Standar keamanan ISO/IEC 27001 & 27701
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001 & 27701
Tersertifikasi Oleh
posstickybanner40percent
Langganan Mekari Jurnal, Diskon 40% Mekari POS
Berlaku khusus paket bundling 12 bulan. S&K berlaku.
Langganan Mekari Jurnal, Diskon 40% Mekari POS
Berlaku khusus paket bundling 12 bulan. S&K berlaku.
Dapatkan promonya!
Supply Chain Management

Kelola operasional supply chain terpusat untuk akurasi data keuangan

Dapatkan vibilitas keuangan lebih baik dengan mengelola produksi, inventori dan gudang secara terpusat di software akuntansi

Dipercaya 100.000+ bisnis di Asia Tenggara

Kelola seluruh proses supply chain secara online

Kelola permintaan pembelian hingga terima barang masuk di satu software online

  • Dokumentasi proses lengkap dari permintaan pembelian hingga purchase invoice secara online
  • Kirim purchase order ke fulfillment untuk memberikan notifikasi persiapan barang masuk dan pantau secara online
  • Berikan informasi batch dan lokasi row rack bin untuk kemudahan penggunaan inventori kedepannya
Fullfillment - Inbound

Catat seluruh proses perubahan barang untuk akurasi laporan keuangan

  • Bill of materials untuk dokumentasi barang apa saja yang akan digunakan untuk memproduksi barang baru
  • Work order untuk memantau proses assembly/disassembly dari barang yang akan di produksi
  • Berikan serial number, batch dan expiry untuk memastikan penggunaan inventori yang optimal
Bill of material x perintah kerja

Kelola stok dan pantau aktivitas gudang secara online

  • Awasi stok tersedia di setiap gudang secara online untuk cegah terjadinya kekurangan stok
  • Pantau aktivitas seperti warehouse transfer dan stock adjustment melalui dashboard online
  • Berikan informasi row, rack dan bin di setiap gudang untuk penggunaan gudang yang optimal
Product x stock

Penjualan lancar dengan sistem terintegrasi dan online

  • Kirim sales order ke fulfillment untuk kirim permintaan pengambilan dan pengiriman barang ke cutomer
  • Laporan stok real-time dengan adanya segregasi stok ketika barang sudah masuk proses pengambilan barang di fulfillment
  • Pantau proses pengambilan barang secara real-time untuk tingkatkan customer experience
Fullfillment - penjualan (1)

Beragam keuntungan pengunaan solusi Supply Chain Management Mekari Jurnal

Vector

Visiblitas end to end

Lacak setiap tahap dari pengadaan bahan baku, produksi, penyimpanan, dan penjualan

sync1

Sinkronisasi dengan akuntansi

Data inventori, biaya produksi dan operasional tercatat otomatis di laporan keuangan

stock

Manajemen inventori optimal

Anda dapat menyematkan informasi expiry dan batch untuk penggunaan barang yang efektif

Referral

Kemudahan kolaborasi

Cek stok, kirim permintaan dan pantau status dilakukan secara online, tidak perlu manual lagi

partner

Kontrol akses

Batasi kemampuan akses, edit dan tindakan lainnya berdasarkan pekerjaan setiap user

Clipboard-tick

No learning curve

Sistem dengan UI intuitif yang user-friendly yang mudah dipahami

Rocknation

“Mekari Jurnal membantu bisnis memiliki sistem inventory yang mudah seperti pemberitahuan & kalkulasi produk secara langsung, melacak penjualan produk terbanyak, mengimpor data persediaan, memantau bisnis multi cabang, hingga mengatur jumlah minimal stok sehingga pemesanan dapat tepat waktu.”

Ari Budiman
Founder Rock Nation

Frequently
Asked
Questions

Apa itu Supply Chain Management?

SCM atau Supply Chain Management adalah suatu sistem untuk mengelola aliran produk, material, informasi, dan proses dari pemasok hingga konsumen.

Apa tujuan utama dari Supply Chain Management

Tujuan utama dari Supply Chain Management adalah untuk mengoptimalkan efisiensi dan kinerja keseluruhan rantai pasokan.

Apa saja hal penting yang biasanya ada dalam sistem Supply Chain Management?

Banyak poin penting yang biasanya ada di dalam sebuah sistem SCm, pada umumnya termasuk:

  • Pembelian (Procurement): Pengadaan bahan baku, komponen, atau produk jadi dari pemasok eksternal.
  • Produksi: Proses pembuatan dan perakitan produk menggunakan bahan-bahan yang telah dibeli.
  • Distribusi dan Logistik: Transportasi, pergudangan, dan pengelolaan persediaan untuk memastikan produk mencapai pelanggan dengan efisien.
  • Manajemen Persediaan (Inventory Management): Pengelolaan stok untuk menghindari kekurangan atau kelebihan persediaan. Selengkapnya tentang software inventory disini.
  • Informasi dan Teknologi: Penggunaan teknologi informasi untuk memonitor dan meningkatkan kinerja rantai pasokan.
  • Manajemen Permintaan (Demand Management): Perencanaan dan pengelolaan permintaan pelanggan untuk menghindari kekurangan atau kelebihan persediaan.

Untuk siapa SCM diperlukan?

SCM melibatkan koordinasi antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemasok, produsen, distributor, dan retailer, untuk mencapai efisiensi operasional, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan mengoptimalkan biaya keseluruhan.

Umunya SCM sangat penting untuk dipahami dan sistemnya dimiliki oleh para manajer bisnis. Ini karena SCM dapat membantu dalam mengidentifikasi risiko, meningkatkan respons terhadap perubahan pasar, dan meningkatkan ketahanan rantai pasokan.

Apakah Mekari Jurnal memiliki sistem SCM?

Tentu saja, Mekari Jurnal memiliki bberapa fitur SCM diantaranya untuk sentralisasi informasi berbagai produk, pengawasan stok secara langsung atau real-time, sistem manajemen untuk multi gudang, mencatat seluruh proses produksi, serta tentu saja sistem untuk pengelolaan keluar masuk barang.

Dapatkan -> disini.

Software Supply Chain Management untuk Menghubungkan Pengadaan dan Penjualan

Supply chain management (SCM) membantu perusahaan mengelola aliran barang dan informasi dari permintaan pembelian hingga pemenuhan pesanan pelanggan.

Mekari Jurnal menghubungkan proses procurement, inventaris, produksi, gudang, dan transaksi keuangan sehingga setiap tahapan memiliki catatan yang dapat ditelusuri.

Ketika perubahan persediaan langsung memengaruhi nilai stok dan biaya, tim operasional dan finance memerlukan sumber data yang sama. Keselarasan proses ini membantu perusahaan memantau dampak keputusan rantai pasok terhadap modal kerja.

Dalam praktik supply chain management terintegrasi, kebutuhan bisnis dapat terlihat dari skenario ketika permintaan penjualan mendadak meningkat saat pemasok utama mengalami keterlambatan.

Pengendalian lintas fungsi memerlukan koordinasi, sehingga procurement, PPIC, gudang, sales operations, dan finance perlu memastikan informasi yang mereka gunakan memiliki definisi sama, terutama pada tahap permintaan barang, purchasing, produksi, penyimpanan, pemenuhan order, dan penagihan.

Mekari Jurnal dapat berperan sebagai pusat pencatatan yang menghubungkan proses keuangan dan aktivitas operasional yang relevan, bukan sekadar tempat menyimpan hasil akhir. Seluruh tahapan pembelian perlu menggunakan referensi dokumen yang dapat dicocokkan agar permintaan, pesanan, dan penerimaan tidak menjadi angka terpisah.

Sebelum menambah automasi, tentukan dahulu dokumen yang menjadi acuan, pihak yang berwenang melakukan koreksi, serta titik pemeriksaan ketika terjadi perbedaan. Dengan demikian sistem dipakai untuk memperjelas keputusan yang harus diambil, bukan hanya mempercepat input data.

Siklus Procurement dari Purchase Request hingga Penerimaan Barang

Proses pengadaan yang terstruktur dimulai dari kebutuhan barang, permintaan pembelian, purchase order, hingga penerimaan dan pencatatan invoice supplier.

Mekari Jurnal mendukung dokumentasi tahapan pembelian yang terhubung dengan inventory serta akuntansi. Dengan referensi dokumen yang konsisten, tim dapat mengevaluasi perbedaan jumlah pesanan dan barang diterima atau memeriksa tagihan yang belum diselesaikan. Persetujuan pembelian tetap perlu mengikuti batas kewenangan organisasi.

Satu risiko yang sering tidak terlihat pada implementasi supply chain management terintegrasi adalah stok tidak tersedia saat order masuk atau informasi antar-tim tidak konsisten sepanjang rantai pasok.

Masalah ini bisa menyebar ke laporan karena data dari purchase request, purchase order, goods receipt, BOM, work order, dan sales order belum tentu diproses pada waktu yang sama. Supplier dan barang yang dibeli harus memakai master data konsisten. Nama produk yang berbeda untuk item serupa akan menyulitkan evaluasi ketersediaan serta pengadaan.

Tim perlu mendefinisikan kapan sebuah transaksi dianggap lengkap dan kapan penyesuaian harus menunggu verifikasi. Mekari Jurnal membantu menyediakan hubungan antara data transaksi dan pelaporan pada fungsi yang didukung, tetapi pengendalian bisnis tetap memerlukan tanggung jawab yang jelas.

Secara praktis, buat aturan eskalasi bila nilai, kuantitas, atau status dokumen berbeda, lalu dokumentasikan alasan koreksinya. Prosedur tersebut membuat penelusuran kesalahan lebih cepat ketika volume aktivitas terus meningkat.

Produksi dan Pengelolaan Material dalam Rantai Pasok

Bagi bisnis manufaktur, supply chain tidak hanya mencakup perpindahan barang jadi tetapi juga ketersediaan komponen untuk proses produksi.

Mekari Jurnal mendukung pengelolaan bill of materials, work order, batch, dan inventory sehingga kebutuhan material dapat dikaitkan dengan transaksi operasional.

Catatan pemakaian bahan dan hasil pekerjaan membantu menjelaskan perubahan stok serta biaya. Proses ini perlu dilengkapi penetapan satuan, lead time pengadaan, dan kebijakan kontrol kualitas yang sesuai.

Atribut operasional seperti SKU, vendor, gudang, lokasi, lead time, aturan approval, dan satuan bahan menentukan apakah data bisa dibaca dengan cara yang sama oleh beberapa departemen.

Ketika salah satu atribut berubah tanpa kebijakan pembaruan, pencarian transaksi, pelaporan, dan analisis menjadi tidak konsisten. Pada manufaktur, informasi produksi harus terhubung ke kebutuhan bahan. Pemakaian material perlu dicatat menurut work order agar selisih inventory bisa dijelaskan.

Karena itu, setiap perusahaan perlu menentukan pemilik master data, mekanisme persetujuan perubahan, serta cara menangani data lama yang sudah digunakan transaksi. Pada Mekari Jurnal, atribut bisnis yang relevan dapat ditautkan ke proses akuntansi dan operasional sesuai fitur yang tersedia.

Keuntungan utamanya muncul ketika pengguna tidak perlu lagi menebak apakah dua catatan merujuk pada produk, pelanggan, pekerjaan, atau periode yang sama.

Warehouse Fulfillment, Stock Movement, dan Pengiriman Pesanan

Pemenuhan order bergantung pada ketepatan informasi stok dan lokasi barang. Mekari Jurnal mendukung monitoring multigudang, penempatan barang, transfer persediaan, dan alur fulfillment untuk membantu koordinasi dari penyediaan hingga pengeluaran stok.

Tim dapat menggunakan informasi tersebut untuk menyiapkan pesanan dan merekonsiliasi barang yang bergerak. Untuk kebutuhan logistik eksternal seperti pelacakan armada atau rute pengiriman, cakupan integrasi perlu ditinjau secara terpisah.

Keputusan manajemen lebih mudah dilakukan ketika angka dapat ditelusuri ke aktivitas sumber, bukan hanya ringkasan akhir.

Dalam konteks supply chain management terintegrasi, pemeriksaan lead time pengadaan, tingkat pemenuhan pesanan, inventory turnover, dan biaya rantai pasok perlu dibandingkan dengan catatan purchase request, purchase order, goods receipt, BOM, work order, dan sales order dan kondisi operasional pada periode yang sama.

Pemenuhan pesanan perlu mempertimbangkan stok pada gudang yang tepat dan status barang. Stok tercatat belum tentu siap dipilih untuk order jika masih dalam pemindahan atau pemeriksaan.

Perusahaan dapat menentukan titik review harian untuk transaksi penting, mingguan untuk pengecualian, dan bulanan untuk kualitas laporan. Mekari Jurnal membantu menyajikan data dari proses yang terhubung, sementara interpretasi hasil tetap harus mempertimbangkan penyebab perubahan di lapangan.

Ketika sebuah indikator memburuk, periksa dokumen dan pemilik proses sebelum menganggapnya sebagai masalah kinerja sistem.”

Alur Implementasi supply chain management terintegrasi pada Proses Bisnis Nyata

Untuk produsen dan distributor yang mengelola procurement, produksi, dan fulfillment, proses yang paling penting bukan sekadar memilih perangkat lunak, tetapi menentukan urutan kerja yang akan dicatat.

Alurnya mencakup permintaan barang, purchasing, produksi, penyimpanan, pemenuhan order, dan penagihan. Setiap tahap perlu memiliki titik awal, dokumen acuan, dan pihak yang bertanggung jawab.

Pada kondisi ketika permintaan penjualan mendadak meningkat saat pemasok utama mengalami keterlambatan, perubahan di satu aktivitas dapat memengaruhi pekerjaan tim lain dan menghasilkan catatan keuangan yang berbeda jika data terlambat diperbarui.

Mekari Jurnal dapat membantu menghubungkan data keuangan dengan aktivitas operasional terkait sesuai fitur yang digunakan sehingga evaluasi tidak terputus di tengah alur.

Langkah yang disarankan adalah menggambarkan proses aktual terlebih dahulu, menandai input yang masih berulang, lalu mengidentifikasi transaksi yang harus direkonsiliasi.

Uji alur dengan kasus normal sekaligus pengecualian seperti pembatalan, retur, dan koreksi dokumen. Hasil uji akan menunjukkan bagian yang memang dapat diotomatisasi dan bagian yang membutuhkan pemeriksaan manusia.

Entity, Atribut, dan Master Data Penting pada supply chain management terintegrasi

Kualitas data menentukan hasil yang bisa diharapkan dari supply chain management terintegrasi. Elemen yang perlu disiapkan antara lain SKU, vendor, gudang, lokasi, lead time, aturan approval, dan satuan bahan, dengan referensi terhadap purchase request, purchase order, goods receipt, BOM, work order, dan sales order sesuai proses perusahaan.

Hubungan antar-entity harus jelas: satu transaksi perlu memiliki pemilik, waktu kejadian, referensi dokumen, dan aturan klasifikasi yang konsisten.

Tanpa standar tersebut, dua departemen bisa memakai nama berbeda untuk hal yang sama atau menganggap status transaksi yang belum selesai sebagai data final.

Dalam implementasi Mekari Jurnal, perusahaan perlu memetakan field yang tersedia terhadap kebutuhan operasionalnya sebelum migrasi. Data lama yang duplikat perlu dibersihkan, nilai yang belum diketahui tidak sebaiknya diisi berdasarkan asumsi, dan perubahan master perlu memiliki persetujuan.

Standar master data juga memudahkan perusahaan memperluas penggunaan sistem ke divisi, lokasi, atau kanal baru tanpa membuat aturan pencatatan yang saling bertentangan.

Laporan dan Indikator yang Perlu Dipantau Manajemen

Keberhasilan penerapan supply chain management terintegrasi sebaiknya dinilai melalui keputusan yang menjadi lebih baik, bukan hanya berkurangnya pekerjaan administratif.

Beberapa indikator relevan adalah lead time pengadaan, tingkat pemenuhan pesanan, inventory turnover, dan biaya rantai pasok. Angka tersebut perlu dibandingkan menurut periode yang sama dan dibaca bersama aktivitas yang mendasarinya.

Jika sebuah metrik berubah tajam, periksa apakah penyebabnya berasal dari perbedaan volume transaksi, perubahan kebijakan, kesalahan input, atau kondisi bisnis yang memang bergeser.

Mekari Jurnal membantu menyajikan catatan serta laporan keuangan dan operasional yang saling berkaitan sesuai cakupan modul. Tim dapat menyepakati indikator utama untuk review rutin dan indikator diagnostik yang digunakan hanya ketika muncul pengecualian.

Susun ambang tindakan, misalnya kapan selisih harus ditelusuri atau siapa yang memutuskan perubahan prosedur. Dengan cara ini, laporan menjadi alat pengendalian yang punya tindak lanjut, bukan dokumen yang hanya dilihat setelah tutup buku.

Tahapan Migrasi dan Penerapan agar Data Tetap Konsisten

Penerapan supply chain management terintegrasi sebaiknya dimulai dari ruang lingkup terbatas yang mewakili kasus operasional paling sering.

Pertama, petakan permintaan barang, purchasing, produksi, penyimpanan, pemenuhan order, dan penagihan dan identifikasi pemilik proses dari procurement, PPIC, gudang, sales operations, dan finance.

Kedua, rapikan SKU, vendor, gudang, lokasi, lead time, aturan approval, dan satuan bahan serta validasi saldo atau posisi awal yang relevan.

Ketiga, lakukan pengujian transaksi memakai purchase request, purchase order, goods receipt, BOM, work order, dan sales order, termasuk kasus koreksi, pembayaran tertunda, atau perubahan status.

Setelah hasilnya direkonsiliasi dengan catatan lama, barulah perusahaan menetapkan cutover dan mengatur akses pengguna sesuai tanggung jawabnya.

Untuk Mekari Jurnal, kebutuhan integrasi atau konfigurasi khusus harus diperiksa terhadap kemampuan produk serta sistem eksternal yang dipakai. Jangan mengasumsikan bahwa software SCM bukan otomatis TMS untuk pengaturan rute, fleet, atau tracking ekspedisi real-time.

Pada fase awal, lakukan review hasil secara berkala dan dokumentasikan perbedaan agar proses baru tidak hanya memindahkan kesalahan dari spreadsheet ke platform cloud.

Supply chain management (SCM) membantu perusahaan mengelola aliran barang dan informasi dari permintaan pembelian hingga pemenuhan pesanan pelanggan.

Mekari Jurnal menghubungkan proses procurement, inventaris, produksi, gudang, dan transaksi keuangan sehingga setiap tahapan memiliki catatan yang dapat ditelusuri. Ketika perubahan persediaan langsung memengaruhi nilai stok dan biaya, tim operasional dan finance memerlukan sumber data yang sama. Keselarasan proses ini membantu perusahaan memantau dampak keputusan rantai pasok terhadap modal kerja.

Dalam praktik supply chain management terintegrasi, kebutuhan bisnis dapat terlihat dari skenario ketika permintaan penjualan mendadak meningkat saat pemasok utama mengalami keterlambatan.

Pengendalian lintas fungsi memerlukan koordinasi, sehingga procurement, PPIC, gudang, sales operations, dan finance perlu memastikan informasi yang mereka gunakan memiliki definisi sama, terutama pada tahap permintaan barang, purchasing, produksi, penyimpanan, pemenuhan order, dan penagihan.

Mekari Jurnal dapat berperan sebagai pusat pencatatan yang menghubungkan proses keuangan dan aktivitas operasional yang relevan, bukan sekadar tempat menyimpan hasil akhir.

Seluruh tahapan pembelian perlu menggunakan referensi dokumen yang dapat dicocokkan agar permintaan, pesanan, dan penerimaan tidak menjadi angka terpisah.

Sebelum menambah automasi, tentukan dahulu dokumen yang menjadi acuan, pihak yang berwenang melakukan koreksi, serta titik pemeriksaan ketika terjadi perbedaan. Dengan demikian sistem dipakai untuk memperjelas keputusan yang harus diambil, bukan hanya mempercepat input data.

Siklus Procurement dari Purchase Request hingga Penerimaan Barang

Proses pengadaan yang terstruktur dimulai dari kebutuhan barang, permintaan pembelian, purchase order, hingga penerimaan dan pencatatan invoice supplier.

Mekari Jurnal mendukung dokumentasi tahapan pembelian yang terhubung dengan inventory serta akuntansi. Dengan referensi dokumen yang konsisten, tim dapat mengevaluasi perbedaan jumlah pesanan dan barang diterima atau memeriksa tagihan yang belum diselesaikan. Persetujuan pembelian tetap perlu mengikuti batas kewenangan organisasi.

Satu risiko yang sering tidak terlihat pada implementasi supply chain management terintegrasi adalah stok tidak tersedia saat order masuk atau informasi antar-tim tidak konsisten sepanjang rantai pasok.

Masalah ini bisa menyebar ke laporan karena data dari purchase request, purchase order, goods receipt, BOM, work order, dan sales order belum tentu diproses pada waktu yang sama.

Supplier dan barang yang dibeli harus memakai master data konsisten. Nama produk yang berbeda untuk item serupa akan menyulitkan evaluasi ketersediaan serta pengadaan. Tim perlu mendefinisikan kapan sebuah transaksi dianggap lengkap dan kapan penyesuaian harus menunggu verifikasi.

Mekari Jurnal membantu menyediakan hubungan antara data transaksi dan pelaporan pada fungsi yang didukung, tetapi pengendalian bisnis tetap memerlukan tanggung jawab yang jelas.

Secara praktis, buat aturan eskalasi bila nilai, kuantitas, atau status dokumen berbeda, lalu dokumentasikan alasan koreksinya. Prosedur tersebut membuat penelusuran kesalahan lebih cepat ketika volume aktivitas terus meningkat.

Produksi dan Pengelolaan Material dalam Rantai Pasok

Bagi bisnis manufaktur, supply chain tidak hanya mencakup perpindahan barang jadi tetapi juga ketersediaan komponen untuk proses produksi.

Mekari Jurnal mendukung pengelolaan bill of materials, work order, batch, dan inventory sehingga kebutuhan material dapat dikaitkan dengan transaksi operasional.

Catatan pemakaian bahan dan hasil pekerjaan membantu menjelaskan perubahan stok serta biaya. Proses ini perlu dilengkapi penetapan satuan, lead time pengadaan, dan kebijakan kontrol kualitas yang sesuai.

Atribut operasional seperti SKU, vendor, gudang, lokasi, lead time, aturan approval, dan satuan bahan menentukan apakah data bisa dibaca dengan cara yang sama oleh beberapa departemen.

Ketika salah satu atribut berubah tanpa kebijakan pembaruan, pencarian transaksi, pelaporan, dan analisis menjadi tidak konsisten. Pada manufaktur, informasi produksi harus terhubung ke kebutuhan bahan.

Pemakaian material perlu dicatat menurut work order agar selisih inventory bisa dijelaskan. Karena itu, setiap perusahaan perlu menentukan pemilik master data, mekanisme persetujuan perubahan, serta cara menangani data lama yang sudah digunakan transaksi.

Pada Mekari Jurnal, atribut bisnis yang relevan dapat ditautkan ke proses akuntansi dan operasional sesuai fitur yang tersedia. Keuntungan utamanya muncul ketika pengguna tidak perlu lagi menebak apakah dua catatan merujuk pada produk, pelanggan, pekerjaan, atau periode yang sama.

Warehouse Fulfillment, Stock Movement, dan Pengiriman Pesanan

Pemenuhan order bergantung pada ketepatan informasi stok dan lokasi barang. Mekari Jurnal mendukung monitoring multigudang, penempatan barang, transfer persediaan, dan alur fulfillment untuk membantu koordinasi dari penyediaan hingga pengeluaran stok.

Tim dapat menggunakan informasi tersebut untuk menyiapkan pesanan dan merekonsiliasi barang yang bergerak. Untuk kebutuhan logistik eksternal seperti pelacakan armada atau rute pengiriman, cakupan integrasi perlu ditinjau secara terpisah.

Keputusan manajemen lebih mudah dilakukan ketika angka dapat ditelusuri ke aktivitas sumber, bukan hanya ringkasan akhir.

Dalam konteks supply chain management terintegrasi, pemeriksaan lead time pengadaan, tingkat pemenuhan pesanan, inventory turnover, dan biaya rantai pasok perlu dibandingkan dengan catatan purchase request, purchase order, goods receipt, BOM, work order, dan sales order dan kondisi operasional pada periode yang sama.

Pemenuhan pesanan perlu mempertimbangkan stok pada gudang yang tepat dan status barang. Stok tercatat belum tentu siap dipilih untuk order jika masih dalam pemindahan atau pemeriksaan.

Perusahaan dapat menentukan titik review harian untuk transaksi penting, mingguan untuk pengecualian, dan bulanan untuk kualitas laporan. Mekari Jurnal membantu menyajikan data dari proses yang terhubung, sementara interpretasi hasil tetap harus mempertimbangkan penyebab perubahan di lapangan. Ketika sebuah indikator memburuk, periksa dokumen dan pemilik proses sebelum menganggapnya sebagai masalah kinerja sistem.

Alur Implementasi supply chain management terintegrasi pada Proses Bisnis Nyata

Untuk produsen dan distributor yang mengelola procurement, produksi, dan fulfillment, proses yang paling penting bukan sekadar memilih perangkat lunak, tetapi menentukan urutan kerja yang akan dicatat.

Alurnya mencakup permintaan barang, purchasing, produksi, penyimpanan, pemenuhan order, dan penagihan. Setiap tahap perlu memiliki titik awal, dokumen acuan, dan pihak yang bertanggung jawab.

Pada kondisi ketika permintaan penjualan mendadak meningkat saat pemasok utama mengalami keterlambatan, perubahan di satu aktivitas dapat memengaruhi pekerjaan tim lain dan menghasilkan catatan keuangan yang berbeda jika data terlambat diperbarui.

Mekari Jurnal dapat membantu menghubungkan data keuangan dengan aktivitas operasional terkait sesuai fitur yang digunakan sehingga evaluasi tidak terputus di tengah alur.

Langkah yang disarankan adalah menggambarkan proses aktual terlebih dahulu, menandai input yang masih berulang, lalu mengidentifikasi transaksi yang harus direkonsiliasi.

Uji alur dengan kasus normal sekaligus pengecualian seperti pembatalan, retur, dan koreksi dokumen. Hasil uji akan menunjukkan bagian yang memang dapat diotomatisasi dan bagian yang membutuhkan pemeriksaan manusia.

Entity, Atribut, dan Master Data Penting pada supply chain management terintegrasi

Kualitas data menentukan hasil yang bisa diharapkan dari supply chain management terintegrasi. Elemen yang perlu disiapkan antara lain SKU, vendor, gudang, lokasi, lead time, aturan approval, dan satuan bahan, dengan referensi terhadap purchase request, purchase order, goods receipt, BOM, work order, dan sales order sesuai proses perusahaan.

Hubungan antar-entity harus jelas: satu transaksi perlu memiliki pemilik, waktu kejadian, referensi dokumen, dan aturan klasifikasi yang konsisten. Tanpa standar tersebut, dua departemen bisa memakai nama berbeda untuk hal yang sama atau menganggap status transaksi yang belum selesai sebagai data final.

Dalam implementasi Mekari Jurnal, perusahaan perlu memetakan field yang tersedia terhadap kebutuhan operasionalnya sebelum migrasi. Data lama yang duplikat perlu dibersihkan, nilai yang belum diketahui tidak sebaiknya diisi berdasarkan asumsi, dan perubahan master perlu memiliki persetujuan.

Standar master data juga memudahkan perusahaan memperluas penggunaan sistem ke divisi, lokasi, atau kanal baru tanpa membuat aturan pencatatan yang saling bertentangan.

Laporan dan Indikator yang Perlu Dipantau Manajemen

Keberhasilan penerapan supply chain management terintegrasi sebaiknya dinilai melalui keputusan yang menjadi lebih baik, bukan hanya berkurangnya pekerjaan administratif.

Beberapa indikator relevan adalah lead time pengadaan, tingkat pemenuhan pesanan, inventory turnover, dan biaya rantai pasok. Angka tersebut perlu dibandingkan menurut periode yang sama dan dibaca bersama aktivitas yang mendasarinya.

Jika sebuah metrik berubah tajam, periksa apakah penyebabnya berasal dari perbedaan volume transaksi, perubahan kebijakan, kesalahan input, atau kondisi bisnis yang memang bergeser.

Mekari Jurnal membantu menyajikan catatan serta laporan keuangan dan operasional yang saling berkaitan sesuai cakupan modul. Tim dapat menyepakati indikator utama untuk review rutin dan indikator diagnostik yang digunakan hanya ketika muncul pengecualian.

Susun ambang tindakan, misalnya kapan selisih harus ditelusuri atau siapa yang memutuskan perubahan prosedur.

Dengan cara ini, laporan menjadi alat pengendalian yang punya tindak lanjut, bukan dokumen yang hanya dilihat setelah tutup buku.

Tahapan Migrasi dan Penerapan agar Data Tetap Konsisten

Penerapan supply chain management terintegrasi sebaiknya dimulai dari ruang lingkup terbatas yang mewakili kasus operasional paling sering. Pertama, petakan permintaan barang, purchasing, produksi, penyimpanan, pemenuhan order, dan penagihan dan identifikasi pemilik proses dari procurement, PPIC, gudang, sales operations, dan finance.

Kedua, rapikan SKU, vendor, gudang, lokasi, lead time, aturan approval, dan satuan bahan serta validasi saldo atau posisi awal yang relevan. Ketiga, lakukan pengujian transaksi memakai purchase request, purchase order, goods receipt, BOM, work order, dan sales order, termasuk kasus koreksi, pembayaran tertunda, atau perubahan status.

Setelah hasilnya direkonsiliasi dengan catatan lama, barulah perusahaan menetapkan cutover dan mengatur akses pengguna sesuai tanggung jawabnya. Untuk Mekari Jurnal, kebutuhan integrasi atau konfigurasi khusus harus diperiksa terhadap kemampuan produk serta sistem eksternal yang dipakai.

Jangan mengasumsikan bahwa software SCM bukan otomatis TMS untuk pengaturan rute, fleet, atau tracking ekspedisi real-time. Pada fase awal, lakukan review hasil secara berkala dan dokumentasikan perbedaan agar proses baru tidak hanya memindahkan kesalahan dari spreadsheet ke platform cloud.

Img Supply Chain Management 793X628
WhatsApp Hubungi Kami