Mekari Jurnal
Daftar Isi

Memahami Akuntansi Biaya Konversi: Konsep, Perhitungan, dan Kelebihannya

Tayang 09 Feb 2024

Komponen biaya konversi (convertion cost) menjadi salah satu fondasi akuntansi dalam menyusun strategi keuangan yang efisien.

Adanya komponen ini juga membantu dalam memastikan kelangsungan operasional perusahaan dalam jangka panjang.

Mengapa demikian?

Secara umum, komponen biaya konversi dalam akuntansi berperan dalam mencatat pengeluaran yang terjadi selama produksi.

Mengutip dari buku “Analisis Laporan Keuangan” karya Toto Prihadi juga mengemukakan bahwa biaya konversi mencakup biaya tenaga kerja langsung dan biaya umum pabrik.

Oleh karena itu, dengan memahami konsep komponen biaya ini, perusahaan dapat lebih meningkatkan kontrol atas biaya dan mengoptimalkan profitabilitas.

Apa itu Biaya Konversi?

Konsep biaya konversi dalam akuntansi merupakan bagian integral dari perhitungan total biaya produksi dalam suatu proses manufaktur.

Biaya konversi mencakup semua biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mengubah bahan baku menjadi produk jadi, termasuk biaya tenaga kerja langsung dan biaya umum pabrik.

Simak di sini untuk memahami apa perbedaan biaya langsung dan tidak langsung dalam akuntansi bisnis.

Adapun, biaya tenaga kerja langsung mencakup upah yang dibayarkan kepada pekerja yang secara langsung terlibat dalam proses produksi.

Sedangkan biaya umum pabrik mencakup semua biaya produksi lainnya yang tidak termasuk dalam kategori bahan baku atau tenaga kerja langsung, seperti biaya penyusutan peralatan, utilitas pabrik, pemeliharaan pabrik, dan biaya asuransi.

Perhitungan biaya konversi sangat penting dalam menentukan harga jual yang tepat untuk produk, serta dalam pengambilan keputusan strategis terkait efisiensi produksi dan alokasi sumber daya.

Dengan memahami biaya konversi secara menyeluruh, perusahaan dapat melakukan analisis biaya-biaya untuk mengidentifikasi area-area di mana efisiensi dapat ditingkatkan, serta menetapkan target biaya yang realistis.

Selain itu, pemahaman yang baik tentang biaya konversi juga membantu manajemen dalam merencanakan anggaran produksi dan mengevaluasi kinerja operasional perusahaan secara keseluruhan.

Sebagai konsep yang krusial dalam akuntansi manufaktur, pengelolaan biaya konversi dengan efektif dapat membantu perusahaan meningkatkan profitabilitas dan daya saing mereka di pasar.

Solusi tepat mencatat biaya secara lengkap, Mekari Jurnal bantu optimalkan arus kas Anda! Ayo, gunakan sekarang juga!

Saya mau coba gratis Mekari Jurnal sekarang!

Pentingnya Biaya Konversi

Biaya konversi adalah elemen penting dalam bisnis dan pelaporan akuntansi karena memainkan peran kunci dalam menentukan total biaya produksi suatu produk.

Perhitungan biaya konversi membantu manajemen untuk memahami dengan jelas berapa banyak sumber daya yang diperlukan untuk mengubah bahan baku menjadi produk jadi.

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan strategis yang tepat terkait dengan alokasi sumber daya, efisiensi operasional, dan penetapan harga produk.

Dalam pelaporan akuntansi, pencatatan biaya konversi adalah suatu keharusan untuk menyajikan laporan keuangan yang akurat dan terperinci.

Ini karena biaya konversi mempengaruhi margin keuntungan perusahaan dan dapat memiliki dampak signifikan terhadap profitabilitas.

Selain itu, pengungkapan biaya konversi dalam laporan keuangan memberikan pemangku kepentingan, seperti investor dan kreditur, wawasan yang lebih baik tentang struktur biaya perusahaan dan efisiensi operasionalnya.

Ini memungkinkan mereka untuk membuat keputusan investasi dan kredit yang lebih terinformasi.

Oleh karena itu, pemantauan dan pelaporan biaya konversi secara akurat dan transparan penting untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Sumber: giphy.com

Contoh Biaya Konversi

Biaya konversi memiliki kaitan yang erat dengan aktivitas yang berhubungan dengan produksi manufaktur perusahaan.

Secara garis besar, dua komponen terbesar biaya konversi adalah biaya tenaga kerja langsung dan biaya umum pabrik.

Apa saja contohnya? Simak contoh-contoh komponen biaya konversi yang akan diakui di dalam laporan keuangan:

1. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost)

Berkaitan dengan komponen pengeluaran yang secara langsung terlibat dengan proses produksi.

Contohnya adalah beban gaji pekerja yang langsung mengoperasikan mesin dan penunjang produksi.

2. Biaya Umum Pabrik (Factory Overhead Cost)

Biaya overhead lebih berkaitan dengan komponen biaya pengeluaran produksi yang secara tidak langsung berkontribusi kepada produk tertentu.

Beberapa contohnya seperti biaya penyusutan peralatan pabrik, utilitas pabrik seperti listrik dan air, pemeliharaan pabrik, dan asuransi pabrik.

  • Biaya penyusutan peralatan pabrik yaitu biaya pengurangan nilai mesin produksi dari waktu ke waktu.
  • Biaya utilitas pabrik, mencakup biaya listrik yang digunakan untuk menjalankan mesin produksi dan penerangan pabrik.
  • Biaya pemeliharaan: Biaya perawatan dan perbaikan mesin produksi.
  • Biaya asuransi pabrik: Premi asuransi yang dibayarkan perusahaan untuk melindungi aset pabrik dari risiko tertentu, seperti kebakaran atau kecelakaan.

Lalu, bagaimana cara mengendalikan biaya ini? Simak dalam artikel berikut: Cara Cerdas Mengontrol Biaya Overhead Agar Lebih Efisien

Cara Menghitung Biaya Konversi

Pada dasarnya untuk menghitung biaya konversi dalam akuntansi cukup sederhana, mengutip dari Wallstreetmojo, rumusnya adalah sebagai berikut:

Biaya Konversi = Tenaga Kerja Langsung + Overhead Pabrik

Untuk lebih memahami bagaimana cara menghitungnya, simak contoh dan cara menjawabnya.

Sebuah pabrik manufaktur olahraga memproduksi raket badminton. Pada satu siklus kegiatan produksi, terdapat komponen biaya konversi yang perlu diperhitungan.

Komponen ini terbagi menjadi dua, yaitu biaya tenaga kerja langsung dan biaya umum pabrik atau overhead.

  1. Biaya tenaga kerja langsung yang tercatat sebesar Rp 85.000.000.
  2. Biaya overhead pabrik sebesar Rp 50.000.000.
  3. Jumlah unit yang diproduksi dalam satu siklus yaitu 5.000 unit.

Rumus biaya konversi adalah dengan menjumlahkan kedua biaya tersebut menjadi satu (Biaya tenaga kerja langsung + biaya overhead).

Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kita simpulkan bahwa biaya konversi untuk satu siklus pembuatan raket badminton adalah sebesar Rp 135.000.000.

Adapun, biaya konversi untuk per unitnya sebesar Rp 27.000 per unit (Total biaya konversi / unit dalam siklus produksi).

Keuntungan dan Kerugian Biaya Konversi

Keuntungan menghitung biaya konversi dalam akuntansi:

  • Mengidentifikasi jumlah beban pengeluaran dalam mengubah bahan baku menjadi barang jadi.
  • Mengidentifikasi dan mencari solusi atas kekurangan yang terdapat pada proses produksi dan membantu mengurangi biaya produksi.
  • Membantu manajer untuk mengawasi dan melacak pengeluaran produksi.
  • Menjadi acuan dasar pengembangan model harga untuk sebuah produk dan memperkirakan biaya produk akhir.
  • Menentukan apakah ada indikasi pemborosan yang tidak perlu dan apakah bisa dihilangkan.
  • Menentukan biaya penjualan dan melaporkannya dalam laporan keuangan.

Di sisi lain, biaya konversi memiliki kerugian yang perlu Anda perhatikan dengan seksama.

Kerugiannya antara lain:

  • Tidak memberikan gambaran yang komprehensif mengenai semua biaya dalam produksi karena hanya mempertimbangkan dua elemen saja.
  • Tidak relevan pada kasus di mana produk tidak mengalami konversi apa pun dan dapat dijual langsung dengan pemrosesan minimal.
  • Tidak dapat sepenuhnya diandalkan untuk program pengendalian biaya karena tidak mencakup semua elemen biaya sebenarnya.

Oleh karena itu, untuk mengatasi kerugian tersebut, solusi terbaik adalah mengkalkulasikan beban biaya produksi yang mengkombinasikan biaya konversi dengan biaya lainnya, seperti biaya marginal, biaya proses, dll.

Ini akan memberikan wawasan yang lebih baik dan komprehensif tentang biaya yang keluar sebenarnya pada sebuah siklus produksi.

Kesimpulan

Itulah penjelasan lengkap mengenai apa itu biaya konversi pada proses produksi manufaktur. Sejatinya, biaya konversi berkaitan dengan berapa biaya yang keluar dalam mengubah bahan baku menjadi barang jadi.

Tentunya, ini berbeda dengan prime cost atau biaya utama di mana berkaitan dengan biaya total yang diperlukan dalam memproduksi suatu barang.

Oleh karena itu, prime cost mencakup semua komponen biaya yang keluar dalam produksi tersebut, mulai dari biaya tenaga kerja langsung, overhead, dan bahan baku. Adapun biaya konversi hanya menghitung biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead.

Namun, ada baiknya jika seluruh rasio perhitungan dikombinasikan agar mendapat gambaran pengeluaran sebenarnya yang akurat.

Agar memudahkan perhitungan biaya secara keseluruhan, menggunakan cara manual tentunya sudah cukup kuno dan tidak terlalu efektif, terlebih pada perusahaan dengan tingkat produksi yang cukup masif.

Untuk menunjang pengelolaan perhitungan tersebut, tentunya menggunakan aplikasi akuntansi Mekari Jurnal menjadi solusi yang tepat untuk jangka panjang.

Mekari Jurnal merupakan aplikasi akuntansi berbasis cloud yang cocok digunakan oleh pebisnis UMKM maupun enterprise. Berbagai fitur unggulan yang lengkap dapat Anda akses dengan mudah hanya melalui smartphone secara realtime.

Jika Anda tertarik dan membutuhkan informasi lainnya, silahkan berkonsultasi dengan tim kami sekarang melalui tombol di bawah ini.

Konsultasi gratis Mekari Jurnal sekarang!

Dapatkan free trial selama 7 hari untuk mengeksplorasi beragam fitur unggulan kami. Semoga artikel ini bermanfaat, dan terima kasih!

 

 

 

Referensi:

PennState, “Conversion Costs”.

WallStreetMojo, “Conversion Cost”.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal