Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Apa Itu Work-Center: Memahami Fungsi dan Pentingnya dalam Manajemen Operasional

Tayang
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Work-center menjalankan peran dalam menjaga ritme operasional tetap stabil, minim hambatan, dan mudah dikelola demi momentum produksi yang konsisten
  • Struktur yang dikelola work-center akan memberi kejelasan peran, kapasitas, dan membuat perencanaan yang lebih realistis
  • Digitalitasi work-center akan memperkuat ketahanan operasional bisnis. Melalui integrasi data antar fungsional bisnis dalam satu platform seperti Mekari Jurnal, bisnis dapat membuka peluang untuk bekerja lebih cepat, akurat, dan scalable tanpa menambah kerumitan

Manajemen operasional menentukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan bisnis, di mana salah satu elemen struktural untuk mencapainya adalah work-center.

Elemen ini berperan besar dalam menjadi tulang punggung alur produksi dan layanan operasional.

Pahami bagaimana unit kerja ini berfungsi, manfaat, dan cara menerapkannya dalam sebuah organisasi dalam artikel Mekari Jurnal berikut ini

Definisi Work-Center

Work-center merupakan sebuah elemen yang berbentuk area, stasiun, atau entitas logis dalam proses produksi yang berperan dalam menyatukan seluruh sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk menyelesaikan satu atau beberapa jenis kegiatan operasional tertentu.

Sumber daya yang dimaksud bisa berupa mesin, tenaga kerja, peralatan bantu, dan parameter proses yang membatasi kapasitas dan kecepatan pengerjaan.

Jika melihat dari pendekatan aplikasi ERP dan manufaktur, work-center bertujuan untuk menjadwalkan, costing, dan pelaporan kinerja produksi.

Tiga aspek dalam supply chain ini memainkan peran vital dalam memonitor output per unit, menghitung waktu siklus, serta mengaitkan biaya overhead dengan aktivitas yang relevan.

Selain itu, dalam work-center juga terdapat beberapa komponen yang diperlukan baginya menjalankan fungsi yang optimal, yaitu:

  • Peralatan Fisik, mencakup mesin, meja kerja, dan jalur produksi yang menjalankan proses inti
  • Sumber daya manusia, mencakup operator, teknisi, dan supervisor
  • Parameter teknis, mencakup kapasitas (unit/jam), waktu setup, waktu siklus, dan efisiensi standar
  • Data pendukung, mencakup routing, bill of materials (BOM), jadwal, serta metrik OEE (Overall Equipment Effectiveness)

Baca Juga: Strategi dan Praktik Terbaik untuk Meningkatkan Overall Equipment Effectiveness (OEE)

Fungsi Work-Center

Work-center secara garis besar memiliki tujuan utama untuk menjalankan fungsi-fungsi vital yang mempengaruhi alur kerja harian.

Fungsi-fungsi yang dapat  dirasakan oleh bisnis, antara lain:

1. Mengatur Aliran Proses Produksi

Work-center membentuk definisi antar alur proses lebih jelas, stabil, dan mudah dikontrol sehingga tidak ada kesenjangan yang mengganggu ritme  kerja satu titik dengan titik lainnya.

2. Mendukung Pembagian Tugas yang Lebih Cerdas

Sistem akan memetakan kapasitas setiap work-center dengan lebih rinci, misalnya memperjelas pertanggungjawaban dan evaluasi kinerja, lalu menempatkan pekerjaan secara optimal.

Konsep ini akan menghasilkan distribusi beban kerja yang lebih merata dan minim penundaan.

3. Memperjelas Pertanggungjawaban dan Evaluasi Kinerja

Setiap output yang keluar dari sistem work-center akan dapat diukur, baik dari sisi waktu pengerjaan, jumlah produksi, maupun tingkat cacat.

Dengan data ini, work-center menjadi tempat belajar sekaligus kontrol mutu yang akurat, misalnya ketika performa menurun,  titik penyebabnya dapat cepat ditemukan.

Manfaat Work-Center

Sebagian besar dari pemilik bisnis dan manajemen lokal mungkin masih bertanya-tanya, “Apa  manfaatdari menerapkan work-center yang optimal di dalam operasional perusahaan?”.

Sebenarnya, manfaat yang diterima dapat terlihat secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

1. Efisiensi Produksi Meningkat

Work-center yang terstruktur memungkinkan perusahaan mengetahui kapasitas nyata perusahaan dan mengoptimalkannya jika diperlukan.

Indikator kinerja seperti waktu idle bisa berkurang, setup berlangsung lebih cepat, dan beban kerja menjadi lebih proporsional dengan ritme yang lebih konsisten.

2. Waktu Tunggu Menurun dan Proses Lebih Lancar

Karena penjadwalan berbasis kapasitas, tumpukan kerja dapat dihindari.

Perusahaan merasakan lead time yang lebih pendek dengan alur yang lebih rapi dan jalur yang jelas.

Baca Juga: Pengertian dan Pentingnya Penjadwalan Produksi dalam Manufaktur

3. Kualitas Meningkat karena Koordinasi Lebih Terarah

Work-center memudahkan identifikasi titik kritis dalam produksi dan pada area yang relevan.

Ketika terjadi cacat atau deviasi, lokasi penyebabnya mudah dilacak sehingga perbaikan dapat dilakukan lebih cepat.

Selain ke tiga manfaat tersebut, penerapan work-order yang optimal juga terasa dalam aspek:

  1. Peningkatan akurasi proses costing
  2. Pengeluaran tenaga kerja, mesin, dan overhead dapat dihitung langsung pada level proses
  3. Pengambilan keputusan harga, estimasi biaya, hingga perencanaan investasi yang lebih akurat dengan tren pasar terkini

Penerapan Work-Center di Berbagai Industri

Untuk dapat memahami lebih dalam terkait penerapan work-center dalam manajemen operasional pada industri spesifik, simak contoh studi kasusnya sebagai berikut.

1. Industri Manufaktur

Pada konteks manufaktur, work-center berperan aktif dalam memetakan setiap tahap dalam produksi sesuai standar prosedur serta menjadi pusat pelaporan alokasi sumber daya dan performa.

Perusahaan yang menggunakan sistem ERP akan memanfaatkan work-center sebagai referensi utama untuk membuat routing, menghitung kapasitas, serta mengelola work order.

2. Adaptasi Work-Center untuk UKM

Dalam konteks bisnis yang belum memiliki lini produksi kompleks, seperti UKM, work-center masih bisa dimanfaatkan secara sederhana dalam sebuah bengkel, toko ATK, atau dapur produksi.

UKM akan memanfaatkannya sebagai kunci mendapatkan visibilitas yang lebih akurat walaupun dengan tim dan alat yang terbatas, dengan secara rinci akan terbagi menjadi tiga bagian penting, yakni:

  • Mesin fisik sebagai satu work-center
  • Finishing area sebagai work-center lain
  • Tim pengemasan sebagai work-center ketiga

3. Industri Jasa dan Hybrid

Konsep work-center akan semakin relevan apabila diterapkan dalam layanan dengan aktivitas berulang, seperti digital agency, laundry komersil, maupun jasa konsultan pajak dan keuangan.

Baca Juga: Perbedaan Perusahaan Jasa, Dagang, dan Manufaktur, Lengkap!

Perspektif Penting dalam Melihat Work-Center

Selain melihat dari sisi fungsi dan manfaat, konsep work-center sebenarnya juga memiliki wawasan yang memberikan nilai praktis yang kuat.

Selain hal-hal teknis yang dipengaruhinya, seperti kapasitas, waktu siklus, dan penjadwalan, terdapat beberapa perspektif lain yang membuka ruang baru bagi perusahaan yang bukan hanya sekadar mengelola proses, tetapi memahami potensi operasional secara lebih dalam dan visioner.

1. Work-Center sebagai Knowledge Hub

Setiap work-center menghasilkan data setup, waktu proses, hingga pola kerusakan yang bisa dipakai sebagai insight untuk peningkatan berkelanjutan.

Dalam aspek ini, work-center menjadi wadah baru untuk tempat pembelajaran operasional yang terus berkembang.

2. Digital Twin Work-Center

Perusahaan bisa mengembangkan digital twin sederhana untuk mensimulasikan kapasitas, skenario penjadwalan, hingga rencana pemeliharaan tingkat lanjut.

Simulasi ini mengurangi risiko eksperimen pada produksi nyata dan memberi gambaran akurat terhadap dampak perubahan proses.

Baca Juga: Memahami Konsep dan Manfaat Digital Twin Manufacturing

3. Modular Work-Center untuk Transformasi UKM

Dengan membuat template work-center modular, UKM dapat meningkatkan profesionalisme tanpa investasi besar.

Caranya dapat dilakukan dengan memulai dari satu work-center dan memperluas sesuai pertumbuhan.

Kesimpulan

Work-center menjadi pilar pentingdalam manajemen operasional ketika membahas terkait struktur, kapasitas, dan proses.

Perusahaan dapat mengelola alur kerja yang lebih stabil, lead time lebih singkat, biaya lebih terkendali, serta kualitas yang lebih terjaga.

Di sisi lain, work-center tidak hanya menjalankan proses bisnis, tetapi juga membentuk karakter operasional bisnis yang lebih unik dan khas sehingga meningkatkan daya saing di tengah tuntutan akan kecepatan produksi, efisiensi biaya, dan kualitas yang konsisten.

Di tahap ini, kebutuhan akan sistem yang mampu menghubungkan data, aktivitas produksi, dan pencatatan keuangan menjadi semakin terasa.

Mekari Jurnal dapat menjadi solusi efektif sebagai platform digital yang konsisten, akurat, dan mudah digunakan dalam mengelola akuntansi dan operasional bisnis terkini.

Bisnis dapat mengintegrasikan alur operasional dengan laporan keuangan, supply chain management, serta visibilitas performa harian secara lebih optimal dalam satu platform.

Jika tertarik dan ingin bertanya lebih lanjut, silahkan konsultasi dengan tim kami dengan klik tombol di bawah ini.

Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

Course Sidekick, “Understanding Work Centers in Supply Chain Management”.

ERP-information, “What is Work Center? (Scheduling, Calculation, Structure)”.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami