Memahami Cash Inflow & Outflow dengan Contoh dan Cara Pengelolaannya Mekari Jurnal Insight Cash inflow adalah uang tunai yang masuk ke bisnis, sedangkan cash outflow adalah uang tunai yang keluar, dan selisih keduanya disebut net cash flow. PSAK 207 mengklasifikasikan kedua arus kas ini ke dalam tiga aktivitas: operasi, investasi, dan pendanaan. Kelola arus kas bisnis Anda secara real-time dengan Mekari Jurnal agar cash inflow dan cash outflow selalu terpantau. Sebanyak 82% kegagalan bisnis kecil dilaporkan terkait dengan pengelolaan cash flow yang buruk, bukan karena bisnis merugi. Cash inflow adalah seluruh uang tunai yang masuk ke bisnis dalam periode tertentu, sementara cash outflow adalah seluruh uang tunai yang keluar pada periode yang sama. Banyak pemilik usaha justru bingung membedakan keduanya sehingga salah membaca kondisi kas sebenarnya, padahal bisnis yang terlihat untung di laporan laba rugi bisa saja kehabisan kas karena outflow lebih deras dari inflow.Artikel ini membahas pengertian, klasifikasi berdasarkan PSAK, contoh perhitungan, perbandingan, dan cara mengelola cash inflow serta cash outflow agar bisnis tetap sehat. Apa Itu Cash Inflow dan Cash Outflow?Cash inflow adalah seluruh uang tunai yang masuk ke bisnis dalam periode tertentu, baik dari penjualan, penagihan piutang, maupun sumber pembiayaan lain. Cash outflow adalah seluruh uang tunai yang keluar dari bisnis pada periode yang sama, misalnya untuk membayar beban operasional, membeli aset, atau melunasi utang.Keduanya adalah dua sisi dari satu laporan arus kas (cash flow statement) yang diatur dalam PSAK 207 (dahulu PSAK 2) tentang Laporan Arus Kas. Penting dipahami bahwa cash inflow dan cash outflow berbeda dari pendapatan dan beban dalam laporan laba rugi. Pendapatan diakui saat barang atau jasa diserahkan meski uangnya belum diterima, sedangkan cash inflow hanya mencatat uang tunai yang benar-benar sudah masuk ke rekening bisnis.Klasifikasi Cash Inflow dan Cash Outflow Berdasarkan PSAK 207PSAK 207 mengelompokkan cash inflow dan cash outflow ke dalam tiga aktivitas utama: Aktivitas operasi: cash inflow berasal dari penjualan tunai dan penagihan piutang usaha, sementara cash outflow mencakup pembelian stok, gaji karyawan, dan beban operasional seperti sewa serta listrik. Aktivitas investasi: cash inflow berasal dari penjualan aset tetap atau surat berharga, sementara cash outflow mencakup pembelian aset tetap seperti mesin, kendaraan, atau properti. Aktivitas pendanaan: cash inflow berasal dari pinjaman bank atau setoran modal pemilik, sementara cash outflow mencakup pembayaran cicilan pokok utang, bunga pinjaman, atau dividen kepada pemegang saham. Klasifikasi ini penting karena angka net cash flow yang sama bisa punya arti sangat berbeda tergantung dari aktivitas mana kas tersebut berasal. Net cash flow positif dari aktivitas operasi menandakan bisnis inti berjalan sehat, sedangkan net cash flow positif dari aktivitas pendanaan bisa saja hanya berasal dari pinjaman baru.Contoh Perhitungan Cash Inflow dan Cash OutflowAgar lebih mudah dipahami, berikut simulasi sederhana pada bisnis kecil.Studi kasus: Toko Elektronik Cahaya Abadi mencatat transaksi berikut pada bulan Mei.TransaksiJenisAktivitasNominalPenjualan tunaiCash InflowOperasiRp38.000.000Pelunasan piutang bulan laluCash InflowOperasiRp12.000.000Pinjaman modal kerja dari bankCash InflowPendanaanRp20.000.000Pembelian stok barangCash OutflowOperasi(Rp25.000.000)Gaji karyawanCash OutflowOperasi(Rp10.000.000)Sewa tokoCash OutflowOperasi(Rp4.000.000)Pembelian rak display (aset tetap)Cash OutflowInvestasi(Rp6.000.000)Cicilan pokok dan bunga pinjamanCash OutflowPendanaan(Rp3.000.000)Total cash inflow bulan Mei adalah Rp70.000.000 (Rp38.000.000 + Rp12.000.000 + Rp20.000.000). Total cash outflow adalah Rp48.000.000 (Rp25.000.000 + Rp10.000.000 + Rp4.000.000 + Rp6.000.000 + Rp3.000.000).Net cash flow: Rp70.000.000 – Rp48.000.000 = Rp22.000.000 (positif).Jika dipecah per aktivitas, kas dari operasi bersih Rp11.000.000 (Rp50.000.000 – Rp39.000.000), kas dari investasi minus Rp6.000.000, dan kas dari pendanaan bersih Rp17.000.000 (Rp20.000.000 – Rp3.000.000). Dari sini terlihat bahwa sebagian besar kenaikan kas justru berasal dari pinjaman bank, bukan murni dari operasional toko, meski total net cash flow tetap positif.Cara Membaca Selisih Cash Inflow dan Cash OutflowSelisih antara cash inflow dan cash outflow disebut net cash flow. Ketika cash inflow lebih besar dari cash outflow, net cash flow positif dan saldo kas bisnis bertambah. Sebaliknya, ketika cash outflow lebih besar, net cash flow negatif dan saldo kas berkurang.Net cash flow negatif tidak selalu berarti bisnis dalam masalah. Outflow besar bisa saja terjadi karena bisnis sedang berinvestasi untuk ekspansi, misalnya membeli mesin baru atau membuka cabang. Sebaliknya, net cash flow positif yang sebagian besar berasal dari pinjaman baru (aktivitas pendanaan) perlu dicermati, karena belum tentu mencerminkan operasional inti yang sehat. Itulah kenapa klasifikasi per aktivitas pada bagian sebelumnya penting dibaca bersama angka totalnya, bukan angka total saja.Cash Inflow vs Cash Outflow: Tabel PerbandinganAspekCash InflowCash OutflowDefinisiUang tunai yang masuk ke bisnisUang tunai yang keluar dari bisnisArah aliran danaMenambah saldo kasMengurangi saldo kasSumber utamaPenjualan, penagihan piutang, pinjaman, setoran modalPembelian stok, gaji, beban operasional, cicilan utangContoh transaksiPenjualan tunai, pelunasan piutang, pencairan pinjamanPembayaran gaji, pembelian aset, pelunasan utangEfek terhadap saldo kasPositif (bertambah)Negatif (berkurang)Indikator kesehatanInflow konsisten dari operasi menandakan bisnis inti sehatOutflow yang terkendali menandakan pengeluaran terkontrolFaktor yang Memengaruhi Cash Inflow dan Cash Outflow BisnisBeberapa faktor berikut menentukan besar kecilnya cash inflow dan cash outflow suatu bisnis: Kecepatan penagihan piutang. Semakin lama piutang tertagih, semakin lambat penjualan berubah menjadi cash inflow yang sebenarnya. Termin pembayaran ke supplier. Termin yang terlalu pendek mempercepat cash outflow sebelum kas dari penjualan sempat masuk. Perputaran stok. Stok yang menumpuk menahan kas dalam bentuk barang, sehingga mengurangi cash inflow yang tersedia untuk kebutuhan lain. Beban tetap operasional. Sewa, gaji, dan biaya rutin lain menjadi cash outflow yang harus dibayar meski penjualan sedang lambat. Keputusan investasi dan pendanaan. Pembelian aset besar atau pengambilan pinjaman baru bisa mengubah drastis pola cash inflow dan cash outflow dalam satu periode. Faktor-faktor ini semakin sulit dipantau ketika pembukuan tidak rapi. Sebanyak 77,5% pelaku usaha di Indonesia dilaporkan belum memiliki pembukuan yang teratur, sehingga sulit mengetahui secara pasti dari mana kas masuk dan ke mana kas keluar setiap bulannya.Cara Mengelola Cash Inflow dan Cash Outflow agar Tetap SehatBeberapa langkah praktis yang bisa diterapkan: Percepat penagihan piutang dengan menetapkan termin pembayaran yang jelas dan mengirim pengingat sebelum jatuh tempo. Negosiasikan termin pembayaran ke supplier agar cash outflow tidak jatuh tempo lebih cepat dari cash inflow yang diharapkan. Pisahkan pencatatan kas operasional, investasi, dan pendanaan agar mudah mengenali dari aktivitas mana kas benar-benar bertambah atau berkurang. Buat proyeksi arus kas bulanan untuk mengantisipasi periode dengan outflow tinggi sebelum benar-benar terjadi. Gunakan aplikasi laporan keuangan yang mencatat cash inflow dan cash outflow secara otomatis dan real-time dari setiap transaksi. Bagi bisnis yang masih memantau kas lewat catatan manual atau rekening koran satu per satu, beralih ke sistem yang terintegrasi seperti aplikasi laporan keuangan Mekari Jurnal membantu menyajikan laporan arus kas secara real-time, lengkap dengan insight AI untuk membaca pola cash inflow dan cash outflow tanpa perlu menyusun laporan secara manual.Kesalahan Umum dalam Mencatat Cash Inflow dan Cash OutflowBerikut kesalahan yang paling sering terjadi, terutama pada bisnis kecil dan menengah: Mencatat piutang yang belum tertagih sebagai cash inflow, padahal kas baru benar-benar masuk saat pelanggan membayar, bukan saat penjualan tercatat. Mencatat pembelian aset tetap sebagai beban operasional biasa, sehingga klasifikasinya salah masuk ke aktivitas operasi, bukan investasi. Tidak memisahkan cicilan pokok utang dari bunga pinjaman, padahal pokok utang termasuk aktivitas pendanaan sementara bunga termasuk aktivitas operasi. Lupa mencatat transaksi kas kecil, seperti pembelian perlengkapan harian, sehingga total cash outflow yang tercatat lebih rendah dari kondisi sebenarnya. Tidak melakukan rekonsiliasi bank secara rutin, sehingga selisih pencatatan kas baru terlihat setelah menumpuk di akhir periode. Kesalahan-kesalahan ini membuat laporan arus kas tidak mencerminkan kondisi kas yang sebenarnya, sehingga keputusan bisnis yang diambil dari laporan tersebut berisiko keliru.Kelola Cash Inflow dan Cash Outflow Bisnis Anda dengan Mekari JurnalMemahami perbedaan cash inflow dan cash outflow membantu pemilik bisnis membaca kondisi kas yang sebenarnya, bukan sekadar melihat angka laba di laporan laba rugi. Klasifikasi berdasarkan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan juga membantu mengenali apakah pertumbuhan kas berasal dari bisnis inti atau sekadar dari pinjaman baru.Untuk pantau transaksi inflow dan outflow yang lebih real time, Anda bisa gunakan software akuntansi terintegrasi seperti Mekari Jurnal, yang menyediakan:Dengan memantau kedua arus ini secara konsisten dan memanfaatkan aplikasi laporan keuangan Mekari Jurnal untuk menyajikan laporan arus kas real-time, bisnis Anda bisa mengambil keputusan finansial yang lebih akurat, baik untuk kebutuhan operasional sehari-hari maupun perencanaan investasi ke depan.Referensi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). PSAK 207 Laporan Arus Kas. Investopedia. Cash Flow. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini. Kategori : Cost Accounting Artikel Sebelumnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Memahami Cash Inflow & Outflow dengan Contoh dan Cara Pengelolaannya Mekari Jurnal Insight Cash inflow adalah uang tunai yang masuk ke bisnis, sedangkan cash outflow adalah uang tunai yang keluar, dan selisih keduanya disebut net cash flow. PSAK 207 mengklasifikasikan kedua arus kas ini ke dalam tiga aktivitas: operasi, investasi, dan pendanaan. Kelola arus kas bisnis Anda secara real-time dengan Mekari Jurnal agar cash inflow dan cash outflow selalu terpantau. Sebanyak 82% kegagalan bisnis kecil dilaporkan terkait dengan pengelolaan cash flow yang buruk, bukan karena bisnis merugi. Cash inflow adalah seluruh uang tunai yang masuk ke bisnis dalam periode tertentu, sementara cash outflow adalah seluruh uang tunai yang keluar pada periode yang sama. Banyak pemilik usaha justru bingung membedakan keduanya sehingga salah membaca kondisi kas sebenarnya, padahal bisnis yang terlihat untung di laporan laba rugi bisa saja kehabisan kas karena outflow lebih deras dari inflow.Artikel ini membahas pengertian, klasifikasi berdasarkan PSAK, contoh perhitungan, perbandingan, dan cara mengelola cash inflow serta cash outflow agar bisnis tetap sehat. Apa Itu Cash Inflow dan Cash Outflow?Cash inflow adalah seluruh uang tunai yang masuk ke bisnis dalam periode tertentu, baik dari penjualan, penagihan piutang, maupun sumber pembiayaan lain. Cash outflow adalah seluruh uang tunai yang keluar dari bisnis pada periode yang sama, misalnya untuk membayar beban operasional, membeli aset, atau melunasi utang.Keduanya adalah dua sisi dari satu laporan arus kas (cash flow statement) yang diatur dalam PSAK 207 (dahulu PSAK 2) tentang Laporan Arus Kas. Penting dipahami bahwa cash inflow dan cash outflow berbeda dari pendapatan dan beban dalam laporan laba rugi. Pendapatan diakui saat barang atau jasa diserahkan meski uangnya belum diterima, sedangkan cash inflow hanya mencatat uang tunai yang benar-benar sudah masuk ke rekening bisnis.Klasifikasi Cash Inflow dan Cash Outflow Berdasarkan PSAK 207PSAK 207 mengelompokkan cash inflow dan cash outflow ke dalam tiga aktivitas utama: Aktivitas operasi: cash inflow berasal dari penjualan tunai dan penagihan piutang usaha, sementara cash outflow mencakup pembelian stok, gaji karyawan, dan beban operasional seperti sewa serta listrik. Aktivitas investasi: cash inflow berasal dari penjualan aset tetap atau surat berharga, sementara cash outflow mencakup pembelian aset tetap seperti mesin, kendaraan, atau properti. Aktivitas pendanaan: cash inflow berasal dari pinjaman bank atau setoran modal pemilik, sementara cash outflow mencakup pembayaran cicilan pokok utang, bunga pinjaman, atau dividen kepada pemegang saham. Klasifikasi ini penting karena angka net cash flow yang sama bisa punya arti sangat berbeda tergantung dari aktivitas mana kas tersebut berasal. Net cash flow positif dari aktivitas operasi menandakan bisnis inti berjalan sehat, sedangkan net cash flow positif dari aktivitas pendanaan bisa saja hanya berasal dari pinjaman baru.Contoh Perhitungan Cash Inflow dan Cash OutflowAgar lebih mudah dipahami, berikut simulasi sederhana pada bisnis kecil.Studi kasus: Toko Elektronik Cahaya Abadi mencatat transaksi berikut pada bulan Mei.TransaksiJenisAktivitasNominalPenjualan tunaiCash InflowOperasiRp38.000.000Pelunasan piutang bulan laluCash InflowOperasiRp12.000.000Pinjaman modal kerja dari bankCash InflowPendanaanRp20.000.000Pembelian stok barangCash OutflowOperasi(Rp25.000.000)Gaji karyawanCash OutflowOperasi(Rp10.000.000)Sewa tokoCash OutflowOperasi(Rp4.000.000)Pembelian rak display (aset tetap)Cash OutflowInvestasi(Rp6.000.000)Cicilan pokok dan bunga pinjamanCash OutflowPendanaan(Rp3.000.000)Total cash inflow bulan Mei adalah Rp70.000.000 (Rp38.000.000 + Rp12.000.000 + Rp20.000.000). Total cash outflow adalah Rp48.000.000 (Rp25.000.000 + Rp10.000.000 + Rp4.000.000 + Rp6.000.000 + Rp3.000.000).Net cash flow: Rp70.000.000 – Rp48.000.000 = Rp22.000.000 (positif).Jika dipecah per aktivitas, kas dari operasi bersih Rp11.000.000 (Rp50.000.000 – Rp39.000.000), kas dari investasi minus Rp6.000.000, dan kas dari pendanaan bersih Rp17.000.000 (Rp20.000.000 – Rp3.000.000). Dari sini terlihat bahwa sebagian besar kenaikan kas justru berasal dari pinjaman bank, bukan murni dari operasional toko, meski total net cash flow tetap positif.Cara Membaca Selisih Cash Inflow dan Cash OutflowSelisih antara cash inflow dan cash outflow disebut net cash flow. Ketika cash inflow lebih besar dari cash outflow, net cash flow positif dan saldo kas bisnis bertambah. Sebaliknya, ketika cash outflow lebih besar, net cash flow negatif dan saldo kas berkurang.Net cash flow negatif tidak selalu berarti bisnis dalam masalah. Outflow besar bisa saja terjadi karena bisnis sedang berinvestasi untuk ekspansi, misalnya membeli mesin baru atau membuka cabang. Sebaliknya, net cash flow positif yang sebagian besar berasal dari pinjaman baru (aktivitas pendanaan) perlu dicermati, karena belum tentu mencerminkan operasional inti yang sehat. Itulah kenapa klasifikasi per aktivitas pada bagian sebelumnya penting dibaca bersama angka totalnya, bukan angka total saja.Cash Inflow vs Cash Outflow: Tabel PerbandinganAspekCash InflowCash OutflowDefinisiUang tunai yang masuk ke bisnisUang tunai yang keluar dari bisnisArah aliran danaMenambah saldo kasMengurangi saldo kasSumber utamaPenjualan, penagihan piutang, pinjaman, setoran modalPembelian stok, gaji, beban operasional, cicilan utangContoh transaksiPenjualan tunai, pelunasan piutang, pencairan pinjamanPembayaran gaji, pembelian aset, pelunasan utangEfek terhadap saldo kasPositif (bertambah)Negatif (berkurang)Indikator kesehatanInflow konsisten dari operasi menandakan bisnis inti sehatOutflow yang terkendali menandakan pengeluaran terkontrolFaktor yang Memengaruhi Cash Inflow dan Cash Outflow BisnisBeberapa faktor berikut menentukan besar kecilnya cash inflow dan cash outflow suatu bisnis: Kecepatan penagihan piutang. Semakin lama piutang tertagih, semakin lambat penjualan berubah menjadi cash inflow yang sebenarnya. Termin pembayaran ke supplier. Termin yang terlalu pendek mempercepat cash outflow sebelum kas dari penjualan sempat masuk. Perputaran stok. Stok yang menumpuk menahan kas dalam bentuk barang, sehingga mengurangi cash inflow yang tersedia untuk kebutuhan lain. Beban tetap operasional. Sewa, gaji, dan biaya rutin lain menjadi cash outflow yang harus dibayar meski penjualan sedang lambat. Keputusan investasi dan pendanaan. Pembelian aset besar atau pengambilan pinjaman baru bisa mengubah drastis pola cash inflow dan cash outflow dalam satu periode. Faktor-faktor ini semakin sulit dipantau ketika pembukuan tidak rapi. Sebanyak 77,5% pelaku usaha di Indonesia dilaporkan belum memiliki pembukuan yang teratur, sehingga sulit mengetahui secara pasti dari mana kas masuk dan ke mana kas keluar setiap bulannya.Cara Mengelola Cash Inflow dan Cash Outflow agar Tetap SehatBeberapa langkah praktis yang bisa diterapkan: Percepat penagihan piutang dengan menetapkan termin pembayaran yang jelas dan mengirim pengingat sebelum jatuh tempo. Negosiasikan termin pembayaran ke supplier agar cash outflow tidak jatuh tempo lebih cepat dari cash inflow yang diharapkan. Pisahkan pencatatan kas operasional, investasi, dan pendanaan agar mudah mengenali dari aktivitas mana kas benar-benar bertambah atau berkurang. Buat proyeksi arus kas bulanan untuk mengantisipasi periode dengan outflow tinggi sebelum benar-benar terjadi. Gunakan aplikasi laporan keuangan yang mencatat cash inflow dan cash outflow secara otomatis dan real-time dari setiap transaksi. Bagi bisnis yang masih memantau kas lewat catatan manual atau rekening koran satu per satu, beralih ke sistem yang terintegrasi seperti aplikasi laporan keuangan Mekari Jurnal membantu menyajikan laporan arus kas secara real-time, lengkap dengan insight AI untuk membaca pola cash inflow dan cash outflow tanpa perlu menyusun laporan secara manual.Kesalahan Umum dalam Mencatat Cash Inflow dan Cash OutflowBerikut kesalahan yang paling sering terjadi, terutama pada bisnis kecil dan menengah: Mencatat piutang yang belum tertagih sebagai cash inflow, padahal kas baru benar-benar masuk saat pelanggan membayar, bukan saat penjualan tercatat. Mencatat pembelian aset tetap sebagai beban operasional biasa, sehingga klasifikasinya salah masuk ke aktivitas operasi, bukan investasi. Tidak memisahkan cicilan pokok utang dari bunga pinjaman, padahal pokok utang termasuk aktivitas pendanaan sementara bunga termasuk aktivitas operasi. Lupa mencatat transaksi kas kecil, seperti pembelian perlengkapan harian, sehingga total cash outflow yang tercatat lebih rendah dari kondisi sebenarnya. Tidak melakukan rekonsiliasi bank secara rutin, sehingga selisih pencatatan kas baru terlihat setelah menumpuk di akhir periode. Kesalahan-kesalahan ini membuat laporan arus kas tidak mencerminkan kondisi kas yang sebenarnya, sehingga keputusan bisnis yang diambil dari laporan tersebut berisiko keliru.Kelola Cash Inflow dan Cash Outflow Bisnis Anda dengan Mekari JurnalMemahami perbedaan cash inflow dan cash outflow membantu pemilik bisnis membaca kondisi kas yang sebenarnya, bukan sekadar melihat angka laba di laporan laba rugi. Klasifikasi berdasarkan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan juga membantu mengenali apakah pertumbuhan kas berasal dari bisnis inti atau sekadar dari pinjaman baru.Untuk pantau transaksi inflow dan outflow yang lebih real time, Anda bisa gunakan software akuntansi terintegrasi seperti Mekari Jurnal, yang menyediakan:Dengan memantau kedua arus ini secara konsisten dan memanfaatkan aplikasi laporan keuangan Mekari Jurnal untuk menyajikan laporan arus kas real-time, bisnis Anda bisa mengambil keputusan finansial yang lebih akurat, baik untuk kebutuhan operasional sehari-hari maupun perencanaan investasi ke depan.Referensi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). PSAK 207 Laporan Arus Kas. Investopedia. Cash Flow. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini.