Menjadi seorang pengusaha sukses bukanlah hal mudah. Kerja keras, semangat, kreativitas, dan keberanian sangat dibutuhkan untuk mewujudkan mimpi sebagai pengusaha sukses. Untuk mencapai sebuah kesuksesan, kegagalan pun menjadi risiko yang harus siap diterima oleh pengusaha yang baru mulai atau yang telah lama berbisnis. Walau tidak mudah, banyak pemuda Indonesia yang telah berhasil membuat dan mengembangkan bisnis, salah satunya bisnis di industri fashion.

 

Yasa Singgih

Saat masih di bangku SMP, Ayah Yasa menderita penyakit jantung, karena tidak ingin membebani keluarganya, Yasa mulai untuk mencari uang sendiri dengan menjadi seorang MC di berbagai acara. Di masa SMA, Yasa mulai terjun ke dunia bisnis, mulai dari bisnis fashion, kuliner, hingga akhirnya saat ini ia berhasil membesarkan bisnis fashion-nya yang diberi merek Men’s Republic. Kegagalan sering datang menghampiri Yasa, namun semangatnya tak membuat Yasa berhenti dan terus menjalani bisnisnya.

Saat ini Men’s Republic telah menjadi bisnis dengan omzet miliaran rupiah dan sanggup menjual ribuan produk fashion per bulan. Berkat kerja keras dan semangatnya, Yasa mendapatkan berbagai penghargaan seperti juara 1 Wirausaha Muda Mandiri, Youth Marketeers of the Year 2016, dan Forbes 30 Under 30 Top Promising Young Leaders, The Youngest Forbes 20 Under 30 Asia in Retail & E-Commerce 2016.

 

Dea Valencia

Gadis lahiran tahun 1994 ini sangat mencintai kain batik dan suka mengoleksi baju batik yang antik dan kuno. Dari kecintaannya terhadap batik, Dea berhasil membangun bisnis yang menguntungkan. Berawal dari sulitnya mencari desain batik yang sesuai dengan seleranya, Dea akhirnya memiliki ide untuk membuat baju batik sendiri. Berbekal dari kain batik milik neneknya, Dea mulai membuat dan menjahit batik sesuai model yang diinginkan.

Setelah lulus kuliah, Dea mulai memantapkan diri untuk memulai usahanya dan memberi merek pada batiknya dengan nama Batik Kultur, ia pun memasarkan bisnisnya melalui Internet. Konsumen Dea tidak hanya dari Indonesia, namun banyak konsumennya yang berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Hongkong, Belanda, Singapura, dan Norwegia. Kini Dea berhasil meraih omzet hingga Rp300 juta per bulan.

 

Yukka Harlan

Pemuda Indonesia ini telah sukses berbisnis alas kaki dengan merek Brodo Footwear. Bisnis ini berawal dari kesulitan Yukka menemukan ukuran sepatu untuknya dengan harga yang pas di kantong mahasiswa saat itu. Setelah menemukan vendor sepatu yang cocok, Yukka memamerkan sepatunya ke teman-temannya dan siapa sangka teman-teman Yukka tertarik dan memesan dengan sistem pre-order. Melihat peluang bisnis, Yukka mulai memproduksi Brodo sebanyak 40 pasang sepatu dan memasarkannya melalui kaskus, Facebook, dan BBM.

Kini Yukka berhasil memasarkan produknya secara online dan offline dengan Brodo Store yang tersebar di 4 kota besar seperti Jakarta, Banding, Bekasi, dan Surabaya. Kesuksesan Brodo terlihat dari omzet yang telah dihasilkan yaitu hingga miliaran rupiah perbulan. Tak hanya itu, Yukka juga berhasil mensejahterakan pengrajin lokal yang membantunya dalam memproduksi Brodo.

 

Valentina Meiliyana

Berawal dari hobinya yang suka mengotak-atik baju, Valentina akhirnya memilih custom sepatu sebagai bisnisnya. Ia mulai berbisnis saat usianya baru 14 tahun dan memutuskan untuk home schooling karena bisnisnya yang mulai ramai. Valentina belajar fashion dengan autodidak dengan membaca majalah fashion dan media lainnya. Kini Valentina telah memiliki merek fashion-nya sendiri yaitu Selkius Maxwell dengan produk andalan Valentina Meiliyana Shoes. Manola Blahnik adalah salah satu pengusaha sekaligus perancang yang menjadi inspirasi Valentina.

Pada awalnya Valentina hanya menjual 20 pasang sepatu per bulan, namun kini ia berhasil menjual sepatu hingga 300 pasang per bulan dengan omzet hingga Rp50 juta per bulan. Valentina juga sering diundang sebagai salah satu perancang untuk beberapa event seperti Jakarta Fashion Week, La Selle Graduatian, dan event nasional lainnya.

Itulah 4 pengusaha muda yang berhasil membuat bisnis fashion sekaligus memajukan industri fashion di Indonesia. Bukan hanya semangat dan kreativitas, untuk mengembangkan bisnis, Anda juga membutuhkan laporan keuangan. Dengan mengetahui angka pada laporan keuangan  Anda dapat mengetahui posisi bisnis saat ini sehingga dapat lebih mudah merencanakan cara untuk meningkatkan bisnis. Jurnal, software akuntansi online yang memudahkan Anda dalam mendapatkan laporan keuangan secara instan dan real-time. Untuk info lebih lanjut mengenai Jurnal dapat Anda lihat di sini.

Author