Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Akuntansi Perusahaan Nirlaba dan Panduannya

Diperbarui
Di tulis oleh: Mekari Jurnal Bivisyani

Perusahaan nirlaba adalah entitas yang memperoleh sumber daya dari anggota atau pihak lain tanpa mengharapkan imbalan ekonomi.

Tidak seperti organisasi bisnis, organisasi nirlaba sering memiliki transaksi dan mekanisme pelaporan yang berbeda, terutama karena tujuan operasionalnya bukan mencari laba, melainkan memberikan layanan kepada masyarakat.

Perbedaan utama antara organisasi nirlaba dan organisasi bisnis terletak pada cara memperoleh sumber daya serta cara mengelolanya untuk mencapai tujuan pelayanan, bukan keuntungan.

Apa itu Perusahaan Nirlaba?

Perusahaan atau organisasi nirlaba adalah entitas yang beroperasi bukan untuk menghasilkan laba, melainkan memberikan layanan sosial, pendidikan, keagamaan, atau aktivitas kemanusiaan.

Segala surplus yang dihasilkan digunakan kembali untuk mendukung misi organisasi.

Ciri-Ciri Organisasi Nirlaba

Perusahaan atau organisasi nirlaba memiliki karakteristik khusus, ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

1. Sumber Daya Berasal Dari Penyumbang

Salah satu ciri utama organisasi nirlaba adalah bahwa pendanaan berasal dari penyumbang yang tidak mengharapkan imbalan ekonomi.

Para donor memberikan kas, aset, atau bentuk dukungan lainnya tanpa meminta pembayaran kembali ataupun manfaat finansial yang sebanding.

2. Tidak Berorientasi Pada Keuntungan (Non-Profit)

Organisasi nirlaba tidak bertujuan mencari laba.

Jika terjadi surplus, dana tersebut tidak dibagikan kepada pendiri atau pemilik, tetapi sepenuhnya digunakan kembali untuk mendukung program, layanan, dan kegiatan operasional organisasi.

3. Tidak Memiliki Kepemilikan Seperti Perusahaan Bisnis

Berbeda dari organisasi profit, entitas nirlaba tidak memiliki saham atau bentuk kepemilikan yang dapat dijual, dialihkan, atau ditebus.

Struktur ini menegaskan bahwa tujuan organisasi berfokus pada pelayanan publik, bukan pada kepentingan pemilik modal.

Tujuan dan Jenis Laporan Keuangan di Organisasi Nirlaba

Laporan keuangan pada organisasi nirlaba bertujuan untuk:

  • memberikan akuntabilitas kepada donor dan publik,
  • menyediakan informasi untuk keputusan manajemen,
  • memastikan transparansi penggunaan dana.

Jenis laporan keuangan yang umum digunakan:

  • Laporan Posisi Keuangan (Neraca).
  • Laporan Aktivitas (setara dengan Laporan Laba Rugi).
  • Laporan Arus Kas.
  • Catatan atas Laporan Keuangan (CALK).

Baca juga: Memahami Akuntansi Entitas Non Laba: Definisi, Contoh, dan Format Laporan

Tahukah Anda kalau aplikasi akuntansi online Mekari Jurnal bisa memudahkan Anda mengelola keuangan perusahaan secara lebih praktis dan akurat. Buktikan dengan coba gratis aplikasi Mekari Jurnal dengan klik pada tombol atau banner di bawah ini.

Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!

Siklus Akuntansi dalam Organisasi Nirlaba

Siklus akuntansi mencakup:

  • penerimaan sumbangan atau hibah,
  • pencatatan transaksi,
  • pengelompokan dana terikat dan tidak terikat,
  • penyusunan laporan keuangan,
  • pelaporan kepada donor, pemerintah, dan publik.

Berbeda dengan organisasi bisnis, fokus akuntansi nirlaba adalah akuntabilitas, bukan profitabilitas.

Baca juga: Contoh Soal Siklus Akuntansi Koperasi Lengkap dengan Jawaban dan Studi Kasus

Standar Akuntansi Nirlaba

Berikut adalah standar akuntansi pada perusahaan nirlaba:

Klasifikasi Aktiva Bersih dalam Organisasi Nirlaba

Aktiva bersih adalah nilai yang menggambarkan total kekayaan bersih organisasi nirlaba setelah dikurangi kewajiban. Dalam akuntansi nirlaba, aktiva bersih dikelompokkan menjadi tiga kategori sesuai dengan ada atau tidak adanya pembatasan penggunaan dana dari donor, yaitu:

1. Aktiva Bersih Tidak Terikat

Dana yang dapat digunakan bebas untuk kegiatan operasional organisasi.

2. Aktiva Bersih Terikat Temporer

Dana yang hanya boleh digunakan untuk tujuan tertentu dalam jangka waktu tertentu sesuai ketentuan donatur.

3. Aktiva Bersih Terikat Permanen

Dana yang tidak boleh digunakan langsung, seperti dana abadi; organisasi hanya boleh memanfaatkan hasil pengembangannya.

Kontribusi dalam Akuntansi Nirlaba

Kontribusi adalah transfer kas atau aset lain tanpa syarat dari pihak yang tidak bertindak sebagai pemilik organisasi. Kontribusi ini tidak bersifat timbal balik dan dapat berupa:

  • Kas,
  • bangunan atau aset berwujud lain,
  • surat berharga,
  • penggunaan fasilitas,
  • Jasa,
  • atau janji pemberian (pledge) tanpa syarat.

Jika hibah atau wakaf memiliki syarat bahwa dana harus dikembalikan kepada donor jika syarat tidak terpenuhi, kontribusi tersebut dicatat sebagai kewajiban (uang muka yang dapat dikembalikan), bukan pendapatan.

Sumbangan Terikat dan Tidak Terikat

Dalam akuntansi nirlaba, semua sumbangan diukur berdasarkan nilai wajarnya dan diakui sebagai pendapatan pada periode diterima. Sumbangan ini kemudian dikelompokkan sesuai kategori aktiva bersih:

  • meningkatkan aktiva bersih tidak terikat,
  • meningkatkan aktiva bersih terikat temporer,
  • atau meningkatkan aktiva bersih terikat permanen.

Saat dana digunakan, pengeluaran tersebut dicatat sebagai beban organisasi pada periode terjadinya dan tetap diukur berdasarkan nilai wajarnya.

Mengelola Keuangan Nirlaba dengan Mekari Jurnal

Mekari Jurnal adalah software akuntansi yang membantu organisasi nirlaba mencatat dan menyusun laporan keuangan secara otomatis sesuai standar akuntansi.

Dengan fitur terintegrasi, pengurus dapat mengawasi penggunaan dana, menganalisis arus kas, serta memastikan transparansi dan akuntabilitas organisasi.

Mekari Jurnal memberikan kemudahan pengelolaan keuangan dan visibilitas kinerja yang lebih baik, sehingga mendukung keberlanjutan misi sosial organisasi.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami