Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Buku Besar Pembantu Persediaan: Pengertian, Fungsi, Cara Membuat dan Contoh Formatnya

Tayang
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Buku besar pembantu persediaan memungkinkan pencatatan detail per item atau SKU, sehingga perusahaan dapat memantau jumlah unit, nilai persediaan, dan pergerakan stok secara akurat dan real-time
  • Seluruh arus barang masuk dan keluar yang tercatat menjadi dasar perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) serta memastikan nilai persediaan di neraca mencerminkan kondisi sebenarnya
  • Dengan struktur pencatatan yang sistematis, buku besar pembantu persediaan memudahkan rekonsiliasi dengan akun kontrol di buku besar umum dan menyediakan audit trail yang jelas
  • Data historis persediaan dapat dimanfaatkan untuk menganalisis perputaran stok, mengidentifikasi dead stock, serta menentukan strategi pengadaan yang lebih efisien dan terukur

Buku besar pembantu persediaan menjadi aspek penting khususnya dalam perusahaan dagang dan manufaktur yang memprioritaskan pengelolaan aset dan persediaan.

Aset operasional menjadi barang penting yang mempengaruhi likuiditas, HPP (Harga Pokok Penjualan), serta posisi dan kesalahan laporan keuangan.

Untuk itu, buku besar pembantu persediaan memiliki peran untuk mendokumentasikan detail transaksi per item sehingga aset dan persediaan dapat dikontrol secara akurat dan dapat diaudit.

Apa Itu Buku Besar Pembantu Persediaan?

Buku besar pembantu persediaan merupakan kumpulan akun yang memengaruhi persediaan dengan mencatatkan per SKU atau kode barang.

Akun terpisah dibuat untuk setiap barang yang ditawarkan untuk dijual dan terdapat dalam persediaan, lalu setiap barang dilacak dalam tiga kolom entri yang mencatat pembelian, penjualan, dan saldo akun.

Kolom tambahan dapat mencatat penyesuaian untuk pengembalian atau perubahan lainnya. Buku besar pembantu persediaan memecah data penjualan dan persediaan yang membantu dalam analisis penjualan dan biaya.

Umumnya, perusahaan yang menerapkan sistem perpetual akan menggunakan buku besar pembantu persediaan untuk memperbarui stok setiap kali terjadi transaksi.

Fungsi dan Manfaat Buku Besar Pembantu Persediaan

Dengan menerapkan buku besar pembantu persediaan dengan tepat dan optimal, bisnis dapat merasakan beberapa manfaat dalam mengelola operasional, mulai dari:

  1. Memungkinkan pelacakan jumlah unit dan nilai per item untuk kontrol stok yang lebih akurat dan meminimalisir selisih fisik vs catatan
  2. Data transaksi persediaan bisa dimanfaatkan untuk mendukung perhitungan HPP pada laporan laba-rugi
  3. Keberadaan buku besar pembantu memudahkan proses rekonsiliasi harian dan akun kontrol di buku besar umum
  4. Pencatatan yang detail, terstruktur, dan sistematis memudahkan diidentifikasi dan dikoreksi sehingga mengurangi kesalahan pencatatan
  5. Memperdalam analisis manajemen persediaan melalui identifikasi dead stock, mengelola tingkat pengadaan, atau menghitung rasio perputaran stok

Baca Juga: Menyelami Dunia Akuntansi Persediaan: Pengelolaan, Penilaian, dan Pentingnya

Perbedaan Buku Besar Umum dan Buku Besar Pembantu Persediaan

Untuk bisa membedakan apa saja peran buku besar umum dan fungsi sebenarnya dari buku besar pembantu persediaan, mari kita kupas lebih dalam melalui tabel berikut:

Aspek Buku Besar Umum BukuBesar Pembantu Persediaan
Tujuan Pencatatan Digunakan untuk menyajikan informasi keuangan secara ringkas dan terstruktur sebagai dasar penyusunan laporan keuangan perusahaan Digunakan untuk mencatat detail pergerakan persediaan secara operasional dan analitis per jenis barang atau SKU
Tingkat Detail Informasi Menampilkan saldo persediaan dalam satu akun kontrol tanpa rincian jenis barang, kuantitas fisik, atau harga per unit Menyajikan informasi rinci seperti kode barang, nama barang, jumlah unit masuk dan keluar, harga per unit, serta saldo kuantitas dan nilai untuk setiap item persediaan
Fungsi dalam Sistem Akuntansi Persediaan Berfungsi sebagai ringkasan akhir dari seluruh transaksi persediaan yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan Berfungsi sebagai alat kontrol utama dalam sistem akuntansi persediaan, khususnya pada sistem perpetual, di mana setiap transaksi langsung memperbarui saldo persediaan
Hubungan dengan Neraca Persediaan Saldo akun persediaan di buku besar umum langsung ditampilkan pada neraca sebagai aset lancar Total saldo seluruh akun dalam buku besar pembantu harus sama dengan saldo akun persediaan di buku besar umum sebagai hasil rekonsiliasi
Fungsi Pengendalian Internal dan Audit Digunakan auditor untuk verifikasi saldo akhir dan kewajaran laporan keuangan Digunakan untuk penelusuran transaksi (audit trail), pengujian keberadaan persediaan, serta identifikasi selisih antara catatan dan fisik barang
Frekuensi Pembaruan Data Umumnya diperbarui secara periodik (harian atau akhir periode). Diperbarui setiap kali terjadi transaksi persediaan dalam sistem pencatatan persediaan perpetual

Cara Membuat Buku Besar Pembantu Persediaan

Untuk membuat buku besar pembantu persediaan yang akurat, terdapat prosedur sistematis yang harus dijalankan.

Jika Anda ingin mulai menyusun buku besarnya, silahkan simak panduan berikut:

  1. Rancang format akun untuk setiap item, bisa gunakan kolom ini sebagai acuan: Tanggal, Kode Barang, Deskripsi, Referensi (SJ/Invoice), Masuk (Unit), Keluar (Unit), Harga/Unit, Nilai, Saldo Unit, Saldo Nilai
  2. Setiap barang atau SKU akan mendapatkan satu akun di buku besar pembantu
  3. Catat setiap transaksi pembelian atau stok masuk, input informasi detail mulai dari tanggal, jumlah unit masuk, harga per unit, nilai total, dan update saldo
  4. Transaksi atau stok keluar juga perlu dicatat dengan baik, gunakan metode penilaian seperti FIFO, LIFO, dan AVERAGE
  5. Jangan lupa untuk menerapkan kontrol dokumen yang jelas, misalnya dengan menggunakan nomor nota, nomor SJ, dan nomor faktur agar setiap entri mudah ditelusuri
  6. Secara rutin jalankan rekonsiliasi periodik pada akhir periode (baik harian/mingguan/bulanan) untuk memantau selisih, identifikasi error, dan memperbaikinya
  7. Hasil stock opname harus dicatat sebagai penyesuaian dan dicatat dengan jelas alasan dan bukti pendukung
  8. Manfaatkan software akuntansi atau ERP untuk mengotomasi pencatatan, validasi, dan rekonsiliasi sehingga mampu mengurangi human error dan mempercepat pelaporan

Contoh Buku Besar Pembantu Persediaan

Berikut terdapat contoh kasus yang relevan dengan pengelolaan persediaan serta bagaimana contor format buku besar pembantu persediaan yang bisa digunakan.

Untuk datanya, mari kita gunakan data catatan persediaan berikut:

  • 1 Apr: Persediaan awal 40 unit, masing-masing unit senilai Rp250.000
  • 3 Apr: Pembelian 50 unit dalam bentuk kredit dengan harga per unit Rp260.000
  • 6 Apr: Retur pembelian 5 unit
  • 10 Apr: Diskon pembelian Rp5.000 per unit atas pembelian 45 unit (setelah retur)
  • 15 Apr: Penjualan 30 unit (HPP pakai harga setelah diskon)
  • 20 Apr: Retur penjualan 3 unit (dikembalikan ke persediaan pada harga pokoknya)

Berdasarkan data perputaran persediaan tersebut, maka dapat dibuatkan buku besar pembantu persediaan sebagai berikut:

contoh format tabel buku besar pembantu persediaan

Hubungan Buku Besar Pembantu Persediaan dengan Laporan Keuangan

Data yang tersedia di dalam buku besar pembantu persediaan biasanya akan diinput langsung ke laporan keuangan neraca dan laba-rugi.

Pada laporan neraca, nilai persediaan akhir periode akan diambil dari akun kontrol yang sudah direkonsiliasikan dengan subtotal dari buku besar pembantu.

Sedangkan pada laporan laba-rugi, HPP akan dihitung berdasarkanarus barang masuk dan keluar  yang tercatat pada buku besar pembantu.

Oleh karena itu, adanya ketidaksesuaian antara buku besar pembantu dan buku besar umum sangat berpengaruh dalam menciptakan risiko pelaporan keliru. Namun, hal ini bisa dicegah apabila rutin melakukan rekonsiliasi rutin dan dokumentasi kuat.

Baca Juga: Buku Besar Pembantu Utang: Pengertian, Fungsi, Cara Membuat dan Contoh Praktis Akuntansi

Kesimpulan

Buku besar pembantu piutang sangat membantu dalam meningkatkan keandalan data persediaan dan efisiensi operasional perusahaan.

Anda bisa mengimplementasikannya secara sistematis,  mulai dari menggunakan format yang jelas, rekonsiliasi rutin, hingga mengautomasikannya dengan dukungan software akuntansi.

Jika Anda ingin mempermudah pencatatan dan rekonsiliasi otomatis antara buku besar pembantu persediaan dan laporan keuangan, pertimbangkan penggunaan solusi akuntansi berbasis cloud atau ERP yang mendukung pembukuan dan integrasi HPP yang komprehensif, seperti Mekari Jurnal.

Dengan Mekari Jurnal, pencatatan setiap transaksi masuk-keluar stok otomatis tercatat di buku besar pembantu persediaan dan terintegrasi ke laporan keuangan tanpa input manual. Coba gratis sekarang!

Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

Chron, “What Is a Subsidiary Inventory Ledger?”

CliffsNotes, “Inventory Subsidiary Ledger Accounts”.

Scribd, “Subsidiary Ledgers – Inventory Ledger”.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami