Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
6 min read

Perkembangan Teknologi Konstruksi dalam Industri Modern

Diperbarui
Di tulis oleh: Mekari Jurnal Vely Sia

Teknologi dalam bisnis konstruksi saat ini telah berkembang pesat dan mengubah cara kerja proyek pembangunan.

Kemajuan teknologi ini ( software maupun hardware ) membantu meningkatkan produktivitas dan membuat lingkungan kerja lebih aman bagi pekerja konstruksi.

Jika Anda bekerja di industri konstruksi atau ingin bekerja di bidang ini, penting bagi Anda untuk memahami peran teknologi dalam industri ini dengan mengetahui inovasi terbaru.

Untuk itu, artikel di blog Mekari Jurnal kali ini akan menjelaskan apa itu teknologi konstruksi, fungsi, jenis, serta beberapa contoh dari teknologi tersebut.

Perkembangan Teknologi Konstruksi

Perkembangan teknologi konstruksi telah mengalami transformasi signifikan dari metode manual tradisional ke penerapan teknologi digital canggih.

Meskipun pembangunan tetap membutuhkan tenaga kerja manusia untuk berbagai kegiatan fisik, tetapi semua perencanaan, manajemen, dan pengawasan kini banyak dibantu oleh teknologi.

Teknologi konstruksi modern mencakup Building Information Modeling (BIM) untuk desain terpadu, drone untuk survei lokasi, sensor IoT untuk monitoring kualitas material, serta software manajemen proyek yang memungkinkan pengawasan real-time.

Selain itu, tren saat ini mendorong adopsi teknologi ramah lingkungan, seperti cetak 3D untuk struktur bangunan dan material inovatif yang lebih tahan lama.

Fungsi Teknologi konstruksi

Berikut ada beberapa fungsi perkembangan teknologi konstruksi:

  1. Meningkatkan produktivitas dengan menggunakan teknologi seperti kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin yang membantu mengotomatiskan serta merampingkan banyak proses.
  2. Membantu mengelola kekurangan tenaga kerja melalui penggunaan drone, robot, atau alat berat otonom untuk memastikan kebutuhan tenaga kerja.
  3. Membuat kolaborasi dalam proyek berjalan mulus hingga mendorong terjadinya komunikasi yang lebih efektif dan memastikan setiap informasi baru sampai ke semua pemangku kepentingan secara real time, sehingga proyek akan berjalan dengan lancar.
  4. Meningkatkan keamanan dengan penggunaan tools seperti VR atau sensor untuk melatih tenaga kerja, memantau status kesehatan mereka serta keselamatan keseluruhan lokasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mengurangi risiko cedera serius.

Kerugian Tidak Mengadopsi Teknologi Konstruksi

Mengabaikan teknologi konstruksi bisa membawa berbagai dampak negatif bagi proyek dan operasional perusahaan. Meskipun tenaga kerja manusia tetap dibutuhkan, perencanaan dan manajemen yang minim dukungan teknologi sering menimbulkan kendala serius.

  1. Inefisiensi Proses: Tanpa software manajemen atau BIM, perencanaan dan koordinasi antar tim sering lambat dan rawan kesalahan.
  2. Biaya Lebih Tinggi: Kesalahan manual dan revisi proyek meningkatkan biaya material dan tenaga kerja.
  3. Keterlambatan Proyek: Tanpa monitoring real-time, masalah di lapangan sulit dideteksi lebih awal, menyebabkan proyek tertunda.
  4. Kualitas Bangunan Menurun: Minimnya sensor dan kontrol kualitas otomatis bisa membuat hasil akhir kurang optimal.
  5. Kesulitan dalam Dokumentasi: Data manual sulit diakses dan dianalisis, menyulitkan evaluasi proyek dan perencanaan selanjutnya.

Dengan kata lain, mengabaikan teknologi bukan hanya soal “tidak modern”, tapi bisa berdampak langsung pada efisiensi, biaya, dan kualitas proyek. Integrasi teknologi membantu kontraktor tetap kompetitif, meminimalkan risiko, dan memaksimalkan hasil proyek.

Jenis dan Contoh Teknologi konstruksi

teknologi konstruksi data

Saat ini, perkembangan teknologi konstruksi telah memunculkan banyak tools yang bisa membantu mendorong industri ini semakin maju, di antaranya:

1. Aplikasi Manajemen dan Pengumpulan Data

Saat ini telah hadir berbagai aplikasi manajemen dan pengumpulan data yang berfungsi untuk mengelola berbagai aspek proyek konstruksi.

Aplikasi ini membantu merampingkan berbagai proses, seperti penjadwalan, manajemen proyek, dan manajemen back-office.

Biasanya, sebagian besar aplikasi ini berbasis cloud, yang memungkinkan untuk berbagi perubahan dengan berbagai pemangku kepentingan secara real time.

Dengan begitu, kolaborasi dan komunikasi di antara tim bisa ditingkatkan.

2. Machine Learning dan Artificial Intelligence

Kedua teknologi ini sangat berguna dalam menyempurnakan sejumlah besar data konstruksi yang tersedia dan mendapatkan informasi yang berharga.

Informasi tersebut memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik dan mengarah pada peningkatan produktivitas proyek dan pengurangan risiko keamanan.

Perusahaan konstruksi biasanya menerapkan AI untuk mengidentifikasi aspek-aspek dari suatu proses di mana terjadi pemborosan waktu.

Dengan begitu, perusahaan dapat mengevaluasi dan memperbaiki aspek-aspek tersebut untuk meningkatkan efisiensi proses secara keseluruhan.

Mengingat peran ML dan AI yang penting untuk upgrade alur kerja, beberapa perusahaan besar telah mulai membangun program AI mereka sendiri untuk membantu proses dan operasi pengambilan keputusan internal.

Sementara yang lain mengandalkan pihak ketiga, seperti AI consulting dan penyedia solusi AI.

3. Teknologi Virtual Reality (VR)

VR membantu perusahaan konstruksi melatih karyawan mereka untuk bekerja dengan aman di lingkungan kerja yang berbahaya.

Dengan memanfaatkan teknologi ini, Anda bisa melatih tenaga kerja untuk memahami potensi tantangan di lokasi kerja tertentu sebelum masuk ke lokasi kerja dan memulai proyek.

Harapannya supaya mereka lebih siap menghadapi tantangan yang mungkin akan dihadapi dan meningkatkan keamanan di lokasi kerja sekaligus menghindari kecelakaan atau cedera serius.

4. Drone

Ini adalah salah satu teknologi konstruksi terbaru yang saat ini populer di kalangan pengusaha konstruksi.

Perusahaan konstruksi menggunakan drone untuk melakukan inspeksi lokasi kerja, bahkan lokasi yang sulit dijangkau sekalipun, untuk mengidentifikasi potensi bahaya.

Misalnya di jembatan atau di gedung tinggi.

Drone yang digunakan biasanya juga didukung dengan kamera beresolusi tinggi.

Jadi, data yang terkumpul dapat digunakan oleh perusahaan membuat peta dan model 3D atau topografi interaktif, dan melakukan pengukuran volume.

5. Building Information Modelling (BIM)

BIM adalah teknologi konstruksi yang menggabungkan representasi digital 3D bangunan sehingga pemangku kepentingan yang berbeda dalam suatu proyek dapat berkolaborasi secara efektif.

Melalui kolaborasi yang efisien, tim proyek dapat membuat desain bangunan yang lebih baik dan tepat guna.

Setiap perubahan yang mungkin dilakukan oleh anggota tim akan dikirimkan ke anggota tim lainnya secara real time melalui software BIM.

Ini memastikan bahwa semua anggota tim dapat selalu memiliki akses ke desain terbaru.

6. Software Akuntansi Konstruksi

Seiring pertumbuhan sektor konstruksi, pengintegrasian data di seluruh bidang, lokasi, dan kontraktor sangat penting untuk dilakukan.

Tujuannya penggunaan software akuntansi disini adalah mencapai visibilitas end-to-end ke dalam kontrak, klien, dan pembukuan keuangan.

Banyak perusahaan konstruksi yang gulung tikar akibat masalah dalam rekonsiliasi penagihan kontrak dan biaya pada akhir bulan dan akhir tahun yang terlalu banyak.

Tantangannya menjadi berlipat ketika ada audit dari serikat pekerja atau kontraktor.

Jika perusahaan ingin mengatasi tantangan ini, maka penggunaan software akuntansi konstruksi harus menjadi bagian dari proses bisnis mereka.

Dengan berinvestasi pada teknologi software akuntansi yang terintegrasi, maka perusahaan konstruksi akan mendapatkan sejumlah keuntungan seperti:

  1. Kemampuan mengintegrasikan data dari berbagai bidang, lokasi, kontraktor, dan sistem di seluruh perusahaan konstruksi agar kemudian bisa menyajikan laporan bisnis yang akurat untuk pengambilan keputusan yang efisien dan tepat waktu.
  2. Menghubungkan bisnis konstruksi dengan aplikasi berbasis AI prediktif untuk pelaporan konstruksi, pemantauan kemajuan proyek, serta perencanaan dan kontrol proyek.
  3. Memungkinkan perusahaan membuat faktur tagihan yang benar serta mengecek pembayaran dengan mudah dan praktis.
  4. Kemampuan untuk berbagi data dengan cepat dan mulus kepada seluruh pemangku kepentingan lain di perusahaan sehingga keputusan yang diambil dapat diterima oleh semua pihak.
  5. Memberikan kejelasan dan visibilitas kinerja proyek, varian, keuntungan, dan penurunan margin.
  6. Memungkinkan perusahaan konstruksi untuk membuat perkiraan perihal biaya proyek, menangani kemungkinan penundaan pengerjaan, dan meningkatkan kinerja peralatan.
  7. Memudahkan perusahaan untuk menghitung dan membayar pajak industri yang sangat kompleks.
  8. Software akuntansi dapat mengintegrasikan back-office Anda dengan lokasi lapangan, merampingkan operasi rantai pasokan, mengelola subkontraktor khusus, dan menangani risiko, sehingga mengoptimalkan proses konstruksi.

Salah satu software akuntansi yang bisa Anda manfaatkan adalah Mekari Jurnal.

Melalui fitur biaya dan anggaran Mekari Jurnal, Anda dapat melakukan pencatatan transaksi seperti pembelian bahan bangunan, pembayaran honor tenaga kerja, hingga pembayaran secara bertahap sampai pelunasan kepada supplier.

Coba gratis Mekari Jurnal

Kategori : Business Management

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami