Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Mengenal Ikhtisar Laba Rugi dan Cara Membuat Jurnalnya

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Adelia Vita
Highlights
  • Ikhtisar laba rugi adalah akun sementara yang digunakan saat penutupan buku, bukan laporan laba rugi.
  • Proses jurnal penutup terdiri dari empat langkah, termasuk menutup akun prive ke ekuitas.
  • Saldo akun ikhtisar laba rugi bergantung pada hasil usaha, sehingga tidak memiliki saldo normal yang tetap.

Ikhtisar laba rugi bukanlah laporan keuangan yang digunakan investor, bank, atau pemilik usaha untuk menilai kinerja bisnis, melainkan akun sementara yang dipakai dalam proses jurnal penutup untuk memindahkan saldo akun nominal ke laba ditahan atau modal. Akun ini hanya muncul dalam tahap penutupan buku dan tidak disajikan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan.

Artikel ini akan membahas pengertian ikhtisar laba rugi, perbedaannya dengan laporan laba rugi, posisinya dalam siklus akuntansi, serta contoh jurnal penutup yang lengkap.

Apa itu Ikhtisar Laba Rugi?

Ikhtisar laba rugi adalah akun sementara (temporary account) yang digunakan dalam proses penutupan buku di akhir periode akuntansi. 

Akun ini menampung saldo akun pendapatan dan beban sebelum selisihnya, berupa laba atau rugi, dipindahkan ke akun ekuitas.

Dalam Principles of Financial Accounting, OpenStax menjelaskan bahwa income summary digunakan sebagai akun sementara dalam proses closing entries untuk menutup akun pendapatan dan beban sebelum hasil akhirnya dipindahkan ke akun ekuitas.

Karena hanya digunakan untuk proses penutupan buku, ikhtisar laba rugi termasuk akun nominal yang saldonya kembali menjadi nol pada akhir periode. 

Hal ini berbeda dari akun permanen seperti aset, liabilitas, dan ekuitas yang saldonya tetap dibawa ke periode akuntansi berikutnya.

Ikhtisar Laba Rugi Bukanlah Laporan Laba Rugi

Ikhtisar laba rugi berbeda dari laporan laba rugi dan keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam siklus akuntansi.

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan, laporan laba rugi merupakan bagian dari laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai penghasilan dan beban selama suatu periode. 

Karena hanya berfungsi sebagai akun perantara dalam proses penutupan buku, ikhtisar laba rugi bukan laporan keuangan yang disajikan kepada pihak eksternal. 

Jadi, jika suatu sumber menyebut pendapatan, harga pokok penjualan, beban operasional, dan laba bersih sebagai “komponen ikhtisar laba rugi”, yang sebenarnya sedang dijelaskan adalah laporan laba rugi.

Kedudukan Ikhtisar Laba Rugi dalam Siklus Akuntansi

Ikhtisar laba rugi merupakan akun sementara yang digunakan dalam proses penutupan buku, bukan bagian dari laporan keuangan yang disajikan kepada pihak eksternal.

Menurut IAI, standar akuntansi mengatur penyajian laporan keuangan, termasuk informasi yang disajikan dalam laporan laba rugi. 

Sementara itu, penggunaan ikhtisar laba rugi lebih merupakan teknik pencatatan dalam siklus akuntansi untuk memindahkan saldo pendapatan dan beban sebelum hasil akhirnya dipindahkan ke akun ekuitas.

Dengan demikian, ikhtisar laba rugi sebaiknya dipahami sebagai alat bantu dalam proses penutupan buku, bukan laporan keuangan atau kewajiban penyajian yang berdiri sendiri.

Baca Juga: Laporan Laba Rugi: Pengertian, Cara Membuat, Contoh

Karakteristik Akun Ikhtisar Laba Rugi

Ikhtisar laba rugi memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari akun lain dalam pembukuan.

1. Bersifat sementara

Akun ini hanya digunakan selama proses penutupan buku dan akan kembali bersaldo nol setelah seluruh jurnal penutup selesai dibuat.

2. Saldo akhirnya bergantung pada hasil usaha

Ikhtisar laba rugi dapat memiliki saldo kredit jika perusahaan memperoleh laba atau saldo debit jika perusahaan mengalami rugi. Setelah hasil tersebut dipindahkan ke akun ekuitas, saldonya kembali menjadi nol.

3. Menjadi akun perantara

Saldo pendapatan dan beban dipindahkan terlebih dahulu ke ikhtisar laba rugi. Selisihnya kemudian dipindahkan ke akun modal atau laba ditahan sebagai laba atau rugi periode berjalan.

Baca Juga: Laporan Neraca Perusahaan Dagang: Pengertian, Cara Membuat dan Contoh Laporan Lengkap

Empat Langkah Menyusun Jurnal Penutup

Proses penutupan buku tidak hanya mencakup pendapatan, beban, dan laba atau rugi. Akun prive atau dividen juga perlu ditutup agar seluruh akun sementara kembali bersaldo nol.

1. Menutup akun pendapatan

Akun pendapatan di debit sebesar saldonya, sedangkan ikhtisar laba rugi di kredit dengan jumlah yang sama.

2. Menutup akun beban

Ikhtisar laba rugi di debit sebesar total beban, kemudian masing-masing akun beban dikredit sesuai saldonya.

3. Memindahkan laba atau rugi ke ekuitas

Jika perusahaan memperoleh laba, ikhtisar laba rugi didebit dan modal atau laba ditahan dikredit. Jika mengalami rugi, pencatatannya dilakukan sebaliknya.

4. Menutup akun prive atau dividen

Akun modal didebit dan akun prive di kredit sebesar saldo prive. Untuk perusahaan berbentuk perseroan, akun laba ditahan di debit dan dividen di kredit.

Baca Juga: Cara Melakukan Tutup Buku di Akhir Periode Akuntansi

Contoh Kasus dan Jurnal Lengkap dalam Rupiah

Toko Elektronik Makmur Jaya mencatat data berikut pada akhir periode akuntansi 2025.

  • Pendapatan Penjualan: Rp220.000.000
  • Pendapatan Sewa Gudang (non-operasional): Rp6.000.000
  • Beban Pokok Penjualan: Rp130.000.000
  • Beban Gaji: Rp35.000.000
  • Beban Sewa Toko: Rp18.000.000
  • Beban Listrik dan Air: Rp7.000.000
  • Beban Lain-lain: Rp4.000.000
  • Prive Pemilik: Rp12.000.000

Total Pendapatan = Rp220.000.000 + Rp6.000.000 = Rp226.000.000

Total Beban = Rp130.000.000 + Rp35.000.000 + Rp18.000.000 + Rp7.000.000 + Rp4.000.000 = Rp194.000.000

Laba Bersih = Rp226.000.000 − Rp194.000.000 = Rp32.000.000

Langkah 1: Menutup Akun Pendapatan

Keterangan Debit Kredit
Pendapatan Penjualan Rp220.000.000
Pendapatan Sewa Gudang Rp6.000.000
Ikhtisar Laba Rugi Rp226.000.000

Langkah 2: Menutup Akun Beban

Keterangan Debit Kredit
Ikhtisar Laba Rugi Rp194.000.000
Beban Pokok Penjualan Rp130.000.000
Beban Gaji Rp35.000.000
Beban Sewa Toko Rp18.000.000
Beban Listrik dan Air Rp7.000.000
Beban Lain-lain Rp4.000.000

Langkah 3: Memindahkan Laba Bersih ke Modal

Keterangan Debit Kredit
Ikhtisar Laba Rugi Rp32.000.000
Modal Pemilik Rp32.000.000

Langkah 4: Menutup Prive ke Modal

Keterangan Debit Kredit
Modal Pemilik Rp12.000.000
Prive Pemilik Rp12.000.000

Setelah keempat langkah ini selesai, saldo akun Ikhtisar Laba Rugi, pendapatan, beban, dan prive kembali menjadi nol, sementara modal pemilik Toko Elektronik Makmur Jaya bertambah bersih sebesar Rp20.000.000, yaitu laba bersih Rp32.000.000 dikurangi prive Rp12.000.000, siap untuk memulai periode akuntansi berikutnya.

Baca Juga: Cara Membuat Jurnal Penutup Lengkap dengan Contoh!

Kesalahan Umum dalam Menyusun Ikhtisar Laba Rugi

Beberapa kesalahan berikut sering terjadi dalam proses penyusunan dan penutupan ikhtisar laba rugi.

1. Menyamakan ikhtisar laba rugi dengan laporan laba rugi 

Ikhtisar laba rugi merupakan akun sementara untuk proses penutupan buku, sedangkan laporan laba rugi adalah laporan keuangan.

2. Melewatkan penutupan akun prive atau dividen

Akun ini perlu ditutup agar saldo ekuitas mencerminkan pengambilan pribadi atau pembagian dividen selama periode berjalan.

3. Tidak menutup seluruh akun pendapatan dan beban

Akun yang terlewat dapat membuat saldo ikhtisar laba rugi tidak mencerminkan laba atau rugi yang sebenarnya.

4. Menganggap saldo ikhtisar laba rugi selalu tetap

Saldo sementara dapat berada di debit atau kredit, tetapi harus kembali menjadi nol setelah penutupan selesai.

Baca Juga: Income Summary: Fungsi dan Contoh Jurnalnya

Otomatiskan Proses Tutup Buku Bisnis Anda dengan Mekari Jurnal

Menyusun jurnal penutup secara manual membutuhkan ketelitian, terutama saat harus memastikan seluruh akun pendapatan, beban, dan ekuitas sudah ditutup dengan benar.

Mekari Jurnal sebagai software akuntansi membantu bisnis menutup buku di akhir periode secara otomatis, sehingga Anda tidak perlu lagi menyusun jurnal penutup dan ikhtisar laba rugi secara manual satu per satu.

Dengan fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat:

  • Mencatat transaksi secara otomatis dan terintegrasi ke laporan keuangan, sehingga seluruh akun pendapatan dan beban selalu tercatat konsisten sepanjang periode berjalan.
  • Menyusun bagan akun (chart of accounts) yang konsisten, memastikan setiap akun nominal seperti pendapatan, beban, dan prive terklasifikasi dengan benar sejak awal.
  • Menghasilkan lebih dari 55 jenis laporan keuangan, manajemen, dan operasional, termasuk laporan laba rugi yang selalu siap dibaca tanpa menunggu proses tutup buku manual.
  • Menutup periode akuntansi secara otomatis, sehingga saldo laba bersih langsung tercermin dalam ekuitas tanpa perlu menyusun jurnal penutup dan ikhtisar laba rugi satu per satu.

Kelola tutup buku lebih rapi dan cepat bersama Mekari Jurnal!

Coba Gratis Sekarang!

Referensi

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “PSAK 1 (kini PSAK 201): Penyajian Laporan Keuangan.”

OpenStax, “Principles of Financial Accounting.”

FAQ

1. Apa perbedaan ikhtisar laba rugi dan laporan laba rugi?

1. Apa perbedaan ikhtisar laba rugi dan laporan laba rugi?

 Laporan laba rugi adalah salah satu dari lima komponen laporan keuangan resmi menurut PSAK 1, disusun dari akun permanen dan dipublikasikan untuk dibaca pihak eksternal. Ikhtisar laba rugi adalah akun sementara yang hanya digunakan secara internal selama proses penutupan buku.

2. Apakah ikhtisar laba rugi muncul dalam laporan keuangan yang dipublikasikan?

2. Apakah ikhtisar laba rugi muncul dalam laporan keuangan yang dipublikasikan?

Tidak. Ikhtisar laba rugi hanya digunakan sebagai akun sementara selama proses penutupan buku (closing entries), dan tidak pernah tampil dalam laporan laba rugi maupun laporan posisi keuangan yang dipublikasikan.

3. Apa saja 4 langkah lengkap jurnal penutup?

3. Apa saja 4 langkah lengkap jurnal penutup?

Keempat langkahnya adalah menutup akun pendapatan ke ikhtisar laba rugi, menutup akun beban ke ikhtisar laba rugi, memindahkan saldo ikhtisar laba rugi (laba/rugi) ke akun modal atau laba ditahan, dan menutup akun prive atau dividen ke akun modal.

4. Apakah ikhtisar laba rugi memiliki saldo normal?

4. Apakah ikhtisar laba rugi memiliki saldo normal?

Tidak memiliki saldo normal yang tetap. Posisinya bisa berada di debit (jika bisnis rugi) maupun kredit (jika bisnis untung), tergantung hasil akhir periode yang bersangkutan.

5. Apakah ikhtisar laba rugi diatur oleh PSAK tertentu?

5. Apakah ikhtisar laba rugi diatur oleh PSAK tertentu?

Tidak ada PSAK yang secara eksplisit mengatur ikhtisar laba rugi, karena akun ini adalah teknik pencatatan dalam siklus akuntansi, bukan komponen laporan keuangan yang dipublikasikan. PSAK 1 mengatur laporan keuangan akhir, bukan mekanisme internal seperti jurnal penutup.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami