Macam-Macam Kegiatan Distributor

Di zaman ini, kegiatan perdagangan menjadi salah satu jenis pekerjaan yang banyak diminati. Di dalam kegiatan perdagangan atau bisnis, setiap perusahaan membutuhkan pemasaran. Hal itu sering kita sebut sebagai kegiatan distributor.

Banyak hal yang perlu dilakukan di dunia perdagangan, dari pendistribusian barang, inventory, bahkan invoice. Kegiatan inventory bisa dilakukan melalui  aplikasi inventory yang dapat memudahkan pekerjaan Anda.

Saat ini pun, kegiatan distributor memudahkan seseorang distributor. Salah satunya jika Anda ingin membuat sebuah invoice perdagangan, Anda hanya perlu mendownload aplikasi invoice dari smartphone Anda.

Kita lanjutkan dengan pembahasan kita hari ini, berikut macam-macam kegiatan distributor secara detail.

Perbedaan Distributor dan Distribusi

Kegiatan distributor menjadi peran yang penting dalam perputaran perdagangan dan ekonomi. Sebab, barang yang telah diproduksi, tidak mungkin bisa sampai ke tangan konsumen tanpa adanya kegiatan distributor.

Seseorang yang mengirimkan distribusi disebut dengan distributor. Kegiatan distributor saat ini menjadi aspek terpenting, untuk memperlancar agar penyebaran produk sampai ke tangan konsumen.

Ketika kita berbicara kegiatan ini maka, Anda juga perlu mengetahui pengertian, jenis, tujuan, manfaat, dan pelaku kegiatan distributor. Untuk itu mari kita simak satu persatu di bawah ini.

Pengertian Kegiatan Distributor

Ilmu pemasaran mencakup berbagai aspek, termasuk kegiatan distributor. Untuk Anda yang barangkali masih ada yang belum memahami apa itu kegiatan distributor, mari simak beberapa pendapat dari pakar di bawah ini:

  1. Manullang

kegiatan distributor adalah kegiatan memindahkan barang dari suatu tempat ke tempat yang lain. Kegiatan dari produsen ke konsumen.

  1. Zylstra

Zylstra sendiri mengartikan bahwa kegiatan distributor adalah sebagai sistem yang memberdayakan sumber daya organisasi yang dimiliki.

  1. Putri, Rosmayani & Rosmita

Berbeda dengan ketiga pakar menurut Putri, Rosmayani dan Rosmita yang sependapat bahwa, kegiatan distributor adalah kegiatan yang masih satu lingkup dengan kegiatan pemasaran. kegiatan distributor bertugas untuk segera memperlancar serta menyampaikan barang ataupun jasa ke konsumen, sesuai dengan permintaan.

kegiatan distributor disebut juga sebagai tolak ukur keberhasilan persebaran produk. Bahkan produk yang sulit diakses pun, berkat kegiatan distributor tetap sampai di lokasi tujuan.

  1. Sigit

Sigit, pakar ini mempunyai perspektif yang lain tentang kegiatan distributor, yaitu sebagai perantara yang bisa menyampaikan atau memindahkan barang dari produsen agar sampai ke tangan konsumen.

  1. Mursid

Sementara pakar Mursid telah mengartikan kegiatan distributor merupakan perantara sekaligus kegiatan yang berperan dalam memindahkan barang yang dihasilkan oleh produsen agar sampai di tangan konsumen.

  1. Karundeng, Mandey dan Sumarauw

Dan ketiga pakar lainnya mendefinisikan bahwa, kegiatan distributor lebih luas lagi. Tidak sebatas sumber daya organisasi saja. Tetapi juga termasuk sumber uang, bangunan, peralatan, uang, ruang fisik serta tenaga kerja yang memenuhi permintaan terhadap produk dan jasa yang diproduksi.

Dari beberapa pendapat diatas, dapat kita simpulkan bahwa kegiatan distributor adalah kegiatan yang menyalurkan produk barang atau jasa dari pihak produsen ke pihak konsumen.

Maka, tugas dari kegiatan distributor sebagai subjek yang menghubungkan antara pihak produsen dengan pihak konsumen.

Siapakah Distributor?

Sebelum kita melanjutkan pembahasan, tahukah Anda siapa yang melakukan kegiatan distributor? Distribusi dilakukan oleh seorang distributor. Jika distribusi adalah kegiatannya, maka kegiatan ini dilakukan oleh pelaku atau orang yang melakukan distribusi.

Tugas distributor paling dasar adalah menyalurkan produk. Baik itu menyalurkan produk berupa barang atau jasa, produk yang diberikan atau diambil dari produsen sampai ke konsumen akhir ataupun dari pemilik bahan baku sampai ke produsen.

Fungsi Distributor

Distributor merupakan sosok yang melakukan proses distribusi. Aktivitas distribusi ini sering dianggap hanya berkutat pada penyaluran barang, padahal tidak selamanya seperti itu.

Distributor mempunyai beberapa fungsi yang membuat kegiatan ekonomi jadi lebih dinamis. Inilah fungsinya.

1. Menyalurkan barang dan jasa

Fungsi utama distributor adalah menyalurkan barang dan jasa hingga dapat dimanfaatkan oleh konsumen. Ini adalah fungsi yang paling umum.

2. Membeli barang dan jasa

Fungsi lainnya dari distributor, membeli barang dan jasa yang sebelumnya disediakan oleh produsen.

3. Menjual barang dan jasa

Setelah membeli barang dan jasa itu, distributor dapat menjualnya ke konsumen, sehingga konsumen meraih barang dan jasa yang dibutuhkannya.

4. Menyimpan produk dan jasa

Distributor berfungsi menyimpan barang yang sudah diterimanya dari produsen. Penyimpanan harus dilakukan dengan benar karena barang tersebut tidak boleh rusak selama dalam perjalanan.

5. Promosi barang dan jasa

Distributor juga dapat mempromosikan barang dan jasa yang disalurkannya. Distributor punya andil dalam membuat konsumen mengenal barang dan jasa miliki produsen.

Jenis Distributor 

Distributor ada berbagai macam, tergantung dari bentuk usaha yang dijalankannya. Begini penjelasannya.

1. Distributor barang

Dari namanya, distributor ini khusus menyalurkan produk berupa barang. Ini adalah jenis distributor yang paling umum.

2. Distributor jasa

Distributor juga bisa menyalurkan jasa. Contoh distributor jasa dapat Anda temukan di berbagai produk jasa keuangan. Nasabah bank bisa memperoleh dana dari proses distribusi yang dilakukan bank.

3. Distributor perorangan

Distributor barang dan jasa biasanya yang mengurus perusahaan. Ada juga distributor perorangan yang bergerak atas nama sendiri dan produknya didapat dari perusahaan. Yang termasuk ke distributor jenis ini adalah MLM. Para anggota MLM mendistribusikan produk perusahaan pada konsumen lain.

Jenis Kegiatan Distributor

Barangkali Anda menjadi salah satu yang ingin menjalankan sebuah usaha bisnis atau ingin memiliki perusahaan sendiri? Jika iya, maka Anda wajib tahu ilmu pemasaran atau distribusi. Agar Anda paham bagaimana kegiatan pemasaran lebih dalam.

Berbicara tentang kegiatan distributor, ada tiga jenis yang bisa kamu gunakan. Dimana Anda bisa memilih jenis apa yang cocok di usaha bisnis Anda. Mari simak apa saja ketiga jenis dan apa saja yang membedakannya:

a. Distribusi Langsung

Jenis yang pertama ini, bisa dikatakan sebagai distribusi langsung apabila produk barang atau jasa yang dihasilkan produsen akan distribusikan langsung oleh distributor ke konsumen.

b. Distribusi Semi Langsung

Berbeda dengan distribusi langsung  jenis distribusi semi langsung merupakan distribusi barang atau jasa melalui distributor pihak ketiga. Dimana pihak ketiga ini pula yang termasuk bagian dari produsen.

c. Distribusi Tidak Langsung

Sementara yang disebut dengan distribusi tidak langsung adalah sistem penyaluran barang atau jasa melalui pihak lain seperti makelar, agen, komisioner, grosir, termasuk para pedagang kecil atau pedagang ecer. Semuanya masuk ke dalam jenis distributor tidak langsung.

Di atas adalah tiga jenis kegiatan distributor yang bisa Anda pilih. Dari ketiga kegiatan distributor di atas, jenis mana yang sesuai dengan keinginan serta kebutuhan Anda? Apapun jawaban Anda, ketiganya bisa membantu Anda untuk menyalurkan barang yang Anda produksi sampai ke tangan konsumen.

Tujuan Kegiatan Distributor

Kegiatan distributor  hadir karena ada permasalahan, misal produk yang tidak mudah didapatkan, produk datang tidak tepat waktu sehingga mempengaruhi kualitas barang.

Dalam upaya mengurangi terjadinya hal-hal demikian, maka perlu ada yang bertugas untuk mendistribusikan barang ataupun jasa. Dibawah ini merupakan tujuan dari kegiatan ini:

  1. Pemerataan produksi

Tidak berhenti sampai disitu, kegiatan ini bertujuan untuk memeratakan produksi. Hal ini adalah salah satu pencapaian yang baik bagi produsen apabila produk yang mereka buat dikenal di seluruh penjuru negeri, bahkan jika bisa dikenal hingga mancanegara.

Kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan distributor yang mudah, namun beberapa hal menjadi kendala, sehingga menyebabkan pemerataan menjadi tidak terjangkau. Misalnya, penduduk yang tinggal di pulau-pulau yang masih jarang transportasi. Membuat penggunaan barang atau jasa sulit dicapai.

  1. Penyampaian barang/jasa dari produsen ke tangan konsumen

Tujuan yang satu ini adalah tujuan paling utama dalam kegiatan distributor yaitu menyampaikan barang ataupun jasa dari pihak produsen ke pihak konsumen. Coba bayangkan jika tidak ada kegiatan distributor, misal suatu pabrik berada di Jakarta. Sementara barang yang telah diproduksi ingin digunakan oleh konsumen di berbagai kota di Nusantara.

Jika pihak produsen mendistribusikan barang produksi langsung, mungkin tidak akan sempat dan memakan waktu lebih lama.

Kehadiran kegiatan distributor, hasil produk/jasa yang dihasilkan bisa langsung tersebar di berbagai kota ataupun daerah di nusantara dalam waktu yang singkat. Di dalam waktu yang sama, pihak produsen tetap bisa fokus menghasilkan produk atau jasa.

  1. Menjaga kontinuitas produksi

Tujuan kegiatan distributor lain adalah menjaga kontinuitas produksi. Jika produksi tidak dilakukan secara terus-menerus atau mengalami produsen melakukan pemberhentian produksi sehari saja. Maka hal itu dapat mempengaruhi jumlah stok. Tentu saja masyarakat juga akan merasakan dampaknya akan mengalami ketidakseimbangan, akibat tidak terpenuhi kebutuhan. 981

Maka untuk menghindari hal itu terjadi, pihak produsen hanya fokus memproduksi barang dibandingkan mendistribusikan barang. Karena memang kegiatan distributor inilah yang berperan untuk menyalurkan hasil produk barang dan jasa yang sudah mereka hasilkan, agar tidak terjadi kelangkaan serta  mengganggu keseimbangan pasar.

  1. Mempersingkat waktu

Tujuan distribusi adalah mempersingkat waktu. Tidak hanya berlaku bagi pihak produsen, hal ini juga berlaku bagi pihak konsumen.

Jadi pihak produsen bisa tetap fokus memproduksi barang/jasa, dan pihak konsumen fokus untuk menikmati hasilnya. Sementara kegiatan distributor juga hanya fokus menyalurkan barang dan jasa ke segala penjuru.

  1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas

Dalam menghasilkan barang ataupun jasa perusahaan pasti menginginkan produk mereka menjadi yang terbaik untuk konsumen. Maka tujuan utama proses produksi adalah memperhatikan kualitas produk, termasuk memperhatikan kuantitas produknya.

Jika hasil produksi barang ataupun jasa adalah kebutuhan primer, maka produsen harus memperhatikan jumlah permintaan pasar dan juga tetap memperhatikan kualitas mutu produk agar konsumen tidak komplain.

  1. Meningkatkan nilai guna barang dan jasa

Tujuan yang tidak kalah penting yang lain adalah meningkatkan nilai yang bermanfaat dari barang dan jasa. Tentu saja seorang produsen ingin hasil produk mereka tidak hanya sekedar diminati oleh pasar. Tetapi juga mempunyai nilai guna barang/jasa yang lebih agar dapat dimanfaatkan lagi.

Itulah beberapa tujuan kegiatan distributor. Tidak hanya bisa kita bayangkan apabila tidak ada kegiatan ini, maka pihak produksi pasti akan mengalami banyak kerugian dan juga jangkauan pasar pun akan sangat terbatas.

Kategori : Industri

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo