Teknologi Bantu Bisnis Hong Tang Bertahan saat Krisis COVID-19

Beberapa pekan terakhir menjadi masa yang sulit bagi sebagian pemilik usaha. Betapa tidak, pandemi Virus Corona atau COVID-19 membuat nadi ekonomi di Indonesia nyaris tak berdenyut. Usaha kecil dan menengah (UKM) terus berpacu mencari formulasi terbaik untuk membuat bisnisnya bertahan di tengah masa krisis. Namun, kondisi saat ini tak membuat CEO and Founder Hong Tang, Andrew S. Iskandar, terlalu khawatir dengan perkembangan bisnis kuliner miliknya.

Andrew berharap perusahaan kuliner yang berfokus pada Asian dessert itu tetap meraih pendapatan yang baik meski muncul wabah COVID-19. Berbagai macam strategi dia lakukan di tengah krisis ekonomi akibat COVID-19. Berikut ini penuturan Andrew kepada Jurnal by Mekari, Selasa (14/4).

Salah satu dessert yang diproduksi Hong Tang

Memiliki Strategi Pemasaran yang Jitu 

Bermula pada 2012, Hong Tang berdiri di sebuah ruko sederhana di kawasan Muara Karang, Jakarta Barat. Hong Tang dalam bahasa Taiwan berarti ‘Gula Merah’. Nama itu sesuai dengan tema menu unggulan restoran, yakni makanan penutup atau dessert khas Asia.

Setelah 1 tahun berlalu, Andrew bersama rekannya kembali membuka outlet di wilayah Pantai Indah Kapuk, Jakarta Barat. Sampai saat ini, terdapat 10 cabang milik pribadi dan 4 cabang dengan sistem franchise. 

Andrew mengaku menjalani sejumlah strategi agar usahanya tetap bertahan di tengah pandemi Covid 19. Salah satunya, berfokus mempromosikan Hong Tang sebagai restoran dengan menu makanan penutup yang sehat atau healthy dessert

Dalam strategi pemasaran (marketing), Andrew mengaku berupaya menyadarkan masyarakat untuk menjaga ketahanan tubuh dengan berbagai cara. Selain olah raga, menjaga daya tahan tubuh juga bisa dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat. 

Pada akhirnya, Hong Tang diperkenalkan sebagai restoran yang tak hanya menyediakan dessert khas Asia yang enak, tetapi juga menyehatkan dan mampu meningkatkan daya tahan tubuh di tengah penyebaran Virus Covid 19. 

“Kondisi sekarang kita sedang menghadapi isu ada virus yang menyebar satu dunia. Kalau Hong Tang, kita fokus di healthy dessert untuk membantu menaikkan daya tahan tubuh, kami yakin posisi saat ini,” ujar Andrew. 

Andrew terus-menerus menekankan kepada pelanggan bahwa semua bahan dalam produk dessert Hong Tang memiliki kandungan nutrisi. Misalnya grass jelly, ubi, kacang, merah, puding kedelai, jahe, susu, dan lainnya. 

“Bahan-bahan makanan Hong Tang ada banyak nutritional value dari sisi western medicine sama traditional chinese medicine juga. Menurut saya tidak akan diserang oleh bakteri atau virus dari luar. Nah dari sana kita juga boosting health benefit yang bisa dijual oleh Hong Tang,” jelas Andrew. 

Salah satu dessert yang diproduksi Hong Tang

Memaksimalkan Teknologi

Strategi lain, Andrew juga berfokus memanfaatkan teknologi yang mendukung proses bisnis Hong Tang agar tepat sasaran dan lebih efisien. Misalnya, layanan pesan antar makanan secara online, sistem Point of Sales (POS), digital marketing, dan tentunya software akuntansi online.

“Kami fokus di layanan to-go, kami ada kerja sama kirim produk langsung ke customer. Mudah-mudahan itu cukup bantu penjualan masih cukup bagus. Basicly beberapa teknologi aplikasi membantu proses bisnis kami,” tutur Andrew.  

Tanpa dukungan aplikasi online, proses bisnis Hong Tang tentu akan menjadi lebih sulit. Sebaliknya, kehadiran teknologi memudahkannya memantau proses produksi dan operasional per outlet secara lebih sistematis. Salah satu teknologi yang digunakan Hong Tang ialah software akuntansi online Jurnal by Mekari.

Sebelum menggunakan Jurnal, data keuangan Hong Tang berada di tempat yang berbeda-beda, staf yang berbeda, dengan format yang juga berbeda. Hal itu membuat pemilik usaha sulit mengolah dan menganalisa data 

Manajemen juga membutuhkan waktu lama untuk memperoleh data keuangan dari para staf. Belum lagi mereka perlu memeriksa keakuratan data dalam proses pencatatan. Pada akhirnya, waktu akan terbuang sia-sia hanya untuk merapikan data sebelum proses analisa. 

Melalui penggunaan software Jurnal, data perusahaan dapat dikumpulkan menjadi satu dengan format yang seragam. Selanjutnya, manajemen bisa menganalisa data akurat yang sudah tersedia secara real time. Dengan proses analisa singkat, pemilik usaha pun akhirnya mampu menentukan kebijakan secara cepat dan mengambil strategi tepat yang dibutuhkan ketika kondisi krisis seperti saat ini. 

“Kalau biasanya perlu waktu dua minggu untuk analisa data, dengan Jurnal bisa real time dan langsung take action. Misalnya sales turun karena produk slow moving, langsung bikin promo untuk boost omzet. Tiap data masuk, besoknya sudah pikir lets do something new,” jelasnya. 

Salah satu dessert yang diproduksi Hong Tang

Tak hanya itu, Jurnal juga membantu Hong Tang memonitor kondisi inventory. Aplikasi Jurnal mampu menyediakan data yang akurat dan komprehensif terkait kuantitas bahan baku di gudang. 

Dengan demikian, pemilik bisnis bisa mengetahui kondisi pasokan bahan baku secara real time, dan menyesuaikannya dengan harga di pasaran. Data itu juga bisa dianalisa untuk menjadi bahan pertimbangan dalam memutuskan strategi pengeluaran dalam beberapa bulan mendatang. 

Jadi, sebagai pelaku bisnis UKM Anda tidak perlu cemas. Pastikan bisnis Anda tetap berjalan dan mampu bertahan pada saat kondisi pandemi saat ini.

Sebagai aplikasi software akuntansi online, Jurnal ikut mendukung dan berkomitmen membantu menjawab tantangan untuk menjaga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah tuntutan untuk mengurangi mobilitas ke tempat kerja dan keramaian umum lewat program #UKMtahankrisis.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk Jurnal di website Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Jurnal secara langsung. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan bonus berlangganan Jurnal selama 60 hari dan diskon 35% (Minimal subscribe 12 bulan). Salam sehat dan produktif selalu!CTA

 


PUBLISHED14 Apr 2020
Lavinda
Lavinda

SHARE THIS ARTICLE: