Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
9 min read

Manfaat dan Proses Integrasi ERP dengan Sistem POS

Diperbarui
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Integrasi menghubungkan transaksi POS dengan sistem back-end ERP sehingga seluruh data operasional tersinkronisasi secara otomatis
  • Kombinasi dari keduanya juga menciptakan visibilitas end-to-end terhadap kondisi ritel, mulai dari inventaris, arus kas, dan perilaku pelanggan
  • Efisiensi operasional semakin nyata dengan kondisi menurunnya error stok, proses audit yang lebih mudah, serta proses pemesanan ulang yang lebih presisi

Integrasi ERP dengan POS (Point of Sales) memberikan aspek yang cukup krusial dalam menjalankan proses dan biaya yang lebih efisien dan peningkatan signifikan, khususnya dalam bidang ritel.

Sistem POS merupakan alat pendukung digital yang berperan aktif mengelola transaksi pelanggan sekaligus merekam data penjualan secara langsung.

Di sisi lain, sistem ERP berkontribusi dengn mengelola dan menghubungkan seluruh back-end operasional seperti inventaris, akuntansi, dan supply chain dalam satu platform terpusat.

Jika melihat kondisi pasar industri ritel saat ini yang fluktuaktif dan dinamis, kebutuhan akan integrasi ERP dan POS menjadi solusi tepat untuk berbagai tantangan yang akan dihadapinya.

Untuk menjawab apa manfaat dan bagaimana langkah mengintegrasikan ERP dengan POS, simak selengkapnya dalam artikel dari Mekari Jurnal berikut ini!

Apa yang Sistem POS Bisa Lakukan?

Aplikasi Point of Sale (POS) menjadi titik utama di mana seluruh transaksi terjadi, mulai dari memindai barcode, pelanggan melakukan pembayaran, dan penjualan tercatat.

POS juga dapat menjalankan siklus operasional sebanyak ratusan hingga ribuan transaksi, yang kemudian merekap pendapatan harian dan bulanan dan menghasilkan laporan penjualan.

Di tingkat operasional, POS memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang terjadi di depan layar, tepat di titik transaksi.

Apa Batasan yang Dihadapi POS?

Namun, POS tidak dirancang untuk menjawab seluruh kebutuhan bisnis yang dihadapi bisnis ritel.

POS hanya fokus dalam pendekatan layanan dan penjualan yang berhubungan dengan pelanggan secara langsung.

Sistem ini tidak bisa menjelaskan secara pasti kesehatan finansial bisnis secara menyeluruh.

Misalnya, Anda mengetahui bahwa suatu produk terjual dengan harga Rp150.000, tetapi POS tidak memberi tahu berapa biaya perolehan barang tersebut, margin real-nya, atau bagaimana penjualan itu berdampak pada profitabilitas.

Sistem POS juga terbatas untuk menghadapi fungsi-fungsi berikut:

  • Menghitung stok menyeluruh yang terdapat di gudang
  • Mengetahui jumlah abrang yang sedang dalam proses pembelian, melalui purchase order
  • Memantau beban operasional, seperti sewa, gaji, atau biaya utilitas
  • Menghitung laba rugi secara akurat
  • Merencanakan arus kas di masa depan

Baca Juga: Perbedaan Mesin Kasir Vs Point Of Sales (POS) System

Solusi dari Sistem ERP

Batasan-batasan fungsi yang POS hadapi berkaitan dengan proses bisnis inti yang tidak terlihat langsung oleh pelanggan, namun menjadi fondasi kelancaran operasional.

Masalah ini dapat diatasi melalui modul-modul bisnis yang terdapat di dalam ERP, mencakup akuntansi, pengelolaan biaya, pemantauan stok, pembelian, hingga pengelolaan hubungan pelanggan (CRM).

Melalui adanya sistem ERP, bisnis ritel dapat sekaligus melakukan:

  • Menghitung margin berdasarkan harga pokok penjualan (HPP)
  • Memantau stok on hand, stok yang sedang dipesan, dan potensi shrinkage
  • Menghitung kewajiban pajak yang timbul dari transaksi
  • Memprediksi kebutuhan pembelian ulang berdasarkan pola penjualan
  • Memantau pembayaran yang akan jatuh tempo untuk menjaga arus kas tetap sehat
  • Menganalisis perilaku pelanggan berdasarkan riwayat pembelian dan respons terhadap promosi

ERP memberikan pandangan end-to-end tentang sebuah bisnis ritel. Anda tidak hanya melihat apa yang sudah terjual, tetapi juga memahami apa yang tersedia, apa yang sedang bergerak, dan apa konsekuensi finansialnya.

Baca Juga: Perbedaan CRM dan ERP: Kegunaan, dan Pilihan Terbaik untuk Bisnis Anda

Manfaat Integrasi ERP dengan POS

Kedua sistem pada dasarnya menjalankan peran dan fungsi yang saling bertolak belakang.

ERP menjadi fondasi dasar berbasis digital untuk menjalankan seluruh proses bisnis inti, sedangkan POS berfokus dalam mengelola transaksi yang terjadi antara penjualan toko dengan pelanggan.

Adanya integrasi antara ERP dengan POS mengartikan bahwa setiap transaksi di POS akan langsung terhubung ke sistem ERP, baik itu data penjualan, inventaris, maupun keuangan secara otomatis.

Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa integrasi ERP POS menjadi ekosistem bisnis yang mengintegrasikan data operasional yang berkaitan dalam transaksi secara langsung untuk meningkatkan pengalaman pelayanan dan kepuasan pelanggan.

Adanya integrasi POS dan ERP menyatukan dua sisi operasional bisnis, baik di depan layar maupun aktivitas yang berjalan di belakang layar.

Integrasi-pun dilakukan, yang berdampak positif pada efisiensi operasional yang mencakup:

  • Data penjualan tidak perlu diketik ulang
  • Stok diperbarui setiap kali transaksi terjadi
  • Harga dan promo terpusat dan konsisten di semua outlet
  • Laporan keuangan lebih akurat karena data berasal langsung dari POS
  • Manajemen dapat memantau performa toko secara real-time

Tantangan dalam Mengintegrasikan ERP dan POS

Integrasi ERP-POS menjadi strategi krusial sebuah bisnis untuk mendorong pertumbuhan bisnis.

Semakin terintegrasi teknologi dalam ekosistem bisnis, semakin besar potensi efisiensi dan pertumbuhannya.

Sebelum lanjut ke tahap transformasi digital, pemilik bisnis harus mamahami apa saja tantangan yang harus dihadapi organisasi agar mampu mengintegrasikan ERP dan POS dengan mulus.

Rintangan-rintangan yang sering ditemukan adalah:

1. Perbedaan Format Data

Sering ditemukan pada suatu organisasi bahwa adopsi POS dengan ERP berasal dari vendor yang berbeda, yang secara tidak langsung memiliki format data yang tidak langsung kompatibel.

Data transaksi dari POS akan sulit untuk diimpor langsung ke modul ERP, sehingga memerlukan tahapan mapping data agar seluruh informasi saling terbaca.

2. Keterbatasan Perangkat Keras

Bagi beberapa organisasi lokal, keterbatasan infrastruktur sering menjadi batasan utama. Hardware lawas, seperti kasir atau scanner tua, sering tidak mendukung komunikasi digital dengan lancar dan membutuhkan pembaharuan perangkat atau solusi alternatif.

3. Sumber Daya Manusia Terbatas

Kebutuhan teknis ketika integrasi terjadi memerlukan tim yang memahami dengan baik proses yang akan dijalankan.

Hal ini yang dirasa masih banyak UKM di Indonesia yang masih kekurangan tenaga IT khusus, sehingga pelatihan bisa menjadi alternatif yang bisa bisnis lakukan.

4. Biaya Implementasi

Walaupun aplikasi ERP berbasis cloud mampu mengurangi investasi awal, proses-proses yang berjalan selanjutnya, seperti pengaturan, penyesuaian modul, dan pelatihan staf, tetap membutuhkan alokasi biaya.

Semua tantangan ini sebenarnya dapat teratasi dengan baik, apabila perusahaan dapat menerapkan strategi yang tepat, seperti:

  1. Evaluasi Kebutuhan dan Infrastruktur: Sebelum integrasi, lakukan audit sistem saat ini untuk memastikan infrastruktur TI siap dan mengidentifikasi gap data antara kedua sistem
  2. Gunakan Platform Terintegrasi: Beberapa solusi ERP modern sudah menawarkan API terbuka yang fleksibel untuk integrasi dengan sistem lain
  3. Kolaborasi Vendor: Dalam banyak kasus, penyedia ERP memiliki modul atau plugin khusus untuk POS populer, yang dapat langsung diaktifkan
  4. Pelatihan dan Uji Coba: Berikan pelatihan bertahap kepada tim operasional dan finansial untuk memahami alur kerja baru sekaligus memanfaatkan periode uji coba sistem untuk menguji integrasi

Baca Juga: Yuk, Kenali 16 Aplikasi Kasir Terbaik di Indonesia (Android & iOS)

Studi Kasus Optimalisasi Operasional Ritel Lewat Integrasi ERP dan POS

Untuk memahami bagaimana langkah implementasi integrasi ERP dan POS dalam industri ritel, simak selengkapya dalam artikel ini!

Latar Belakang Masalah yang Dihadapi

Sebuah jaringan toko pakaian di Jakarta merupakan perusahaan ritel menengah yang sedang menghadapi masalah bisnis yang cukup kompleks.

Toko pakaian ini sebenarnya merupakan unit usaha yang sedang bertumbuh dari skala kecil ke menengah.

Seiring bisnis yang semakin tumbuh, aktivitas operasional yang sebelumnya dijalankan dengan baik mudah terhambat dan menghadapi banyak tantangan.

Beberapa di antaranya, seperti:

  1. Setiap kali terjadi promo atau peningkatan volume penjualan, data persediaan sering tidak sinkron antara toko dan gudang pusat
  2. Tim keuangan harus mengekspor data penjualan dari POS lalu menginput ulang ke sistem akuntansi
  3. Data penjualan di POS tidak terkoneksi dengan informasi lain seperti margin, tren permintaan, dan kontribusi tiap cabang

Langkah Implementasi Integrasi ERP dan POS

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, manajemen mengadakan rapat bisnis dan setuju untuk menjalankan langkah mitigasi komprehensif.

Di mana tujuan yang paling utama adalah menerapkan integrasi POS dan ERP secara bertahap dan terstruktur ke dalam ekosistem operasional bisnis.

Pemilik bisnis kemudian mencari dan menentukan vendor penyedia layanan yang cocok dengan karakteristik dan kebutuhan bisnis.

Langkah yang mereka lakukan, mulai dari:

  1. Tim manajemen bersama vendor ERP menjalankan audit menyeluruh proses-proses bisnis ritel, mulai dari alur transaksi, struktur data inventaris, hingga integrasi antar outlet
  2. Vendor kemudian melakukan integrasi POS dengan ERP menggunakan API standar, mendukung transaksi yang terjadi langsung terhubung ke modul penjualan ERP dan laporan keuangan harian
  3. Tim juga langsung mengintegrasikan data pusat dengan inventaris, mulai dari kode produk, daftar pemasok, level stok minimum, dan klasifikasi produk
  4. Tidak lupa, manajemen dapat mengadakan pelatihan pada setiap toko, agar memastikan seluruh karyawan dapat menggunakan sistem dengan optimal
  5. Sebelum digunakan penuh, integrasi sistem dapat diuji coba dalam skala kecil untuk menilai fungsinya, sebelum digunakan di seluruh cabang

Baca Juga: Cara Memilih Software POS yang Cocok Bagi Bisnis Anda

Dampak yang Dirasakan Bisnis

Setelah implementasi integrasi sistem antara ERP dan POS selama satu tahun, jaringan toko pakaian ini mulai menunjukkan hasil positif.

1. Efisiensi Operasional Meningkat

Integrasi otomatis antara POS dan ERP menghilangkan proses manual yang sebelumnya memakan waktu panjang dan tidak perlu menginput ulang transaksi ke sistem akuntansi.

2. Penurunan Kesalahan Pencatatan Stok

Setiap transaksi yang terjadi akan memperbarui jumlah stok di ERP secara langsung. Hal ini mendorong potensi shrinkage dapat tercatat otomatis, audit stok yang lebih efisien, dan pemesanan ulang yang lebih akurat.

3. Laporan Keuangan Lebih Akurat

Data penjualan yang tercatat di POS akan mengalir otomatis ke database ERP, kemudian manajemen dapat menyusun kebutuhan akuntansi dan keuangan bisnis yang cepat, akurat, dan efektif.

Beberapa cakupan yang dikelola, mulai dari:

  • Laporan laba rugi harian
  • Analisis margin per produk
  • Tren penjualan antar-cabang
  • Proyeksi arus kas lebih terukur

4. Pengalaman Pelanggan Meningkat

Ketersediaan stok yang akurat, pelayanan yang cepat, serta sistem harga dan promo yang seragam mendorong tingkat pengalaman belanja yang semakin positif.

Baca Juga: 7 Aplikasi dan Software Kasir Gratis untuk PC, Recommended!

Kesimpulan

Implementasi sistem ERP dengan POS memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan dan perkembangan bisnis Anda.

Keduanya memiliki pendekatan yang berbanding terbalik dalam menjalankan fungsinya, namun integrasi yang mulus mendukung data penjualan dari POS dan memasukkannya ke dalam ERP Anda.

Memilih penyedia lokal yang tepat akan mempercepat implementasi dan dampak nyata yang dirasakan oleh bisnis.

Salah satu solusi lokal terbaik yang bisa Anda pilih adalah Mekari Jurnal ERP yang mengakomodir sistem berbasis cloud dan pendekatan modular yang fleksibel.

BIsnis dapat memilih modul sesuai kebutuhan bisnis, kemudian menambahnya saat bertumbuh, yang memberikan keringanan biaya implementasi di awal.

Selain itu, Mekari Jurnal ERP juga menyediakan sinkronisasi dengan sistem POS kasir dan berbagai marketplace populer. Dengan demikian, data penjualan dari toko fisik dan online langsung terintegrasi ke laporan keuangan.

Jika tertarik dan ada pertanyaan lebih lanjut, Anda dapat menghubungi tim kami melalui WA dengan klik tombol di bawah ini.

Konsultasi dengan Mekari Jurnal Sekarang!

Dapatkan penawaran menarik lainnya dan uji coba gratis selama 7 hari secara langsung!

Semoga artikel ini dapat membantu.

 

 

 

Referensi:

MSDynamicsWorld, “How Retailers Can Boost Efficiency with ERP and POS Integration?”.

ERP SoftwareBlog, “Microsoft Dynamics ERP Partners Providing Comparisons and Insights”.

Kategori : Technology

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami