4 Contoh Marketing Empati Konsumen ini Efektif Saat Pandemi

Ada banyak cara untuk mendapatkan consumer engagement salah satunya adalah dengan memiliki empati kepada konsumen.

Empati sendiri merupakan situasi dimana Anda dapat merasakan, melihat, dan memahami situasi, kondisi, perspektif bahkan emosi orang lain.

Dalam ilmu pemasaran modern bahkan dalam konteks yang lebih sempit, menyentuh emosi pelanggan adalah hal wajib yang harus dilakukan saat menerapkan strategi marketing.

Selain itu emosi juga sangat erat dengan pengalaman. Manusia akan lebih merasakan pengalamannya lewat rasa. Mengetahui emosi konsumen juga membantu Anda untuk menentukan bahkan mendesain produk Anda.

Untuk itu, marketing dengan pendekatan empati konsumen sangat diperlukan untuk dapat menyentuh emosi konsumen sebagai upaya melakukan employee engagement.

Memanfaatkan Empati Konsumen saat Pandemi

Saat pandemi kondisi mental orang-orang akan mengalami tiga hal; merasa takut, tergesa-gesa, dan kehilangan kontrol.

Orang-orang cenderung akan bergerak berdasarkan psikologinya yang dialaminya saat itu. Hal ini dibuktikan ketika kasus pertama COVID-19 di Indonesia orang berbondong-bondong membeli masker tanpa berpikir panjang.

McKinsey juga menyatakan bahwa di saat krisis terutama pandemi COVID-19 konsumen akan memutuskan untuk membeli sesuatu berdasarkan apa yang mereka paling butuhkan.

Hal ini juga ditegaskan dalam penelitian yang dilakukan oleh marketing dive. 56% pelanggan akan memilih produk yang memiliki empati kepada konsumen di saat susah. Dalam kasus ini  adalah pandemi COVID-19.

Setelah mengetahui bahwa marketing berdasarkan empati konsumen sangat efektif di saat krisis pandemi, Berikut Anda bisa tiru 4 contoh marketing empati yang bisa dicoba pada bisnis Anda.

Baca juga: 6 Ide Strategi Marketing FOMO yang Bisa Anda Coba!

Buat Operasional Bisnis Anda Diketahui Konsumen

Salah satu cara membentuk empati konsumen adalah memberitahukan kondisi bisnis Anda saat ini kepada konsumen Anda.

Bagaimana Anda mengelola produk, kondisi bisnis Anda saat ini, prosedur kesehatannya, workflow-nya, hingga pengiriman bisa Anda beritahukan kepada konsumen.

Misalnya Anda mengelola bisnis makanan kemasan, Anda bisa membuat live atau campaign video di media sosial bagaimana Anda mengolah makanan yang akan dijual, bagaimana cara mengemas produk Anda, hingga kondisi karyawan Anda.

Anda juga bisa memberitahukan kepada konsumen kondisi apa yang sedang dihadapi bisnis Anda saat ini dengan membangun interaksi. Sehingga empati dan brand Anda bisa sampai ke konsumen Anda.

Misalnya Anda pengusaha layanan software, Anda bisa memberitahukan kepada konsumen bahwa situasi COVID-19 seperti ini membuat konsultasi on-site terganggu. Sehingga Anda menawarkan diskon dan alternatif media konsultasi kepada konsumen sebagai bentuk empati.

Selain operasional dan kondisi, Anda juga perlu terbuka tentang bagaimana produk Anda sampai ke tangan konsumen.

Misalnya kapan barang akan dikirim, beritahu konsumen bahwa barang bisa saja mengalami keterlambatan karena adanya peraturan PSBB dan lainnya.

Buat Konsumen Anda Terlibat Langsung

Cara memberikan empati terbaik adalah dengan mempraktekkannya langsung. Anda bisa melibatkan konsumen Anda dalam proses bisnis Anda.

Ada berbagai cara agar konsumen Anda terlibat langsung dengan bisnis Anda. Misalnya dengan crowdsourcing produk dari konsumen dimana hasil penjualan produk tersebut akan disumbangkan kepada rumah sakit.

Anda juga bisa melibatkan konsumen dengan membuka saluran opini dan masukan terkait produk atau strategi yang bisa dilakukan.

Membuat konsumen merasa memiliki brand Anda adalah output dasar dari membangun empati pada strategi marketing.

Bentuk Fleksibilitas dan After Sales yang Andal

Fleksibilitas pada konsumen bisa Anda tawarkan jika Anda fokus pada produk-produk layanan.

Misalnya saja dengan memperpanjang termin pembayaran, garansi uang kembali, dan juga fleksibilitas payment disbursement.

Anda juga bisa membuat layanan purna jual yang andal misalnya dengan memperpanjang masa garansi, layanan 24 jam dengan media video conference, dan juga layanan konsultasi gratis.

Layanan purna jual atau after sales yang andal bisa membangun empati yang baik kepada konsumen.

Baca juga: Pelayanan Prima: Tujuan, Konsep, dan Tipsnya

Personalisasikan Kampanye Bisnis Anda

Saat pandemi, orang cenderung stres dan takut. Orang-orang juga cenderung memilih barang yang paling sesuai dengan diri mereka.

Posisikan brand campaign Anda sebagai konsumen. Buat konsumen Anda mengatakan, “we are in the same boat” ketika melihat kampanye brand Anda.

Buatlah brand campaign yang bisa membuat konsumen berpikir bahwa Anda peduli dengan mereka.

Shareable content, personalized advertisement, hingga konten komedi satir bisa Anda coba sebagai brand campaign Anda.

Namun ingat, kampanye yang dibuat tidak boleh sensitif apalagi yang bertentangan dengan kondisi pandemi saat ini.

Misalnya Anda pebisnis makanan dan menggunakan kampanye, “cocol sambal pake jari lebih enak!” Kampanye seperti ini di saat pandemi bukannya menambah empati, bisa-bisa menambah benci kepada brand Anda.

Baca juga: Pentingnya Peran Teknologi bagi Kopi Chuseyo saat Pandemi COVID-19

Itulah contoh-contoh praktek marketing empati yang bisa Anda coba di saat pandemi. Untuk urusan manajemen dan otomasi keuangan, Anda bisa mengandalkan Jurnal.

Jurnal, software akuntansi yang memiliki fitur manajemen keuangan dan akuntansi, otomasi laporan laba rugi, manajemen persediaan, hingga rekonsiliasi bank bisa mempermudah Anda di saat apa pun terutama ketika pandemi

Cari tahu selengkapnya tentang Jurnal di sini, dan dapatkan free trial selama 14 hari di sini!

 

 


PUBLISHED26 Jun 2020
Hafidh
Hafidh

SHARE THIS ARTICLE: