Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Buku Besar Pembantu Piutang: Pengertian, Fungsi, Manfaat dan Cara Membuatnya untuk Akuntansi Usaha

Tayang
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Buku besar pembantu piutang menyajikan detail akun piutang per pelanggan secara sistematis, sehingga perusahaan dapat menelusuri setiap faktur, pembayaran, dan saldo berjalan dengan akurasi tinggi serta meminimalkan selisih pencatatan
  • Dengan visibilitas saldo piutang per pelanggan, tim keuangan dapat dengan cepat mengidentifikasi piutang jatuh tempo, menyusun strategi penagihan, dan mempercepat perputaran modal kerja
  • Buku besar pembantu piutang berfungsi sebagai penopang akun kontrol piutang di buku besar umum, memastikan konsistensi data melalui proses rekonsiliasi dan menghasilkan laporan keuangan yang andal serta siap audit

Buku besar pembantu piutang menjadi alat yang mencatat transaksi piutang per pelanggan dengan terperinci untuk mengelola perputaran modal kerja yang efektif dan dapat ditelusuri untuk setiap pelanggan.

Tanpa adanya buku besar pembantu piutang, manajemen dapat kesulitan untuk menyusun struktur yang rapi dan optimal yang dapat memonitor piutang dan mempercepat rekonsiliasi.

Untuk membantu pengelolaan yang tepat, berikut Mekari Jurnal akan membantu memaparkan secara lengkap buku besar pembantu piutang, mulai dari fungsi, cara membuat, dan contohnya!

Apa Itu Buku Besar Piutang dan Buku Besar Pembantu Piutang

Sebelum membahas lebih dalam, ketahui terlebih dahulu perbedaan dari buku besar piutang dan buku besar pembantu piutang.

Buku besar piutang sendiri merupakan sebuah bagian dalam buku besar umum yang menyajikan posisi akun piutang yang harus diterima oleh perusahaan secara keseluruhan.

Sebagai akun kontrol, buku besar umum tidak memecahnya menjadi per pelanggan, sehingga buku besar pembantu piutang hadir untuk mengisi kebutuhan ini.

Buku besar pembantu piutang berisi pada kumpulan riwayat data yang terperinci mengenai akun individual setiap pelanggan, mulai dari riwayat faktur, kredit, pembayaran, retur, dan saldo berjalan untuk masing-masing pelanggan.

Nantinya, total semua saldo pada buku besar pembantu piutnag harus sama (melalui rekonsiliasi) dengan saldo akun piutang pada buku besar umum.

“Perbedaan Utama: buku besar umum menyajikan kontrol account (jumlah keseluruhan), sedangkan buku besar pembantu menyediakan detail per pelanggan sehingga manajemen dan tim operasional memperoleh visibilitas yang diperlukan untuk penagihan dan analisis umur piutang.

Komponen dalam Buku Besar Pembantu Piutang

Ada beberapa komponen utama yang tersusun untuk membentuk buku besar pembantu piutang yang tepat, di mana setiap akun pelanggan memuat informasi:

  • Nama pelanggan: identifikasi akun pelanggan
  • Nomor faktur/ invoice: referensi setiap transaksi penjualan kredit
  • Tanggal transaksi: tanggal faktur atau penerimaan layanan
  • Jumlah tagihan (debit): nilai faktur yang menambah saldo piutang pelanggan
  • Pembayaran/ pelunasan (kredit): entri pembayaran yang mengurangi saldo
  • Retur, diskon, atau kredit memo: penyesuaian yang mempengaruhi saldo
  • Saldo piutang per pelanggan: saldo berjalan setelah setiap transaksi
  • Keterangan/ referensi: catatan tambahan, seperti metode pembayaran atau nomor bukti transfer

Seluruh informasi dapat menjadi format dasar yang diimplementasikan ke dalam spreadsheet atau software akuntansi yang memiliki modul buku besar pembantu piutang.

Baca Juga: Cara Membuat Buku Besar Akuntansi Dengan Studi Kasus

Manfaat Buku Besar Pembantu Piutang

Jika melihat dari sisi operasional, implementasi buku besar pembantu piutang mempengaruhi kontrol internal, pengurangan penipuan atau pembayaran berlebih, dan penguatan tata kelola keuangan.

Manfaat praktis yang akan dirasakan oleh perusahaan, adalah:

  • Meningkatkan akurasi pencatatan piutang melalui detail transaksi per pelanggan yang memudahkan koreksi jika terdapat perbedaan
  • Tim dapat mengidentifikasi pelanggan yang menunggak atau memiliki nilai keterlambatan
  • Data faktur dan pembayaran yang tersusun rapi akan mempersingkat waktu dalam mempersiapkan surat tagihan, reminder, atau eskalasi penagihan
  • Penyajian informasi yang granular akan memudahkan pengguna dalam menganalisis penyusunan aging report, analisis kolektibilitas, dan pengakuan cadangan kerugian piutang
  • Data piutang per pelanggan bisa digunakan manajemen untuk menilai risiko konsentrasi kredit, menyusun kebijakan kredit, dan mengoptimalkan kebijakan kredit/debit untuk menjaga likuiditas

Cara Membuat Buku Besar Pembantu Piutang

Terdapat beberapa langkah sistematis yang bisa Anda terapkan dalam membuat buku besar pembantu piutang yang ideal, mulai dari:

1. Tentukan Format Dokumentasi

Langkah pertama, Anda mulai dengan memilih format untuk mendokumentasikan seluruh transaksi kredit per pelanggan.

Anda bisa menggunakan spreadsheet terstruktur atau modul pada software akuntansi dan pastikan format memuat kolom utama, terdiri dari nomor invoice, tanggal, deskripsi, debit, kredit, dan saldo berjalan.

2. Masukkan Data Master Pelanggan

Selanjutnya, buat daftar pelanggan dengan kode akun, nama lengkap, alamat penagihan, dan syarat kredit untuk memudahkan penautan transaksi dan pelaporan.

Baca Juga: Langkah Pencatatan Transaksi Jurnal Pelunasan Piutang

3. Menginput Saldo Awal Piutang

Masukkan saldo awal per pelanggan atau disebut juga opening balance sehingga buku besar pembantu dapat memulai pencatatan dengan akurat dan benar.

4. Catat Setiap Transaksi Penjualan Kredit per Pelanggan

Agar proses pencatatan dilakukan dengan akurat dan minim kesalahan, catat setiap transaksi langsung setiap faktur yang dibuat, input rekam nomor faktur, tanggal, nilai faktur ke kolom debit pada akun pelanggan terkait.

5. Lakukan Update Berkala

Setelah menerima pembayaran piutang usaha, segera input sebagai kredit pada akun pelanggan yang bersangkutan, jangan melupakan penyesuaian yang relevan seperti diskon atau retur.

6. Hitung Saldo Berjalan per Baris

Untuk meningkatkan efisiensi waktu dan meminimalisir kesalahan, terapkan formula atau perhitungan otomatis.

7. Akun Kontrol di Buku Besar Umum

Buat rekonsiliasi periodik secara berkala dengan menjumlahkan seluruh saldo pada buku besar pembantu piutang dan pastikan nilainya sama dengan saldo akun piutang di buku besar umum.

Baca Juga: Manajemen Piutang: Ketahui Pengelolaan yang Tepat Bagi Bisnis

8. Hasilkan Laporan Pendukung

Untuk penyusunan yang lebih lengkap, buat aging report, ringkasan per pelanggan, dan laporan kolektibilitas untuk manajemen dan audit internal

Itulah langkah yang bisa Anda terapkan dalam menyusun dan mengelola buku besar pembantu piutang yang ideal.

Untuk proses yang lebih efisien, penggunaan software akuntansi terintegrasi mampu mengotomasi banyak langkah di atas.

Mekari Jurnal hadir sebagai software akuntansi lokal berbasis cloud yang menawarkan fitur pembuatan invoice, pembukuan, hingga penyusunan laporan keuangan secara otomatis dan real-time.

Coba gratis sekarang juga dan kurangi kesalahan manual serta mempercepat proses penutupan!

Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang!

Contoh Buku Besar Pembantu Piutang

Untuk memahami bagaimana contoh format tabel buku besar pembantu piutang yang sering digunakan oleh bisnis atau perusahaan, beberapa di antaranya sebagai berikut:

Tanggal Nomor Invoice Deskripsi Debit (Tagihan/ Rp) Kredit (Pembayaran/ Rp) Saldo (Rp)
01-01-2026 INV-0001 Penjualan Produk A 5.000.000 0 5.000.000
10-01-2026 PAY-0001 Pembayaran Transfer 0 2.000.000 3.000.000
15-01-2026 INV-0005 Penjualan Produk B 1.500.000 0 4.500.000
20-01-2026 CR-0001 Diskon Pemesanan 0 500.000 4.000.000

Untuk template format kosong, bisa contoh berikut:

Perusahaan Dagang XXX

Buku Besar Pembantu Piutang

Per Januari 2025

Tanggal Keterangan Debet (Rp) Kredit (Rp) Saldo
Debet (Rp) Kredit (Rp)
15 Jan Penjualan, syrt 3/10, n/30 2.000.000 2.000.000
Pelunasan 2.000.000
Penjualan, syrt 3/10, n/30 2.500.000

Contoh lainnya adalah sebagai berikut:

Contoh Buku Besar Pembantu Piutang

Baca Juga: Buku Besar Pembantu Utang: Pengertian, Fungsi, Cara Membuat dan Contoh Praktis Akuntansi

Kesimpulan

Secara garis besar, pembuatan dan penyusunan buku besar pembantu piutang tidak beda jauh dengan membuat buku besar pembantu utang.

Hanya saja, buku besar pembantu utang memfokuskan data yang berkaitan dengan riwayat transaksi dan saldo per pelanggan.

Melalui penyusunan dan format yang tepat, buku besar pembantu ini dapat memudahkan pengelolaan operasional dan kualitas laporan keuangan.

Untuk tim keuangan yang ingin mengotomasi proses ini, pertimbangkan penggunaan software akuntansi terintegrasi yang dapat secara otomatis menghasilkan buku besar, mengelola invoice, mencatat pembayaran, dan membuat laporan piutang secara real-time.

Mekari Jurnal hadir menjadi solusi efektif dalam membantu tim akuntansi menyederhanakan alur kerja dan menjaga kesesuaian dalam buku besar akuntansi secara otomatis.

Coba gratis sekarang juga dan rasakan manfaatnya!

Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

Scribd, “Acc. Receivable Subsdiary PDF”.

Fiveable, “Accounts receivable subsidiary ledger”.

Modern Treasury, “Learn What is a Subsidiary Ledger?”.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami