Mengelola arus kas merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh sebuah perusahaan kecil, menengah, ataupun perusahaan yang sudah besar. Kesalahan perhitungan dalam mengelola kas dapat membuat perusahaan mengalami kerugian bahkan kebangkrutan. YEC atau Young Entrepreneur Council, sebuah organisasi yang didirikan oleh Scott Gerber terdiri dari beberapa pengusaha muda. Anggota YEC memberikan beberapa tips untuk mengelola arus kas perusahaan.

Keluarkan Per Tahap – Fehzan Ali

Fehzan Ali, co-founder sekaligus CEO Adscend Media LLC mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengambil resiko keuangan yang lebih tinggi dari yang kita butuhkan ketika bisnis belum menguntungkan. Coba alokasikan dana untuk operasional bisnis yang dapat memberikan keuntungan. Dengan memastikan dana yang dikeluarkan hanya untuk biaya operasional yang penting dan utama, Anda dapat mengurangi jumlah utang yang merupakan risiko keuangan yang diambil pada bisnis.

Outsource Untuk Menghemat Biaya – David Ehrenberg

Menurut David Ehrenberg, CEO dari  Early Growth Financial Services mengatakan bahwa melakukan outsource lebih baik daripada merekrut karyawan. Hal ini merupakan salah satu cara efektif untuk menurunkan pengeluaran kas, menghemat biaya secara signifikan, dan mengurangi struktur biaya perusahaan. Tapi, tidak semua karyawan harus Anda outsource, hanya bagian-bagian sampingan seperti head hunter, satpam, petugas kebesihan, audit keuangan yang bisa Anda outsource.

Berikan Diskon Untuk Konsumen – Andrew Schrage

Sebagai partner sekaligus editor-in-chief Money Crashes Personal Finance, Andrew Schrage mengatakan bahwa menawarkan diskon kecil untuk pelanggan yang membayar tagihan lebih cepat tidak hanya meningkatkan arus kas, tapi juga dapat membuat pelanggan terkesan dan memastikan hubungan kerjasama jangka panjang. Perlu diingat, diskon hanya diberikan kepada pelanggan yang dapat membayar tagihan lebih cepat dari tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan.

Tagih Pelanggan Bayar di Muka – Sarah Schupp

Sebagai pendiri UniversityParents, Sarah Schupp mengatakan bahwa pengusaha membutuhkan pembayaran di muka dari pelanggannya. Hal tersebut dapat membuat arus kas perusahaan menjadi sehat dan piutang berkurang. Sarah juga menceritakan bahwa pelanggannya adalah usaha kecil dan ia transparan tentang alasannya yang membutuhkan pembayaran di muka. Sarah selalu mengirim produknya tepat waktu dan pelanggannya pun mempercayai Sarah untuk melakukan apa yang telah dijanjikan.

Negosiasi Syarat Piutang – Nick Reese

Nick Reese, co-founder sekaligus CEO dari Microbrand Media menceritakan pengalaman bisnisnya. Dalam awal bisnisnya, Nick merasakan bisnisnya hancur karena memberikan jangka waktu pembayaran hingga 90 hari. Kemudian ia melakukan negosiasi terhadap dua klien terbesarnya untuk melakukan pembayaran di hari ke 15-30. Nick sadar jika ia tidak mengambil langkah tersebut, mungkin ia tak akan mampu melewati tahap awal bisnisnya ini. Nick juga mengatakan bahwa standar bisnis adalah negosiasi.

Mengetahui Pengeluaran Bisnis – Bhavin Parikh

CEO dari Magoosh Test Prep, Bhavin Parikh mengatakan bahwa sebagai pengusaha, kita harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang keuangan. Kita harus mengetahui uang yang kita miliki di awal bulan dan uang yang kita keluarkan hingga akhir bulan. Tidak hanya itu, sebagai pengusaha kita juga harus tahu berapa banyak uang yang dihabiskan untuk transaksi bisnis seperti penelitian, pengembangan, penjualan, pemasaran, biaya operasional, dan juga biaya administrasi.

Kumpulkan Pembayaran Pelanggan – David Hauser

Sebagai pendiri Grasshopper, David Hauser memberikan saran bagi seluruh pengusaha untuk mencoba mempertahankan siklus konversi kas negatif. Di mana pengusaha mengumpulkan pembayaran dari pelanggan sebelum membayar ke vendor untuk biaya penjualan atau bahkan biaya pemasaran.

Negosiasikan Semuanya – Derek Flanzraich

Sebagai founder dan CEO Greatist, Derek Flanzraich tidak pernah menerima penawaran awal untuk setiap layanan atau produk. Hampir selalu ada beberapa fleksibilitas yang jika tidak diminta, tidak akan pernah diketahui.

Tunda Rekrutmen – Sarah Ware

Founder sekaligus CEO Markerly, Sarah Ware menyarankan untuk tidak melakukan rekrutmen untuk beberapa posisi yang tidak terlalu dibutuhkan sampai menemukan kesesuaian produk ke pasar. Rekrutmen tidak akan membuat perusahaan keren dan tidak dapat memberikan kas masuk. Setelah melakukan rekrutmen, rate pengeluaran akan naik dan akan lebih sulit untuk mendapatkan keuntungan bisnis, bahkan sulit untuk pengusaha mengumpulkan uang lebih banyak.

Selain beberapa tips di atas, Anda juga dapat mengelola arus kas lebih mudah dengan software akuntansi Jurnal. Laporan arus kas dari software akuntansi Jurnal, dapat Anda dapatkan secara instan dan real-time. Dengan laporan arus kas dari Jurnal, Anda dapat lebih fokus untuk mengembangkan bisnis dan mengambil peluang bisnis baru yang dapat memberikan keuntungan.