Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
7 min read

Panduan Pencatatan Uang Muka dengan Jenis dan Contoh Jurnal

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Angela Amanda
Mekari Jurnal Insight

  • DP dicatat sebagai aset oleh pembeli dan sebagai liabilitas kontrak oleh penjual, sesuai PSAK 115.
  • Saat DP diterima, penjual wajib membuat faktur pajak uang muka dengan PPN efektif 11% untuk barang nonmewah.
  • Fitur pembukuan dari Mekari Jurnal mencatat DP terhubung dengan pesanan, faktur, dan pelunasan; secara otomatis dan real time

Uang muka adalah pembayaran sebagian nilai transaksi yang dilakukan sebelum barang atau jasa diserahkan. Praktik ini sangat umum dalam bisnis. 

Survei Atradius 2026 menunjukkan hanya 43% penjualan B2B di Asia yang dilakukan secara kredit. Sisanya dibayar di muka. Karena itu, salah mencatat DP bisa langsung membuat neraca dan PPN keliru. 

Artikel ini membahas jenis uang muka, rumus, jurnal kedua pihak, hingga kesalahan yang perlu dihindari.

Memahami Uang Muka

Uang muka adalah sejumlah uang yang dibayarkan pembeli kepada penjual sebelum barang atau jasa diterima. Uang muka biasanya menjadi tanda jadi atas pesanan. Nilainya dihitung sebagai persentase dari total kontrak.

Dalam akuntansi, uang muka belum boleh diakui sebagai beban oleh pembeli. Uang muka juga belum boleh diakui sebagai pendapatan oleh penjual. Alasannya, penyerahan barang atau jasa belum terjadi. Pengakuan baru dilakukan saat barang atau jasa berpindah tangan.

DP dalam akuntansi apakah sama dengan uang muka?

DP (down payment) dan uang muka diperlakukan sama dalam akuntansi. 

Perbedaan istilah hanya muncul dalam praktik dagang, misalnya siapa yang menentukan besarannya. Secara pencatatan, yang membedakan adalah pihak yang mencatat:

  • Pembeli: mencatat DP sebagai aset, karena berhak menerima barang atau jasa di masa depan.
  • Penjual: mencatat DP sebagai liabilitas, karena masih wajib menyerahkan barang atau jasa.

Jenis Uang Muka dalam Akuntansi

Uang muka dikelompokkan berdasarkan tujuan pembayarannya, setiap jenis DP memakai akun dan posisi neraca yang berbeda sebagai berikut:

Uang muka pembelian

Uang muka pembelian adalah DP yang dibayar perusahaan kepada pemasok untuk barang dagangan, bahan baku, atau jasa operasional. Akun ini disajikan sebagai aset lancar. Saat barang diterima, saldonya dialihkan ke persediaan atau beban terkait.

Uang muka pembelian aset tetap

Jenis uang muka pembelian aset tetap dibayar untuk memesan mesin, kendaraan, atau bangunan.

Karena akan menjadi aset tetap, saldonya disajikan sebagai aset tidak lancar. Klasifikasi ini mengikuti logika PSAK 201 (dahulu PSAK 1) tentang penyajian laporan keuangan dan PSAK 216 (dahulu PSAK 16) tentang aset tetap.

Uang muka penjualan

Uang muka penjualan adalah DP yang diterima perusahaan dari pelanggan. Dalam PSAK 115 (dahulu PSAK 72), penerimaan ini disebut liabilitas kontrak. Saldo baru dialihkan ke pendapatan setelah kewajiban pelaksanaan terpenuhi.

Uang muka operasional karyawan

Ini adalah dana yang diberikan kepada karyawan sebelum kegiatan, misalnya perjalanan dinas atau pembelian keperluan proyek.

Akunnya sering disebut uang muka kerja atau kasbon operasional. Saldo ditutup setelah karyawan menyerahkan laporan pertanggungjawaban beserta bukti.

Rumus Menghitung Uang Muka dan PPN-nya

Gunakan rumus berikut untuk transaksi barang atau jasa nonmewah oleh PKP:

  • Uang muka: Persentase DP x Nilai kontrak (sebelum PPN)
  • PPN uang muka: 12% x (11/12 x Uang muka)
  • Sisa pelunasan: Nilai kontrak − Uang muka
  • PPN pelunasan: Total PPN kontrak − PPN uang muka

Contoh singkat. Nilai kontrak Rp120.000.000 dengan DP 30%.

  • Uang muka = 30% x Rp120.000.000 = Rp36.000.000
  • PPN uang muka = 12% x (11/12 x Rp36.000.000) = 12% x Rp33.000.000 = Rp3.960.000
  • Total PPN kontrak = 12% x (11/12 x Rp120.000.000) = Rp13.200.000
  • PPN pelunasan = Rp13.200.000 − Rp3.960.000 = Rp9.240.000

Pola ini sejalan dengan panduan DJP. PPN pelunasan dihitung dari sisa DPP setelah dikurangi uang muka yang sudah difakturkan.

Cara Mencatat Uang Muka Pembelian

Agar uang muka tercatat secara sinkron sesuai pesanan, faktur, dan pelunasan nantinya; berikut adalah 6 langkah untuk mencatat uang muka / DP pembelian dengan rapi:

  1. Verifikasi dokumen: pastikan ada kontrak atau pesanan pembelian (PO), faktur pajak uang muka dari vendor, beserta bukti transfer.
  2. Siapkan akun di CoA: buat akun Uang Muka Pembelian (aset lancar) dan Uang Muka Pembelian Aset Tetap (aset tidak lancar) secara terpisah.
  3. Catat jurnal saat membayar: debit Uang Muka Pembelian dan PPN Masukan, kredit Kas atau Bank.
  4. Pantau saldo per vendor: simpan rincian DP per vendor dan per PO agar tidak tertukar saat pelunasan.
  5. Reklasifikasi saat barang diterima: kredit Uang Muka Pembelian, lalu debit Persediaan atau Aset Tetap sebesar nilai penuh.
  6. Rekonsiliasi akhir periode: cocokkan saldo uang muka dengan konfirmasi pemasok. Evaluasi DP yang mengendap lama tanpa pengiriman.

Contoh Pencatatan Jurnal Uang Muka dengan Studi Kasus

Pengaplikasian cara pencatatan jurnal uang muka di atas, dapat disimak melalui studi kasus berikut dari CV Karya Mandiri Furnitur sebagai pembeli, yang memesan kayu jati dari PT Sinar Kayu Nusantara sebagai penjual. Kedua perusahaan ini berstatus PKP

Simak contoh pencatatan jurnal uang muka dari sisi

KeteranganNilai
Nilai kontrak (harga jual)Rp120.000.000
Uang muka 30%, dibayar 5 Maret 2026Rp36.000.000
PPN uang muka (12% x 11/12)Rp3.960.000
Barang diterima20 April 2026
Sisa pelunasan, jatuh tempo 20 Mei 2026Rp84.000.000
PPN pelunasanRp9.240.000

Jurnal di sisi pembeli (CV Karya Mandiri Furnitur)

5 Maret 2026: pembayaran uang muka

AkunDebitKredit
Uang Muka PembelianRp36.000.000
PPN MasukanRp3.960.000
BankRp39.960.000

20 April 2026: barang diterima

AkunDebitKredit
PersediaanRp120.000.000
PPN MasukanRp9.240.000
Uang Muka PembelianRp36.000.000
Utang UsahaRp93.240.000

20 Mei 2026: pelunasan

AkunDebitKredit
Utang UsahaRp93.240.000
BankRp93.240.000

Total kas keluar Rp133.200.000. Angka ini sama dengan harga jual Rp120.000.000 ditambah total PPN Rp13.200.000.

Jurnal di sisi penjual (PT Sinar Kayu Nusantara)

5 Maret 2026: penerimaan uang muka dan faktur pajak uang muka

AkunDebitKredit
BankRp39.960.000
Uang Muka Penjualan (Liabilitas Kontrak)Rp36.000.000
PPN KeluaranRp3.960.000

20 April 2026: penyerahan barang

AkunDebitKredit
Uang Muka Penjualan (Liabilitas Kontrak)Rp36.000.000
Piutang UsahaRp93.240.000
PenjualanRp120.000.000
PPN KeluaranRp9.240.000

Jurnal harga pokok penjualan dicatat terpisah sesuai metode persediaan perusahaan.

20 Mei 2026: pelunasan diterima

AkunDebitKredit
BankRp93.240.000
Piutang UsahaRp93.240.000

Dampak ke laporan keuangan per 31 Maret 2026

LaporanCV Karya Mandiri (Pembeli)PT Sinar Kayu (Penjual)
NeracaAset lancar: Uang Muka Pembelian Rp36.000.000Liabilitas: Liabilitas Kontrak Rp36.000.000 dan PPN Keluaran Rp3.960.000
Laba rugiBelum ada beban atau HPP dari transaksi iniBelum ada pendapatan dari transaksi ini
Arus kasKas keluar Rp39.960.000 di aktivitas operasiKas masuk Rp39.960.000 di aktivitas operasi

Tabel ini menunjukkan inti perlakuan uang muka. Kas sudah berpindah, tetapi laba rugi kedua pihak belum terpengaruh sampai barang diserahkan pada April.

Perlakuan Khusus Uang Muka

Tiga kondisi berikut sering membingungkan saat mencatat uang muka.

Uang muka pembelian aset tetap

DP untuk mesin, kendaraan, atau bangunan dicatat di akun Uang Muka Pembelian Aset Tetap. Saldonya disajikan sebagai aset tidak lancar dan arus kasnya masuk aktivitas investasi. Saat aset diterima, saldo DP dipindahkan ke akun aset tetap bersama sisa tagihannya.

Baca Juga: Jurnal Pembelian Aset Tetap: Pengertian, Cara Membuat dan Contoh Pencatatannya

Uang muka hangus atau dikembalikan

Contoh: pesanan dengan DP Rp5.000.000 ke pemasok non-PKP dibatalkan.

KondisiJurnal Pembeli
DP hangusDebit Beban Lain-lain Rp5.000.000, kredit Uang Muka Pembelian Rp5.000.000
DP dikembalikanDebit Piutang Lain-lain Rp5.000.000, kredit Uang Muka Pembelian Rp5.000.000

Jika DP hangus, penjual mengalihkan liabilitas kontrak ke pendapatan lain-lain. Jika ada PPN, konsultasikan pembatalan faktur pajak uang muka dengan konsultan pajak.

Uang muka dalam valuta asing

Menurut ISAK 122 (dahulu ISAK 33), DP valas bersifat nonmoneter. KPMG menjelaskan kursnya dikunci pada tanggal DP dibayar. Jadi, DP USD5.000 yang dibayar dengan kurs Rp16.300 tetap tercatat Rp81.500.000 meski kurs akhir bulan berubah.

Perbedaan Uang Muka, Biaya Dibayar di Muka, Pendapatan Diterima di Muka, dan Termin

Keempat istilah ini sering tertukar. Berikut perbandingannya.

AspekUang Muka PembelianBiaya Dibayar di MukaPendapatan Diterima di MukaTermin
Dicatat olehPembeliPembeliPenjualPenjual dan pembeli
SifatTanda jadi sebelum barang atau jasa diterimaPembayaran atas manfaat yang dipakai bertahap, misalnya sewa atau asuransiDP atau pembayaran penuh yang belum diserahkan barang atau jasanyaPembayaran bertahap sesuai kemajuan atau jadwal
Kelompok akunAsetAset lancarLiabilitas (liabilitas kontrak)Piutang atau utang usaha
Dialihkan saatBarang atau jasa diterimaPeriode manfaat berjalanKewajiban pelaksanaan terpenuhiSetiap tahap ditagih dan dibayar

Catat Uang Muka Lebih Rapi dengan Mekari Jurnal

Uang muka baru tercatat benar jika saldonya terhubung dengan pesanan, faktur, dan pelunasan. Di spreadsheet, hubungan ini mudah terputus. Aplikasi pembukuan Mekari Jurnal membantu menjaga alurnya tetap utuh:

  • Deposit di pesanan pembelian: satu PO bisa menampung banyak DP melalui fitur Tambah Deposit.
  • Uang muka memotong tagihan otomatis: DP yang tercatat langsung mengurangi jumlah yang harus dibayar ke pemasok di faktur pembelian.
  • Tersusun otomatis: transaksi masuk ke kategori akun yang tepat tanpa pencatatan manual.
  • Patuh regulasi lokal: fitur disusun mengikuti Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.
  • Buku besar dan neraca saldo real-time: saldo uang muka per akun bisa dipantau kapan saja untuk rekonsiliasi.
  • Lampiran transaksi digital: kontrak, faktur pajak uang muka, dan bukti transfer tersimpan online dan tidak tercecer.

Dengan pencatatan yang terhubung, DP tidak lagi menggantung di neraca tanpa kejelasan. Tim keuangan bisa melihat berapa DP yang belum terealisasi, ke pemasok mana, dan kapan barang dijadwalkan tiba.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami