Mekari Jurnal
Daftar Isi
6 min read

Strategi Pengelolaan Average Inventory: Pengertian, Manfaat, Rumus, dan Tantangan

Tayang 30 May 2024

Manajemen persediaan merupakan salah satu aspek yang cukup penting dalam mengelola dan meningkatkan pertumbuhan bisnis.

Hal ini disebabkan volume penjualan berkaitan dengan jumlah stok persediaan yang dimiliki. Selain itu, kapasitas stok mempengaruhi pengeluaran biaya untuk penyimpanannya.

Melihat hal ini, bisa dikatakan bahwa keterlibatan jumlah rata-rata stok di gudang cukup penting. Oleh karena itu, penting untuk perusahaan memantau secara berkala jumlahnya.

Salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah dengan menghitungnya menggunakan average inventory.

Apa Itu Average Inventory?

Mengutip dari Investopedia, average inventory adalah perhitungan yang bertujuan untuk memperkirakan jumlah barang tertentu pada periode yang berbeda.

Artinya, perhitungan akan dilakukan berdasarkan jumlah persediaan yang tercatat di awal periode, kemudian menghitung kembali di akhir periode.

Melalui hasil dari perhitungan ini, perusahaan dapat menentukan jumlah ideal inventaris untuk memenuhi pesanan dari pasar agar tidak understacking.

Hal ini juga membantu agar ruangan penyimpanan tidak mengalami pemborosan biaya akibat persediaan yang berlebih atau overstacking.

Oleh karena itu, dengan menghitung average inventory secara berkala dapat membantu mengoptimalkan inventaris khususnya dalam mengelola biaya, penjualan, serta kepuasan konsumen.

average inventory adalah

Manfaat Menghitung Average Inventory

Terdapat beberapa manfaat yang dapat perusahaan rasakan dalam menerapkan strategi average inventory dalam supply chain management, yaitu:

1. Mendapatkan Wawasan yang Lebih Dalam

Adanya perhitungan persediaan rata-rata dapat membantu untuk mengukur data mengenai pengelolaan persediaan lainnya.

Beberapa perhitungan yang cukup penting seperti inventory turnover ratio dan average inventory period.

2. Merencanakan Pengelolaan Persediaan di Masa Depan

Melalui acuan data yang dihitung menggunakan average inventory, ini dapat digunakan sebagai landasar dasar untuk pengelolaan persediaan di periode selanjutnya.

Perusahaan dapat memetakan kebutuhan pengadaan barang untuk memenuhi kebutuhan pasar, serta mengendalikan pengeluaran untuk penyimpanan inventaris.

Rumus dan Contoh Menghitung Rata-rata Persediaan

Untuk menghitung persediaan rata-rata sebuah bisnis, pada dasarnya Anda hanya memerlukan beberapa data, antara lain jumlah persediaan di awal periode serta total persediaan di akhir periode.

Rumus yang bisa Anda gunakan adalah:

Average Inventory = (Persediaan Awal + Persediaan Akhir) / Jumlah 

Pada tahap selanjutnya, jika Anda ingin membandingkan jumlah average inventory dari masing-masing periode (misalkan tiga bulan dalam satu quarter kerja), Anda hanya perlu mengkalkulasi setiap bulannya, menjumlahkannya, dan membaginya sesuai bulan yang akan dihitung.

(Bulan 1 + Bulan 2 + Bulan 3) / 3

Salah satu contoh menghitung average inventory adalah sebagai berikut, sebuah toko pakaian menjual berbagai produk mulai dari kemeja, dasi, dan celana kantor.

Pemilik bisnis ingin mengoptimalkan efisiensi inventaris dengan menerapkan strategi menghitung average inventory dalam setiap bulannya untuk triwulan pertama.

Pada bulan pertama,  persediaan unit pakaian secara total berjumlah 800 unit. Lalu di akhir bulan, jumlah pakaian menjadi 275 unit.

Pada bulan kedua, persediaan meningkatkan menjadi 1.200 unit, dengan stok akhir berada pada angka 390 unit.

Terakhir, pada bulan ketiga, persediaan kembali seperti semua yaitu 800 unit, dan pada akhir periode berubah menjadi 118 unit.

Untuk menghitung nilai average inventory toko pakaian, berikut langkahnya.

Average Inventory (AI) = (Persediaan Awal + Persediaan Akhir) / 2

  • AI bulan ke-1: p1075 / 2= 537,5 unit.
  • AI bulan ke-2: 1590 / 2 = 795 unit.
  • AI bulan ke-3: 918 / 2 = 459 unit.

AI untuk satu quarter bisnis, rumusnya adalah: (Bulan 1 + Bulan 2 + Bulan 3) / 3

Average Inventory Q1 Bisnis Pakaian = (537,5 + 795 + 459) / 3 = 597,17 unit.

Hubungan Average Inventory dengan Cash Flow

Pada dasarnya rata-rata persediaan mempengaruhi seberapa besar perusahaan mengeluarkan biaya untuk penyimpanannya.

Semakin besar stok yang menumpuk, maka akan semakin boros biaya yang akan keluar. Oleh karena itu mengoptimalkan stok yang tersedia dapat membantu menghasilkan arus kas yang lebih bebas.

Salah satu strategi selanjutnya adalah dengan menghitung seberapa lama stok tertahan di dalam ruangan untuk selanjutnya berubah menjadi pendapatan kas.

Untuk menghitungnya, Anda bisa melakukan perhitungan days inventory outstanding (DIO) yang dapat memberikan gambaran mengenai seberapa efektif manajemen persediaan Anda.

Days Inventory Outstanding: (Average Inventory / Penjualan Bersih Tahunan) x 365″

Melalui nilai dari DIO yang lebih rendah, tentu perusahaan memiliki free cash flow yang lebih banyak dan digunakan untuk kebutuhan investasi dan meningkatkan produktivitas operasional.

Tantangan dalam Pengelolaan Average Inventory

Walaupun begitu, terdapat tantangan yang dapat mempengaruhi perhitungan rata-rata persediaan dalam setiap periodenya, sehingga cukup sulit untuk menerapkannya.

1. Ada Tren Pasar yang Fluktuatif

Hampir semua bisnis tentu memiliki musim tertentu di mana terjadi volume penjualan yang fluktuatif.

Contohnya seperti penjualan kue yang menurun di bulan Ramadhan dan kemudian melambung tajam pada hari lebaran.

Adanya volume penjualan yang tinggi tentu membutuhkan jumlah stok yang juga meningkat, dan ini akan mengubah perhitungan average inventory pada bulan tersebut.

2. Tidak Menggambarkan Faktor Secara Keseluruhan

Perhitungan rata-rata persediaan memiliki batasan dalam memasukkan berbagai faktor eksternal yang mempengaruhi jumlah stok.

Faktor eksternal ini biasanya berkaitan dengan tantangan yang terjadi pada industri tersebut, stabilitas ekonomi, dan strategi dari kompetitor bisnis.

Cara Memperbaiki Kinerja Average Inventory

Ada beberapa langkah strategis yang bisa Anda terapkan dalam pengelolaan inventaris, di antaranya:

1. Menerapkan ABC Analysis

ABC analysis dalam inventaris membantu menentukan seberapa besar nilai dari masing-masing produk dan memprioritaskannya dari yang terbesar ke terkecil sesuai kebutuhan bisnis.

2. Menerapkan Strategi Minimum Order Quantity (MOQ)

MOQ membantu dalam mengelola batas pesanan dari pelanggan. Ini dapat membantu dalam mengoptimalkan pesanan terlebih dari konsumen B2B yang membeli dalam jumlah kecil namun cukup menguras sumber daya perusahaan.

Simak Lebih Lanjut: Minimum Order Quantity: Manfaat, Cara Menghitung, dan Tips Menerapkannya

3. Meningkatkan Akurasi Demand Forecasting

Demand forecasting merupakan strategi dalam menganalisis data penjualan di periode sebelumnya dan akan digunakan untuk memprediksi tren permintaan di periode selanjutnya.

Ini tentunya dapat mencegah risiko understocking atau overstocking yang dapat mempengaruhi pendapatan perusahaan.

4. Menerapkan Perhitungan Inventaris Secara Berkala

Salah satu strategi yang bisa Anda lakukan dalam jangka panjang adalah melakukan kegiatan stock opname secara berkala.

Kegiatan ini dapat membantu mempertahankan inventory accuracy untuk mengetahui adanya perbedaan data dan tindakan ilegal lainnya.

5. Menunjang Pekerjaan dengan Sistem Manajemen SCM

Saat ini, sudah banyak perusahaan dari berbagai industri yang menerapkan sistem manajemen SCM untuk mengelola alur supply chain yang lebih lancar.

Mengutip dari Report yang dipublikasikan oleh Gartner mengenai How To Reduce Supply Chain Complexity,

“Lebih dari 60% SCM leaders mengemukakan bahwa supply chain management process mempengaruhi peningkatan biaya dan risiko perusahaan.”

Oleh karena itu, dengan adanya sistem manajemen SCM berbasis perangkat lunak, manajemen inventaris dapat lebih dikelola dengan baik.

Optimalkan Manajemen Persediaan dengan Mekari Jurnal SCM

Anda juga bisa mengoptimalkan persediaan rata-rata Anda dengan menggunakan Mekari Jurnal SCM.

Pada Mekari Jurnal SCM, Anda dapat memantau dan mengontrol perputaran persediaan secara online dan realtime sehingga lebih efektif dan maksimal.

Mekari Jurnal juga sudah menerapkan metode pencatatan persediaan berbasis otomatis dan dapat menyesuaikan dengan strategi yang biasa bisnis gunakan.

Gunakan Mekari Jurnal sekarang dan maksimalkan perhitungan average inventory untuk memaksimalkan profitabilitas perusahaan Anda!

Konsultasi dengan Sales Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

Investopedia, “Average Inventory: Definition, Calculation Formula, Example”.

Gartner, “How To Reduce Supply Chain Complexity’.

AbcSupplyChain, “How to optimize Inventory”.

Kategori : Uncategorized @id
Kelola Keuangan Lebih Optimal, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini
Jurnal software akuntansi terpercaya

 

Dapatkan free trial sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Keuangan Lebih Optimal, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini
Jurnal software akuntansi terpercaya

 

Dapatkan free trial sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal