Faktor dan Proses Produksi yang Harus Anda Ketahui

Semua barang yang saat ini dapat Anda konsumsi, tentunya telah mengalami proses yang cukup panjang. Salah satu proses yang tidak dapat dipisahkan dari keberadaan suatu produk adalah proses produksi. Produksi adalah suatu kegiatan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang.

Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Orang atau badan yang melakukan kegiatan produksi disebut dengan produsen. Berdasarkan pengertian tersebut maka produksi mengandung dua hal pokok, yaitu menciptakan nilai guna seperti membangun rumah, membuat pakaian, membuat tas dan membuat sepeda serta menambah nilai guna seperti memperbaiki televisi, memperbaiki sepatu dan memperbaiki atau memodifikasi mobil/motor.

Faktor-Faktor Produksi

Faktor dan Proses Produksi yang Harus Anda Ketahui

Untuk menambah nilai guna suatu produk diperlukan faktor-faktor yang mendukung agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai, yaitu menciptakan nilai guna yang sesuai dengan keinginan konsumen. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi proses produksi diantaranya:

a. Sumber Daya Alam

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam dan dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam usaha pencapaian kemakmuran. Hal yang termasuk sumber daya alam yaitu lingkungan alam, lahan maupun kekayaan yang terkandung di dalam tanah. Sumber daya alam seperti :

  • Udara, tanah, air dan sinar matahari
  • Hewan dan tumbuhan.
  • Mineral dan bahan tambang lainnya.

b. Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia adalah kemampuan (daya) atau usaha manusia berupa jasmani maupun rohani yang digunakan untuk meningkatkan guna suatu barang.

1. Menurut kualitasnya, dapat dibedakan menjadi :

  • Tenaga kerja terdidik, tenaga kerja yang memerlukan pendidikan formal untuk dapat melaksanakan pekerjaannya. Contohnya dokter, arsitek serta dosen.
  • Tenaga kerja terampil, tenaga kerja yang memerlukan keterampilan khusus agar bisa melaksanakan pekerjaannya. Contohnya penjahit, tukang, supir dan kapster salon.
  • Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih, tenaga kerja yang tidak membutuhkan pendidikan atau pelatihan tertentu agar bisa melakukan pekerjaannya. Contohnya asisten rumah tangga, kuli bangunan dan petugas kebersihan.

2. Menurut sifat pekerjaannya, dapat dibedakan menjadi :

  • Tenaga kerja jasmani, tenaga kerja yang  mengandalkan tenaga untuk melaksanakan pekerjaannya. Contohnya petugas kebersihan, tukang becak dan kuli angkut.
  • Tenaga kerja rohani, tenaga kerja yang mengandalkan pikiran dan perasaan dalam melaksanakan pekerjaannya. Contohnya dosen, guru, seniman dan psikolog.

c. Sumber Daya Modal

Sumber daya modal adalah alat atau barang hasil produksi yang dipakai sebagai sarana untuk menghasilkan barang. Modal ini tidak dibeli oleh konsumen melainkan oleh produsen. Modal tidak harus berupa uang. Modal dapat berupa barang yang dihasilkan. Barang-barang modal disebut juga alat-alat produksi. Modal adalah salah satu faktor penting untuk pengelolaan biaya produksi dalam sebuah perusahaan.

1. Berdasarkan Sifatnya

  • Modal tetap, modal yang dapat dipakai secara berulang-ulang. Contohnya bangunan, mesin dan peralatan.
  • Modal lancar, modal yang akan habis digunakan dalam setiap proses produksi. Contohnya bahan baku untuk produksi.

2. Berdasarkan Sumbernya

  • Modal sendiri, modal yang sumbernya berasal dari perusahaan sendiri.
  • Modal asing, modal yang sumbernya berasal dari luar perusahaan.

3. Berdasarkan Kepemilikannya

  • Modal individu, modal yang berasal dari perorangan dimana hasilnya akan menjadi sumber penghasilan bagi pemiliknya.
  • Modal publik, modal yang berasal dari pemerintah dimana hasilnya akan digunakan untuk kepentingan masyarakat umum.

4. Berdasarkan Bentuknya

  • Modal konkret, modal yang dapat dilihat secara nyata dalam kegiatan produksi. Contohnya bangunan, mesin, peralatan dan kendaraan.
  • Modal abstrak, modal yang tidak terlihat secara nyata tapi bernilai bagi perusahaan. Contohnya hak merek, hak paten dan nama baik perusahaan.

d. Keahlian

Ini adalah faktor penting dalam menjalankan proses produksi. Keahlian atau keterampilan individu penting untuk mengkordinasikan dan mengelola faktor produksi dalam menghasilkan barang dan jasa. Beberapa keahlian yang diperlukan seperti perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating) dan pengawasan (controling).

e. Faktor Sumber Daya Informasi

Kemajuan teknologi informasi berperan besar dalam kegiatan produksi. Ini meliputi keseluruhan informasi dan data yang diperlukan oleh perusahaan untuk mengoperasikan bisnis. Beberapa informasi seperti prediksi kondisi pasar di masa depan, data, informasi ekonomi, pengetahuan karyawan dan lain-lain.

Baca juga : Pentingnya Mengetahui Proses Produksi Demi Kemajuan Perusahaan

Proses Produksi

Faktor dan Proses Produksi yang Harus Anda Ketahui

Proses produksi adalah tahap-tahap yang harus dilewati dalam memproduksi barang atau jasa. Terdapat proses produksi yang membutuhkan waktu lama, contohnya dalam pembuatan gedung pencakar langit, pembuatan pesawat terbang, pembuatan kapal serta lainnya.

Dalam proses produksi membutuhkan waktu yang berbeda-beda, terdapat proses yang sebentar seperti pembuatan kain serta pembuatan televisi. Akan tetapi, terdapat juga proses produksi yang dapat dinikmati langsung hasilnya oleh konsumen, contohnya pentas hiburan dan pijat.

Berdasarkan caranya, proses produksi digolongkan dalam empat macam yaitu :

a. Proses Produksi Pendek

Proses produksi yang pendek atau cepat dan langsung menghasilkan barang atau jasa yang dapat dinikmati konsumen. Contohnya proses produksi makanan seperti pisang goreng, bakwan dan singkong goreng

b. Proses Produksi Panjang

Selanjutnya adalah proses produksi panjang, yaitu pada proses ini produsen  membutuhkan waktu yang lama untuk dapat menghasilkan sebuah produk yang dapat diterima oleh masyarakat. Contohnya menanam padi dan membuat rumah.

c. Proses Terus Menerus/Kontinu

Proses produksi yang mengolah bahan-bahan secara berurutan dengan beberapa tahap dalam pengerjaan sampai menjadi suatu barang jadi. Jadi bahan tersebut melewati tahap-tahap dari proses mesin secara terus-menerus untuk menjadi suatu barang jadi. Contohnya proses memproduksi gula, kertas dan karet.

d. Proses Produksi Berselingan/Intermitten

Proses produksi yang mengolah bahan-bahan dengan cara menggabungkannya menjadi barang jadi. Seperti proses produksi mobil di mana bagian-bagian mobil dibuat secara terpisah, mulai dari kerangkanya, setir, ban, mesin serta kaca. Setelah semua bagian dari mobil tersebut selesai atau lengkap maka selanjutnya bagian-bagian mobil tersebut digabungkan menjadi mobil.

Setelah Anda mengetahui faktor dan proses produksi, harapannya Anda dapat menentukan strategi pada tahapan selanjutnya, yaitu distribusi dan konsumsi. Produksi adalah hal penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Selain itu, mengatur keuangan produksi juga merupakan hal penting, untuk itu kita perlu memiliki laporan keuangan. Kini, Anda dapat membuat laporan keuangan dengan mudah, cepat dan realtime dengan menggunakan Jurnal. Fitur yang ada pada Jurnal juga dapat membantu Anda mengelola keuangan hingga membantu proses produksi. Info lebih lanjut tentang Jurnal dapat Anda temukan di sini.


PUBLISHED06 Jan 2020
Dina Amalia
Dina Amalia

SHARE THIS ARTICLE: