Mekari Conference 2019: Masa Depan Teknologi Pembayaran untuk Sektor UMKM

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dinilai sebagai sektor penting yang tidak boleh dilupakan seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat. Hal ini dikarenakan sektor UMKM menjadi sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi di masa depan. Saat ini, banyak juga pihak yang mulai turun tangan membantu memfasilitasi UMKM demi mengembangkan bisnisnya.

Selain itu, dari segi payment atau pembayaran pun juga mulai dikembangkan guna membantu mendukung bisnis UMKM. Pasalnya, sektor UMKM inilah yang paling bisa digenjot dengan kecanggihan konektivitas dan teknologi. Dalam kesempatan ini, Jurnal ingin membahas mengenai beberapa pertanyaan UMKM terkait masa depan pembayaran bersama Go-pay, Midtrans, dan Visa Indonesia di acara Mekari Conference 2019 lalu.

Cashless Society with Go-pay 

Siapa sih yang tidak tahu dengan Go-pay? Dompet virtual untuk menyimpan GO-JEK Credit ini dapat digunakan untuk membayar transaksi layanan di aplikasi dan di berbagai merchant yang sudah bekerja sama. Go-pay sendiri sangat fokus di bisnis mikro yang mendukung program pemerintah untuk cashless society di toko-toko kelontong agar memudahkan mereka untuk melakukan pencatatan dan mendapatkan pinjaman dari bank. 

Go-pay hadir memberikan visibilitas untuk micro merchant untuk mendapatkan kesempatan dan tambahan biaya dari bank sehingga lebih mudah mengakses keuangan. Para merchant yang tadinya hanya memiliki satu toko, tapi kemudian bisa membuka beberapa outlet dengan tambahan biaya yang didapatkan dengan mudah. Caranya adalah dengan bekerja sama dengan beberapa bank di Indonesia untuk memberikan solusi agar rekening penampungnya masuk langsung ke bank setiap harinya.

Dari kegiatan yang dilakukan saat ini, Go-pay akan memfokuskan diri dua tahun ke depan untuk menyatukan semua pencatatan keuangan dalam GO-Biz, sebuah platform di mana merchant dapat melihat pendapatan online atau offline. Selain itu, mereka juga dapat menerima pembayaran melalui debit dan kredit ke depannya sehingga mereka bisa menggunakan platform ini sebagai single platform utk micro merchant-nya. 

Cash is Enemy 

Handikin Setiawan selaku Head of Strategy and Business Planning Visa Indonesia mengungkapkan bahwa musuh utama yang dihadapi adalah cash, karena 91% orang di Indonesia masih menggunakan cash untuk bertransaksi. Bagi para pelaku UMKM, ada beberapa hal yang akan membuat kalian tetap terjaga di malam hari untuk memikirkan strategi., yaitu:

  • Capital, yaitu bagaimana caranya entrepreneur mau menerima pembayaran secepat mungkin, tapi kalau untuk membayar bisa dilakukan nanti. 
  • Control, bagaimana kita mengambil kontrol terhadap keuangan. Tentunya, penting bagi Anda untuk memiliki visibilitas spending, terutama saat perusahaan Anda sudah bekembang dan memiliki banyak karyawan serta kerap beraktivitas di luar. Mendapatkan visibility terhadap budget yang kita keluarkan. Apakah Anda bisa membayangkan kalau hal ini masih dilakukan secara manual?
  • Convenient, sebagai business owner, Anda pasti ingin menghabiskan lebih banyak waktu di bisnis, bertemu klien, mencapai sebuah goal, ketimbang melakukan rekonsiliasi. Kemudahan melakukan pembayaran secara digital tentunya akan membantu melancarkan proses bisnis.

Saat ditanyakan mengenai pendapatnya terhadap future of payment, Diera Yosefina, CMO Midtrans dalam Mekari Conference menjawab bahwa sebenarnya pembayaran yang paling populer dalam e-commerce adalah bank transfer. Berdasarkan data, pembayaran untuk kategori fashion, 90% masih menggunakan transfer melalui bank. Sementara itu, untuk pembelian tiket terbanyak menggunakan credit card

Di Jakarta atau kota-kota besar mungkin sudah terbiasa menggunakan Go-pay. Namun, untuk kota-kota kecil yang masih mengalami kekurangan infrastruktur tentunya sulit mengadaptasi hal ini. Jika kita membicarakan soal e-commerce, saat ini banyak sekali pelaku UMKM yang kalau mau bersaing, mereka harus memasarkan produknya secara online.

Upaya Meningkatkan Angka Cashless Society di Indonesia 

Kita semua ingin membuat Indonesia cashless society-nya lebih besar. Masyarakat pun sudah mulai berpikir untuk tidak menggunakan banyak cash karena dianggap lebih boros. Lalu, bagaimana cara kita agar bisa lebih berintegrasi?

Dewi Yulianti Rosa, Head of Micro Merchant Development Go-pay mengungkapkan bahwa mereka menyediakan fasilitas Oneklik. Jika kita membuka aplikasi Gojek saat ini, Anda bisa menemukan Oneklik, sarana untuk mengirimkan saldo dari bank ke Go-pay. Kedua, mereka juga bekerja sama dengan bank karena setiap akun yang dibuat oleh merchant membutuhkan satu rekening bank sebagai rekening penampung. Go-pay mengaku tidak bersaing dengan bank, justru berusaha saling melengkapi dengan tujuan untuk menciptakan aktivitas pencatatan yang lebih baik. 

Peran Promo dalam Branding 

Saat ini memang banyak sekali pembayaran online yang digunakan guna mendukung cashless society. Nah, keberadaannya diiringi dengan berbagai promo cashback atau diskon menarik untuk menarik minat masyarakat. Promo adalah bagian penting yang paling cepat untuk memproses edukasi karena tipikal orang Indonesia kalau tidak ada promo tidak mau coba. Promo ini membantu untuk mengadopsi pembayaran baru dengan lebih mudah.  

Go-Pay menginginkan micro merchant-nya dapat mengadopsi teknologi lebih cepat dari seharusnya. Indonesia ini cenderung sangat organik, di mana mereka akan mencoba saat ada promo, lalu akhirnya mereka akan menggunakannya. Keduanya tentunya harus mendapatkan keuntungan. Dari sisi merchant, mereka mendapatkan promo yang setiap transaksinya akan mendapatkan benefit

Namun, perlu diingat bahwa promo bukanlah hal permanen yang bisa Anda lakukan secara terus-menerus. Ada kalanya Anda harus berhenti memberi promo saat brand Anda sudah dikenal oleh banyak orang. Ingat, promo adalah tool yang sangat efektif untuk membangun behaviour. Selain itu, ketika Anda membuat promo untuk meningkatkan penjualan, Anda juga perlu memperhatikan keuangan perusahaan. Apakah keuangan sedang baik atau justru sedang kurang baik. 

Jadi, penting bagi pengusaha untuk mengetahui kondisi keuangannya sebelum mulai membuat strategi bisnis. Untuk mengetahui kondisi keuangan dengan mudah, Anda dapat memanfaatkan Jurnal sebagai software akuntansi online yang membantu Anda mengetahui kondisi keuangan kapan dan di mana saja secara realtime. Selain itu, Jurnal juga membantu UKM membuat pembukuan dengan lebih mudah hanya dengan memasukkan transaksi ke dalam Jurnal dan seluruh data akan otomatis menjadi laporan keuangan yang dibutuhkan perusahaan.

Selain itu, Jurnal juga dilengkapi dengan fitur yang membantu Anda mempermudah pengelolaan bisnis, mulai dari stok barang, manajemen aset, membuat invoice otomatis, dan masih banyak lagi. Jadi tunggu apalagi? Daftar Jurnal sekarang dan dapatkan free trial 14 hari!

[adrotate banner=”19″]


PUBLISHED24 Sep 2019
Dewi Maharani Indah Reswari
Dewi Maharani Indah Reswari

SHARE THIS ARTICLE: