih mudah dipahami, berikut contoh laporan perubahan ekuitas pada Toko Makmur Jaya selama tahun 2025.Data yang diketahui: Modal awal (1 Januari 2025): Rp100.000.000 Tambahan setoran modal: Rp10.000.000 Laba bersih tahun berjalan: Rp40.000.000 Prive pemilik: Rp15.000.000 Laporan Perubahan EkuitasToko Makmur Jaya Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 Keterangan Nilai Modal, 1 Januari 2025 Rp100.000.000 Tambahan setoran modal Rp10.000.000 Laba bersih tahun berjalan Rp40.000.000 Prive pemilik (Rp15.000.000) Modal, 31 Desember 2025 Rp135.000.000 Perhitungan modal akhirnya adalah sebagai berikut:Modal Akhir = Modal Awal + Tambahan Modal + Laba Bersih − Prive= Rp100.000.000 + Rp10.000.000 + Rp40.000.000 − Rp15.000.000 = Rp135.000.000Dengan demikian, ekuitas pemilik pada 31 Desember 2025 sebesar Rp135.000.000. Nilai inilah yang kemudian disajikan sebagai bagian dari ekuitas pada laporan posisi keuangan (neraca).Cara Meningkatkan Ekuitas PemilikNilai ekuitas pemilik dapat meningkat seiring perkembangan bisnis. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:1. Meningkatkan laba bersih secara konsistenSemakin besar laba yang dihasilkan dan ditahan dalam bisnis, semakin besar pula nilai ekuitas pemilik.2. Membatasi prive atau pembagian dividenPengambilan dana yang berlebihan dapat mengurangi ekuitas dan menghambat pertumbuhan bisnis.3. Menambah setoran modalTambahan modal dari pemilik akan meningkatkan ekuitas tanpa menambah liabilitas.4. Mengelola liabilitas dengan baikMengurangi utang yang tidak produktif dapat memperbesar porsi ekuitas terhadap total aset.Kesalahan Umum dalam Mencatat Ekuitas PemilikBeberapa kesalahan berikut sering terjadi saat mencatat atau memahami ekuitas pemilik:1. Menyamakan struktur ekuitas semua bentuk badan usahaPadahal komponen ekuitas pada perusahaan perseorangan, persekutuan, dan PT berbeda.2. Mencatat prive sebagai beban usahaPrive merupakan pengurang ekuitas, bukan beban operasional yang mengurangi laba.3. Tidak menyusun laporan perubahan ekuitasAkibatnya, penyebab perubahan saldo modal dari satu periode ke periode berikutnya menjadi sulit ditelusuri.4. Menganggap ekuitas selalu bernilai positifJika liabilitas melebihi aset, ekuitas dapat bernilai negatif dan menjadi tanda bahwa kondisi keuangan perlu segera dievaluasi.Baca Juga: Neraca Aktiva dan Pasiva: Perbedaan dan Cara MenghitungPantau Perubahan Ekuitas Bisnis Anda dengan Mekari JurnalPerubahan ekuitas dipengaruhi oleh berbagai transaksi, mulai dari setoran modal, laba bersih, hingga pengambilan pribadi pemilik (prive). Jika seluruh proses tersebut dicatat secara manual, risiko kesalahan perhitungan dan perubahan saldo modal menjadi lebih besar.Mekari Jurnal membantu bisnis mencatat setiap transaksi secara otomatis dan menyusun laporan keuangan secara real-time, sehingga perubahan ekuitas dapat dipantau dengan lebih akurat dan sesuai standar akuntansi.Melalui fitur Laporan Keuangan Bisnis, Anda dapat: Menyusun laporan keuangan secara otomatis, termasuk laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, arus kas, dan jurnal umum berdasarkan transaksi yang telah dicatat. Mengakses lebih dari 80 laporan siap pakai untuk kebutuhan keuangan, manajemen, dan operasional tanpa harus menyusun laporan secara manual. Memantau perubahan ekuitas secara real-time, sehingga Anda dapat melihat dampak setoran modal, laba bersih, maupun prive terhadap modal bisnis setiap saat. Menghasilkan laporan yang siap diaudit, dengan data yang tersusun rapi, mudah ditelusuri, dan sesuai standar akuntansi. Kelola dan pantau perubahan ekuitas bisnis Anda bersama Mekari Jurnal!Coba Gratis Sekarang! ReferensiIkatan Akuntan Indonesia (IAI), “PSAK 1 (kini PSAK 201): Penyajian Laporan Keuangan.”Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “Tentang SAK EMKM.”Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. “Intermediate Accounting Edisi IFRS edition.” FAQ 1. Apa perbedaan ekuitas pemilik dan modal? 1. Apa perbedaan ekuitas pemilik dan modal? Modal biasanya merujuk pada satu komponen tertentu dalam ekuitas, seperti setoran awal pemilik. Ekuitas pemilik adalah istilah yang lebih luas, mencakup modal ditambah akumulasi laba yang belum dibagikan, dikurangi prive atau dividen yang sudah diambil. 2. Apakah komponen ekuitas sama untuk semua bentuk badan usaha? 2. Apakah komponen ekuitas sama untuk semua bentuk badan usaha? Tidak. Perusahaan perseorangan umumnya hanya memiliki akun modal dan prive, persekutuan memiliki akun modal terpisah untuk setiap sekutu, sedangkan PT memiliki struktur lebih kompleks berupa modal saham, agio saham, dan saldo laba. 3. Apa itu laporan perubahan ekuitas? 3. Apa itu laporan perubahan ekuitas? Laporan perubahan ekuitas adalah salah satu dari lima komponen wajib laporan keuangan lengkap menurut PSAK 1, yang menjelaskan perubahan ekuitas selama suatu periode akibat laba rugi, setoran modal, dan prive atau dividen. 4. Bagaimana prive mempengaruhi ekuitas pemilik? 4. Bagaimana prive mempengaruhi ekuitas pemilik? Prive langsung mengurangi ekuitas pemilik, karena mencerminkan pengambilan aset bisnis untuk kepentingan pribadi pemilik, bukan beban operasional yang mengurangi laba bersih. 5. Apakah ekuitas pemilik bisa bernilai negatif? 5. Apakah ekuitas pemilik bisa bernilai negatif? Bisa. Jika total liabilitas suatu bisnis melebihi total asetnya, maka ekuitas pemilik akan bernilai negatif, yang menandakan kondisi keuangan bisnis perlu segera dievaluasi. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, 
Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti : Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini.