Perbedaan ERP untuk Ritel, Manufaktur, dan Trading: Apa Bedanya? Di tengah percepatan pertumbuhan perusahaan menengah dan besar, beragam pertanyaan bermunculan seiring waktu, seperti “apakah bisnis saya membutuhkan ERP (Enterprise Resource Planning)?”. Jika jawabannya Ya, maka pertanyaan susulan akan berlanjut ke, “ERP yang mana? Apakah terdapat ERP yang spesifik untuk industri seperti ritel, manufaktur, dan trading?”. Untuk memahami perbedaan di antara ketiga industri tersebut, artikel ini akan memaparkan perbedaannya secara komprehensif. Mengapa Memahami Perbedaan ERP Menurut Industri Itu Penting? ERP bukan sekadar “satu paket software” yang dapat terpasang pada seluruh jenis perusahaan tanpa penyesuaian terlebih dahulu. Dibutuhkan tahapan implementasi yang komprehensif, dengan memperhitungkan karakteristik bisnis agar mampu mengoptimalkan fungsi sistem ERP seutuhnya. Hal ini juga berguna untuk menghindari kompleksitas, fitur berlebih yang tak digunakan, biaya tinggi, atau bahkan gangguan proses bisnis. Pendekatan yang paling tepat adalah memilih ERP modular, di mana melihat solusi melalui kebutuhan inti terlebih dahulu kemudian berkembang sesuai prioritas operasional perusahaan. Jika Anda dapat memahami perbedaan ERP untuk beberapa industri besar, seperti ritel, manufaktur, dan trading, perusahaan dapat: Mempercepat ROI dengan mengaktifkan modul yang relevan Mengurangi resistensi internal dari budaya kerja baru Mempersingkat waktu pelatihan dan transisi operasional Mengambil keputusan strategis berdasarkan data real-time Baca Juga: Contoh Penerapan Aplikasi ERP Pada Perusahaan Mengenali Core ERP Universal Sebelum masuk ke perbedaan dari masing-masing sistem ERP per segmen industri, kenali terlebih dahulu modul-modul inti ERP yang bersifat universal. Terdapat empat inti/ umum modul yang dapat ditemukan pada setiap sistem ERP, yakni: Modul keuangan/ akuntansi menjadi pusat data finansial, baik transaksi, laporan keuangan, rekonsiliasi, dan kepatuhan pajak Modul inventaris: berisikan fitur pengelolaan stok, pergerakan barang, nilai persediaan Modul pembelian dan penjualan, mencakup pengelolaan PO, penawaran, invoice, retur Modul Laporan dan kinerja, mencakup dashboard KPI dan laporan analitik Fungsi utama dari ERP adalah integrasi antar modul sehingga data hanya perlu dimasukkan sekali, lalu tersedia lintas fungsi. Namun, bagaimana setiap modul disesuaikan menjadi aspek yang membedakan ERP untuk ritel, manufaktur, dan trading. Untuk melihat perbedaannya, simak ulasannya di bawah ini. Baca Juga: 12 Fitur Utama Sistem ERP yang Wajib Dimiliki Perusahaan Modern 1. ERP untuk Ritel, Berfokus Pada Omni-channel, POS, dan Manajemen Cabang Karakter atau tantangan dalam ritel: mencakup trafik transaksi tinggi, fragmentasi saluran penjualan (toko fisik maupun marketplace), dan kebutuhan real-time untuk ketersediaan stok di banyak lokasi. Fitur yang Diperlukan untuk Bisnis Ritel Integrasi POS (Point of Sale), mensinkronkan antara transaksi di kasir dan level persediaan secara real-time Manajemen multi-cabang untuk mengelola transfer antar-cabang, konsolidasi laporan, serta kontrol stok per lokasi Omni-channel order management, mengintegrasi penjualan online & offline, sekaligus data konsolidasi pesanan dan fulfillment Manajemen promosi dan penjualan, bertujuan untuk mengendalikan mekanisme diskon, loyalty program, dan kampanye terukur Peramalan permintaan, berfungsi untuk memprediksi penjualan berdasarkan data historis, seperti tren event atau musiman Dampak Setelah Mengadopsi ERP yang Tepat Pengurangan stockout dan overstok untuk pengelolaan inventaris yang lebih efektif Peningkatan kecepatan layanan di kasir untuk meningkatkan kepuasan pelanggan Visibility penjualan per outlet untuk pengambilan keputusan merchandising berbasis data yang akurat dan cepat 2. ERP untuk Manufaktur, Berfokus Pada Produksi, BOM, dan Manajemen Biaya Karakter atau tantangan dalam manufaktur: memusatkan aktivitas sehari-hari pada produksi dan inventaris gudang, serta mengoptimalkan kinerja floor shop melalui Bill of Materials (BOM), routing, kapasitas mesin, dan quality control. Fitur yang Diperlukan untuk Bisnis Manufaktur Manajemen produksi (berbasis MPS/MRP atau software manufaktur lainnya) turut membantu perencanaan kebutuhan material, jadwal produksi, dan kapasitas BOM (Bill of Materials) dan routing berfokus dalam menyusun struktur produk, work center, tahapan proses secara akurat da komprehensif Shop floor control berfungsi untuk mengelola penjadwalan, tracking progress, dan menilai kinerja pusat aktivitas perusahaan Costing & Variance Analysis memberikan analisis costing per job, overhead allocation, dan indikasi penyimpangan biaya Manajemen kualitas dengan menyusun jadwal inspeksi, QC checkpoints, dan pengendalian mutu berbasis otomatis dan real-time Dampak Setelah Mengadopsi ERP yang Tepat Pengurangan lead time produksi dan pemborosan bahan Peningkatan kualitas proses, produk, dan layanan bisnis Akurasi costing yang meningkatkan ketepatan harga jual dan rasio profitabilitas Visibilitas menyeluruh baik kapasitas maupun bottleneck sehingga pengambilan keputusan produksi lebih efektif Baca Juga: Cara Sistem ERP Bekerja dan Contoh Studi Kasusnya 3. ERP untuk Trading, Berfokus Pada Multi-gudang dan Logistik Karakter atau tantangan dalam trading: biasanya berkaitan dengan pergerakan barang antar gudang, efisiensi pengiriman, dan pengelolaan banyak SKUs dengan margin tipis. Kunci operasional terletak pada kecepatan fulfillment dan optimasi pengiriman. Fitur yang Diperlukan untuk Bisnis Trading Multi-gudang dan transfer stock, di dalamnya mencakup pengelolaan berbasis FIFO/LIFO, batch/serial tracking, dan tata lokasi rak Order fulfillment dan routing, mencakup picking, pengepakkan, dan penjadwalan distribusi Integrasi dengan tim carrier/logistik untuk memantau pengiriman dan mengoptimalkan ongkos kirim secara otomatis Vendor & pembelian skala besar untuk mengelola kontrak vendor Warehouse Management System (WMS) sebagai sistem pusat dalam mengoptimasi gudang secara end-to-end Dampak Setelah Mengadopsi ERP yang Tepat Peningkatan kecepatan pengiriman dan penurunan biaya logistik Kepastian ketersediaan barang untuk pelanggan B2B dan B2C Laporan kinerja gudang yang mendukung optimasi biaya secara berkala Kesimpulan ERP menjadi alat pendukung yang kuat dan menjadi kunci penting dalam strategi bisnis pada industri modern seperti sekarang ini. Melalui sistem ini, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memangkas biaya operasional agar dapat mempertahankan keseimbangan finansial. Untuk menemukan software ERP modular terbaik buatan lokal, maka Mekari Jurnal ERP dapat menjadi pilihan yang tepat untuk bisnis Anda! Mekari Jurnal menyatukan seluruh kebutuhan bisnis, mulai dari modul keuangan, produksi, supply chain, inventory, penjualan, hingga analitik berbasis AI dalam satu platform terintegrasi. Sistem ini juga telah dirancang untuk mendukung operasional perusahaan menengah dan besar dari berbagai industri dan memastikan kepatuhan regulasi lokal maupun internasional. Jika tertarik, Anda dapat konsultasi lebih lanjut dengan tim kami, melalui tombol di bawah ini. Dapatkan uji coba gratis selama 7 hari dan rasakan bagaimana Mekari Jurnal dapat memudahkan operasional bisnis Anda sehari-hari! Konsultasi dengan Mekari Jurnal Sekarang! Referensi: Quora, “What is the difference between a standard ERP and a manufacturing ERP?”. Tranzact, “Role of ERP System in Manufacturing, Trading & Distribution Industry”.