Anglo Saxon: Akuntansi yang Berkembang di Amerika Serikat Sistem akuntansi Anglo Saxon adalah salah satu jenis sistem akuntansi yang paling banyak digunakan di dunia, terutama di Amerika Serikat dan negara-negara dengan sistem ekonomi liberal.Sistem ini berfokus pada kebutuhan investor dan pasar modal, sehingga laporan keuangan disusun untuk memberikan informasi yang relevan, transparan, dan dapat dibandingkan.Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian sistem akuntansi Anglo Saxon, sejarah perkembangannya, ciri-ciri utama, perbedaannya dengan sistem kontinental, serta pengaruhnya terhadap praktik akuntansi di Indonesia.Apa Itu Sistem Akuntansi Anglo Saxon?Sistem akuntansi Anglo Saxon adalah sistem akuntansi yang berkembang khususnya Amerika Serikat dan Inggris.Sistem ini menekankan penyajian laporan keuangan yang berguna bagi investor, kreditur, dan pemangku kepentingan eksternal dalam pengambilan keputusan ekonomi. Dalam sistem ini, akuntansi dipandang sebagai alat informasi bagi pasar, bukan sekadar alat pencatatan atau kepatuhan hukum.Oleh karena itu, standar akuntansi Anglo Saxon cenderung fleksibel dan berbasis prinsip (principle-based).Pada tahun 1494 pembukuan mulai dilakukan secara sisitematis dengan menggunakan Sistem berpasangan.Sistem pembukuan berpasangan ini berkembang di Eropa khususnya di Belanda yang lebih dikenal dengan Sistem Kontinental kemudian pada abad ke XIX Teori dan Praktik pembukuan berpasangan dikembangkan di Amerika Serikat menjadi Akuntansi (Accounting).Sejarah Perkembangan Sistem Akuntansi Anglo SaxonPerkembangan sistem akuntansi ini tidak terlepas dari kemajuan pasar modal di Amerika Serikat sejak akhir abad ke-19.Pada masa itu, pertumbuhan perusahaan publik mendorong kebutuhan akan laporan keuangan yang dapat dipercaya oleh investor. Seiring waktu, sistem ini berkembang pesat dengan lahirnya berbagai standar akuntansi, seperti US GAAP (Generally Accepted Accounting Principles).Standar ini menjadi pedoman utama dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan di Amerika Serikat. Selain itu, perkembangan profesi akuntan publik dan lembaga pengawas pasar modal turut memperkuat posisi sistem Anglo Saxon sebagai sistem akuntansi modern yang berorientasi pada transparansi dan akuntabilitas.Perbedaan Sistem Akuntansi Anglo Saxon dan KontinentalSistem akuntansi ini sering dibandingkan dengan sistem akuntansi kontinental (Eropa). Berikut perbedaan utamanya: Aspek Anglo Saxon Kontinental Orientasi Investor dan pasar modal Pemerintah dan kreditur Pendekatan Berbasis prinsip Berbasis aturan Fleksibilitas Lebih fleksibel Lebih kaku Pengungkapan Tinggi Relatif terbatas Perbedaan ini dipengaruhi oleh sistem hukum, budaya bisnis, dan struktur ekonomi masing-masing wilayah.Ciri-Ciri Sistem Akuntansi Anglo SaxonBerikut beberapa ciri utama sistem akuntansi ini:1. Berorientasi pada InvestorLaporan keuangan disusun terutama untuk memenuhi kebutuhan investor dan kreditur dalam menilai kinerja dan posisi keuangan perusahaan.2. Berbasis Prinsip (Principle-Based)Sistem ini menggunakan prinsip umum dalam penyusunan laporan keuangan, sehingga memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam menerapkan standar sesuai kondisi bisnis.3. Fokus pada Pasar ModalAkuntansi ini berkembang seiring dengan pasar modal, sehingga sangat relevan bagi perusahaan terbuka atau yang memiliki banyak pemegang saham.4. Tingkat Pengungkapan yang TinggiPerusahaan diwajibkan memberikan pengungkapan informasi yang luas agar laporan keuangan lebih transparan dan informatif.Pengaruh Sistem Akuntansi Anglo Saxon di IndonesiaDi Indonesia, sistem akuntansi awalnya banyak dipengaruhi oleh sistem kontinental yang dibawa oleh Belanda. Namun, seiring globalisasi dan perkembangan pasar modal, pengaruh sistem Anglo Saxon semakin kuat. Penerapan standar akuntansi berbasis IFRS (International Financial Reporting Standards) merupakan salah satu bukti adopsi konsep Anglo Saxon di Indonesia. IFRS menekankan transparansi, relevansi, dan keterbandingan laporan keuangan, sejalan dengan karakteristik sistem ini.Manfaat Sistem Akuntansi Anglo Saxon bagi BisnisPenerapan sistem akuntansi jenis ini memberikan beberapa manfaat bagi perusahaan, antara lain: Meningkatkan transparansi laporan keuangan. Memudahkan investor dalam mengambil keputusan. Mendukung akses pendanaan dari pasar modal. Meningkatkan kredibilitas perusahaan di tingkat global Dengan sistem akuntansi yang tepat, perusahaan dapat mengelola keuangan secara lebih profesional dan terstruktur. Kategori : Other Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Anglo Saxon: Akuntansi yang Berkembang di Amerika Serikat Sistem akuntansi Anglo Saxon adalah salah satu jenis sistem akuntansi yang paling banyak digunakan di dunia, terutama di Amerika Serikat dan negara-negara dengan sistem ekonomi liberal.Sistem ini berfokus pada kebutuhan investor dan pasar modal, sehingga laporan keuangan disusun untuk memberikan informasi yang relevan, transparan, dan dapat dibandingkan.Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian sistem akuntansi Anglo Saxon, sejarah perkembangannya, ciri-ciri utama, perbedaannya dengan sistem kontinental, serta pengaruhnya terhadap praktik akuntansi di Indonesia.Apa Itu Sistem Akuntansi Anglo Saxon?Sistem akuntansi Anglo Saxon adalah sistem akuntansi yang berkembang khususnya Amerika Serikat dan Inggris.Sistem ini menekankan penyajian laporan keuangan yang berguna bagi investor, kreditur, dan pemangku kepentingan eksternal dalam pengambilan keputusan ekonomi. Dalam sistem ini, akuntansi dipandang sebagai alat informasi bagi pasar, bukan sekadar alat pencatatan atau kepatuhan hukum.Oleh karena itu, standar akuntansi Anglo Saxon cenderung fleksibel dan berbasis prinsip (principle-based).Pada tahun 1494 pembukuan mulai dilakukan secara sisitematis dengan menggunakan Sistem berpasangan.Sistem pembukuan berpasangan ini berkembang di Eropa khususnya di Belanda yang lebih dikenal dengan Sistem Kontinental kemudian pada abad ke XIX Teori dan Praktik pembukuan berpasangan dikembangkan di Amerika Serikat menjadi Akuntansi (Accounting).Sejarah Perkembangan Sistem Akuntansi Anglo SaxonPerkembangan sistem akuntansi ini tidak terlepas dari kemajuan pasar modal di Amerika Serikat sejak akhir abad ke-19.Pada masa itu, pertumbuhan perusahaan publik mendorong kebutuhan akan laporan keuangan yang dapat dipercaya oleh investor. Seiring waktu, sistem ini berkembang pesat dengan lahirnya berbagai standar akuntansi, seperti US GAAP (Generally Accepted Accounting Principles).Standar ini menjadi pedoman utama dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan di Amerika Serikat. Selain itu, perkembangan profesi akuntan publik dan lembaga pengawas pasar modal turut memperkuat posisi sistem Anglo Saxon sebagai sistem akuntansi modern yang berorientasi pada transparansi dan akuntabilitas.Perbedaan Sistem Akuntansi Anglo Saxon dan KontinentalSistem akuntansi ini sering dibandingkan dengan sistem akuntansi kontinental (Eropa). Berikut perbedaan utamanya: Aspek Anglo Saxon Kontinental Orientasi Investor dan pasar modal Pemerintah dan kreditur Pendekatan Berbasis prinsip Berbasis aturan Fleksibilitas Lebih fleksibel Lebih kaku Pengungkapan Tinggi Relatif terbatas Perbedaan ini dipengaruhi oleh sistem hukum, budaya bisnis, dan struktur ekonomi masing-masing wilayah.Ciri-Ciri Sistem Akuntansi Anglo SaxonBerikut beberapa ciri utama sistem akuntansi ini:1. Berorientasi pada InvestorLaporan keuangan disusun terutama untuk memenuhi kebutuhan investor dan kreditur dalam menilai kinerja dan posisi keuangan perusahaan.2. Berbasis Prinsip (Principle-Based)Sistem ini menggunakan prinsip umum dalam penyusunan laporan keuangan, sehingga memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam menerapkan standar sesuai kondisi bisnis.3. Fokus pada Pasar ModalAkuntansi ini berkembang seiring dengan pasar modal, sehingga sangat relevan bagi perusahaan terbuka atau yang memiliki banyak pemegang saham.4. Tingkat Pengungkapan yang TinggiPerusahaan diwajibkan memberikan pengungkapan informasi yang luas agar laporan keuangan lebih transparan dan informatif.Pengaruh Sistem Akuntansi Anglo Saxon di IndonesiaDi Indonesia, sistem akuntansi awalnya banyak dipengaruhi oleh sistem kontinental yang dibawa oleh Belanda. Namun, seiring globalisasi dan perkembangan pasar modal, pengaruh sistem Anglo Saxon semakin kuat. Penerapan standar akuntansi berbasis IFRS (International Financial Reporting Standards) merupakan salah satu bukti adopsi konsep Anglo Saxon di Indonesia. IFRS menekankan transparansi, relevansi, dan keterbandingan laporan keuangan, sejalan dengan karakteristik sistem ini.Manfaat Sistem Akuntansi Anglo Saxon bagi BisnisPenerapan sistem akuntansi jenis ini memberikan beberapa manfaat bagi perusahaan, antara lain: Meningkatkan transparansi laporan keuangan. Memudahkan investor dalam mengambil keputusan. Mendukung akses pendanaan dari pasar modal. Meningkatkan kredibilitas perusahaan di tingkat global Dengan sistem akuntansi yang tepat, perusahaan dapat mengelola keuangan secara lebih profesional dan terstruktur.