Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Penyajian Operasi yang Dihentikan: Pengertian, Format, dan Contoh dalam Laporan Keuangan

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Tidak semua penghentian aktivitas bisnis dapat dikategorikan sebagai operasi yang dihentikan; hanya komponen yang signifikan dan dapat dipisahkan secara operasional maupun pelaporan.
  • Hasil operasi yang dihentikan wajib disajikan terpisah dari operasi yang dilanjutkan dalam laporan laba rugi agar kinerja bisnis yang berkelanjutan dapat dinilai secara lebih akurat.
  • Penyajian dilakukan dalam bentuk single line item yang mencakup laba atau rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan serta keuntungan atau kerugian pelepasannya.
  • Pemisahan operasi yang dihentikan membantu investor, kreditur, dan manajemen menganalisis profitabilitas tanpa terdistorsi oleh transaksi yang bersifat satu kali (non-recurring).

Laporan laba rugi yang baik harus memisahkan secara jelas hasil dari operasi yang masih berjalan dengan hasil dari operasi yang telah dihentikan atau sedang dalam proses pelepasan.

Tanpa pemisahan ini, investor dan pengguna laporan keuangan lain bisa salah menilai potensi laba perusahaan di masa depan, karena angka laba tahun berjalan tercampur antara kinerja yang berkelanjutan dan transaksi pelepasan yang sifatnya satu kali.

Penyajian operasi yang dihentikan adalah mekanisme dalam PSAK 105/ IFRS 5 yang dirancang untuk mengatasi masalah ini.

Standar ini mewajibkan entitas memisahkan hasil operasi yang dihentikan dari operasi yang dilanjutkan, sehingga pembaca laporan keuangan dapat menilai kinerja inti bisnis secara lebih akurat tanpa distorsi dari unit bisnis yang sudah atau akan dilepas.

Apa Itu Operasi yang Dihentikan?

Operasi yang dihentikan (discontinued operations) adalah komponen entitas yang telah dilepas atau telah diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, dan komponen tersebut mewakili:

  • Mewakili lini usaha atau area geografis utama yang terpisah
  • Merupakan bagian dari rencana terpadu untuk melepas lini usaha atau area geografis utama
  • Merupakan entitas anak yang diperoleh semata-mata untuk dijual kembali

Tiga kriteria ini penting untuk dipahami karena membatasi cakupan apa yang bisa dikategorikan sebagai operasi yang dihentikan.

Kriteria tersebut membatasi bahwa tidak semua penghentian aktivitas dapat diklasifikasikan sebagai operasi yang dihentikan, melainkan hanya komponen yang signifikan dan terpisah secara operasional maupun pelaporan.

Adapun komponen entitas sendiri didefinisikan sebagai operasi dan arus kas yang dapat dibedakan secara jelas, baik secara operasional maupun untuk tujuan pelaporan keuangan, dari entitas yang lain.

Catatan PSAK: PSAK 58 Menjadi PSAK 105

Sebelum jauh masuk ke dalam penjelasan terkait penyajian operasi yang dihentikan atau discontinued operations, Anda perlu mengetahui standar akuntansi yang relevan dengan dalam mengaturnya, yaitu PSAK 58.

PSAK 58 atau PSAK 105 (pembaruan nomenklatur SAK Indonesia) berisi mengenai Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan.

Standar ini diadopsi secara langsung dari kerangka laporan keuangan internasional yaitu IFRS 5 discontinued operations mengenai tata cara pengukuran dan pelaporan pos dalam konteks global.

Kapan Suatu Aktivitas Masuk Operasi yang Dihentikan?

Pertanyaan ini sangat penting karena kesalahan klasifikasi bisa berdampak signifikan terhadap cara laporan keuangan dibaca.

Suatu aktivitas baru memenuhi syarat sebagai operasi yang dihentikan jika memenuhi seluruh kondisi berikut:

1. Merupakan Komponen yang Dapat Dibedakan Secara Jelas

Operasi dan arus kasnya harus dapat dipisahkan secara operasional dan untuk tujuan pelaporan keuangan dari sisa entitas.

Bukan sekadar satu produk atau satu pelanggan, melainkan unit bisnis yang punya batasan operasional yang jelas.

2. Sudah Dilepas atau Diklasifikasikan sebagai Held for Sale

Jika komponen tersebut masih dalam tahap perencanaan internal tanpa komitmen formal dan program aktif pencarian pembeli, ia belum memenuhi kriteria held for sale, sehingga belum bisa diklasifikasikan sebagai operasi yang dihentikan.

3. Mewakili Lini Usaha atau Area Geografis Utama yang Terpisah

Ini adalah syarat materialitas. Menutup satu cabang kecil dari rantai gerai ritel yang memiliki ratusan cabang serupa umumnya tidak memenuhi syarat sebagai operasi yang dihentikan, karena cabang tersebut tidak mewakili lini usaha atau area geografis yang signifikan secara keseluruhan.

Sebaliknya, melepas seluruh divisi manufaktur tekstil dari grup usaha yang juga bergerak di bidang elektronik dan makanan, di mana divisi tekstil tersebut merupakan segmen usaha yang jelas terpisah, lebih mungkin memenuhi syarat sebagai operasi yang dihentikan.

Bagaimana Penyajian Operasi yang Dihentikan?

Prinsip dasar akuntansi mengharuskan penyusunan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain memisahkan hasil kinerja keuangan antara operasi dilanjutkan dan dihentikan.

Fokus utama dalam penyajian discontinued operations adalah menampilkan satu jumlah tunggal (single amount) di bagian bawah laporan laba rugi, tepat sebelum baris laba bersih konsolidasian periode berjalan.

Jumlah tunggal yang wajib disajikan tersebut merupakan angka neto yang terdiri atas akumulasi dari dua poin utama:

  1. Laba atau rugi pasca-pajak (setelah dikurangi beban pajak penghasilan terkait) dari aktivitas operasional komponen yang dihentikan tersebut sejak awal tahun buku hingga tanggal pelepasan resmi
  2. Keuntungan atau kerugian pasca-pajak yang diakui dari hasil pengukuran nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, atau dari pelepasan aset bersih yang membentuk komponen operasi yang dihentikan tersebut

Rincian pelaporan tambahan mengenai komponen pendapatan, beban operasional, serta beban pajak terkait dari operasi yang dihentikan wajib diungkapkan secara mendalam di dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) perusahaan, sehingga struktur laporan laba rugi utama tetap terlihat ringkas dan bersih.

Perbedaan Operasi yang Dihentikan vs Operasi yang Dilanjutkan

Untuk mempermudah dalam memahami analisis postur laporan laba rugi komprehensif, berikut ini terdapat tabel komparasi yang memisahkan karakteristik kedua jenis operasi ini:

Dimensi Operasi yang Dilanjutkan (Continuing Operations) Operasi yang Dihentikan (Discontinued Operations)
Sumber Pendapatan Berasal dari aktivitas bisnis yang masih dijalankan Berasal dari lini usaha atau unit bisnis yang telah dilepas atau akan dijual
Tujuan Penyajian Disajikan sebagai bagian utama laporan laba rugi Disajikan terpisah di bagian akhir sebagai single line item
Lokasi Laporan Disajikan di bagian atas laporan laba rugi komprehensif secara mendalam dari pendapatan hingga beban Disajikan di bagian bawah laporan dalam bentuk jumlah tunggal (single line item) setelah operasi dilanjutkan
Dampak Pajak Beban pajak disajikan bersama operasi berjalan Pajak dihitung dan disajikan secara neto dalam pos operasi yang dihentikan
Prediksi Masa Depan Menjadi indikator utama bagi investor untuk memproyeksikan arus kas masuk di masa mendatang Tidak akan menghasilkan arus kas operasional lagi bagi entitas di periode fiskal berikutnya

Contoh Penyajian Operasi yang Dihentikan

PT Cipta Sentosa adalah grup usaha yang memiliki dua lini bisnis: Divisi A (manufaktur furnitur) dan Divisi B (distribusi tekstil). Pada Oktober 2024, manajemen memutuskan untuk melepas seluruh Divisi B karena tidak lagi sejalan dengan arah strategis grup.

Rencana ini sudah disetujui formal, program aktif pencarian pembeli sudah berjalan, dan penjualan diperkirakan selesai dalam waktu enam bulan. Divisi B memenuhi syarat sebagai operasi yang dihentikan.

Data untuk tahun 2026:

Operasi yang dilanjutkan (Divisi A):

  • Pendapatan: Rp800.000.000
  • Beban: Rp650.000.000
  • Laba sebelum pajak: Rp150.000.000
  • Pajak penghasilan (22%): Rp33.000.000
  • Laba bersih dari operasi yang dilanjutkan: Rp117.000.000

Operasi yang dihentikan (Divisi B):

  • Pendapatan: Rp300.000.000
  • Beban: Rp280.000.000
  • Laba operasi Divisi B sebelum pajak: Rp20.000.000
  • Pajak terkait (22%): Rp4.400.000
  • Laba operasi Divisi B setelah pajak: Rp15.600.000
  • Rugi penurunan nilai atas pengukuran kembali ke nilai wajar dikurangi
  • biaya menjual: Rp10.000.000 (sebelum pajak)
  • Manfaat pajak terkait rugi penurunan nilai (22%): Rp2.200.000
  • Rugi penurunan nilai setelah pajak: Rp7.800.000
  • Jumlah tunggal operasi yang dihentikan: Rp15.600.000 – Rp7.800.000 = Rp7.800.000

Selanjutnya, tahap penyajian dalam laporan laba rugi akan menjadi:

Pos Jumlah (Rp)
Laba dari operasi yang dilanjutkan 117.000.000
Laba dari operasi yang dihentikan 7.800.000
Laba bersih periode berjalan 124.800.000

Dengan format ini, pengguna laporan dapat segera melihat bahwa kontribusi laba berkelanjutan dari grup adalah Rp117.000.000, sementara Rp7.800.000 berasal dari operasi yang sudah dalam proses pelepasan dan tidak akan berulang di tahun-tahun mendatang.

Dampak terhadap Analisis Laba Perusahaan

Pemisahan pos transaksi pelepasan unit bisnis ini membawa pengaruh yang sangat signifikan terhadap perhitungan rasio keuangan dan analisis kualitas laba (quality of earnings) perusahaan Anda.

Para analis keuangan profesional dan lembaga perbankan selalu mengeluarkan komponen operasi yang dihentikan saat mengalkulasi rasio profitabilitas utama seperti Return on Assets (ROA) atau Return on Equity (ROE) yang digunakan untuk memproyeksikan kinerja masa depan.

Jika hasil dari operasi yang dihentikan menghasilkan keuntungan besar dari penjualan tanah pabrik lama, penggabungan angka akan memicu distorsi nilai laba per saham (Earnings Per Share / EPS) yang semu.

Investor bisa saja keliru membeli saham perusahaan karena mengira operasional bisnis sedang tumbuh pesat, padahal lonjakan kas tersebut murni berasal dari aktivitas divestasi satu kali yang tidak berkelanjutan.

Pemisahan ini menjaga integritas pasar modal dari asimetri informasi yang merugikan.

Kesimpulan

Operasi yang dihentikan perlu disajikan secara terpisah dari operasi yang dilanjutkan agar laporan keuangan memberikan gambaran yang lebih transparan mengenai kinerja bisnis yang benar-benar berkelanjutan sesuai ketentuan PSAK 105/IFRS 5.

Pemahaman atas konsep ini membantu manajemen, investor, dan pemangku kepentingan lainnya menilai kinerja perusahaan tanpa terdistorsi oleh transaksi pelepasan bisnis yang bersifat satu kali.

Agar proses penyusunan laporan seperti ini lebih mudah dan akurat, perusahaan memerlukan sistem pencatatan yang terstruktur sejak awal, terutama untuk bisnis dengan banyak divisi atau segmen.

Dengan software akuntansi berbasis cloud seperti Mekari Jurnal, perusahaan dapat mengelola data keuangan secara lebih rapi, memisahkan transaksi setiap unit bisnis dengan mudah, serta menyusun laporan keuangan yang sesuai standar secara lebih efisien.

Coba GRATIS sekarang juga!

Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

Ikatan Akuntan Indonesia. “Perubahan Penomoran PSAK ISAK dalam SAK Indonesia.”

IFRS Foundation. “IFRS 5 Non-current Assets Held for Sale and Discontinued Operations.”

ACCA. “IFRS 5, Non-current Assets Held for Sale and Discontinued Operations.”

Kamus PSAK Balancio. “PSAK 105 — Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan”.

FAQ

Apa perbedaan operasi yang dihentikan dan operasi yang dilanjutkan?

Apa perbedaan operasi yang dihentikan dan operasi yang dilanjutkan?

Operasi yang dilanjutkan berasal dari aktivitas bisnis yang masih dijalankan dan diproyeksikan menghasilkan arus kas di masa depan. Sebaliknya, operasi yang dihentikan berasal dari unit bisnis yang telah atau akan dilepas sehingga disajikan secara terpisah dalam laporan laba rugi.

Kapan suatu aktivitas dapat diklasifikasikan sebagai operasi yang dihentikan?

Kapan suatu aktivitas dapat diklasifikasikan sebagai operasi yang dihentikan?

Suatu aktivitas dapat diklasifikasikan sebagai operasi yang dihentikan apabila:

  • Merupakan komponen bisnis yang dapat dibedakan secara operasional dan pelaporan.
  • Telah dilepas atau memenuhi kriteria held for sale.
  • Mewakili
Bagaimana penyajian operasi yang dihentikan dalam laporan laba rugi?

Bagaimana penyajian operasi yang dihentikan dalam laporan laba rugi?

PSAK 105 mengharuskan hasil operasi yang dihentikan disajikan sebagai satu jumlah bersih (single line item) setelah laba dari operasi yang dilanjutkan. Nilai tersebut mencakup laba atau rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan beserta keuntungan atau kerugian pelepasannya.

Mengapa operasi yang dihentikan harus dipisahkan dalam laporan keuangan?

Mengapa operasi yang dihentikan harus dipisahkan dalam laporan keuangan?

Pemisahan dilakukan agar pengguna laporan keuangan dapat membedakan laba yang berasal dari aktivitas bisnis yang masih berlanjut dengan laba atau rugi yang timbul dari pelepasan bisnis. Hal ini membuat analisis profitabilitas dan proyeksi kinerja perusahaan menjadi lebih akurat.

Standar akuntansi apa yang mengatur operasi yang dihentikan?

Standar akuntansi apa yang mengatur operasi yang dihentikan?

Di Indonesia, penyajian operasi yang dihentikan diatur dalam PSAK 105 (sebelumnya PSAK 58) tentang Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan, yang mengadopsi ketentuan IFRS 5.

Apa dampak operasi yang dihentikan terhadap analisis laporan keuangan?

Apa dampak operasi yang dihentikan terhadap analisis laporan keuangan?

Operasi yang dihentikan dapat memengaruhi laba bersih, earnings per share (EPS), serta rasio profitabilitas seperti ROA dan ROE. Oleh karena itu, analis umumnya mengevaluasi kinerja perusahaan dengan memisahkan hasil operasi yang berkelanjutan dari transaksi pelepasan bisnis yang bersifat tidak berulang.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami