Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Memahami Sistem Akuntansi Non-Cash dan Penerapannya dalam Bisnis

Tayang
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Transaksi non-cash menjelaskan gap antara laba dan arus kas, di mana perusahaan dapat mencatat laba bersih positif dalam laporan keuangan namun tetap mengalami keterbatasan kas akibat tidak adanya pergerakan uang secara langsung
  • Basis akrual memastikan laporan keuangan lebih realistis, karena pendapatan dan beban diakui saat terjadi, bukan saat kas bergerak
  • Transaksi non-cash seperti depresiasi, amortisasi, hingga konversi utang menjadi ekuitas secara signifikan mengubah struktur keuangan perusahaan, meskipun tidak melibatkan arus kas secara langsung dalam setiap pencatatannya
  • Penggunaan software akuntansi terintegrasi, seperti Mekari Jurnal, meningkatkan akurasi pencatatan sekaligus memperkuat brand impression bisnis sebagai entitas yang profesional, transparan, dan siap diaudit

Terdapat sebuah tantangan yang sering ditemukan dalam mengelola akuntansi, di mana sebuah perusahaan mampu melaporkan laba bersih yang positif, tetapi saldo kasnya justru menipis.

Atau bisa juga sebaliknya ketika perusahaan mengalami kerugian di laporan laba rugi, tetapi kondisi kas operasionalnya ternyata cukup sehat. Lalu, apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi?

Setelah analisis yang lebih dalam, jawabannya terletak keberadaan transaksi non-cash ketika perusahaan menjalankan aktivitas bisnis seperti mengubah nilai aset, menambah kewajiban, atau menggeser ekuitas yang tidak berkaitan langsung dengan pada saat transaksi terjadi.

Untuk memahami selengkapnya mengenai sistem akuntansi non-cash dan penerapan praktisnya dalam bisnis, simak dalam artikel Mekari Jurnal berikut ini.

Pengertian Sistem Akuntansi Non-Cash

Sistem akuntansi non-cash adalah sistem pencatatan yang memfokuskan pada transaksi-transaksi bisnis yang terjadi tanpa ada perpindahan uang tunai atau setara kas secara langsung, namun tetap menghasilkan dampak pada finansial perusahaan yang harus diakui dan dilaporkan dalam laporan keuangan.

Prinsip fundamental yang diterapkan adalah basis akrual, yaitu prinsip yang menyatakan bahwa pendapatan diakui ketika sudah diperoleh (bukan ketika kasnya diterima), dan beban diakui ketika sudah terjadi (bukan ketika kasnya dibayarkan).

Contohnya seperti ini, ketika sebuah mesin pabrik digunakan setiap hari untuk berproduksi, mesin tersebut secara bertahap mengalami penurunan nilai.

Penurunan ini berdampak secara ekonomis dan harus diakui sebagai beban dalam laporan keuangan., namun tidak ada uang yang berpindah tangan saat beban depresiasi ini diakui karena kas sudah keluar pada saat mesin pertama kali dibeli.

Inilah yang dikenal dengan transaksi non-cash yang akan dicatat dalam sistem pencatatan akuntansi.

Jenis-Jenis Transaksi Non-Cash dalam Akuntansi

Dalam praktiknya, transaksi non-cash mencakup beragam cara dan proses. Untuk memudahkan identifikasi dan pencatatan yang tepat, ketahui jenis-jenis transaksi non-cash yang bisa dicatat dalam akutnansi.

1. Depresiasi Aset Tetap

Depresiasi aset tetap sering dijumpai pada bisnis apapun yang memiliki aset berwujud, seperti mesin, kendaraan operasional, peralatan kantor, dan gedung, yang memiliki manfaat yang terbatas.

Baca Juga: 5 Metode Penyusutan Aktiva Tetap dan Pencatatan Jurnal

2. Amortisasi Aset Tidak Berwujud

Mekanisme amortisasi bekerja dengan cara yang sama seperti depresiasi, namun untuk aset yang tidak memiliki wujud fisik, seperti hak paten, merek dagang, lisensi perangkat lunak, goodwill, dan hak cipta.

Aset tidak berwujud mengalokasikan nilai secara bertahap sepanjang masa manfaat atau masa kontrak dan menjadi komponen beban yang sangat signifikan dalam laporan laba rugi.

3. Pembelian Aset Secara Kredit

Ketika perusahaan membeli peralatan seharga Rp 200 juta dengan pembayaran tunda 12 bulan, pada saat transaksi terjadi, aset bertambah dan utang bertambah tetapi kas belum bergerak sama sekali.

Transaksi ini langsung mengubah komposisi neraca secara signifikan tanpa menyentuh saldo kas.

4. Konversi Utang Menjadi Ekuitas

Konversi utang menjadi ekuitas merupakan jenis transaksi yang lebih kompleks dan umumnya terjadi dalam situasi restrukturisasi keuangan.

Ketika kreditur setuju untuk mengkonversi piutangnya menjadi kepemilikan saham di perusahaan, kewajiban berkurang dan ekuitas bertambah.

5. Penyisihan Piutang Tidak Tertagih

Jenis transaksi non-cash ini adalah pengakuan beban atas kemungkinan piutang yang tidak akan berhasil ditagih.

Perusahaan memperkirakan berapa persen dari total piutangnya yang kemungkinan besar macet, dan mengakui jumlah itu sebagai beban sekarang meskipun keputusan akhir tentang piutang mana yang benar-benar tidak tertagih belum terjadi.

6. Beban yang Masih Harus Dibayar

Beban ini terjadi ketika biaya sudah terjadi secara ekonomis tetapi belum dibayar secara tunai.

Contohnya seperti gaji karyawan untuk paruh kedua bulan Desember yang baru akan dibayarkan di Januari, lalu beban ini harus diakui di periode Desember meski pembayarannya baru terjadi bulan berikutnya.

Baca Juga: Pembiayaan Ekuitas atau Utang? Kenali Bedanya

Cara Pencatatan Transaksi Non-Cash dalam Akuntansi

Cara Pencatatan Transaksi Non-Cash dalam Akuntansi

Secara garis besar, pencatatan transaksi non-cash diterapkan dengan cara yang sama dengan pencatatan transaksi tunai, yang berbeda hanya pada akun-akun yang terlibat dan tidak adanya akun kas dalam entri jurnalnya.

Berikut adalah panduan langkah mencatatnya:

1. Mengidentifikasi Transaksi

Sebelum membuat jurnal, tentukan apakah transaksi ini memengaruhi aset, kewajiban, atau ekuitas dan apakah ia bertambah atau berkurang.

Contohnya seperti depresiasi yang menambah akun kontra aset dan menambah beban, keduanya adalah sisi kredit dan debit yang harus seimbang.

2. Membuat Jurnal Transaksi

Selanjutnya Anda bisa membuat jurnal transaksi yang tepat. Setiap transaksi non-cash mengikuti pola debit-kredit yang spesifik.

Contohnya seperti berikut:

  • Depresiasi, polanya selalu konsisten: Beban Depresiasi di sisi debit dan Akumulasi Depresiasi di sisi kredit
  • Amortisasi, polanya serupa: Beban Amortisasi di debit dan Akumulasi Amortisasi (atau langsung akun aset tidak berwujud, tergantung kebijakan perusahaan) di kredit
  • Pembelian aset kredit: akun Aset di debit dan Utang Usaha atau Utang Jangka Panjang di kredit

Baca Juga: Contoh Jurnal Umum Beserta Tahapan Pembuatannya Dalam Akuntansi

3. Posting ke Buku Besar

Setelah jurnal dibuat, setiap entri diposting ke akun-akun terkait dalam buku besar. Akun Akumulasi Depresiasi akan terus bertambah setiap periode, sementara nilai buku aset (harga perolehan dikurangi akumulasi depresiasi) akan terus menurun.

Pemantauan saldo ini di buku besar memungkinkan manajemen dan auditor untuk memverifikasi bahwa pencatatan depresiasi dilakukan secara konsisten.

4. Menyajikannya ke dalam Laporan Keuangan

Tahap yang terakhir adalah menyajikan transaksi non-cash yang muncul di beberapa pos dalam laporan keuangan yang disusun, yaitu:

  • Dalam laporan laba rugi, beban-beban non-cash seperti depresiasi dan amortisasi terlihat sebagai pengurang laba
  • Dalam neraca, akumulasi depresiasi muncul sebagai pengurang nilai aset tetap, sementara utang dari pembelian kredit muncul di sisi kewajiban
  • Perlakuannya dalam laporan arus kas sedikit berbeda karena depresiasi dan amortisasi mengurangi laba tetapi tidak mengurangi kas, keduanya harus ditambahkan kembali ke laba bersih dalam rekonsiliasi arus kas dari aktivitas operasi

Pengaruh Transaksi Non-Cash terhadap Laporan Keuangan

Pengaruh pencatatan transaksi non-cash dalam laporan keuangan penting untuk dipahami oleh siapa pun yang membaca laporan keuangan secara profesional.

Hal ini dikarenakan transaksi ini menciptakan divergensi antara laba yang dilaporkan dan arus kas aktual yang penting untuk membaca laporan keuangan secara lebih kritis dan akurat.

  • Laporan Laba Rugi: Beban non-cash seperti depresiasi akan mengurangi laba bersih perusahaan yang penting untuk perpajakan karena dapat menjadi pengurang penghasilan kena pajak
  • Neraca (Balance Sheet): Transaksi ini mengubah nilai buku aset atau posisi kewajiban. Misalnya, akumulasi depresiasi yang terus meningkat akan menurunkan nilai total aset tetap Anda dari tahun ke tahun
  • Laporan Arus Kas: Di sinilah letak keunikannya. Transaksi non-cash biasanya tidak memengaruhi arus kas secara langsung, namun dalam metode tidak langsung, angka-angka ini digunakan sebagai penyesuaian untuk merekonsiliasi laba bersih dengan kas aktual yang dihasilkan dari aktivitas operasional

Contoh Penerapan Sistem Akuntansi Non-Cash

Untuk lebih mudah memahaminya, simak contoh penerapannya berikut ini!

Kasus pertama mengambil konteks pada perusahaan manufaktur yang membeli mesin produksi senilai Rp100.000.000 dengan estimasi masa manfaat selama 10 tahun.

Dengan durasi tersebut dan metode garis lurus, perusahaan setiap tahunnya harus mencatat depresiasi sebesar Rp10.000.000. Jurnal yang akan dibuat adalah:

  • Beban Depresiasi: Rp10.000.000 (Debit)
  • Akumulasi Depresiasi: Rp10.000.000 (Kredit)

Meskipun di akhir tahun saldo kas di bank tidak berkurang sebesar Rp10 juta karena pencatatan ini, laporan laba rugi perusahaan akan menunjukkan penurunan profit yang memberikan sinyal bahwa aset nilainya terus menyusut dan memerlukan cadangan dana di masa depan.

Baca Juga: Akuntansi Digital untuk Bisnis Efisien dan Masa Depan

Kesimpulan

Sistem akuntansi non-cash adalah bagian integral dari akuntansi berbasis akrual yang membuat laporan keuangan mencerminkan realitas ekonomis bisnis secara lebih lengkap dan akurat

Mulai dari depresiasi dan amortisasi hingga pembelian kredit dan konversi utang, semuanya mengubah posisi keuangan perusahaan tanpa menggerakkan kas, dan semuanya harus dicatat dengan tepat agar laporan keuangan tidak menyesatkan.

Memahami konsep akuntansi non-cash dalam bisnis menjadi kompetensi fundamental yang membedakan seorang profesional keuangan dari seseorang yang sekadar tahu mencatat pengeluaran dan pemasukan kas.

Agar pengelolaan lebih maksimal dan efektif, sudah saatnya bisnis Anda bertransformasi digital dengan mengadopsi software akuntansi terintegrasi, yaitu Mekari Jurnal.

Coba Mekari Jurnal GRATIS sekarang dan pastikan setiap transaksi non-cash dalam bisnis Anda tercatat dengan benar, konsisten, dan siap untuk diaudit.

Konsultasi dengan Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

Kemendikdasmen, “Modul Melakukan Transaksi Kas dan Non Kas”.

UMM, “Non-Cash Transaction Implementation In Local Government”.

Investopedia, “Non-Cash Charges in Accounting: Definition & Key Examples”.

CFI, “Non-Cash Expenses”.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami