Jurnal Enterpreneur

Rahasia Strategi Bisnis Kreatif Infia di Tengah Krisis COVID-19

Menjalankan usaha di tengah pandemi Virus Corona atau COVID-19 bukan perkara mudah. Butuh strategi yang jitu agar bisnis tetap berjalan di tengah krisis yang terjadi akibat COVID-19.

Hal ini yang coba dilakukan Infia Media Pratama. Co-Founder Infia Media Pratama, Aditya Kusumapriandana, mengatakan ada beberapa strategi khusus agar bisnisnya tetap berjalan saat masa krisis saat ini. 

Misalnya, dia tidak ragu mengambil langkah lebih dulu dengan menerapkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi mayoritas karyawannya. Ini sesuai anjuran pemerintah agar masyarakat melakukan jarak fisik (physical distancing) dan pembatasan aktivitas perusahaan. Meskipun menerapkan WFH, produktivitas karyawannya tetap terjaga.  

“Makanya kalau orang tanya Infia itu apa sih? Kita bilangnya creative solution. Kalau yang agency masih business as usual, seperti (dikerjakan) di rumah masing-masing (WFH), meeting pakai digital meeting. Klien-klien juga paham ya masih mau digital meeting,” kata Aditya saat bercerita kepada Jurnal by Mekari, Senin (13/4).

Selain menerapkan WFH, ada beberapa strategi lain yang dilakukan Infia agar bisnisnya tetap berjalan saat krisis akibat COVID-19. Berikut ini ulasannya:

Mengubah Fokus Klien

Dampak lain yang juga menerpa bisnis Infia adalah batalnya berbagai proyek besar yang akan diselenggarakan sendiri maupun proyek-proyek untuk para kliennya. Seperti agenda Jakarta Sneaker Day (JSD) 2020 yang rencananya digelar 19 – 26  Maret 2020 lalu harus kandas karena COVID-19.

Namun ia tidak patah arang menghadapi kondisi ini. Aditya berusaha cari cara agar tetap bisa memenuhi kebutuhan kliennya yang masih memungkinkan dijalankan mengingat untuk bisnis tangible masih sulit dilakukan.

“Kita satu tahun ada tiga signature event yang satu sudah pasti batal, sisanya tentatif. Event-event klien banyak batal. Klien minta buat event offline, jelas semuanya dipending. Nah, yang intangible tidak terlalu terkendala. Jadi paling kita berubah fokus klien saja,” ungkapnya.

Dorong Pemasaran Produk Sesuai Kebutuhan Saat ini

Aditya tak memungkiri produk-produk dari bisnis tangible service mengalami penurunan sangat tajam akibat pandemi COVID-19. Sehingga perusahaan juga melakukan peralihan dari produk yang biasanya dipasarkan.

Mengingat kebutuhan masyarakat di tengah pandemi COVID-19 ini adalah barang-barang kesehatan dan sejenisnya, maka perusahaan melihat peluang itu. Untuk itu strategi yang dia ambil salah satunya menjual barang yang dibutuhkan orang sekarang ini.

“Seperti disinfektan. Kita sebenarnya juga ada disinfektan untuk sneaker lah. Jadi kita shifting campagne-nya (sesuai) kondisi, dari yang bersihin biasa, sekarang kalau keluar rumah ya sepatunya harus didisinfektan dulu,” ucap dia.

Jangan Jalan Sendiri, Lakukan Kolaborasi

Aditya menekankan yang tak kalah penting agar tetap bisa menjalankan dan mengembangkan bisnis di tengah berbagai tantangan adalah melakukan kerja sama dengan pihak atau jenis usaha lainnya. Ia berpendapat, dengan kerja sama maka akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam berbisnis.

“Zaman sekarang itu kita enggak bisa ngerjain sendiri. Setiap part pasti punya expertise-nya masing-masing. Satu pekerjaan ‘kan enggak butuh satu expertise. Tapi butuh banyak keahlian. Jadi jangan kita ‘makan’ semua, kita bagi-bagi juga ke yang lain,” jelasnya.

Mengoptimalkan Teknologi

Ia pun mengakui, peran teknologi sangat membantunya dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis. Terlebih lagi pada kondisi seperti sekarang ini.

Dengan teknologi, banyak pekerjaan yang bisa dilakukan dari jarak jauh dengan baik. Selain itu bisa lebih efisien karena tidak membutuhkan banyak sumber daya manusia. Sehingga bisa mengubah biaya strukturnya.

Karyawan masih tetap dipekerjakan sesuai fungsinya di tengah situasi yang menantang bagi dunia usaha. Tak heran jika perusahaannya tidak melakukan PHK karena adanya pandemi COVID-19 ini.

Aditya mengungkapkan dalam menjalankan usaha ini Infia mengadopsi teknologi perangkat lunak akuntansi berbasis internet (Cloud), yakni Jurnal by Mekari. Karena Jurnal memudahkan bisnisnya untuk membuat faktur (invoice), pencatatan keuangan, dan lainnya. Diakuinya teknologi Jurnal merupakan salah satu tulang punggung bisnisnya.

“Jurnal jadi salah satu backbone ‘lah (buat Infia). Mau bikin pencatatan keuangan atau apa itu masing-masing tim punya peran dan bisa menjalankan, tak perlu datang ke mana buat cetak dokumen atau antar dokumen dan lain-lain,” kata dia.

Jurnal adalah software akuntansi online dengan laporan keuangan lengkap seperti, neraca keuangan, arus kas, laba-rugi, dan lainnya. Jadi sebagai pelaku bisnis UKM tak perlu cemas lagi, pastikan bisnis Anda tetap berjalan dan mampu bertahan di tengah pandemi corona ini.

Sebagai aplikasi software akuntansi online, Jurnal ikut mendukung dan berkomitmen membantu menjawab tantangan guna menjaga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah tuntutan untuk mengurangi mobilitas ke tempat kerja dan keramaian umum lewat program #UKMtahankrisis.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk aplikasi pembukuan android dari Jurnal di situs web Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Jurnal secara langsung. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan bonus berlangganan Jurnal selama 60 hari dan diskon 35% (Min. subscribe 12 bulan). Salam sehat dan produktif selalu!CTA

Kategori : Dunia UKM

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo